
Ji melihat Ed yang tiba - tiba wajahnya mengeras dan tangannya mengepal keras menahan amarahnya, setelah mendengar apa yang dikatakan pria kurang ajar itu. Dia tahu karena Ed seorang tentara akan jadi masalah besar jika Ed sampai tidak bisa menahan emosinya.
Ji mengangkat kepalanya dan menatap pria kurang ajar yang berdiri di sebelahnya saat ini.
" Owh,, ternyata tuan Hardi. Pengusaha yang selalu mengajak setiap perempuan yang dikenalnya berakhir diranjang hotel ada disini rupanya. Apa yang sedang anda lakukan disini pak Hardi? Apa anda hanya seorang diri? "
Kata Ji sambil menoleh kesana kemari untuk memastikan, kemudian melanjutkan kembali perkataannya
" Sepertinya anda sedang mencari sasaran baru karena anda tidak berhasil membujuk saya untuk pergi ke hotel bersama anda ya? " Kata Ji dengan nada yang tenang dan senyum sinis yang ia tampilkan diwajahnya. Ed berusaha untuk tidak menggubris mereka dan hanya memandang buku menu yang sedang dia pegang dengan wajah kesalnya
" Dasar wanita ******! Berani - beraninya kamu bicara seperti itu kepadaku? "
Set...
Hardi yang merasa kesal dan malu setelah mendengar perkataan Ji, mulai membentak dan mengangkat tangannya hendak menampar Ji, tapi Ed bergerak cepat dengan menahan tangan Hardi
" Tuan, saya tidak tahu siapa anda. Tapi anda berani - beraninya mengangkat tangan anda dan hendak menampar tunangan saya. Saya sudah berusaha menahan amarah saya agar tidak mengirim anda ke ruang ICU dirumah sakit saat anda berkata kasar dan menjelekkan nama baik tunangan saya. Tapi jika anda berani menyentuh tunangan saya, apalagi menyakitinya meskipun hanya secuil, maka anda bukan hanya akan berakhir di ruang ICU. Tapi akan saya pastikan kalau anda sudah memesan satu liang lahat untuk anda sendiri tempati setelah menyakitinya! "
Ed berkata dengan dingin, tatapan matanya mamancarakan aura yang begitu menyeramkan.
Kini Ed yang biasa terlihat lembut di hadapan Ji dan dingin ketika berhadapan dengan orang lain, menampilkan sisi lainnya. Aura yang begitu mengintimidasi membuat Hardi tidak dapat berkata apa - apa lagi. Tangan Ed yang menggenggam pergelangan tangan Hardi semakin lama genggamannya semakin kuat, Hardi meringis kesakitan. Tangannya pun sudah terlihat merah..
Ji memperhatikan mereka cukup lama. Setelah dia merasa puas, barulah dia berdiri dan menyentuh lembut bahu Ed.
" My lord, kurasa,,, itu sudah cukup untuknya sebagai pelajaran awal. Luka ditangannya tidak sebanding dengan konsekuensi yang harus kau terima sebagai seorang Jendral muda nantinya" Kata Ji dengan suara sangat lembut sambil menyandarkan kepala di bahu Ed. Ed memicingkan mata melihat sikap Ji
Hah, kenapa dia seperti ini? Jadi,, pria ini yang sedang bermain denganmu?
Ed tersenyum kemudian menghempaskan tangan Hardi dengan keras hingga dia terjatuh
" Kali ini kau ku maafkan. Jika lain kali aku menemukanmu menyakiti tunanganku. Tidak akan pernah aku ampuni lagi!"
Hardi pergi dengan tergesa - gesa sambil. memegangi tangannya yang metah dan memar karena tadi dipegangi Ed.
__ADS_1
" Ji, siapa dia? Apa dengan orang ini yang sebelumnya kamu bilang akan bermain? "
Tanya Ed dengan lembut setelah mereka duduk kembali
" Iya, aku tahu perusahaannya akan membuat tender yang cukup besar, jadi aku menemuinya untuk ikut lelang tender. Tapi,, dia malah memberiku sebuah kartu hotel dan mengatakan,, jika aku bisa menemaninya sehari saja, maka aku akan mendapatkan proyek itu tanpa harus ikut bersaing dengan perusahaan lain. Aku menolaknya dan sekarang kamu lihat sendiri akibatnya "
Ed mendengarkan dengan seksama. Tangannya mengepal , sorot matanya tajam penuh kebencian " Pria bren*sek berani - beraninya dia menganggapmu sebagai wanita murahan. Dia harus diberikan pelajaran! "
" Sudahlah, kamu tenang saja. Aku sudah merencanakan semuanya. Dia pasti berlutut dan mengemis dikakiku. Seperti seekor an*ing " Ji berkata dengan senyum licik terlihat diwajahnya.
