Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Jadi dia benar - benar anggota keluarga Kusuma


__ADS_3

Ji menghubungi Sella untuk mengabarinya


Tuut tuut


" Halo, Sella. Ini aku, Ji "


Ji langsung berbicara setelah panggilan tersambung


" Ji? Benarkah ini Ji? Kamu dimana?


Kami sudah mencarimu dimana - mana "


Suara Sella terdengar panik, tapi Ji bisa membayangkan raut wajah Sella yang kesal sekarang ini.


" Aku dirumah sakit, kemarin aku jatuh dari bukit. Untung saja ada yang menemukan ku "


Ji berkata dengan tenang


" Benarkan? Bagaimana keadaan mu? Di rumah sakit mana kamu dirawat? Aku akan kesana menjengukmu "


" Aku tidak papa, tidak luka parah. Besok aku sudah bisa pulang "


" Baiklah kalau begitu. Kamu istirahat saja. Aku akan mencarikan job terbaru untukmu "


" Baiklah kalau begitu. Terima kasih "


Ji mengakhiri panggilannya. Yudha, Gina dan Vio sedang duduk di dekat mereka


" Bukankah itu manajer mu, Ji? Apa yang kamu rencanakan, sayang? "Gina bertanya dengan tenang


" Ji ingin dia kehilangan muka. Hingga tidak berani lagi menunjukkan wajahnya dihadapan Ji. Ji ingin membuat dia malu dengan apa yang dia lakukan. Ji sudah punya rekaman saat dia di hotel bersama pak Malik. Ji ingin sekali menyebarkan vidio itu, tapi itu tidak cukup! Ji akan buat dia tidak bisa menjadi manajer lagi dimana pun "


Tatapn Ji memancarkan kebencian


Sementara di tempat Sella, dia yang kesal mendengar Ji baik - baik saja. Melemparkan semua barang yang ada di meja riasnya


" Aaaccch,,, ternyata dia baik - baik saja. Menyebalkan! Ya sudah kalau begitu. Aku rencanakan saja untuk segera bertemu tuan Yudha. Karena sekarang dia ada disini, aku harus segera menghubungi dia! "


Sella mencari kontak Yudha dan menemukan nomor Hendri yang biasa digunakan untuk membuat janji dengan Yudha


" Hallo, selamat siang. Saya Sella manajer dari model Ji. Saya ingin mengajukan kontrak kerja kepada tuan Yudha. Apakah bisa langsung bertemu dengannya? "

__ADS_1


Sella langsung bicara ketika telepon tersambung dengan Hendri


" Selamat siang, saya asisten tuan Yudha. Mohon tunggu sebentar, saya akan menanyakan terlebih dahulu kepada tuan, karena sekarang beliau sedang ada urusan "


" Baiklah! "


Hendri langsung masuk ke ruang rawat Ji dan berjalan menghampiri Yudha


" Permisi tuan, ada telepon dari Sella, dia manajer nona Ji. Katanya ingin bertemu dengan tuan untuk sebuah kontrak "


Yudha mengernyitkan dahi dan tersenyum


" Katakan padanya, lusa kita bertemu di hotel XX pada sore hari beserta modelnya! "


" baik tuan! "


" Halo nona. Tuan mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan nona Sella juga model anda "kata Hendri


" Baiklah, sampai bertemu nanti "


Sella menutup panggilan teleponnya kemudian mengirim pesan pada Ji


Ji lusa nanti kita akan bertemu dengan tuan Yudha. Dia adalah seorang raja bisnis. Dan kamu harus berusaha mengamankan posisi mu disampingnya


" Papi...! "


" Apa? dia yang ingin bermain. Jadi sekalian saja kita beri tamparan di wajahnya " Kata Yudha dengan tenang dan senyum yang indah


\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah selesai dengan semua tugasnya, Edward pergi kerumah sakit untuk menemui Ji. Dia terheran - heran dengan pengamanan rumah sakit yang begitu ketat, terutama di depan kamar Ji.


" Kenapa rumah sakit dipenuhi pengawal dengan setelan jas hitam? apa ada orang penting yang dirawat disini? Tapi,, itu kan kamar Ji, apa harus begitu banyak pengawal ditempatkan disini? "


Gumam Edward dengan wajah terheran - heran. Dia mencoba masuk, tapi pengawal menghalangi


" Maaf anda siapa? Apa anda mengenal nona Ji? " Kata seorang pengawal yang menjaga di depan pintu


" Saya yang menolongnya kemarin, saya ingin melihat kondisinya hari ini! "


Kata Edward dengan tenang, karena dia baru pulang setelah dinas, jadi dia masih mengenakan seragam militer

__ADS_1


Tok tok tok


Ceklek


" Permisi tuan ada yang ingin menemui nona Ji, dia yang waktu itu menolong nona "


Kata pengawal dengan sopan


" Biarkan dia masuk! "


Pengawal mengangguk dan mempersilakan Edward masuk dengan membukakan pintu


Edward terkejut melihat seseorang yang duduk di sofa tamu. Dia mengernyitkan dahi dan berkata dengan sedikit menaikan suara


" Om yudha?! "


Yudha pun ikut terkejut


" Ed, kenapa kamu bisa berada disini? "


" Kalian saling kenal? " Ji juga ikut terkejut karena Edward mengenal papinya


" Edward ini keponakan om Mario. Karena dia masuk militer, jadi tidak pernah muncul dikalangan dunia bisnis "


Terang Yudha


" Jadi om, ini,,, ?"


Edward tidak meneruskan dan menatap Ji


" Ini Ji. Putri Om. Dia dan Bi kembar. Tapi memang mereka tidak mau menunjukkan jati diri mereka sebagai anak om. Karena dia ingin jadi model. beruntung sekali kamu yang menolong Ji. Terimakasih ya! "


" Sama - sama om "


" Jadi dia benar -benar anggota keluarga Kusuma " Kata Edward dalam hati


" Kak Ji. Pria ini sungguh tampan. Vio juga mau ditolong sama dia " Bisik Vio ditelinga Ji


" Husst, jangan sembarangan Bicara.


Semantara itu Bi mengirim pesan pada Alisa

__ADS_1


" Kita bertemu di hotel XX sore ini! "


__ADS_2