Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kami adalah putra putri dari Yudha Arya Kusuma dan Gina Yulia Atmaja


__ADS_3

Hari ini JB Companies akan mengadakan kembali rapat direksi untuk mengetahui hasil kerja dari Arya untuk menstabilkan kembali harga saham..


Para dewan direksi telah berkumpul di ruang rapat termasuk Arya


" Pak Arya, bagaimana dengan harga saham kita? Anda bilang sekarang harga saham sudah pasti akan kembali normal, tapi kenyataannya sama sekali tidak ada perubahan. Harga saham kita masih berada di angka yang sama. Apa anda benar - benar bisa bekerja dengan baik? "


Kata salah satu anggota rapat


" Kami sudah mendukung anda untuk menggeser bu Jingga agar melepaskan jabatannya sebagai direktur utama. Jika hasil kerja anda seperti ini, lebih baik kami mendukung bu Jingga "


Timpal anggota lain


" Benar sekali, meskipun bu Jingga itu seorang perempuan dan jarang berada di kantor, tapi semua selalu terkendali. Bahkan perusahaan kita menjadi perusahaan yang di akui dan paling diminati karena harga saham dan keuntungan kita selalu tinggi "


" Kalian semua tenanglah! Aku sudah berusaha sebaik mungkin, dan aku tengah mencari jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi saat ini! "


Arya membuka suara dan membuat pembelaan sendiri


" Anda sudah tidak perlu repot - repot lagi pak Arya! "


Suara Biru yang berasal dari arah pintu membuat semua anggota rapat menoleh ke arahnya. Terlihat Biru dan Alex berjalan memasuki ruang rapat. Semua anggota rapat seketika berdiri dan Biru mendekati pak Arya kemudian duduk dikursi utama. Alex mengambilkan kursi untuk pak Arya duduk disebelah Biru. Semua anggota rapat pun kembali duduk


" Saya membangun perusahaan ini dengan kerja keras saya dan adik saya. Meskipun dia seorang perempuan, tapi dia tahu bagaimana cara menangani setiap masalah. Siapa anda berani -beraninya ingin merebut jabatan adik saya? "


" Pak Biru, saya,,,, saya,,, sama sekali tidak bermaksud untuk merebut jabatan bu Jingga. Hanya saja sebagai seorang pemimpin saya rasa akan lebih baik jika kita selalu stand by di kantor dan tidak terlalu sering untuk cuti dan meninggalkan ruangan. Karena biar bagaimanapun posisi paling tinggi diperusahaan itu selalu dibutuhkan untuk setiap keadaan "


" Apa selama ini pernah terjadi masalah besar ketika Ji tidak berada diperusahaan?


Kalian tidak pernah tahu kalau saya membangun perusahaan ini bersama dengannya. Memang dulu dia masih menjadi model, tapi dia selalu membantu saya dalam menangani setiap masalah yang terjadi. Lebih baik saya hancurkan perusahaan ini jika harus diambil alih orang lain, atau mungkin saya hancurkan saja orang yang ingin menyakiti adik saya? "

__ADS_1


Biru menatap tajam pada setiap anggota rapat, pandangannya berakhir pada pak Arya yang mulai merasa gemetar dengan ancaman Biru


" Maaf pak Biru kami tidak bermaksud untuk mengambil alih perusahaan ini. Kami hanya ingin agar perusahaan ini bisa berkembang lebih baik jika pak Arya yang mengambil alih posisi direktur utama "


" Kalian ini siapa? Kalian hanya pemilik saham yang ikut andil dalam jajaran direksi dan ikut mengelola perusahaan. Tapi kekuasaan perusahaan ini tetap ada padaku juga adikku sebagaim pemilik dan juga pendiri perusahaan. Jika kalian tidak suka, maka kalian bisa membangun perusahaan kalian sendiri. Aku sama sekali tidak keberatan akan hal itu "


" Pak Biru, anda jangan sombong hanya karena sekarang anda menjadi salah satu pebisnis muda yang diakui kemampuannya. Perusahaan anda juga tidak akan berkembang tanpa bantuan kami "


