Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku selamat, tunggu aku, kita pasti bisa bertemu lagi


__ADS_3

" Apa sudah selesai semua? "


Tanya Yudha begitu melihat Jingga keluar dari ruangannya


" Sudah pih, Ji sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang harus segera Ji selesaikan "


" Adel, Bina, aku titip perusahaan ini lagi pada kalian! Aku percaya pada kemampuan kalian berdua. Jika ada masalah, kalian bisa segera menghubungi ku! Kalian mengerti kan? "


" Kamu tenang saja Ji. Kamu bisa percaya pada kami. Semoga Ed cepat ditemukan dan kamu bisa kembali lagi kemari bersama kami! "


" Terimakasih, Aku pergi dulu! "


" Baik. Hati - hati dalam perjalanan. Jangan lupa hubungi kami jika kamu butuh bantuan "


" Tentu. Sampai jumpa "


Ji mengenakan kaca mata hitamnya dan berjalan pergi bersama Yudha dan Hendri meninggalkan ruangannya. Tentu saja itu menjadi pemandangan yang langka karena ini pertama kalinya Ji berjalan beriringan dengan sang ayah setelah identitasnya diketahui.


" Papi, apa papi yakin kalau kita bisa menemukan Ed? "


Tanya Ji dengan wajah sedih dan terlihat ragu - ragu


" Kamu harus yakin sayang. Karena bagaimanapun caranya, kita akan berusaha mencari dimana keberadaannya "


" Terimakasih papi "


Mereka pun berangkat menuju bendara untuk terbang ke negara A. Ji tidak banyak bicara lagi. Dia hanya diam selama perjalanan Yudha berkali - kali mengajaknya bicara, namun sang anak hanya menjawab setiap pertanyaan Yudha dengan singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dipulau nelayan Ed belum sadarkan diri, sebelumnya Ed mengalami demam tinggi, mungkin karena lukanya atau karena dia terlalu lama di dalam air. Dokter Mitha dengan sabar merawatnya karena Paul akhirnya membawa Ed ke klinik


" Sebenarnya siapa kamu? dan berasal dari mana? Bagaimana kamu bisa terluka seperti ini? Tubuh tinggi, wajah tampan, pakaian yang berkelas. Sepertinya kamu bukan orang biasa - biasa saja? "


Gumam dokter Mitha sambil terus memperhatikan Ed


" Eummm,, Ji,, Ji,,, "


Ed bergumam di alam bawah sadarnya. Dokter Mitha tidak mendengarnya dengan begitu jelas. Dia kembali memeriksa kondisi Ed. Panasnya sudah mulai turun. Dia sedikit menggerakkan jari tangannya


" Hei, hei, apa kamu bisa mendengarku? Syukurlah dia sudah melewati masa kritisnya! "Kata dokter Mitha pada diri sendiri


Perlahan, Ed mulai membuka matanya. Dia berkali - kali mengerjapkan mata


" Dimana ini? Bagimana aku bisa berada disini? Ah, kepalaku,,, sakit sekali,,, "


Gumam Ed seraya memikirkan apa yang telah terjadi padanya dan memegangi kepalanya

__ADS_1


" Kamu sudah sadar? Kamu sudah tidak sadarkan diri selama beberapa hari ini "


Kata dokter Mitha begitu melihat Ed membuka mata


" Ini dimana? dan,, siapa kamu? "


Tanya Ed dengan suara yang masih lemah


" Jangan banyak bergerak dulu! lukamu masih belum kering. Ini di pulau nelayan. Beberapa nelayan sebelumnya menemukanmu tergeletak tak sadarkan diri dipinggir pantai, dengan sejumlah luka disekujur tubuhmu. Jadi mereka membawamu kemari! Saya Mitha, dokter disini "


Jelas dokter Mitha yang kini duduk disebelah Ed dan menyerahkan segelas air putih. Dokter Mitha kembali memeriksa kondisi Ed saat ini


Ed menundukkan kepalanya dan matanya menatap kosong pada gelas air putih yang baru saja dokter Mitha berikan


" Kecelakaan pesawat. Ya aku ingat! karena sebelumnya aku telah mengalami kecelakaan pesawat. My queen, kamu pasti sangat khawatir padaku saat ini? Aku selamat, dan kamu harus menepati janjimu untuk menunggu hingga aku kembali ke sisimu! "


