
Keesokan paginya Ed dan Ji pergi pagi - pagi sekali untuk melakukan foto prewedding. Maria membawakan mereka bekal untuk sarapan
" Ed, Ji, bawalah ini untuk bekal sarapan kalian. Kamu baru sembuh dan Ji semalam tidak makan terlebih dahulu. Jadi kalian haris makan ini! Jangan sampai tidak dimakan! "
Maria memberikan sebuah box makanan berisi sandwich dan juga buah - buahan. Dd mengambil kotak bekal itu, karena jika tidak sang ibu yang terbilang cerewet tidak akan habis dengan kata - katanya dan akan mengjambat mereka
" Baik ibu. Kami pergi dulu "
Jawab Ed dengan wajah datar dan meraih tangan sang gadis lalu menuntunnya keluar
" Kami permisi dulu bu. Terima kasih untuk bekalnya! "
Ji tersenyum ramah, namun seseorang memandanginya dengan tatapan yang terkejut
" Kamu panggil ibuku apa? "
Kata Ed dengan mata membelalak
" Bu. Apa adal yang salah? "
Kata Ji dengan polosnya
" Tidak ada. Hanya saja aku terkejut dengan panggilan yang tiba - toba berubah itu "
Ed tersenyum lalu menarik Ji pergi
" Ayo kita pergi sekarang jika tidak cuaca akan semakin panas! "
" Baiklah, sampai jumpa! Kalian harus mendapatkan foto yang bagus "
Teriak Maria mengikuti putranya hingga ke pintu
" Sampai jumpa bu! "
Kata Ed dengan melambaikan tangan tanpa menoleh pada Maria. Mereka berjalan menuju mobil dan seperti biasanya, Ed membukakan pintu mobil untuk Ji
" Silahkan my queen! "
Ed tersenyum dan memgangi pintu mobil
" Terimakasih. Sudah lama kamu tidka melakukan ini padaku "
Kata Ji yang telah duduk di kursi depan
" Kamu benar. Aku juga sangat merindukan saat dimana aku bisa kembali melayanimu "
Jawab Ed dengan senyum lembut dan masih berdiri di sebelah Ji
" Seperti aku yang harus belajar untuk melayanimu kedepannya? "
__ADS_1
" Tidak, aku yang akan selalu melayanimu sebagai ratuku sampai akhir hidupku! "
Ed tersenyum lembut seakan wajahnya dikelilinhi cahaya, dia terlihat begitu tampan. Sedangkan wajah ji kembali terseipu malu dan berubah merah
" Sudah. ayo berangkat "
Ji berusaha menghentikan pembahasan yang akan membuatnya semakin malu dihadapan Ed. Ed tersenyum, setelah menutup pintu dia berjalan keraha kursi kemudi
" Sekarang kita akan kemana? Lokasi seprti apa yang kamu pilih? "
Tanya Ji ketika Ed mulai menjalankan mobil menuju keluar gerbang rumahnya
" Kamu pasti akan menyukainya! "
Ed hanya tersenyum tanpa mengatakan tempatnya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukuo jauh. Akhirnya mereka tiba di tempat, namun mereka masih hatus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki
" Apa kita menuju ke arah bukit? "
Tanya Ji begitu melihat jalan menanjak dengan perbukitan disekelilingnya
" Meskipun ini bukan bukit tempat kita pertama kali bertemu, tapi aku ingin kamu mengingat saat pertama kali kita bertemu "
" Bukit ilalang? Sekarang aku ingat, dulu kita pertama kali bertemu saat kamu menolongku dibukit ilalang. Saat itu aku ditinggal manajer kurang ajar itu ketika menjalani pemotretan majalah fashion "
Kata Ed dengan senyum lembut dan tangan nya menggenggam erat tangan Ji.
