
" Kalian penipu! Kamu bilang jika aku memohon kepada Mili, kamu akan mengampuniku? "
Sandra terlihat ketakutan setalah Ji menghubungi polisi
" Eits,,, Kakakku tidak bilang kalau kami akan memaafkanmu. Yang tadi dia bilang mungkin Mili mau memaafkanmu jika kamu memohon dan bersujud dihadapannya "
Ji mendekati Sandra dan berjongkok dihadapannya
" Tapi keluarga Kusuma tidak akan pernah memaafkan orang yang bersalah. Mereka harus tetap menerima ganjaran atas apa yang telah mereka lakukan! "
Bisik Ji pada Sandra sambil tersenyum tipis. Kemudian dia bangun dan berbalik menatap Biru
" Kak, pertunjukan yang menarik, aku sungguh menikmatinya. Tapi aku harus pergi, karena aku memiliki pekerjaan lain untuk aku kerjakan "
Ji berkata pada Biru lalu berjalan keluar meninggalkan ruang rapat Sandra. Biru menatap Sandra dengan tatapan yang begitu dingin.
" Anda merendahkan ku karena aku memiliki perusahaan kecil. Kini kedua perusahaan kami merupakan perusahaan yang paling dicari. Karena keuntungan perusahaan yang besar. Tapi perusahaan anda? Anda hancur bahkan berada diposisi paling bawah. Anda sudah tidak pantas lagi menjadi mertuaku "
Bi menunjukkan senyum sinis
Beberapa saat kemudian polisi datang setelah mendapat telepon dari Ji
" Bu Sandra, anda harus ikut kami atas kasus pembunuhan berencana yang melibatkan tuan Andrew Anggara juga korban lain yang bersamanya beberapa tahun lalu! "
" Anda bisa membawanya. Ini adalah rekaman suara dari pengakuannya sendiri! "
Biru menyerahkan bukti rekaman yang tadi di dapatkan Ji
" Ayo sayang! Urusan kita sudah selesai disini. Kita kembali ke Taeson Elektronik "
" Tunggu pak! Apa anda pemilik dari Taeson Elektronik? Apa anda dan pemimpin dari JB Companies benar - benar bersaudara? "
Tanya salah seorang karyawan yang sedari tadi melihat pertunjukan Ji dan Bi
" Benar kami adalah saudara kembar! Permisi aku harus pergi "
Biru menerobos kerumunan karyawan dan anggota dewan perusahaan Anggara kemudian menggandeng Mili yang masih terpaku dengan apa yang baru saja terjadi keluar dari perusahaan Anggara
" Sunshine, are you oke? "
Tanya Biru lembut pada Mili dengan memegang kedua pipinya agar Mili dapat menatap mata Biru
" Bi,,,,! hiks.. hiks... hiks.... kenapa dia begitu jahat padaku? Aku selalu menuruti semua keinginannya. Aku tidak pernah melawan dan menentang setiap keputusan yang dia ambil untukku "
Mili berhambur kepelukan Biru dan menangis tersedu dipelukannya
__ADS_1
" Tenanglah! Semua sudah berakhir, dia tidak akan pernah bisa menyakitimu lagi. Akupun tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu. Sekarang kita pergi dari sini? "
Mili menganggukkan kepala tanda setuju
Biru menghubungi Ji selagi dalam perjalanan
" Halo Ji, tadi apa maksudmu sedang ada pekerjaan lain? Apa ada masalah? "
Tanya Bi dengan nada heran
" Tenang saja, hanya masalah kecil. Ada anggota dewan yang ingin menduduki jabatan direktur utama. Jadi aku membiarkan dia merasakan bagaimana rasanya duduk di kursi itu sebelum aku menjatuhkannya "
Ji berkata dengan sangat tenang
" Kamu bermain tidak memgajakku? Aku selalu mengajakmu dalam permainan ku "
Kata Bi yang kesal
" Masalah pak Arya ini terlalu mudah. Aku ingin kamu segera mempersiapkan mobil sport terbaru yang kita janjikan sebelumnya "
" Maksudmu,, kamu sudah memiliki bukti dari rencana Rian? "
