
Mili akhirnya sadar setelah pingsan beberapa lama..
" Sunshine,,, terimakasih ya sayang.. Aku sungguh bahagia. Ini adalah kabar paaaling bahagia yang aku dapatkan "
Biru langsung memeluk Mili begitu dia sadarkan diri
" Kamu kenapa Bi? Lepaskan aku, aku tidak bisa bernafas! "
" Maaf sunshine. Aku terlalu bahagia "
Biru melerai pelukannya dari Mili, terlihat Mili sangat kebingungan dengan tingkah sang suami.
" Sebenarnya ada apa Bi? Coba katakan padaku! "
Tanya Mili yang bingung karena dia tidak tahu mengenai kehamilannya
" Sayang, apa kamu tahu kalau sebentar
lagi,,,, kita,,, kita berdua,, akan mempunyai anak? "
Mili sangat terkejut. Matanya membelalak, mulutnya menganga. Dia kehilangan kesadarannya untuk sesaat
" Apa kamu serius Bi? Kamu tidka membohongiku kan? "
Mili terlihat antusias, dia bertanya dengan sangat ceria
" Tentu aku serius. Sejak kapan aku pernah membohongimu. Terlebih ini masalah penting untuk didiskusikan. Mana mungkin aku berbohong "
Biru tersenyum ceria menjawab pertanyaan sang istri
" Aaach aku senang sekali Bi. Akhirnya kita akan memiliki anak. Aku tidak sabar untik segera memilikinya "
Mili berteriak karena dia sangat bahagia
" Sunshine, tapi kamu harus ingat! Mulai sekarang kamu harus banyak istirahat, jangan sampai kelelahan dan juga jangan sampai kamu stres. Oke? "
Biru mengingatkan Mili agar lebih hati - hati
" Baik Bi, aku mengerti! "
Jawab Mili dengan patuh
" Aku akan menghubungi papi dulu untuk memberitahukan kabar gembira ini "
Kata Biru sambil menekan nomor Yudha pada ponselnya
Tuut tuut tuut
" Halo, Biru "
Terdnegar suara Yudha begitu panggilan mereka tersambung
" Halo, papi. Pih Biru punya kabar gembira untuk mami dan juga papi "
Biru berkata dengan sangat antusias
" Kabar gembira apa? Kamu terdengar sangat bahagia sekali? "
Yudha menanggapi dengan nada suara yang datar
" Tidak lama lagi,, mami dan papi,, akan memiliki cucu "
Biru sengaja mengatakannya dengan sedikit lambat
" Apa papi tidak salah dengar? Kamu dan Mili akan punya anak, Iya? "
__ADS_1
Yudha terdengar sangat antusias
" Iya pih, aku baru tahu dari dokter. Bahkan aku masih dirumah sakit. Mili sedang mengandung dan kehamilannya kini memasuki usia 7 minggu "
" Selamat ya nak. Kamu harus merawatnya dengan baik, jika kamu Membuatnya sedih maka papi yang akan memberimu pelajaran! "
"Baik papi! "
" Ada apa? Kenapa kamu terlihat senang sekali? Apa ada kabar yang menggembirakan? "
Terdengar suara Gina samar - samar dari ujung telepon
" Kita akan segera memiliki cucu "
Yudha memberitahukan kabar gembira pada Gina yang duduk disebelahnya
" Benarkah? Biar aku bicara dengan Biru! "
Gina merebut ponsel dari tangan Yudha
" Halo sayang. Biru "
" Halo mih "
" Bi, benarkah apa yang papi mu katakan tadi? Kalau Mili sekarang sedang hamil? "
Gina terdengar penasaran dan antusias
" Benar mih, Biru dan juga Mili masih dirumah sakit karena tadi Mili pingsan. Katanya usia kandungannya memasuki 7 minggu "
Biru menjelaskan perlahan
" Kalau begitu kamu harua menjaganya dengan baik. Jangan membuatnya stres karena itu bisa berpengaruh pada keadaan ibu dan calon bayi kalian "
" Baik mami. Aku akan mengingatnya!
