
" Apa maksud ucapan anda, nona? Tuna muda dalam bahaya? "
Wajah Jek terlihat sangat tegang
" Benar, jika anda terus berada disamping Leo, bukan tidak mungkin kalau dalang dibalik kematian tuan Fabian juga akan membunuh anda dengan cara apapun. Karena itu saya membiarkan anda menjadi kambing hitan mereka. Tapi mulai saat ini anda harus selalu waspada dan melindungi Leo "
" Nona saya ingin memastikan sesuatu pada anda. Apa menurut anda memang benar jika pak Sandy yang merencanakan semua ini? Mulai dari penyerangan belasan tahun yang lalu yang menyebabkan nyonya meninggal dan tuan muda pergi dari rumah juga sekarang kematian tuan besar. Apa nona yakin akan hal itu? "
Jek terlihat sangat penasaran dan tidak percaya dengan apa yang Ji katakan
" Semua mwngarah padanya bukan? Hanya saja kita tidak memiliki bukti apapun. Bukankah tuan Fabian sebelumnya juga tahu akan hal ini? "
" Anda benar. Kami selama ini berusaha mencari bukti dan menyelidiki pak Sandy tapi tidak pernah mendapatkan hasil apapun "
" Apakah anda menyelidiki langsung mengenai pak Sandy? "
" Tidak, karena saya harus membantu tuan Fabian. Jadi Roni yang selalu melakukan penyelidikan dan menyelesaikan masalah apapun diluar urusan kantor. Dia pengawal kepercayaan tuan besar "
" Jadi selama ini, pak Jek yang menangani masalah pekerjaan dan semua kebutuhan tuan Fabian? sedangkan pengawal bernama Roni yang menangani masalah diluar itu? "
" Benar. Tuan biasa membagi tugas kami. Roni juga cukup lama ikut dengan tuan besar. Dia ahli dalam ilmu beladiri dan pernah sekali menyelamatkan tuan saat hendak diserang oleh kawanan perampok diluar kota, karena itu tuan besar menjadikannya pengawal pribadi kepercayaan beliau "
Pak Jek menjelaskan pada Ji
" Apa saya harus memberitahukan pada Roni agar dia selalu menjaga tuan muda? "
" Tidak perlu. Tidak semua orang tahu. Dan aku tidak percaya semua orang yang ada disamping Leo itu. Aku minta pak Jek yang mengawasi Leo diam - diam. Jangan ada seorang pun tahu masalah ini. Masalah lainnya biar saya yang tangani sendiri "
Sorot mata Ji seketika berubah tajam saat membayangkan kelicikan Sandy
" Baiklah nona. Saya mengerti. Sekarang saya merasa tenang, karena ternyata tuan muda masih percaya pada saya. Saya fikir dia meragukan kesetiaan saya pada keluarga Nugraha "
" Aku minta maaf karena tidak membicarakan rencana lebih awal padamu. Sekarang sekalipun Leo sedang tidur, dia pasti akan berada dalam bahaya "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu di kantor Leo. Sandy selalu memperhatikan Leo dan Vio dari kejauhan
" Leo kamu harus segera aku singkirkan! Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Sudah cukup lama aku menunggu agar kakakku yang bodoh itu mati. Sekarang tinggal kamu saja yang menjadi batu sandunganku "
Gumam Sandi dengan senyum licik di bibirnya. Kemudian dia mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi seseorang
__ADS_1
" Halo,, Karena Jek sudah tidak berada di samping Leo, jadi kita lanjutkan langkah selanjutnya. Potong rem mobil milik Leo. Buat dia mengalami kecelakaan yang fatal hingga nyawanya melayang! Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun dalam rencana ini "
Perintah Sandy kepada orang di ujung telepon kemudian menutupnya kembali
" Sudah saatnya kamu meninggalkan dunia ini dan menemui ayahmu, keponakanku tersayang "
Gumam Sandy sambil terus menatap Leo
Disisi lain Leo terlihat murung karena rasa bersalahnya pada Jek
" Kak, apa sesuatu terjadi? Kenapa kakak terlihat murung hari ini? "
Vio penasaran dengan sikap sang kekasih yang tidak banyak bicara hari ini
