Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku harus menemukan orang itu dan memberikannya hadiah serupa! "


__ADS_3

Di negara A bagian selatan. Leo sedang termenung mengenang pemakaman sang ayah 2 hari yang lalu


Flash back on


" Halo Leo. Om akan mengirimkan seorang dokter ahli otopsi untuk memeriksa jenazah ayahmu. Setelah itu kamu bisa memakamkan jenazahnya "


Kata Yudha yang bicara dengan Leo melalui telepon setelah dia kembali dari negara F untuk menjemput Ji


" Baik om, terimakasih banyak "


" Apa kata papi? Apakah dokter ahli yang papi katakan sudah datang? "


Tanya Vio setelah melihat Leo menutup teleponnya dari Yudha


" Sebentar lagi mereka datang "


Tak lama setelah itu 2 orang pria dan 1 orang wanita datang mendekati Leo dengan menggunakan snelli khas dokter


" Permisi pak Leo, tuan Yudha meminta kami untuk melakukan pemeriksaan pada jenazah tuan Fabian "


" Silakan, jenazahnya ada disebelah sini "


Leo mengantar 3 orang dokter itu ke depan ruang jenazah ayahnya


" Silahkan masuk. Saya akan menunggu diluar " Kata Leo kepada mereka. Mereka pun masuk dan keluar setelah selesai melakukan pemeriksaan


" Kami telah selesai. Jenazah ayah anda bisa anda kebumikan. Hasil pemeriksaannya akan kita dapatkan 2 hari lagi "


Kata salah seorang dokter pria


" Baiklah terimakasih banyak! "


Leo menjabat tangan mereka dan segera menghubungi Jek


" Pak Jek, segera siapkan pemakaman untuk ayah! "


" Baik tuan muda! "


Jek mengakhiri telepon dari Leo dan dengan telaten dia menyiapkan pemakaman untuk Fabian..


Pemakaman dihadiri banyak orang dari kalangan dunia bisnis.


" *Tak disangka, tuan Fabian yang belakangan ini kesehatannya terlihat membaik, justru kini pergi dengan mendadak "


" Benar, dengan kedatangan putranya ku iira dia dapat bertahan lebih lama. Ternyata nasib berkata lain* "


Para pelayad yang datang tidak menyangkan dengan kepergian tuan Fabian yang mendadak. Bahkan Leo pun tidak menduganya..


Dia terus menatap liang lahat sang ayah dengan tatapan kosong.. Matanya berkaca - kaca namun air mata tak dapat keluar dari matanya.


Vio dengan derai air mata selalu menemaninya. Dia berdiri disamping Leo dengan tangan yang melingkar di lengan Leo.


" Aku harus bisa memberikan keadilan pada ayah. Aku pasti akan menemukan orang yang membuatmu meninggalkan ku ayah. Karena aku yakin ada seseorang yang menjadi penyebab kematianmu! "


Pikir Leo

__ADS_1


Flash back off


" Kak, dokter yang melakukan otopsi sudah mendapatkan hasilnya. Dia menunggu diluar untuk memberitahukannya pada kak Leo "


Suara Vio menyandarkan Leo dari lamunannya


" Bawa mereka kemari aja sayang! "


Kata Leo dengan suara sedikit serak


" Kak, apa kak Leo baik - baik saja? "


Vio mendekat dan meletakkan kedua tangannya dipundak Leo


" Aku tidak papa gadis kecil "


Leo dengan lembut mengusap sebelah tangan Vio yang ada dipundaknya


" Kakak harus bersikap tegar dan kuat dihadapan orang lain. Tapi dihadapanku, kakak bisa menjadi diri kakak sendiri. Karena aku bersedia jadi sandaran untuk kak Leo "


" Terimakasih Vi, karena kamu selalu menemaniku! "


Vio tersenyum dan menganggukkan kepala


" Baiklah, aku akan meminta mereka masuk kemari "


Vio meninggalkan Leo untuk memanggil para dokter setelah mendapat persetujuan dari Leo


" Dokter, silakan masuk. Kek Leo menunggu di dalam! "


