
Beberapa bulan kemudian
Ji dan Ed kini tinggal dirumah mereka sendiri. Apartemen Ji sudah jarang dia tempati setelah menikah dan pindah kerumah barunya bersama Ed. Tapi selalu ada orang yang bertugas untuk tetap membersihkannya
" My queen.. kita berangkat sekarang? "
Tanya Ed pada sang istri setelah melihat sang istri amengenakan sepatu larinya. Mereka hendak joging sebelum berangkat ke kantor Ji
" Tentu "
Tapi tiba - tiba
Bruk!!
" Queen!! "
Ed berteriak setelah melihat sang istri tergeletak tak sadarkan diri.
" Queen bangun. jangan buat aku takut. Ayo bangun queen! "
Dengan sigap dia menggendongnya dan membawanya menuju kerumah sakit
" Dokter, suster. cepat periksa istriku "
Teriak Ed begitu tiba dirumah sakit
" Iya sebentar pak. Dokter sedang memeriksa pasien lain "
Kata suster yang berusaha menunda pemeriksaan Ji setelah melihat penampilan mereka yang biasa saja tapi berkata dengan penuh sopan santun
" Apa dokter dirumah sakit ini hanya satu? Apa tidak ada dokter lain? Jika perlu cari dokter diluar rumah sakit untuk memeriksa kondisi istriku! "
Ed yang sedang panik tidak dapat menunggu lebih lama untuk dokter memeriksa Ji
" Tapi tuan semua dokter yang ada sedang sibuk jadi anda harus menunggu dokter selesai "
" Maksud kalian dengan sibuk adalh mendahulukan orang yang memiliki banyak uang terlebih dahulu? "
Tanya Ed setelah melihat sekilas dokter mendekati pasien yang keluarganya terlihat dari golongan berada karena pakaian mereka terlihat bermerk
" Jika kalian tidak membawa dokter untuk memeriksa istriku dalam waktu 5 menit. Aku akan membuat rumah sakit kalian ini lenyap seketika "
Tatapan mata Ed begitu tajam menimbulkan aura yang kelam disekitar suster tersebut
" Tapi tuan semua dokter benar - benar sedang sibuk. Anda harus menunggu terlebih dahulu hingga dokter selesai memeriksa! "
" Panggil kepala rumah sakit sekarang juga! "
" Tapi tuan..! "
" Ku bilang cepat panggilkan kepala rumah sakit! "
" Baik tuan,, akan saya panggilkan "
salah satu suter bergegas memanggil kepala rumah sakit. Tidak berselang lama. beberapa pria dengan mengenakan snelli berjalan mendekati Ed dari arah belakang
" Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu? "
Kata pria paruh baya yang merupakan kepala rumah sakit. Ed pun membalikkan badan untuk melihat pria yang menyapanya
__ADS_1
" Oh tuan Edward. Maaf karena saya tidak tahu kalau tuan yang datang "
Kata pemilik rumah sakit yang terkejut setelah melihat Ed. Diapun melemparkan tatapan tajam kepada suster yang memanggilnya
" Cepat minta salah seorang dokter mu untuk memeriksa istriku. Jika tidak.. Aku akan menarik semua investasi ku dari rumah sakit ini! "
Kata Ed dengan suara tenang dan tatapan mata yang tajam
" Baik tuan. Saya akan meminta dokter memeriksa nona Jingga! Cepat periksa keadaan nona Jingga sekarang! "
Kata Kepala rumah sakit yang kini berakhir kepada seorang dokter spesialis disebelahnya. Dokter pria itu menganggukkan kepala dan berjalan mendekati Jingga. Kemudian mendorongnya masuk keruang ICU
" Sepertinya kita perlu mengadakan rapat darurat untuk membahas semua ini. Kalian perlu memberikan penjelasan padaku atas pelayanan rumah sakit ini "
Kata Ed pada kepala rumah sakit tanpa melihat ke arahnya
" Baik, akan saya kumpulkan semua di ruang rapat. Kalian sudah dengar kan? Cepat kumpulkan perwakilan dari bagian masing - masing untuk rapat darurat! "
Kata kepala rumah sakit kepada para perawat. Semua bergegas memberi tahu perawat lain
" Tuan Edward sebaiknya kita tunggu di ruang rapat! "
Saran kepala rumah sakit
" Tidak. Kalian kumpulkan semuanya terlebih dahulu, aku akan kesana setelah dojter selesai memeriksa istriku "
Kata Ed dengan nada suara dingin
" Baiklah tuan "
"Memangnya siapa dia? Kenapa dia sok berkuasa seperti itu? "
" Benarkah? Tapi kenapa pak kepala juga takut padanya? Dia kan cuma pengangguran yang berlindung dibalim ketiak sang istri. Meskipun tampan tapi dia seperti benalu yang hanya memanfaatkan kekayaan sang istri saja "
" Hust.. Kamu sepertinya lupa siapa pemilik saham terbesar di rumah sakit ini. Seorang investor asing yang tidak ingin terlibat langsung dalam masalah yang terjadi dalam rumah sakit? Yang hanya akan muncul ketika terjadi masalah darurat dengan rumah sakit. "
" Jangan bilang maksudmu kalau Edward itu adalah. Tuan Edward investor utama kita? "
" Benar. Dia adalah investor utaka kita "
" Pantas saja pak kepala begitu patuh terhadapnya* "
Suster terdengar saling berbisik tidak jauh dari tempat Ed berdiri.