" Apa boleh aku meminjam ponsel milikmu? "


Kata Ed dengan nada bicaranya yang datar


" Boleh, tapi jaringan telepon ditempat ini sangat tidak stabil. Sinyalnya terus saja naik turun "


Dokter Mitha menjelaskan sambil merogoh saku snellinya untuk mengambil ponsel di dalamnya


" Terimakasih! "


Tuuut tuuut tuuut


Ed berkali - kali berusaha menghubungi Ji. namun tidak berhasil


"*Bagaimana ini? Teleponnya sama sekali tidak berhasil tersambung! Ayah dan Ibu, aku juga harus menghubungi mereka berdua! "


Tuut tuuut tuuut


Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi, " Biip! "


Ayah, ibu, ini aku. Aku baik - baik saja. Saat ini aku berada dipulau terpencil disebuah pulau nelayan. Aku akan berusaha secepatnya untuk kembali berada disisi kalian! Tolong katakan pada... Tuut tuut tuuut*


"Ach jaringannya terputus! Nanti aku bisa mencobanya lagi "


Gumam Ed setelah ponsel ditangannya tiba - tiba mati


" Terimakasih ponselnya, jaringannya benar - benar buruk "


Ed menyerahkan ponselnya kembali pada dokter Mitha


" Sebenarnya ini dimana? Apakah jaraknya cukup jauh dari kota barat? "

__ADS_1


" Iya, kita ada dipulau kecil dibagian timur. Untuk kesini tidak bisa dilalui melalui jalan darat. Hanya bisa melalui jalur laut. Untuk jalur udara juga sangat sulit karena pulau ini kecil jadi tidak ada bandara ataupun tempat pendaratan pesawat "


Dokter Mitha menjelaskan dengan tenang


" Sepertinya dokter juga bukan berasal dari penduduk sini asli? "


" Benar, saya berasal dari selatan tapi ditugaskan disini, karena disini tidak ada tenaga medis dan penduduknya masih tertinggal. Apa kamu ingat siapa kamu? "


" Saya Edward, saya berasal dari negara A bagian barat. Sebelumnya saya naik pesawat dari negara F, tapi terjadi kecelakaan... Aacchh " Ed kembali merasa sakit di kepala dan kakinya


" Sudahlah jangan banyak bicara lagi. Sebaiknya kamu kembali istirahat terlebih dahulu! "


Saran dokter Mitha kepada Ed. Namun setelah dokter Mitha pergi Ed tidak bisa lagi memejamkan matanya, dia teringat Ji


" My queen, Bagaimana keadaan mu? Kamu pasti mengira kalau aku sudah meninggal dalam kecelakaan itu. Aku selamat, tunggu aku, kita pasti bisa bertemu lagi "


Gumamnya dengan menitikan air mata


\=\=\=\=\=\=\=


" Tidak! Ed!! "


Ji yang tertidur dalam pesawat tiba - tiba terbangun karena mimpi buruk


" Ada apa Ji? Apa kamu mimpi buruk? "


Tanya Yudha panik


" Papi,, Ji memimpikan Ed. Dia bilang kalau,,, aku harus menunggunya,, dia akan kembali padaku pih.. dia akan kembali padaku..hiks.. hiks.. hiks... "


Ji tersenyum tapi derai air mata juga ikut mengalir bersamaan


" Sayang tenanglah. Kita pasti mencarinya! Kita akan menemukannya! "


Yudha memeluk sang putri dalam dekapannya. Diapun tak kuasa melihat kesedihan sang putri.


Tak lama mereka tiba dibandara


" Ji, papi sudah kirim anak buah papi untuk mencari Ed disekitar lokasi kecelakaan. Sekarang kamu harus pulang dulu. Tidak perlu ikut dalam pencarian "


Ji menggelengkan kepalanya


" Tidak pih, Ji mau ikut mencari Ed. Ji tidak mau pulang! "


" Tapi Ji, kamu kan.. "


" Tidak papa pih. Ji baik - baik saja "

__ADS_1


Ji berusaha tersenyum meskipun wajahnya pucat. Ya semenjak Ed kecelakaan Ji tidak dapat istirahat dengan benar. Setiap kali memjamkan mata, wajah Ed akan selalu muncul dalam mimpinya


" Baiklah kita akan langsung ikut mencari Ed "


__ADS_2