Kata Arya dengan nada yang kesal


" Apa kamu yakin dengan perkataan mu? Aku sama sekali tidak membutuhkan tenaga kerja sepertimu. Aku bisa dengan mudah mencari pekerja lain yang bisa menggantikan pekerjaan mu. Kehilangan satu anggota dewan direksi tidak akan menjadi masalah besar untukku. Justru kamu yang akan mendapatkan masalah setelah keluar dari sini. Karena aku jamin, tidak akan ada perusahaan lain yang mau menerimamu sebagai karyawan. Bahkan jika kamu mendirikan perusahaan sendiri pun, kamu tidak akan pernah bisa maju dan berkembang " Perkataan Biru yang tenang dan mengintimidasi membuat semua orang terdiam dan saling menatap satu sama lain


" Pak Biru! Jadi anda memecat saya sebagai anggota dewan perusahaan ini? Dan anda juga berani mengancam saya? Anda tidak tahu siapa saya, hah? Saya pastikan anda akan menyesal karena telah memecat saya "


Ancam Arya kepada Biru


" Cih, sombong. Saya sama sekali tidak akan rugi jika memecat anda. Dan sepertinya perkataan itu harusnya saya yang katakan. Anda tidak mengenal saya, jadi akan lebih baik jika anda tidak macam - macam dengan saya! "


Arya yang kesal langsung berdiri dan tangannya memukul meja namun Ji datang sebelum Arya menyelesaikan kalimatnya


" Maaf kak aku terlambat. Sepertinya rapatnya sudah dimulai? "


" Ji, apa kamu sudah memiliki cara untuk menstabilkan harga saham JB Companies ? Kamu bisa tunjukkan pada pak Arya bagaimana caranya menangani masalah seperti ini? "


" Tidak usah repot - repot, aku sudah selesai menangani masalah itu. Kamu bisa cek sendiri harga saham saat ini "


Ji berkata dengan begitu percaya diri dan tenang


" Kenapa kalian diam saja? Coba cek harga saham kita di bursa saham! "

__ADS_1


Mereka pun mengeluarkan ponsel dan mencari nilai saham mereka pada bursa saham saat ini


" Benar, harga saham kita kembali normal. Memang belum tinggi seperti sebelumnya, tapi nilainya mulai naik dari yang kemarin "


" Benar, bagaimana bisa naik secepat ini?Tadi pagi aku melihatnya masih dibawah rata - rata. Sekarang mulai ada sedikit perubahan " Mereka saling berbisik satu sama lain


" Bagaimana pak Arya? Apa anda sudah mengerti kalau jenis kelamin itu tidak menjamin seseorang akan mampu berbisnis dengan baik atau tidak. Anda salah satu orang yang selalu memandang rendah orang lain. Padahal kemampuan anda pun tidak ada apa - apanya dibanding adik kembar saya yang baru terjun ke dunia bisnis. Tapi anda tidak tahu, kami sudah belajar bisnis dari kami kecil. Orang tua kami adalah pebisnis handal yang tidak perlu lagi diragukan kemampuannya. Karena itu kami pun bisa banyak belajar dari orang tua kami "


Kata Biru dengan senyum sinis


" Maksud anda orang tua anda juga pebisnis? " Tanya salah seorang anggota dewan


" Selama ini anda tidak pernah memberitahukan apapun mengenai keluarga anda pada publik "


Timpal anggota lain


" Apa kalian begitu penasaran dengan asal usul kami? "


Jawab Jingga


" Tentu. Kami hanya tahu kalau kalian itu bersaudara tapi kami tidak pernah tahu apapun mengenai keluarga kalian "


" Apa kalian masih meragukan kemampuan kami dalam bisnis? "


" Tentu saja tidak. Kalian berdua telah membuktikan kemampuan kalian dan menjadi pebisnis muda berbakat. Bagaimana bisa kami masih meragukan kemampuan kalian "


" Benar. Kami sekarang yakin kalau bu Jingga bisa mengelola perusahaan ini seperti pak Biru. Kami tidak akan pernah ragu lagi. Hanya saja kami penasaran dengan keluarga kalian berdua sehingga bisa memiliki bakat dalam bisnis "


" Kalau begitu. Apa kalian tahu keluarga Kusuma? "

__ADS_1


" Tentu saja kami tahu. Jangan - jangan kalian,,,,? "


" Benar. Saya Biru Anggara Putra Kusuma dan ini Jingga Riani Putri Kusuma. Kami adalah putra putri dari Yudha Arya Kusuma dan Gina Yulia Atmaja "


__ADS_2