Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Ji, kamu selalu bisa menemukan celah terbaik untuk menjatuhkan setiap lawanmu


__ADS_3

Leo dan Vio kembali ke hotel setelah mendapatkan izin dari Yudha..


" Kak Leo, apa papi mengizinkan aku kembali ke hotel? "


Tanya Vio yang tidak percaya


" Tentu saja. Hujannya begitu deras, tidak mungkin om Yudha akan membiarkan mu berada dalam bahaya. Besok aku akan mengantarmu ke bandara. Om Yudha mengatakan kalau besok kamu akan langsung kembali ke negara F. Jet pribadi keluargamu akan menunggu di bandara "


" Owh begitu. Jadi kak Leo akan langsung mengantarku ke bandara? Apa kak Leo tidak bisa ikut denganku kembali ke negara F? "


Mata Vio berbinar seakan memohon


" Jangan memandangku seperti itu. Aku tidak sanggup melihat tatapan matamu yang berbinar begitu "


Leo mengusap wajah Vio lembut


" Lantas kapan kak Leo akan menemuiku lagi. Aku ingin selalu dekat dengan kak Leo "


" Aku juga sama. Tapi untuk sekarang ini kita harus bertahan dengan hubungan kita seperti ini. Sampai aku bisa membongkar kejahatan pamanku dan kamu bisa bebas dari Rian "


" Tapi kan kak... "


" Sudah, jangan ada tapi - tapian lagi. Sebaiknya kamu masuk kedalam kamarmu dan istirahat! Ini sudah mulai larut, kamu juga pasti lelah setelah menemaniku berkeliling seharian. Besok kita akan sarapan bersama dulu sebelum berangkat ke bandara. Bagaimana? "


Vio memasang wajah murungnya dan menganggukkan kepala tanda setuju


" Kenapa dia memasang wajah sedih seperti itu? Aku jadi ingin sekali memeluknya. Tapi tidak boleh. Aku tidak boleh memeluknya. Karena jika aku memeluknya aku tidak ingin melepaskannya lagi "


Kata Leo dalam hati yang kini sedang bergelut dengan pikirannya sendiri


" Baiklah. Aku akan kembali ke kamarku. Selamat malam kak Leo, selamat beristirahat! "


Kata Vio sebelum dia membalikkan badannya meninggalkan Leo masuk ke kamarnya sendiri


" Tunggu Vi. Ada yang ingin ku berikan! "


Vio menghentikan langkahnya dan berbalik kembali menatap Leo


" Ada apa ka? Apa ada yang sesuatu yang kakak lupakan? "

__ADS_1


KTanya Vio heran, Leo kembali berjalan mendekati Vio


" Cup,, selamat malam, semoga tidurmu nyenyak "


Dug dug dug


Vio terkejut juga tersipu karena Leo mencium keningnya. Jantungnya pun berdetak dengan begitu cepat tak terkendali


" Kak Leo, apaan sich? "


Tanya Vio manja dengan wajah yang kini semakin merah


" Ya sudah. Selamat malam! "


Ceklek


Bruk


Vio dengan cepat berjalan dan masuk ke kamarnya kemudian dia menutup pintu dengan keras


" Ish,,, bisa - bisanya kak Leo melakukan itu. Aku yakin tadi wajahku berubah sangat merah seperti tomat. Kak Leoooo,,, bikin aku malu saja! "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Huft, ternyata kamu seorang pria hidung belang yang tak tahu diri. Gila, benar -benar gila kamu Arya! Dasar tua bangka tak tahu diri, menghabiskan uang dalam jumlah besar hanya untuk ke tempat hiburan. Jadi, kamu juga menyelewengkan dana perusahaan? Bisa - bisanya selama ini aku memelihara parasit sepertimu!


