Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Gadis penjinak bos yang dingin


__ADS_3

Emili yang sedang melangkah menuju pintu keluar seketika menghentikan langkahnya dan berbalik, melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya. Suara yang terdengar sangat familiar di telinganya . Dia langsung tersenyum melihat wajah itu.


Biru baru saja selesai rapat dan berjalan dengan para staf yang mengikuti dari belakang. Dia melihat seorang gadis yang dirasa familiar hendak berbalik menuju pintu keluar. Setelah gadis itu menoleh dan tersenyum padanya. Biru merasakan kehangatan di hatinya. Dengan langkah cepat dia berjalan mendekati sang gadis.


Wajah yang terlihat serius dan dingin, bahkan bisa dibilang sangat menyeramkan ketika rapat, seketika berubah lembut dengan senyum di wajahnya


" Bagaimana kamu bisa disini? Kenapa tidak memberi kabar padaku? "


Para karyawan yang menyaksikannya dibuat terkejut, dengan mulut menganga hampir menyentuh lantai dan mata yang hampir melompat keluar, mereka diam terpaku dengan pikirannya masing - masing


*Bos yang tadi rapat sangat menyeramkan,sekarang dia begitu lembut. Apa yang terjadi?


Wah siapa gadis cantik ini? Dia seperti gadis penjinak bos yang dingin


Waaah sikapnya berubah jadi 180 derajat hanya dalam waktu singkat*


" Aku mengirim pesan ke ponselmu, tapi kamu tidak memberikan balasan "


Emili menjawab dengan senyum penuh kelembutan


" Aku baru selesai rapat, kita keruangan ku saja "


" Aku kesini untuk mengajakmu makan siang. Tapi, bukannya kamu sangat sibuk saat ini? "


Emili berkata sambil melirik ke gadis resepsionis. Gadis itu seketika gemetar dan tertunduk


" Akan selalu aku luangkan waktu untukmu! "


Biru menggandeng Emili berjalan melewati para karyawan yang masih menatapnya tak percaya


Emili tidak menghiraukan semua itu, hanya satu tatapan yang dia perhatikan. Tatapan dari Bina yang ketika keluar ruang rapat berjalan dibelakang Biru. Bina menatap Emili dengan penuh kebencian dan rasa iri.

__ADS_1


Kenapa gadis itu menatapku seolah menatap musuh? Ada masalah apa? Apakah dia menyukai Biru?


Emili tidak mengatakan apa - apa. Dia hanya menatap Biru dan berjalan berdampingan dengannya


" Bi, apa kamu sangat sibuk? "


" Tidak, tadi hanya rapat bulanan bagian keuangan saja "


Mereka berjalan sambil berbincang


" Kamu tidak membahas kerja sama perusahaan kita? Bisa saja kan aku mendekati mu karena masalah bisnis? "


" Aku menyerahkan itu padamu. Jika kamu mendekati ku memang karena bisnis. Berarti aku begitu menguntungkan bagimu. Jadi kamu tidak akan meninggalkan aku "


Biru tersenyum penuh makna


Aku sebelumnya sudah mencari tahu latar belakang mu, Mili. Jadi aku yakin kamu itu gadis kuat yang memang pantas bersanding denganku!


Setelah tiba diruangan Bi, Emili duduk di sofa dan Biru merapikan dokumennya di meja kerjanya


Emili berkata dengan ragu


" Hem, tanyalah! "


Bi berkata tanpa menoleh padanya


" Aku yakin sebelumnya kamu telah mencari tahu terlebih dahulu tentang asal usulku. Apa kamu tidak keberatan dengan statusku yang hanya anak dari seorang wanita simpanan? "


Suara Emili terdengar rendah. Biru merasakan ada yang berbeda. dia berbalik dan dengan segera mendekati emili, dia menariknya kedalam pelukannya


" Mili, aku ingin menikahimu, bukan menikahi statusmu. Aku tidak peduli apa yang orang lain katakan tentangmu, aku hanya akan percaya dengan apa yang aku saksikan dengan mataku sekarang. Mili, apa kamu mencintaiku? "

__ADS_1


Biru melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata Mili.


Mili mengangguk dengan linangan air mata, kemudian dia kembali bicara


" Aku mencintaimu Bi. Aku berharap bisa hidup bahagia setelah menikah denganmu. Tapi,, mamaku... "


Emili terlihat ragu - ragu saat ingin menceritakan mamanya


" Mama kandungku suka sekali menghamburkan uang dan mama tiriku meminta aku selalu melakukan semua sesuai keinginannya "


Wajah Emili menjadi murung, Biru merangkup wajah Emili dengan kedua tangannya dan saling bertatapan mata


" Mili, aku percaya padamu. Aku tahu kalau kamu bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Kamu tidak akan mengecewakanku setelah menjadi istriku! "


Biru tersenyum penuh keyakinan dan Emili mengangguk sambil berkata " Terimakasih Bi "


Diluar ruangan Bi para karyawan sedang sibuk bergosip


*Bina tadi siapanya pak Biru?


Bukankah dia dekat denganmu. Bagaimana bisa ada perempuan itu?


Kukira pak Biru selama ini suka sama kamu, ternyata dia hanya baik sebagai atasan saja ya?


Tatapan mata Pak Biru sangat berbeda ya pada wanita itu. Sepertinya dia gadis yang penting untuk pak Biru


Aku jadi penasaran, bagaimana dia bisa menaklukkan hati pak Biru? Apakah dengan tubuh indahnya? Semua laki - laki pasti akan tertarik dengan tubuh indah wanita kan? termasuk pak Biru pastinya*


Bina tidak menjawab pertanyaan rekan - rekan kerjanya. Dia hanya mendengar kan dan berfikir sendiri


Apakah itu kekasihnya pak Biru? Bagaimana caranya dia bisa mendapatkan perhatian pak Biru seperti itu? Sikap pak Biru sangat lembut kepadanya. Sikap yang selalu aku harapkan darinya. Siapa wanita itu sebenarnya?

__ADS_1


Saat itu Biru dan Emili keluar dari ruangannya dan berjalan melewati para karyawan Biru dan Emili menggandeng sebelah tangan Biru. Itu membuat Bina semakin iri pada Emili


Aku harus bisa merebut pak Biru dari tangannya!


__ADS_2