" Kami sudah mendapatkan hasilnya. Seperti yang bapak curigai. Pak Fabian meninggal karena racun sianida. Racunnya tergolong kuat dan mematikan. Namun ika tanpa sadar mengkonumsi racun ini dalam jangka panjang dapat melemahkan fungsi tubuh dan saraf. Karena pak Fabian terkena racun ini secara mendadak sehingga efek racun menyerang jantung. Sehingga secara awam kita melihatnya seperti serangan jantung "


Dokter menjelaskan dengan sangat tenang. Leo mengepalkan tangan mendengar penjelasan sang dokter


" Aku harus menemukan orang itu dan memberikannya hadiah serupa! "


Kata Leo dalam hati


" Terimakasih dokter atau penjelasannya! "


" Kalau begitu kami permisi dulu! "


" Silakan! "


" Sekarang kita harus mencati buktinya. Kak Leo katanya yang mengantar teh sebelumnya adalah sekertaris om Fabian. Kita harus bertanya padanya! "


" Kamu benar Vi, dia pasti mengetahui sesuatu "


Tatapan mata Leo yang tajam terlihat seperti pemburu yang siap mencari mangsa


Tuut tuut tuut


" Halo pak Jek.. Aku ingin bicara langsung dengan sekertaris ayah! "


" Maaf tuan muda, tapi dia hari ini tiba - tiba tidak masuk kerja. Saya tidak dapat menemukannya! "

__ADS_1


" Bagaimana bisa? Pak Jek, anda sudah lama ikut dengan ayah saya kan? Apa anda mau membiarkan ayah saya pergi begitu saja tanpa mendapatkan keadilan? "


" Saya mengerti tuan muda. Saya akan mengerahkan orang untuk segera menemukannya! "


" Bagus. Terimakasih pak Jek "


Leo mengakhiri panggilannya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ji dan Ed sudah tiba di lahan kosong yang terletak tidak jauh dari kediaman Ed. Mobil pun telah menunggu mereka disana


" Kami senang karena pak Edward selamat dalam kecelakaan itu. Silakan masuk! "


Kata supir yang menjemput mereka dan membukakan pintu mobil


" Terimakasih! "


Jawab Ed dengan senyum lembut. Mereka pun berkendara menuju rumah Ed. Tak menunggu lama, mereka tiba dirumah Ed


Maria dan Erik sudah menunggu mereka


" Ed putraku. Ibu sennag kamu baik - baik saja! "


Maria dengan derai air mata langsung memeluk Ed begitu dia turun dari mobil


" Bu, sakit! Luka di tubuhku ini belum sembuh sepenuhnya! "


Ed meringis ketika sang ibu memeluknya


" Maafkan ibu sayang... hiks.. hiks.. hiks.. "


" Ayah senang kamu baik - baik saja nak. Ibumu sampai pingsan ketika mendengar berita kecelakaan mu. Terlebih lagi tunanganmu itu, dia berhari - hari tidak tidur dan hanya menangis. Lihatlah wajahnya yang pucat dan badannya yang kurus itu! "


Kata Eeik yang menunjuk pada Ji


" Om berhentilah menggodaku. Aku sama sekali tidak seperti yang om bicarakan "


Ji berusaha menyangkal, padahal wajahnya sudah berubah merah


" Berhentilah menyangkal! Waktu tante menghubungimu jam 4 pagi, kamu malah masih berada dipantai. Tidka mungkin kamu tidur disana kan? "


Ji semakin malu ketika Maria ikut menggodanya. Ed hanya tersenyum sambil memandang wajah sang gadis


" Ternyata kamu begitu mengkhawatirkan aku ya? "


" Sudahlah, sebaiknya kita masuk. Karena tuan Jendral masih harus istirahat "


" Kamu benar Ji, ayo kita masuk ke dalam! "


Erik menyetujui usulan Ji. Mereka smeua akhirnya masuk ke dalam ruanh Ed


" Kamu langsunga antar Ed ke kemarnya saja. Tante akan meminta pelayan untuk meyiapkan makanan! "


Ji mengangguk dan memapah Ed menuju kamarnya dilantai dua.

__ADS_1


" My queen, sebaiknya tanggal pernikahan kita dipercepat saja! Aku ingin hari - hariku selalu dilalui bersama denganmu! "


__ADS_2