Haaah menyebalkan! Orang sepertimu tidak pantas ada di jajaran dewan direksiku. Kamu harus membayar mahal semuanya! "


Ji menemukan photo mengenai Arya dan beberapa gadis cantik. Sepertinya photo itu diambil dari klub malam karena terlihat gelap dan juga ada pancaran lampu warna warni disekitarnya


" Karena kamu sangat suka dengan gadis cantik. Maka aku akan berbaik hati mengenalkan seorang gadis cantik untukmu "


Ji tersenyum tipis ketika memandang photo Arya ketika sedang memeluk gadis cantik yang ada dilayar laptornya.


" Nikmatilah sisa waktumu sebaik - baiknya, karena setelah aku mengambil alih kembali JB Companies, kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk bisa keluar masuk tempat hiburan malam seenaknya. Tapi kamu hanya akan masuk penjara saja! "


Ji tersenyum sendiri setelah merencanakan apa yang akan dia lakukan pada Arya


Drrrttt drrrrtt drrrt

__ADS_1


Ponsel Ji berdering dan dilihatnya nama yang tetera pada layar ponselnya itu adalah telepon dari Adel


" Halo Del,,,"


Ji menerima panggilannya dan menyapa Adel singkat


" Bagaimana dengan penyelidikan mu dengan perusahaan Rian? "


" Harga saham perusahaan Rina memang tidak pernah stabil. Mereka tidak profesional dalam melakukan pekerjaannya. Tidak sedikit klien yang kecewa dengan pekerjaan mereka "


"Hemmm,,, jadi memang orang - orang yang berada diperusahaan itu ya yang tidak kompeten? Cih bukannya belajar cara berbisnis yang benar, malah ingin menggunakan jalan pintas. Baiklah Del terimakasih banyak atas infonya "


Ji hendak menutup panggilan teleponnya bersama Adel. Namun Adel menahannya


" Tunggu Ji, aku juga mendapatkan beberapa photo Rian yang sedang bersama para gadis! Dia selalu bersama gadis yang berbeda - beda setiap waktunya "


" Oooowh, jadi tidak hanya ingin memperalat Vio, tapi dia juga ingin mempermainkan Vio, sama seperti para gadis yang menemaninya selama ini? Keterlaluan. Jangan fikir kamu bisa seenaknya dengan anggota keluarga Kusuma, Rian! "


Kata Ji dengan sangat tenang


" Apa yang akan kamu lakukan Ji? "


" Kita akan cari orang untuk mendekati Rian. Dan kita akan atur supaya Vio melihatnya langsung. Aku ingin lihat reaksinya kalau Vio yang memergokinya. Apa yang akan dia katakan untuk meyakinkan Vio. Dan sepertinya kita tidak perlu bekerja keras untuk perusahaannya, karena aku yakin perusahaan itu akan jatuh dengan sendirinya. Kita tinggal minta gadis yang mendekati Rian untuk menguras habis harta bendanya. Kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan Del? "


" Aku mengerti Ji, aku akan mencari gadis cantik yang berpengalaman dan super materialistis untuk mendekati Rian "


" Kamu pintar Adel, kamu bisa mengerti langsung apa yang aku pikirkan "


" Tentu saja Ji, aku belajar banyak darimu "


" Baiklah kamu bisa mulai mencari orang. Dan mengenai pak Arya, kamu juga harus mencarikan gadis cantik untuknya. Karena dia dan Rian sama - sama pria hidung belang yang tak tahu malu. Tapi untuk pak Arya carikan gadis penipu, aku ingin pak Arya ditipu hingga semua harta bendanya habis. Kalau perlu, hanya sisakan baju yang dia pakai saja "


" Baik Ji, aku mengerti. Sampai jumpa "


Adel dan Ji mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


" Pak Arya, Rian. Kalian berdua sangat menyukai para gadis cantik kan? Aku ingin tahu, apakah setelah ini kalian masih bisa menyukai para gadis lagi atau tidak "


Gumam Ji dengan senyum sinis

__ADS_1


" Ji, kamu selalu bisa menemukan celah terbaik untuk menjatuhkan setiap lawanmu "


Gumam Adel sambil menatap ponselnya


__ADS_2