
Yudha tertegun mendengar berita dari Bobi. Dia terdiam karena merasa amat sangat terkejut.
Bagaikan di sambar petir di siang bolong ketika Yudha mendapat kabar buruk itu. Belum lama ini Jingga di culik dan disakiti seorang wanita gila. Sekarang putra dan istri yang baru dia nikahi harus mengalami kecelakaan tragis
Yudha cukup lama terdiam sebelum akhirnya dia kembali mengeluarkan suara
" Bagaimana kondisi mereka? "
Suaranya terdengar begitu dingin
" Nona Mili mengalami luka yang lebih serius jika dibandingkan tuan muda. Saya akan segera menyusul ke rumah sakit dan memberikan update terbaru kepada tuan "
Kata Bobi dengan sangat sopan
" Baiklah. selalu infokan setiap perkembangan mereka kepadaku! Bagaimana dengan Jingga dan Vio? "
" Nona Vio baik - baik saja. Tapi kaki nona Jingga nampaknya terkilir karena jatuh ketika tadi dia turun sendiri ke dasar jurang untuk mencari tuan muda Biru "
" Jingga ikut mencari Biru sendiri? Sudah kamu periksa penyebab kecelakaan mereka? "
" Iya tuan. Nona Jingga sudah memberikan instruksi untuk melacak CCTV. Karena sebelum kecelakaan, tuan muda sempat menghubungi nona Jingga dan mengatakan kalau ada mobil lain yang mengikuti mereka. Jadi sepertinya ini bukanlah murni karena kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan "
Kilatan amarah yang begitu besat terpancar pada sorot matanya disertai kepalan tangan yang begitu kuat siap menghancurkan seseorang.
" Kamu jaga mereka!
Aku akan segera berangkat kesana menggunakan jet pribadi ku! "
" Baik tuan! "
__ADS_1
Setelah panggilan terputus Yudha mulai bergumam dengan aura bahaya yang mengelilingi sekitarnya
" Selama aku masih hidup tidak akan kubiarkan seorang yang berani melewati batas bebas begitu saja. Kali ini siapapun yang menyebabkan kecelakaan putraku, dia harus menderita. Bahkan dia akan berfikir lebih baik mati daripada terus hidup setelah berurusan dengan keluarga ku"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementata di negara F. Ambulance dengan cepat membawa Bi dan Mili. Karena Mili ditemukan lebih dulu jadi dia sudah dibawa terlebih dahulu kerumah sakit dengan ditemani oleh Vio...
Mili langsung dibawa menuju ruang ICU ketika dia tiba dirumah sakit. Vio terus menunggunya dengan cemas. Dia terus saja berjalan kesana kemari sambil bergumam disertai derai air mata
Kak Mili,,, kamu harus selamat, tidak boleh terjadi apa - apa padamu. Bagaimana dengan kak Biru jika kamu sampai kenapa - kenapa? Bukankah kalian akan segera pergi berbulan madu? ku mohon kak Mili bertahanlah. Demi kami semua yang menyayangi mu!