" Aku memikirkan pak Jek. Aku terpaksa harus menyalahkannya atas kematian ayah. Padahal aku yakin sekali kalau dia sama sekali tidak terlibat. Aku sudah menganggap pak Jek sebagai keluargaku sendiri. Jadi aku yakin kalau dia tidak akan berkhianat pada ayahku "
Leo menjelaskan dengan raut wajah muram
" Kak Leo tidak perlu khawatir. Aku yakin kalau kak Ji sudah memperhitungkan semuanya, jadi pasti tidak akan ada masalah kedepannya dan pak Jek juga akan mengerti "
Vio berusaha meyakinkan Leo dangan senyum cerianya
" Kamu benar, kakak mu orang yang penuh perhitungan jadi dia sudah pasti mempertimbangkan semuanya "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ji kembali kerumah setelah bertemu Jek, dia langsung menghubungi Adel, mengingat apa yang dikatakan Bi sebelumnya
Tuut tuuut tuuut
" Halo, Ji "
Terdengar suara Adel setelah beberapa kali panggilan tersambung
" Halo Adel. Bagaimana dengan JB Companies? Apa ada masalah? "
Tanya Ji langsung pada inti masalah
" Kita baru saja kehilangan tender bernilai puluhan juta. Dan kita dikalahkan oleh perusahaan pesaing yang proposalnya bahkan tidak lebih baik dari milik kita "
" Bagaimana bisa kita kehilangan itu? Apa ada yang salah? Kumpulkan semua orang yang terlibat proyek! Aku akan mengadakan konferensi vidio call "
__ADS_1
" Baik! "
Adel menutup panggilan teleponnya untuk mengumpulkan para staf
Tak lama kemudian Adel menghubunginya setelah semua orang berkumpul diruang rapat
" Selamat siang semuanya. Kuharap kalian semua baik - baik saja. Aku sudah mendengar perihal kita kehilangan tender. Jelaskan kenapa kita bisa kehilangan tender itu! "
Ji membuka rapat dan tatapan matanya begitu menyeramkan. Jika mereka mengadakan rapat secara langsung, mungkin Ji siap menerkam mereka satu persatu
" Begini,, bu Jingga. Kami terlalu,,, meremehkan proyek ini, kami kira,,, ini proyek yang mudah kita dapatkan. Namun ternyata,,, kita telah melakukan kesalahan "
Jawab salah satu anggota rapat dengan gugup
" Apa alasannya kalian tidak serius dalam bekerja? Bukan berarti karena aku tidak ada disana jadi kalian bisa bersantai dalam bekerja. Aku tidak membayar kalian untuk bermalas - malasan. Jika kalian ingin bermalas - malasan dan bersantai, maka kalian bisa berhenti bekerja dan menikmati waktu kalian dirumah. Masih banyak orang yang lebih kompeten diluar sana yang ingin masuk ke JB Companies. Kalian mengerti? "
" Kami mengerti bu Jingga. Hal ini tidak akan terjadi lagi "
Kata semuanya serempak
" Baiklah. Aku masih memberi kalian kesempatan. Jika aku tahu kalian tidak serius dalam bekerja. Maka kalian akan ku pecat tanpa pesangon saat itu juga! "
" Terimakasih bu Jingga "
" Kita akhiri sampai sini. Aku hanya ingin mengingatkan kalian saja! "
Ji memutus sambungan vidio call dan seketika para anggota rapat menghela napas lega setelah Ji menghilang dari sambungan vidio call.
" *Ku kira aku akan mati karena serangan jantung melihat amarah bu Jingga "
" Benar, aku juga mengira kalau ini akhir dari pekerjaan kita "
" Aku merasa seperti kepalaku akan terputus dari leherku karena melihat sorot matanya "
" Pantas saja dia dijuluki sebagai iblis berwajah cantik. Ketika dia merah sungguh seperti ada api keluar dari tubuhnya* "
Mereka saling mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Adel dan Bina hanya tersenyum mendengar perkataan mereka
" Apa kalian tidak takur jika kami melaporkan kalian? "
Kata Adel dengan senyum diwajahnya
__ADS_1
" Kumohon jangan laporkan kami. Kepala kami bisa benar - benar lepas dari leher jika bu Jingga marah karena hal itu "
Kata seorang staf dan semua akhirnya membubarkan diri dari ruang rapat