" Iya. Jika manajer bodoh itu tidak berusaha mencelakai ku, maka aku tidak akan menghubungi Bi untuk meminta bantuan. Dan kamu juga tidak akan menyelamatkan ku! "
" Bisa kita mulai pemotretannya? "
Kata photografer yang mereka sewa untuk pemotretan ini. Mereka berjumlah 3 orang. 1 orang photografer dan 2 orang asisten yang bertugas untuk membantunya
" Tentu saja! "
Jawab Ed dengan riang
Mereka pun mulai melakukan pemotretan dengan berbagai pose yang memperlihatkan bahwa mereka berdua saling mencintai. Dan tentu saja mereka terlihat romantis dan sangat serasi. Setelah beberapa lama dan dikira semua foto sudah cukup mereka menghentikan sesi foto di ladang ilalang
" Kita selesai. Apa mau langsung ke lokasi selanjutnya tuan, nona? "
" Baiklah, tapi nanti kita akan mampir ke restoran untuk makan siang terlebih dahulu "
Jawab Ed kepada photografer itu
" Baik tuan! "
__ADS_1
Jawab mereka serempak kemudian mereka mengemasi barangnya dan bersiap menuruni bukit
" Tuan Jendral, setelah ini lokasi mana lagi yang kamu pilih? "
Tanya Ji di tengah perjalanan mereka menuruni bukit
" Ini juga lokasi yang berkesan untukku. Kuharap kamu juga merasakan hal yang sama pada tempat ini "
Jawab Ed lembut
Seperti biasanya, Ed akan membukakan pintu ketika Ji menaiki mobil atau he dak turun dari mobil. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat berikutnya.
Tapi seperti kata Ed, mereka mampir terlebih dahulu di sebuah restoran di pinggir jalan. Restoran terlihat sangat ramai oleh para gadis remaja yang sedang berkumpul. Mereka seperti sedang mengadakan pesta disana.
Ed dan Ji menjadi pusat perhatian begitu mereka memasuki restoran
" *Woow, pria itu tampan dan gagah sekali. Ach aku ingin berkenalan dan menjadi pendampingnya "
" Benar, tapi lihatlah! Dia sudah memiliki pendamping di sebelahnya "
" Sayang sekali, pria setampan itu sudah memiliki kekasih. aku rela jika harus dijadikan yang kedua sekalipun*! "
Mereka terus memperhatikan Ji dan Ed dan membicarakannya
" Jendral, apa kamu tidak salah memilih tempat makan? Sepertinya tempat ini sedang di sewa untuk pesta para gadis remaja itu? "
Kata Ji seraya berbisik dengan menoleh pada Ed
" Tidak, aku ingin makan disini. Karena selain restoran ini tidak ada restoran yang lebih dekat. Ini sudah waktu makan siang, jika kita mencari restoran lain, maka kamu akan terlambat untuk makan siang "
Jawab Ed yang tetap bersikeras
" Baiklah. Terserah kamu saja "
" Silahkan my queen! "
Ed menarikan kursi untuk Ji duduk, itu semakin membuat para remaja terpukau olehnya.
" Terimakasih "
Photografer dan 2 asitennya duduk si meja berbeda dengan Ed. Mereka makan dengan tenang. Ed sesekali menyuapi Ji dengan makanan yang ia pesan
" Ed apakah kamu akan berubah suatu hari nanti? Aku sudah pasti akan bertambah tua nanti, dan tidak akan cantik seperti sekarang . Apa kamu akan mencari wanita yang lebih muda setelah nanti aku menjadi semakin tua dan keriput nanti??
Kata Ji disela - sela makan siangnya bersama Ed
" My queen. Jika kamu bertambah tua, maka sudah pasti aku pun akan bertambah tua. Maka aku tidak perlu mencari wanita yang lebih muda dan lebih cantik. Karena ketika saat itu tiba aku juga pasti sudah menua bersama denganmu. Bahkan usiaku lebih tua darimu, tidak mungkin jika aku masih terlihat gagah dan tampan hingga memikat hati banyak wanita ketika kamu tua "
Ed tersenyum lembut dengan tatapan yang membuat Ji terpesona
__ADS_1
" My queen, sampai kapanpun hanya ada kamu di hatiku dan hanya kamu yang akan menemaniku di sisa hidupku. Aku tidak membutuhkan yang lain selain kamu dan anak - anak kita nanti!