Tak lama seorang suster keluar dari ruang ICU dan meminta Ed untuk masuk ke ruang ICU untuk menemui dokter. Ed mengikuti suster dan menemui dokter yang memeriksa Ji
" Tuan silahkan duduk. Saya memiliki kabar baik untuk anda. Istri anda sedang mengandung bayi pertama kalian. Usia janinnya kini adalah 5 minggu. Jadi anda harus lebih menjaga istri anda karena sebelum usia 12 minggu. janin masih sangat lemah dan bisa saja terjadi hal yang tidak - tidak "
Dokter menjelaskan dengan hati - hati kepada Ed
" Benarkah yang kamu katakan dokter?
Saya pasti akan menjaganya dengan baik! "
Wajah Ed terlihat sangat senang dan terkejut . Dokter hanya menganggukkan kepala
" Kalau begitu saya permisi untuk melihat kondisi istri saya! Terimakasih dokter! "
" Baik tuan! silahkan! "
__ADS_1
dokter mempersilakan Ed melihat kondisi sang istri
" My queen, bagaimana keadaanmu sayang? "
Ed menghampiri Ji yang masih terbaring lemas
" Aku tidak papa. Ed apa yang terjadi padaku? Kenapa aku dirumah sakit? "
Suara Ji terdengar sangat lemah
" Kamu tidak papa. Hanya saja, kedepannya akan ada seseorang yang berusaha merebut kasih sayang dan perhatian ku darimu. Mungkin aku tidak bisa hanya mencintaimu saja kedepannya "
Ji begitu terkejut mendengar perkataan Ed
" Apa maksud mu? Jadi kamu akan mencari wanita lain selain aku? "
" Aku tidak tahu dia laki - laki atau perempuan tapi dia pasti mengambil sedikit perhatianku "
Ji semakin tidak mengerti tanpa terasa air mata menetes dari matanya
" Sayang, maaf aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Aku salah aku salah. Aku tidak ]ngin kamu menangis"
Ed pabik melihat air mata Ji
" Kamu yang telah membuat aku menangis. hiks.. hiks.. hiks.. "
" Iya aku salah "
" Lantas apa maksud perkataan mu itu? "
" Maksudku adalah.. Akan ada seseorang yang hadir ditengah hubungan kita. Dia pasti akan mencuri perhatian ku juga perhatian mu " Jawab Ed sambil mengusap lembut perut Ji
" Maksud mu,,? aku,,, ? "
" Iya sayang, kamu hamil "
Kata Ed meyakinkan Ji. Kemudian memeluknya.. Setelah Ji metasa lebih tenang Ed hendak pergi ke ruang rapat
" Queen, aku tinggal sebentar ya. Kamu istirahat dulu, setelah itu kita akn pulang "
" Kamu mau kemana? "
Tanya Ji penasaran
" Sebentar saja. Tunggu dulu ya! "
Ed mencium kening Ji kemudian meninggalkannya
Ed telah berada diruang rapat bersama dengan anggota rapat lain
" Bagaimana kalian akan menjelaskan ini semua? Ku kira rumah sakit ini hanyalah rumah sakit biasa yang diperuntukkan untuk orang sakit dari kalangan manapun. Aku tidak menyangka kalau rumah sakit ini hanya mementingkan pasien kalangan berada "
Ruang rapat terasa sangat dingin seakan menusuk ke dalam tulang
" Tuan, kami minta maaf. Kami tidak tahu kalau anda adalah... "
" Apa kalian hanya akan bersikap baik jika tahu siapa aku sebenarnya? Kalian melihat penampilanku yang biasa ini sehingga membiarkan istriku begitu saja. Bagaimana jika pasien yang harus menunggu itu dalam keadaan gawat. apa kalian juga akan mengorbankannya? Bodoh! Kali ini aku hanya memberikan peringatan kepada kalian, aku tidak ingin lagi hal seperti ini terjadi. Jika aku tahu, maka akan ku ganti semua pegawai rumah sakit ini tanpa terkecuali "
Ed menibggalkan ruang rapat dengan wajah kesal
__ADS_1