" Baiklah, hati - hati sayang "
" Sampai jumpa mami! "
Biru mengakhiri panggilan teleponnya dengan Gina dan kembali mendekati sang istri
" Apa kamu sudah selesai bicara dengan papi dan mami? "
Tanya Mili dengan lembut..
" Iya Sunshine. Kita bersiap untuk pulang, oke? "
Mili menganggukkan kepala kemudian berkata
" Bi, aku mau makan steak yang ada direstoran tidak jauh dari kantormu "
Kata Mili dengan nada manja
" Tentu sayang, apapun yang kamu minta akan kuberikan! "
Biru bicara dengan sangat lembut
" Tapi, aku mau kamu yang memasaknya untukku! "
Biru terkejut mendengar permintaan Mili
" Kalau begitu, kita belanja kemudian masak dirumah! "
Mili menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Tidak mau. Aku mau kamu memasaknya di restoran itu! "
Mata Mili seakan berbinar memohon pada Biru
" Baiklah, apapun untukmu sayang "
Biru menjawab dengan tak berdaya
" Kenapa ekspresi mu seperti itu? Sepertinya kamu tidak mau melakukannya ya? "
Mili memicingkan mata menatap Biru
" Tidak, aku akan melakukannya sayang. Kita bersiap dulu untuk keluar dari rumah sakit, ya? "
Biru sebelumnya telah bertemu dengan dokter dan telah mengizinkan Mili untuk pulang
Setelah mereka selesai, Biru dan Mili bergandengan tangan meninggalkan rumah sakit
" Sayang kita langsung ke restoran atau pulang kerumah? "
Tanya Biru setelah mereka berada didalam mobil dan siap meninggalkan rumah sakit
" Kita ke restoran! "
" Baiklah, sesuai keinginanmu tuan putri "
Biru tersenyum lembut kemudian mulai mengendarai mobilnya menuju restoran yang jaraknya tidak jauh dari rumah sakit dan Taeson Elektronik
Beberapa saat kemudian mereka tiba direstoran. Biru membantu Mili turun dari mobil dan menggenggam tangannya menuju restoran. Restoran terlihat cukup ramai dan banyak terlihat pasangan muda yang duduk disana. Setelah Biru dan Mili mendapatkan tempat duduk, Biru memanggil pelayan
" Tuan, nona. Anda berdua mau pesan apa? "
Pelayan pria dengan mengenakan seragam berdasi kupu - kupu,menghampiri mereka dengan membawa buku catatan untuk menuliskan menu
" Kami mau pesan steak, tapi bisakah aku membuatnya sendiri? Istriku sedang hamil jadi dia ingin makan makanan yang aku buat "
Biru menjelaskan dengan perlahan
" Tentu tuan, silahkan ke sebelah sini! "
Pelayan menunjukkan arah ke dapur. Semua mata menatap Biru ketika dia berjalan dengan gagahnya menuju dapur.
Mili menatap mata para gadis seakan mereka hendak memakan Biru saat itu juga. Dan mood Mili kembali berubah, jadi saat Biru selesai memasak steak untuknya dia menyambutnya dengan wajah muram
" Sayang ini steaknya, aku yakin kamu akan menyukainya "
Biru terlihat gagah dengan membawa dua buah piring steak ditangannya
Mili hanya memperhatikan dan mengendus baunya saja tanpa memakannya
" Kenapa kamu tidak mencicipinya? mau aku yang suapi? "
Biru mendekatkan garpu yang berisi belahan steak ke mulut Mili
" Tidak, aku sudah tidak ingin memakannya lagi. Disini sangat tidak menyenangkan, aku ingin pulang ! "
Kata Mili dengan nada merajuk.
Fyuh...
" Baiklah! "
Biru hanya bisa menghela nafas kasar dengan perubahan sikap Mili
" Apakah semua ibu hamil akan bersikap seperti ini? Mili jadi bertingkah sangat aneh! "
__ADS_1
Keluh Biru dalam hatinya