Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Mili, maukah kamu menikah denganku?


__ADS_3

Ji sedang melakukan pemotretan. Karena Edward sedang tidak bertugas, jadi dia masih menemani Ji. Seperti yang dikatakan sebelumnya, tugas Edward selama dia tidak dalam misi adalah menemani Ji.


Dia terus memperhatikan Ji mengambil gambar satu persatu dengan pose yang berubah - ubah.


Dia begitu cantik, bagaimana meyakinkan dia agar mau menjadi pacarku ya? Ah tidak, tapi untuk menjadi istriku!


Edward tersenyum seakan merencanakan sesuatu.


" Apakah sudah selesai? "


Edward bertanya setelah melihat Ji berjalan ke arahnya. Ji membalas dengan anggukan


" Hmn... "


" Kita makan siang bersama? "


Tanyanya dengan senyum yang lembut kepada Ji.


" Tidak, aku tidak ingin makan siang denganmu! "


Ji berkata tanpa menoleh pada Edward


" Kenapa sikapmu seperti itu? Kurasa, aku tidak melakukan kesalahan. Kalau begitu anggap saja sebagai balas budi karena sudah ku tolong waktu itu "


Edward mengangkat alisnya sambil tersenyum " Bagaimana? "


" Tidak hari ini, aku masih ada pemotretan! "


" Kalau begitu, aku akan menemani kamu melakukan pemotretan! "


Ji mengernyitkan dahi mendengar perkataan Edward


" Apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain mengikutiku? "


" Sudah ku katakan, aku sedang tidak bertugas jadi aku akan terus menemanimu! "


" Ach terserah kamu saja! "


Ji yang kesal, sudah tidak ingin berdebat dengan Edward


Tak jauh dari tempat mereka, ada seorang gadis yang terus saja memperhatikan Ji


" Jingga,, kamu tidak akan bisa hidup lebih lama, aku akan membalas apa yang kamu lakukan padaku. Kamu harus menderita. Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang begitu saja! "

__ADS_1


Gadis itu pun mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang


" Halo, lakukan apa yang aku minta secepatnya! Jangan sampai ada kesalahan! "


Gadis itu menutup panggilan dan menunjukkan senyum licik " Waktumu tidak akan lama lagi Ji! " Setelah itu dia pergi dari sana


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siang harinya Bi pergi keluar hendak menjemput Emili untuk makan siang bersama. Tapi Bina menahannya sejenak


" Permisi pak, maaf anda ada rapat setelah makan siang! "


Bi mengangkat tangan untuk melihat jam yang melingkar ditangannya


" Undur satu jam setelah makan siang! "


" Baik pak! "


Kenapa pak Biru terburu - buru begitu ya?


Bi berjalan meninggalkan Bina untuk berkendara menuju kantor Emili


Dia mengambil ponsel dari sakunya


Biru menutup telepon setelah mendapatkan jawaban. Dia tersenyum sambil menatap ponselnya. Dan itu merupakan hal yang langka terjadi, membuat kantor heboh dengan kekaguman kaum hawa kepadanya


*Waah pak Biru tersenyum, sungguh menyejukkan


Pak Biru semakin tampan saat tersenyum seperti itu!


Seakan ada banyak bunga yang bertebaran melihat senyum pak Biru yang merekah seperti itu!


Kehebohan terus terjadi, meskipun Biru sudah berlalu dengan mobil miliknya.


Setelah beberapa lama berkendara, Biru akhirnya tiba di kantor Emili. Dia mengambil ponsel dan menghubunginya


" Turunlah, aku sudah ada di depan kantor mu! "


Katanya saat menghubungi Emili


Tak lama terlihat Emili yang berjalan keluar dari kantor. Biru turun dari mobil untuk menyambut dan membukakan pintu mobil.


Emili tersenyum, setelah melihat Biru mendekatinya

__ADS_1


" Hai sayang . kita langsung ke restoran saja? " Kata Bi sambil tersenyum lembut kepada Emili. " Baiklah, terimakasih" Balas Emili atas pertanyaannya dan juga karena telah membukakan pintu mobil


Biru berjalan lagi ke arah kursi pengemudi setelah Emili duduk dalam mobilnya.


Pemandangan barusan juga membuat kantor Emili heboh dengan perkataan para karyawan penggosip.


Bu Emili tadi dijemput siapa ya? Dia benar - benar tampan


*Itu pasti pacar bu Emili. Tapi selama ini kan dia tidak pernah dekat dengan pria manapun. Apa bu presdir sekarang sudah mengizinkannya ya?


Entahlah. biarkan sajalah. Itu bukan urusan kita juga kan*?


Para penggosip itu membubarkan diri dengan sendirinya


" Bi, kita mau makan dimana? "


Tanya Emili setelah Bi melajukan mobilnya


" Ada restoran bagus tidak jauh dari sini. Makanannya cukup enak. Aku sudah beberapa kali pergi kesana "


Emili tersenyum dan menganggukan kepala sebagai jawaban


Tibalah mereka disebuah restoran yang indah dengan setiap meja yang terpisah satu persatu, seperti gazebo atau saung kecil. Setiap gazebo di kelilingi oleh bunga - bunga yang indah, menambahkan kesan romantisnya..


" Waah Bi, tempatnya bagus sekali. Banyak bunga yang bermekaran di sekelilingnya "


Emili terkagum - kagum dengan pemandangan indah yang disediakan oleh restoran tersebut. Matanya seakan berbinar melihat sekeliling.


" Ayo kita duduk disana? "


Ajak Biru sambil menggandeng Emili


" Kamu mau pesan apa? "


Suara Biru yang sedikit berat dan serak tapi dengan nada bicara yang lembut membuat Emili terhanyut hingga terus menatap Biru dengan melamun. Biru bertanya berkali - kali. Menyadari tidak ada jawaban karena Mili melamun, Biru melambaikan tangan di depan Mili berkali - kali untuk menyadarkannya


" Mili, Mili, hei,, apa yang kamu lamunkan? "


" Ah tidak. Tidak ada apa - apa "


Mili dengan cepat menjawab Biru


Sebelum makanan datang, Biru merogoh sakunya dan mengambil sesuatu

__ADS_1


" Mili,, maukah kamu menikah denganku? "


__ADS_2