" Tentu saja! "
" Terserah kamu saja. Aku harus kembali menyelidiki pak Arya. Sampai jumpa nanti! "
Bi dan Ji mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
\=\=\=\=\=\=\=\=
Di negara A, Leo dan Vio sedang mengahbiskan waktu mereka dengan jalan - jalan keliling kota bagian selatan
" Kak Leo, apa kak Leo tinggal di negara ini sampai tragedi itu terjadi? "
" Tidak. Hampir satu tahun setelah itupun aku masih tinggal di negara ini. Hanya setelah aku melihat kalau ada orang yang masih mencariku dan ingin membunuhku aku mulai mengumpulkan uang dan pergi ke negara F secara ilegal. Aku bekerja keras disana. Apapun aku kerjakan. Setelah aku cukup banyak mengumpulkan uang, barulah aku mengurus semua surat - surat yang dibutuhkan untuk menjadi warga legal, barulah aku bisa sekolah setelah surat - surat resmiku selesai "
Leo menjelaskan dengan lembut. Vio terus menatap Leo dengan tatapan kagum
" Kenapa kamu terus manatap ku seperti itu? " Leo tersenyum dan memicingkan mata
" Kak Leo hebat, karena bisa bertahan hidup di keadaan yang begitu sulit. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kakak saat itu "
Kata Vio dengan mata yang mulai berkaca - kaca
" Kamu tidak perlu sedih. Sekarang aku tidak apa - apa. Terlebih lagi, sekarang aku memilikimu sebagai calon pendamping ku yang tentu akan selalu mendukungku. Benarkan? "
__ADS_1
Vio tersipu malu mendengar perkataan Leo
" Tentu aku akan selalu mendukungmu kak Leo. Apapun yang kamu lakukan, aku yakin itu adalah pilihan terbaik untuk keluargamu. Aku yakin kamu tidak akan salah dalam mengambil keputusan! "
Vio tersenyum lembut
" Terimakasih Vio. Karena kamu mau menerima ku meskipun awalnya kamu tahu kalau aku hanya mantan asisten saja! "
Leo memegang kedua pipi Vio dan mengecup lembut keningnya
" Kak, sepertinya aku harus kembali ke negara F. Aku masih harus membereskan urusan dengan kak Rian "
" Tentu. Kamu bisa pergi tapi kamu tidak boleh macam - macam. Kalai waktuku kosong, aku akan mengunjungimu disana. Kamu mengerti? "
Vio tersenyum lembut dsn menganggukkan kepala
" Tentu aku mengerti maksudmu. My Hero "
" Gadis kecilku yang pintar "
" Kakak selalu memanggil ku gadis kecil. Padahal usia kita hanya terpaut 3 tahun saja " Vio berkata dengan nada manjanya
" Itu adalah panggilan sayangku kepadamu. Kamu akan tetap jadi gadis kecilku dan biarkan aku memperlakukanmu layaknya seorang adik kecil "
" Terserah kak Leo saja "
" Sudahlah, jangan marah. Aku akan mengantarmu pulang. Ini sudah terlalu sore "
" Baiklah "
Vio dan Leo hendak pergi ke negara A bagian barat hingga hujan deras turun
" Bagaimana ini? Hujannya terlalu deras. Akan sangat berbahaya jika kita kembali disaat hujan seperti ini "
" Kalau begitu kita kembali ke hotel saja. Aku akam menghubungi om Yudha dan mengatakan padanya kalau kamu tidak bisa pulang saat ini "
Vio menganggukkan kepala tanda setuju. Leo mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Yudha
Tuut tuut tuut
"Halo om, saya Leo. Maaf om sepertinya saya tidak bisa mengantar Vio hari ini. Disini hujan deras, saya akan mengantar Vio kembali ke hotel tempatnya menginap kemarin "
" Baiklah, kamu jaga Vio. Besok dia akan langsung kembali ke negara F. Om akan persiapkan jet pribadi om di bandara sana. Jadi kamu bisa mengantarkan dia ke bandara "
" Baik om, aku mengerti. Terimakasih! "
__ADS_1