
" Bagaimana dengan pertemuan hari ini dengan Hardi? Apa semuanya berjalan lancar? "
Tanya Ji yang sedang menghubungi Adel sambil berdiri di dekat jendela kamar rawat Biru
" tenang saja Ji. Semua berjalan lancar. Dia hanya tahu investor barunya nona muda Kusuma. Tapi dia tidak tahu siapa itu nona muda Kusuma sebenarnya. Dia menanda tangani surat perjanjiannya tanpa memeriksanya sama sekali "
" Bagus... Dia akan tahu nanti siapa itu nona muda Kusuma! Biarkan dia merasa senang dulu setelah menerima investasi dari kita.
" Tapi,, apa dia sama sekali tidak mengenalmu? Waktu itu kan kita pernah bertemu di restoran? "
kata Jingga merasa sedikit aneh
" Tenang saja Ji. Hari ini aku melakukan penyamaran. Jika Adel berdandan lebih cantik dari biasanya. maka aku berdandan lebih aneh dari biasanya. Aku menggunakan kaca mata dan juga rambut palsu, agar dia tidak mengenaliku "
" Bagus,, kamu cerdik sekali. Sementara ini kamu mulai permainan dengan Clarisa dulu. Kita harus punya bukti untuk membuat dia ditendang oleh Hardi. Dan untuk keluarga Sukmajaya, pancing dia agar menggunakan aset yang dia miliki sebagai jaminan saat berjudi. Dan untuk keluarga Hardi aset yang dia miliki harus jatuh ke tanganku ketika proyek itu gagal dilaksanakan! Aku ingin melihat bagaimana wajahnya saat tahu kalau dia sudah kehilangan semuanya! "
Nada suara Ji menyimpan aura yang menyeramkan bagi orang yang mendengarnya. Dan senyuman tipis yang muncul dari wajahnya itu tampak seperti isyarat bahwa akan hadir sebuah bencana besar bagi orang - orang yang mengusiknya
" Baik Ji. Aku mengerti. Aku akan meminta orang mendekati Clarisa. Dan akan ku tempatkan orang kita di sebuah tempat berjudi yang biasa dikunjungi pak Sukmajaya. Dan untuk Hardi kita akan membuat proyek yang dia laksanakan gagal total "
" Sepertinya,, kamu mulai mengerti aku, Del? "
Kata Ji dengan sedikit senyum tersungging di bibirnya
" Tentu saja Ji. Aku belajar banyak darimu! "
" Aku cukup tersanjung "
" Baiklah Ji. nanti aku kabari lagi ketika ada perkembangan. Apa kamu masih belum datang ke kantor? "
" Untuk saat ini tidak "
" Baiklah sampai jumpa! "
Adel dan Ji mengakhiri panggilan mereka. Yudha yang duduk di sofa sambil membaca koran mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh putrinya saat di telepon tadi
" Apa kamu sudah mulai dengan rencanamu Ji? " Tanya Yudha sambil meletakkan koran yang dia pegang di atas meja
" Iya pih. Tadi asisten pribadiku, Adel dan juga Bina datang ke perusahaan Hardi untuk menandatangani perjanjian pemberian investasi. Dia dengan bodohnya langsung menandatangani surat itu tanpa membacanya sama sekali! "
Ji tersenyum licik
" Kamu bisa bawa sebagian anak buah papi untuk ikut bersama denganmu. Mereka bisa melakukan banyak hal untuk membantumu! "
" Benarkah pih? Terimakasih papi. Tentu saja aku akan meminta mereka melakukan hal - hal yang penting "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Hai cantik. Bolehkan aku menemanimu duduk disini? "
Kata seorang pria kepada Clarisa yang sedang duduk sendiri di sebuah restoran
" Tentu saja. Jawab Clarisa lembut dengan senyum merekah "
Pria ini tampan sekali. Tidak apa Hardi tidak menemaniku keluar jalan - jalan. Asalkan ada pria setampan ini yang menemaniku
" Perkenalkan, namaku Rey "
Katanya kepada Clarisa sambil mengulurkan tangan
__ADS_1
" Aku Clarisa. panggil saja Clair "
Clarisa menyambut uluran tangan Rey
" Kamu sendirian saja? "
Tanya Rey lembut dan dibalas senyum juga anggukan oleh Clair
" Kalau begitu, izinkan aku menemanimu gadis cantik? " Kata Rey sambil meraih tangan Clair dan mencium punggung tangannya
