Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Mereka benar - benar sikembar pebisnis paling kejam


__ADS_3

Arya melewati harinya dengan termenung sendiri di sofa ruang tamu hingga dia tertidur


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dari luar membuatnya harus terbangun dan mulai beranjak dari kursi yang semalaman di tempati. Dia seakan tak punya tenaga lagi untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Jalannya terlihat sempoyongan dan malas - malasan mendekati pintu


Ceklek


Arya membuka pintu dengan wajah yang sangat lesu


Terlihat 2 orang lelaki dengan setelan jas rapi telah beridiri di depan pintu


" Kalian berdua mencari siapa? "


Tanyanya kepada kedua pria yang berada dihadapannya


" Apa anda tuan Arya? "


Kata salah seorang pria


" Benar, kalian berdua siapa? Sepertinya saya tidak mengenal kalian sama sekali "


"Saya adalah pemilik baru rumah ini. Saya harap tuan segera membereskan barang dan meninggalkan rumah ini secepatnya! "


" Apa maksud kalian? Aku sama sekali tidak mengerti! Aku tidak pernah menjual rumah ini kepada siapa pun! "


" Saya telah membeli rumah ini beberapa hari yang lalu dari nona Dian. Ini adalah bukti surat perjanjian jual beli antara kami "


Salah seorang pria itu mengeluarkan sebuah dokumen yang berisi akte jual beli yang telah mereka tandatangani bersama Dian juga notaris dan saksi

__ADS_1


Bagaikan disambar petir disiang bolong, Arya begitu terkejut mendengarnya. Dia sama sekali tidak menyangka jika Dian telah menipunya. Bahkan demi Dian juga dia akan bercerai dengan istrinya


" Tidak, ini tidak mungkin! Dian sama sekali tidak punya hak untuk menjual rumahku "


Arya terlihat sangat marah


" Tapi dia telah menunjukkan pada kami surat kuasa yang nda tanda tangani sendiri. Dan kami kemari untuk mengambil sertifikat rumah dan meminta anda mengosongkan rumah ini secepatnya! "


" Tidak. Kalian tidak bisa mengusirku dari rumahku sendiri. Aku bisa menuntut kalian! "


" Silahkan saja! Legalitas penjualan rumah ini sudah sah secara hukum dan tidak ada kecurangan atau apapun. Transaksi jual beli juga dilakukan dihadapan notaris dan para saksi. Anda tidak punya alasan apapun untuk tetap mempertahankan rumah ini "


" Itu sama sekali tidak sah. Sertifikat rumahnya ada padaku dan kalian tidak berhak merampas milikku begitu saja! "


" Terserah, itu hak anda untuk percaya padaku atau tidak. Yang pasti, saya sudah jadi pemilik baru rumah ini dan saya mau anda kemasi barang - barang anda. Jika anda menginginkan rumah ini kembali. Maka anda harus membayar kembali pada saya 3 milyar "


Kedua orang itu bergegas pergi meninggalkan Arya yang masih terkejut mendengar jumlah uang yang disebutkan


Arya berjalan masuk ke dalam ruamh dan menuju kamar tidurnya. Ia berjalan dengan cepat ke arah brangkas. Pintu brankas terbuka setelah dia menekan kata sandinya


" Apa? Tidak mungkin? "


Arya kembali dikejutkan dengan isi brangkas yang kosong. Hanya ada sepucuk surat di dalamnya. Dia dengan cepat membuka lalu membacanya


**Om sayang,, maafkan aku ya? Aku mengambil uang om yang ada di brangkas sebelum aku pergi. Yah, om kan kaya dan juga akan jadi direktur tatap perusahaan ternama, pasti sangat mudah mendapatkan uang, jadi aku yakin uang yang sedikit ini tidak akan masalah jika aku mengambilnya.


Terimakasih juga ya om atas surat kuasanya. Dengan begitu aku bisa menjual rumah ini dan memulai hidup baruku di luar negeri. Oh iya, aku juga menjual mobil om dan ku tukar dengan mobil yang kupakai sekarang. Jadi cepat atau lambat akan ada orang yang mengambilnya pada om.


Semoga om semakin sukses dengan para gadis yang selalu om dekati. Istri om begitu beruntung karena dia bisa terlepas dari jerat pria hidung belang seperti om, yang hanya dapat menyakiti hatinya saja.

__ADS_1


Salam sayang penuh cinta


Dian**


Arya yang kesal meremas kertas surat ditangannya dengan kuat lalu mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh amarah dan benci


" *Dian,, akan kuhabisi kamu jika kita bertemu lagi! "


" Sekarang aku harus bagaimana? Rumah ini sudah dijual , emas dan uang di brangkas juga sudah lenyap. Hanya simpanan di bank yang bisa aku harapkan*! "


Arya berdiri dari posisi jongkoknya di depan brangkas lalu berjalan cepat meraih dompet miliknya dan keluar rumah untuk pergi ke atm terdekat. Setelah sampai atm Arya bergegas masuk dan mengecek saldo atmnya


" Tidak! Tidak mungkin! Dia juga menguras habis saldo atm ku? Bagaimana bisa aku mengenal gadis penipu seperti dia? Semuanya hancur. Benar - benar hancur, hidupku berakhir hanya dalam sekejap. Kenapa ini bisa terjadi? Masalah bertubi - tubi datang padaku. Apakah kali ini aku harus tinggal dijalanan? Ini tidak boleh terjadi! Aku harus peegi kerumah kakak iparku dan bicara dengan istri juga anakku. Aku tidak ingin jadi gelandangan "


Arya pergi kerumah kakak iparnya namun setelah berkali - kali menekan bel rumah itu, tak ada seorangpun yang terlihat keluar untuk mebukakan pintu untuknya. Arya tertunduk lemas, seketika wajahnya muram.


" Kesalahan apa yang aku lakukan hingga aku harus mengalami ini semua? "


Ting


Sebuah pesan singkat yang dia terima menyadarkannya dari kebingungan.


" Bagaimana dengan hadiah yang aku berikan pak Arya? Aku sudah mengizinkanmu untuk mencoba menduduki posisi direktur utama selama 2 minggu terakhir. Kurasa ini bayaran yang cukup setimpal karena kamu berusaha menjatuhkan dan juga merebut kekuasaan ku secara paksa. Ingat pak Arya, jika kamu tidak mencoba bermain api denganku, maka aku tidak akan melakukan apapun untuk membakarmu jadi abu. Jadi sekarang, nikmatilah hasil dari kerja kerasmu menyingkirkan ku! Kurasa sampai kapanpun kamu akan mengingat namaku dengan sangat jelas Jingga Riani Putri Kusuma "


Isi pesan singkat dari Ji membuatnya tersadar kalau semua ini sudah di rencanakam olehnya


" Jadi, ini semua ulah Jingga? "


Arya kembali mengingat perkataan Biru.

__ADS_1


"*kamu yang akan mendapatkan masalah setelah keluar dari sini. Karena aku jamin, tidak akan ada perusahaan lain yang mau menerimamu sebagai karyawan. Bahkan jika kamu mendirikan perusahaan sendiri pun, kamu tidak akan pernah bisa maju dan berkembang "


" Jadi,,, itu yang dimaksudkan mereka? Mereka melemparku jatuh ke lubang paling dasar. Mereka bahkan tidak membiarkan aku untuk merangkak naik ke atas. Habislah sudah riwayatku. Mereka berdua sama sekali tidak membiarkan aku untuk memperbaiki hidupku lagi! Mereka benar - benar sikembar pebisnis paling kejam*! "


__ADS_2