Tidak lama setelah itu, ambulance kedua yang membawa Biru juga tiba. Ji juga ikut didalamnya. Para perawat dan dokter segera berlari, membawa Biru yang berada di atas tempat tidur pasien menuju ruang ICU. Jingga harus menggunakan kursi roda karena kakinya yang terkilir mulai membengkak
" Kak Ji! Apa yang terjadi dengan kakimu? "
Tanya Vio dengan wajah panik ketika dia melihat Jingga didorong menggunakan kursi roda
" Kak Ji,,, sudah aku katakan kamu harus berhati - hati. Itu terlalu berbahaya untukmu. hiks.. hiks... hiks.. Kak Mili dan Kak Bi masih belum diketahui keadaannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu juga padamu? Aku tidak tahu, apa yang harus ku perbuat.. hiks hiks hiks "
Vio terus bicara sambil menangis karena terlalu khawatir
" Sudahlah. kita doakan Bi dan Mili baik - baik saja...Hmn! dan kakiku sudah tidak apa, lihatlah ini sudah diperban, dan pasti akan cepat sembuh. Jangan berpikiran macam - macam! "
Ji mengalihkan pandangannya pada Pak Bobi yang belum lama tiba disana
" Pak Bobi, apa bapak sudah memeriksa kamera CCTV yang terdapat disekitar lokasi? Seingatku,,, sebelum terjadi kecelakaan, Mili mengatakan nomor plat mobil yang mengejarnya adalah,,, 2342 XY, itu adalah sebuah mobil sport berwarna Putih . Kita harus mendapatkannya sampai berhasil, periksa siapa pemilik mobil itu. Jangan biarkan dia lolos begitu saja! juga keluarganya. Mereka harus menerima akibat dari apa yang telah mereka perbuat! tidak akan kubiarkan mereka lolos begitu saja "
Kata Ji tegas dengan kilatan berbahaya terlintas dikedua matanya
__ADS_1
" Baik non, akan segera saya periksa! "
Pak Bobi dengan orang - orangnya berbalik meninggalkan rumah sakit, hanya ada beberapa orang yang ditinggalkannya untuk menjaga Ji dan Vio disana
" Dokter bagaimana kondisi mereka saat ini? " Tanya Ji begitu melihat salah satu dokter keluar dari ruanga ICU
" Kondisi mereka cukup serius. Yang perempuan mengalami luka bakar yang cukup parah di wajah juga sebagian tubuhnya. Setelah kondisinya cukup membaik, kita harus segera melakukan operasi palstik "
" Sedangkan yang laki - laki mengalami luka dibagian kaki akibat benturan yang cukup keras, terjadi keretakan pada kedua tulang kakinya dan,,, itu menyebabkan dia sementara ini akan kesulitan berjalan. Saat ini keadaan keduanya sedang dalam masa kritis, kita harus berdoa agar mereka berdua bisa melewati masa kritis ini! "
Duarr,, Vio dan Jingga sangat terkejut dengan penjelasan yang diberikan dokter, mereka berakhir saling menatap satu sama lain
" Kak,,, bagaimana ini? bagaimana jika mereka tidak bisa melewati masa kritisnya... hiks,, hiks,, hiks,,? "
Tangis Vio pecah setelah mendengar penjelasan dari dokter mengenai kondisi Bi dan Mili
Ji termenung diatas kursi rodanya
" Mereka akan baik - baik saja. Aku yakin karena mereka berdua itu kuat. tidak akan terjadi apa - apa pada mereka. Mereka pasti bisa melewati masa kritisnya hiks.. hiks.. hiks! "
Ji berusaha menghibur diri sendiri disela tangisnya.
Vio dan Jingga terus menatap kedalam ruang ICU dari balik kaca.. Mereka melihat Biru dan Mili diatas tempat tidur pasien yang di tempatkan secara berdampingan. Biru dan Mili menggunakan seragam pasien berwarna Biru muda, ada berbagai selang yang teripasang ditangan mereka, juga alat bantu pernafasan yang menutupi bagian mulutnya.
Jingga terus menatap kedalam dengan derai air mata
" Bi,, kamu harus cepat sadar! Kamu tidak boleh meninggalkanku sendiri! Kita sudah berjanji akan selalu bersama dan tak akan terpisahkan. Ini tidak adil,, jika kamu harus meninggalkan aku sendiri seperti ini. Kamu bilang kita akan jadi pasangan bisnis yang disegani. Bagaimana jadinya jika aku harus bertarung sendiri dalam dunia bisnis? Aku sudah menurutimu untuk terjun ke dunia bisnis dan meninggalkan dunia modeling. Kamu harus bertanggung jawab dengan terus berada di sampingku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kamu pergi begitu saja dari sisiku! Sadarlah Bi,,, kumohon padamu. Jangan pergi meninggalkan ku! Bangunlah Bi,, Ku mohon. Aku tahu kamu kuat dan aku akan menunggumu disini"
" Kamu tidak perlu khawatir Bi. Orang yang menyebabkan kamu terbaring kritis disini, cepat atau lambat pasti akan aku temukan. Dia harus membayar lebih atas apa yang telah dilakukannya padamu dan Mili. Aku bersumpah tidak akan melepaskannya begitu saja! "
__ADS_1
Kata Ji disela derai air matanya, dengan nada penuh kebencian dan tatapan yang sangat tajam dan menyeramkan. Tangannya mengepal keras pada kursi roda, menahan amarah yang kini semakin memuncak karena melihat saudara kembar, juga istrinya terbaring tak berdaya dirumah sakit