" Tentu,,, "
Senyum Clair begitu merekah, tanpa dia tahu ada kamera yang mengambil setiap gerakannya dari kejauhan
Ternyata wanita ini cukup mudah dirayu. Ku kira akan butuh kerja keras untuk mendekatinya
" Apa kamu mau pergi jalan - jalan denganku? " Tanya Rey
" Kemana? "
" Kita berenang. Aku memliki vila di daerah perbukitan dengan fasilitas kolam renang dan juga pemandangan yang cukup indah "
" Emmmm "
Clair terlihat berfikir sejenak
" Baiklah, besok sepertinya aku bisa pergi! "
Katanya dengan senyum lembut. Rey tersenyum penuh makna
" Oke, ini kartu namaku. Kamu bisa menghubungi ku lagi dan nanti aku akan menjemputmu. Cantik, aku menunggu telepon darimu! "
" Baik, aku akan menghubungi mu lagi! "
" Kalau begitu aku pergi dulu. Ku tunggu telepon darimu! "
Rey bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Clair yang masih duduk di kursi restoran
Dia tersenyum licik setelah berbalik meninggalkan Clair sambil berkata
Ternyata perkerjaan yang nona muda berikan cukup mudah. Ku kira nona muda akan memerintahkan ku untuk menghabisi seseorang. pyuuhh
Clair memandangi kartu nama yang dipegangnya sambil bergumam
Reynold putra. Direktur perencanaan. lumayan, tampang keren, perkerjaan juga oke. Tidak papa kan jika aku bersamanya? Lagipula Hardi selalu sibuk dan tidak mempedulikan aku
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dirumah sakit, Rian dan Alex datang menjenguk Bi ketika seluruh keluarga Kusuma sedang berada diruangan itu
Tok tok tok
Ceklek
Terlihat Alex yang lebih dulu memasuki ruangan
" Halo, om, tante, Ji dan Vio "
Alex menyapa dengan penuh kesopanan
__ADS_1
" Halo Lex "
Sapa Yudha dan Gina hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
" Kenapa kak Alex baru muncul sekarang?
Aku menghubungimu saat Bi kecelakaan, tapi sama sekai tidak tersambung dengan ponselmu " Ji berkata dengan nada yang sinis
" Maaf Ji. Saat itu aku ada urusan dan ponselku tertinggal, aku tidak tahu kalau Biru dalam bahaya"
Katanya sambil tertunduk
" Sudahlah! "
Kata Ji acuh tak acuh
" Bagaimana dengan keadaan Biru saat ini? "
Tanya Alex lagi yang kini dia telah berdiri di sebelah Biru yang sedang tertidur
" Dia sudah lebih baik. Sekarang tinggal menjalani masa pemulihannya saja! '
" Syukurlah! Lalu, itu,,,? "
Tunjuk Alex kepada Mili
" Itu Mili, dia mengalami luka bakar yang cukup serius dan sama sekali belum sadarkan diri. Tapi keadaannya sudah semakin baik dari sebelumnya "
Kata Ji menjelaskan
Rian terus memperhatikan Vio yang sedang asyik dengan ponselnya
Apa dia tidak menyadari kedatangan ku?
Kenapa dia bersikap acuh tak acuh seperti itu?
Rian terus berkutat dengan pikirannya sendiri. Sampai akhirnya Vio mengangkat kepala dan pandangannya bertemu dengan mata Rian
Kenapa dia terus menatapku?
Hah rasanya ingin sekali aku mencongkel matanya itu
" Kenapa kamu terus saja memperhatikan aku? apa ada yang salah denganku? Atau ada yang salah dengan matamu? "
Kata Vio sinis
" Maaf maaf. aku tidak bermaksud seperti itu sama sekali. Hanya saja, kamu mengenal kami tapi kamu menganggap kami seperti kita tidak pernah bertemu sama sekali"
" Apa yang jadi masalah dengan itu? Toh kalian bukan teman baikku tapi teman kak Bi. Kita juga hanya 2 kali bertemu. Tidak ada alasan bagiku untuk menyapa kamu atau bersikap baik terhadap mu "
" Viooo... "
Gina memperingatkan dengan suara yang lembut tapi tatapannya begitu tajam.
" Maaf mih. Vio hanya mengatakan pendapat vio saja "
" Sudahlah terserah kamu saja! "
Kata Gina acuh tak acuh dengan sikap putrinya yang satu itu
__ADS_1
Cukup lama Alex dan Rian menjenguk Bi, Mereka baru pulang ketika malam sudah larut