" Apa om Yudha tahu mengenai ini? "
" Tentu saja, papi selalu tahu pergerakan yang aku dan juga Bi lakukan. Kami tidak pernah luput dari pandangannya, papi membiarkanku membawa sebagian dari anak buahnya untuk ikut dengan ku dan Bi "
" Permisi, silahkan pesanannya "
Waiters datang dan menyela pembicaraan mereka dengan membawakan pesanan " Selamat menikmati! "
" Sudahlah kita makan dulu, setelah itu kita pergi nonton! "
" Makanlah yang banyak! sepertinya kamu yang tak pernah ingin makan dan tak ingin menjadi gemuk! "
Kata Ed tanpa menoleh ke arah Ji
" Aku pernah jadi model dan terbiasa menghabiskan makanan dalam jumlah kecil untuk menjaga berat badanku. Dan kurasa,,,, itu berubah jadi kebiasaanku sekarang "
" Ji setelah Bi keluar dari rumah sakit, bagaimana kalau kita pulang ke negara A? "
Tanya Ed yang membuat Ji menghentikan makannya dan menatap mata Ed
" Eum, tapi mereka akan melakukan operasi plastik dulu "
" Tidak apa jika kita harus menundanya hingga operasi Mili selesai. Dan kurasa kamu juga masih ada sesuatu yang belum kamu selesaikan "
__ADS_1
" Bagaimana kamu tahu, kalau aku sedang merencnakan sesuatu? "
Tanya Ji heran
" Aku selalu tahu semua tentangmu, My queen " Kata Ed dengan senyum menggoda
" Sudahlah, teruskan makannya! "
Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada gangguan sama sekali.
" Apa sudah selesai? Mari kita pergi ketempat lain! " Ajak Ed kepada Ji dengan lembut setelah melakukan pembayaran "
Ji menganggukkan kepala tanda setuju, barulah dia bangun dan menarik kursi bagian belakang Ji agar dia bisa keluar dengan mudah. Ji dan Ed berjalan bergandengan tangan dengan langkah yang elegan.
Diluar restoran Ji menemukan kembali sebuah kejutan besar. Dia tersenyum penuh kelicikan. " Ada apa? " Tanya Ed padanya setelah melihat senyum Ji
" Lihatlah kesebelah sana! Ada sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara " Tunjuk Ji pada sepasang kekasih disudut mall. Ed mengikuti arah sudut yang ditunjuk oleh Ji
" Siapa mereka?" Tanyanya
" Kamu pasti tidak akan percaya kalau kubilang dia adalah istri Hardi. Laki - laki itu kusiapkan untuk memperburuk hubungan diantara mereka berdua "
" Benarkah?
Cukup menarik, ternyata tidak hanya sang suami yang berselingkuh dengan banyak perempuan. Tapi istrinya juga mudah dirayu oleh laki - laki lain. Aku jadi penasaran bagaimana mereka menjalani hubungan rumah tangga mereka? "
" Apa kamu akan mudah goyah ketika kita sudah menikah nanti? "
Tanya Ji dengan wajah yang terlihat sendu dan khawatir
" My queen. Aku memanggil kamu seperti itu karena kamu adalah pemilik hatiku. Tidak akan ada yang lain yang bisa memilikinya. Dan tidak akan ada kesempatan untuk gadis manapun menjadi selir dihatiku. Karena seluruh hatiku sudah terisi penuh olehmu tanpa ada tempat kosong tersisa "
" Benarkah? Apa kamu bisa jamin? "
__ADS_1
" Tentu aku bisa menjamin semuanya. Dulu, kini dan nanti hatiku hanyalah milikmu seorang, tak akan ada yang lainnya! "
Ji tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan Ed. Diapun berjalan dengan menyandarkan kepalanya di bahu Ed