
Adel terdiam cukup lama mendengar perkataan Ji, hingga akhirnya dia membuka suaranya lagi
" Ji, bolehkan aku ikut denganmu? "
" Adel, Aku tahu kalau kamu juga bukan berasal dari kalangan biasa. kenapa kamu malah mau ikut denganku? "
" Aku mengagumi karaktermu yang kuat, aku ingin banyak belajar dari mu. Aku selalu diremehkan dalam keluarga ku. Tapi, aku tak bisa...."
Adel tidak melanjutkan kalimatnya
" Bagaimana kalau kamu jadi asisten pribadiku? Tapi, aku bukan orang baik, jadi jangan terkejut jika kamu melihat sifat asliku "
Ji berkata dengan tenang dan disertai senyuman, tapi kata yang dia gunakan mengandung sebuah peringatan
" Aku mau Ji. Aku tidak akan mengecewakanmu. Percayalah padaku! "
Ji tersenyum melihat tanggapan Adel
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Taeson Elektronik Bi sedang menghubungi Alex.
"Halo Lex? "
" Halo Bi, kebetulan kamu menghubungi ku, ada hal yang ingin aku sampaikan padamu "
Terdengar suara Alex menjawab dari ujung telepon
" Ada apa? Apa ada masalah? "
" Waktu itu aku pernah mengatakan kalau ada perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita. Direktur perusahaan itu namanya Hardi. Aku sudah menyelidikinya, dia adalah suami dari Clarisa, saudara Bina "
" Lalu, apa hubungannya denganku? "
" Hei bukannya kamu dekat dengan Bina? Dia sekertaris mu, kamu tidak ingin berurusan dengannya? "
Dari suaranya Alex terdengar begitu kesal sekali
" Aku tidak ada hubungan dengannya, kenapa aku harus terlibat urusan dengan dia? Bukankah kamu yang ingin menolongnya? Lagipula, aku sudah punya kekasih. Tidak ada waktu mengurusi urusan orang lain "
Biru terdengar sangat tenang menanggapi ocehan asisten sekaligus temannya ini
" Walaupun kamu punya kekasih. Tapi,,,
__ADS_1
Tunggu? Kamu bilang apa? Kamu punya kekasih? Bagaimana aku tidak mengetahuinya? "
Alex sangat terkejut hingga matanya terbelalak, dan dia mengencangkan suaranya. Biru sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga karena teriakan Alex
" Memangnya aku harus melaporkan semua tentangku padamu, hah? "
" Tapi kan aku sahabatmu. Bagaimana kamu tidak memberitahukan kalau kamu sudah punya pacar? "
" Sekarang ini masih jam kerja, itu artinya kamu adalah asistenku "
" Aku ingin sekali mencekikmu Bi, saat ini juga! "
Alex semakin kesal pada Biru
" Jika kamu berani akan kupotong gajimu 50% "
" Sudahlah, aku bisa terkena serangan jantung bila terus berdebat denganmu "
" Tunggu! Aku belum cerita sesuatu. Aku memiliki kabar baik untukmu, Alex "
" Apa itu? Katakan saja, tidak perlu ragu, aku ini temanmu jadi aku akan menjaga rahasia. Akhirnya aku benar - benar kau anggap teman setelah sekian lama kita bersama. apa kamu akan menaikkan gajiku? "
Mata Alex berbinar, mendengar kalau Biru akan menceritakan suatu kabar baik untuknya.
" Apa?! Tidak, aku tidak ingin mati muda karena berada disampingmu. hiks hiks hiks
Bisakah aku tetap disini saja dan ikut bekerja bersama dengan Ji? Ku mohon Bi... "
" Tidak! Kamu akan kembali ke tugas lamamu. Jadi asistenku! "
" Ya Tuhan,,, ketenanganku hanya tersisa beberapa hari saja. Setelah itu kau akan kembali menyiksaku dengan membiarkanku berada di samping gunung es tak berperasaan ini "
" Sudah, hentikan akting burukmu itu, seakan kau tersiksa bekerja denganku. Jika memang kau begitu tersiksa, aku akan membiarkanmu jauh dariku "
" Benarkah Bi? Kamu akan membiarkan ku bekerja dengan Ji? "
" Tidak, aku akan memindahkanmu ke negara bagian selatan jadi kamu bisa terhindar dariku! "
Bi tersenyum puas penuh kemenangan
" Tidak tidak. Aku akan ikut dengan mu saja "
" Bagus kalau begitu! "
__ADS_1
Bi mengakhiri panggilan teleponnya dengan Alex dan kembali dengan kesibukan kantornya "
Tok tok tok
" Masuk "
Ceklek.. Krieeet
Pintu terbuka setekah Bi memberikan izin. Bi menoleh dan melihat Bina yang darang dengan dokumen ditangannya
" Permisi pak, ini beberapa dokumen yang perlu anda tanda tangani. Dan minggu ini anda ada undangan pesta bersama klien kita yang datang dari Prancis! "
" Baiklah terimakasih "
" Saya permisi pak! "
Biru hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban
Pesta penting ya. hmn,,,
Gumam Bi kemudian dia mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Emili
Biru
My little sunshine, minggu ini aku ada pesta. Kamu bisa temani aku pergi?
Tak lama Biru menerima balasan pesan dari Emili
Tentu saja aku akan menemani mu. Suatu kehormatan bagiku untuk bisa pergi bersama denganmu
Biru
Baiklah, sampai jumpa nanti sunshine 💕
Emili
Oke, aku akan kembali bekerja
Bi tersenyum setiap membaca pesan dari Emili. Bina memperhatikan Biru dari balik pintu yang sedikit terbuka. Biru menyadari itu dan hanya tersenyum
Aku tahu kamu selalu memperhatikan ku. Aku ingin tahu, apa yang kamu rencanakan sebenarnya, Bina.
Biru tersenyum penuh kelicikan saat dia bergumam dan sedikit melihat bayangan Bina dibalik pintu
__ADS_1