Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu tidak bisa menilaiku terlalu baik!


__ADS_3

Bi masih dirumah sakit menjaga Emili. Emili sudsh jauh lebih baik dari sebelumnya. Kini demamnya sudah turun dan wajahnya tidak terlihat pucat lagi. Bi dengan sabar merawatnya .


" Sweet heart, makanlah dulu bubur ini, jadi tenaga mu bisa cepat pulih! "


Kata Bi dengan memegang semangkuk bubur ditangannya


" Terimakasih Bi, biar aku makan sendiri! "


Mili hendak mengambil bubur yang ada ditangan Bi, tapi Biru menjauhkannya dari Mili


" Tidak, biarkan aku menyuapimu! Aaaa,,,, buka mulutmu! "


Bi menyodorkan sendok ke depan mulut Mili. Mau tidak mau Mili pun membuka mulutnya


Am,, nyam nyam nyam


Mili terus makan dengan disuapi oleh Bi, tiba - tiba terdengar suara pintu diketuk dan dibuka


Tok tok tok


Ceklek


krtieeett


Biru dan Mili menatap bersamaan ke arah pintu masuk dilihatnya bi Marni yang datang berkunjung


" Bi Marni? "


" Non, bagaimana kabar non Mili?


Bibi sangat khawatir ketika non Mili pingsan waktu itu "


Terlihat raut muka bi Marni begiti khawatir ketika mengatakannya


" Aku sudah baik - baik saja bi. Terimakasih ya "


Mili tersenyum lembut kepada pengasuhnya itu


" Non, non Mili sudah di usir kemarin itu. Setelah keluar diri sini. Kemana non Mili akan pergi? "

__ADS_1


Wajah Bi Marni murung dia berbicara sambil menghapus air mata yang perlahan menetes di wajahnya dengan sebuah sapu tangan


" Bibi tenang saja. Setelah dari sini, dia akan ikut bersamaku "


Kata Biru sambil memegang tangan Mili


" Tapi kalian tidak mungkin tinggal 1 rumah kan "


" Kami memutuskan untuk menikah setelah Mili keluar dari rumah sakit "


Biru berkata sambil menatap Emili penuh cinta


" Benarkah? Bibi senang mendengarnya. Bolehkah bibi ikut hadir saat pernikahan kalian? "


Bi Marni berkata dengan sangat lembut


" Tentu saja bi. Tapi kami hanya akan mengadakan ijab kabul di KUA saja. Kami akan menunda untuk resepsi pernikahan. Lagipula, orang tuaku tidak berada disini. Tidak apa kan sayang? "


Tanya Biru kepada Mili


" Iya, yang penting aku bisa sama kamu Bi "


Mili menganggukkan kepala dan tersenyum lembut


Bi Marni menatap Mii penuh rasa haru. Biru memperhatikan ekspresi bi Marni dan mengernyitkan dahi melihatnya


Sepertinya ada yang disembunyikan oleh bi Marni. Aku yakin bi Marni tahu sesuatu tentang Mili. Aku harus menanyakan langsung padanya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Kak Alex aku butuh laporan keuangan perusahaan dan juga daftar tender yang sedang kita kerjakan "


Bi Companies bergerak di bidang real estate. Perusahaan ini sudah banyak membangun real estate mewah.


" Baiklah, akan segera ku Siapkan! "


Alex meninggalkan ruangan Ji untuk menyiapkan apa yang dia butuhkan. Tak lama dia kembali keruangan Ji dengan dokumen yang telah diminta Ji..


" Ini dokumen yang kamu butuhkan! "

__ADS_1


" Terimakasih kak! "


" Saya keluar dulu Ji. Saya harus mempersiapkan dokumen lain yang kamu butuhkan. Biar Adel membantuku. Agar dia mengerti pekerjaannya setelah aku ke Taeson Elektronik "


" Baiklah! "


Alex meninggalkan Ji. dan Ji mulai memeriksa setiap lembar dokumen satu persatu. Dia juga memeriksa daftar proyek baru yang akan segera di jalankan.


Sejauh ini tidak ada masalah, ya meskipun Bi sedikit lambat dalam mengambil keputusan, tapi kurasa dia cukup baik dalam mengelola bisnisnya. Jika memang di gagal, mana mungkin perusahaan ini bisa berkembang hanya dalam waktu 3 tahun saja


Gumam Ji disertai senyum tipis dibibir indahnya


Ketika sore harinya Ji hendak pulang dari kantor, dia berjalan bersama dengan Adel menuju lift. Di ** Companies tidak ada lift khusus untuk pejabat tinggi. Jadi Ji dan Adel menaiki lift yang sama dengan karyawan biasa. Dia berdiri di pojok lift, tidak ada yang memperhatikan karena Ji menundukan kepalanya.


**Apa kamu sudah tahu kalau perusahaan kita sekarang di ambil alih oleh sodaranya pak Biru


Iya aku sudah mendengarnya. Katanya dia perempuan yang menyeramkan melebihi pak Biru.


Ku dengar juga begitu, katanya dia suka menindas dan tidak suka dibantah.


Ku dengar juga dia begitu dingin dan jutek. Mungkin karena dia cantik jadi dia begitu sombong**


Para karyawan laki - laki dan perempuan terus saja membicarakan Ji tanpa mereka tahu kalau Ji berada di belakang mereka. Ji hanya tersenyum tipis. Adel hendak membuka suara tapi Ji menggelengkan kepala dan menahannya. Setelah tiba dilantai bawah mereka semua turun dan meninggalkan Ji dan Adel berajalan terakhir dibelakang


" Ji, kenapa kamu tidak memberitahu mereka kalau kamu ada di dalam lift? "


Kata Adel penasaran


" Biarkan saja. Aku ingin dengar pendapat mereka tentangku. Ternyata seperti itu orang lain menilai ku "


Ji tersenyum tipis


" Tapi kan itu tidak benar Ji? "


" Adel, aku pernah bilang padamu. Kamu belum mengenalku dengan baik. Jadi kamu tidak bisa menilaiku terlalu baik"


" Sudahlah , kamu bisa pulang. Terimakasih untuk hari ini "


" Baik Ji. Aku pulang dulu"

__ADS_1


Ed sudah menunggunya di luar kantor. Begitu dia melihat Ji berjalan keluar gedung. