
Ji segera bergegas ke rumah sakit setelah menghubungi dokter Frans, dia merupakan dokter terbaik dan jenius di negara F. Sebelumnya Ji sudah menghubunginya dan memintanya untuk tinggal sementara di negara A, hingga masalah Leo selesai
Leo dan Vio sudah tiba lebih dulu sebelum Ji sampai disana. Vio terlihat duduk di kursi ruang tunggu IGD ketika Ji tiba disana
Ji berjalan dengan langkah cepat dan mendekati Vio
" Vi, apa kamu terluka? Bagaimana dengan Leo? "
Kata Ji dengan nada panik
" Aku tidak papa kak, tapi,,, kak Leo... hiks.. hiks.. hiks.. "
Ceklek,,,
Dari ruang IGD keluarlah seorang pria tampan berbadan tinggi kurus dengan mengenakan snelli
" Ji, masuklah. Kita perlu bicara "
Kata pria itu ketika melihat Ji. Ji menganggukkan kepalanya
" Vi tenanglah, aku masuk dulu! "
Ji menenangkan adiknya yang sedang kalut
" Bagaimana keadaannya Frans? "
Ya, dokter muda nan tampan itu adalah dokter Frans dia salah satu teman lama Ji
" Dia tidak papa. Semua oragan vitalnya aman " Jawab dokter Frans
" Leo apa kamu benar tidak papa? "
Tanya Ji khawatir pada Leo
" Aku tidak papa. Karena sebelumnya kamu sudah memberitahuku, jadi aku menggunakan alat pelindung diri dibalik jasku, dan beruntungnya aku, karena pengawal tidak memeriksanya jadi mereka tidak tahu kalau aku tidak terluka sama sekali "
Jawab Leo dengan tenang
" Kita harus meneruskan sandiwara ini. Tapi darimana kamu tahu kalau mereka akan membuat ku kecelakaan? "
Tanya Leo heran
__ADS_1
" Deby meletakkan alat penyadap pada pengawal itu, jadi ketika dia menghubungi Sandy aku tahu rencana mereka "
Jawab Ji pada Leo kemudian dia kembali beralih pada Frans
" Frans lakukan sesuatu agar dia kembali tidak sadarkan diri! "
" Baiklah aku akan menyuntikan dia obat, dimana obat ini dapat mematikan syaraf untuk sementara waktu, jadi dia akan terlihat koma. Tapi kita harus memindahkannya ke ruang rawat. Obat ini juga tidak dapat bekerja terlalu lama efeknya akan habis dalam waktu 2x24 jam. Dan lagi,, aku tidak bisa terlalu lama berada dirumah sakit ini, mereka akan menanyakan banyak hal meskipun aku dokter pribadinya. Jadi kita harus bergerak cepat untuk memancing mereka agar segera beraksi lagi. Bagaimana rencana mu sekarang? "
Dokter Frans mejelaskan pada Ji
" Mereka pasti tahu jika ada kamera disetiap ruang VVIP jadi aku akan memasang kamera tersembunyi yang dapat memantau setiap orang yang datang. Dengan begitu kita juga bisa melindungi Leo. Dan kita akan membuat mereka mendengar kalau Leo akan koma selama 2 hari. Aku yakin mereka tidak akan membuang waktu. Apa kamu sudah siap Leo? " Tanya Ji kepada Leo kemudian dia meneruskan
" Frans suntikkan obat itu sekarang! "
Pinta Ji setelah Leo menganggukan kepala. Kemudian Frans dan Ji keluar dari IGD setelah Leo kembali tak sadarkan diri
" Dokter, bagaimana keadaan kak Leo? Kamu tenang saja, dia tidak papa. Tapi dia akan berada dalam masa kritis selama 2 hari ini. Tapi setelah itu dia akan baik - baik saja. Aku akan memanggil suster untuk menyiapkan kamar rawat pasien " Kata dokter yang kemudian meninggalkan mereka untuk memanggil suster
Sementara itu Pengawal mata - mata Sandy menghubunginya setelah dia mengetahui kalau Leo akan koma dalam 2 hari
" Halo, tuan. Kita gagal lagi. Dia masih selamat. Dokter mengatakan kalau kondisinya akan kritis dalam 2 hari ini. Setelah itu dia akan baik -baik saja. Dia akan langsung dipindahkan ke kamar rawat pasien. Apa langkah kita selanjutnya? "
" Bagaimana dia bisa selamat? Tentu saja kita harus menghabisi dia disaat dia koma seperti sekarang! Aku sudah tidak sabar untuk menunggu kematiannya. Aku akan kesana sendiri. Kamu terus berjaga disana dan katakan padaku jika disana tidak ada siapapun! "
" Saya mengerti tuan! "
Panggilan telepon mereka pun berakhir, dan pengawal kembali memantau perkembangan Leo yang kini telah dibawa keruang rawat pasien
Vio terus saja menangis karena Ji tidak memberitahukan padanya apa yang telah dia rencanakan.
" Tenanglah Vi. Berhentilah untuk menangis, sebaiknya kita makan terlebih dahulu, ya? Kamu belum makan dari pulang kerja kan? Aku yakin kamu juga lelah "
" Tidak, aku tidak ingin meninggalkan kak Leo sendiri,, hiks,, hiks,, hiks,, Aku akan menunggunya disini "
Vio menjawab dengan kepala digelengkan berkali - kali
" Vio, ini sudah malam, kamu juga harus istirahat. Kalau begitu kamu berbaring saja di sofa! Aku yang akan menjaga Leo malam ini "
Ji bersikeras meminta Vio beristirahat
" Baiklah kalau begitu. Tapi kak Ji harus membangunkanku jika terjadi sesuatu pada kak Leo! "
__ADS_1
" Iya, aku janji padamu! "
Akhirnya Vio berpindah dari kursi disamping Leo ke sofa bed
" Hari ini aku belum mendengar suara tuan Jendral. Sebaiknya aku menghubunginya dulu "
Ji melihat ponselnya dan hendak menelepon Ed, meskipun ini sudah hampir tengah malam. Namun Ji yakin kalau Ed maaih belum tidur. Karena Ed terbiasa tidur pada tengah malam
Tuit tuut tuut
" Hallo, my queen. Akhirnya kamu mengingatku juga... Apa kamu begitu senang menyiksaku? Apa kamu tidak tahu kalau aku merindukan mu? "
Terdengar suara seksi Ed yang menggoda. Ji hanya tersenyum mendengar bualan Ed dengan nada kesalnya itu
" Tuan Jendral sudah kukatakan sebelumnya, kalau aku akan menyelesaikan masalah Leo terlebih dahulu. Setelah itu tidak ada halangan lagi untuk kita menikah. Apa kamu tidak ingin menikah dengan tenang tanpa ada gangguan? Dan lagi pria tua itu sangat berbahaya. Hari ini dia berusaha untuk membuat Leo dan Vio dalam bahaya. Aku harus cepat menyingkirkannya. Jadi kamu bersabarlah tuan Jendral. Setelah ini selesai aku akan langsung menemuimu "
Ji berkata dengan tenang dan senyum dibibirnya
" Apa mereka tidak papa? "
Tanya Ed datar
" Vio baik - baik saja. Dia hanya luka kecil. Tapi Leo masih belum sadarkan diri. Kami sedang berada dirumah salit saat ini "
" Kalau begitu kamu istirahatlah my queen! Aku yakin kamu juga sangat lelah "
" Hemn,,, tunggu!!
Bagaimana dengan luka mu tuan Jendral? "
" Aku sudah lebih baik. Hanya tinggal kakiku saja yang belum bisa berjalan engan sempurna. Tapi kamu jangan khawatir, karena saat pernikahan nanti Aku pasti tetap menjadi pusat perhatian sebagai pengantin pria paling tampan "
" Ish percaya diri kamu ini sepertinya terlalu berlebihan tuan Jendral "
Ji berkata dengan nada sedikit mengejek
" Tidak masalah, karena aku tidak peduli akan hal itu. Yang aku pedulikan selalu kamu saja! "
Wakmjah Ji berubah merah karena perkataan Ed
" Sudahlah hentikan!.. Sebaiknya kamu istirahat. Nanti aku hubungi lagi.. selamat malam tuan Jendral "
__ADS_1
" Selamat malam my queen "
Ji dan Ed mengakhiri panggilan telepon mereka. Meskipun hanya obrolan singkat, tapi itu dapat mengobati rasa rindu diantara mereka berdua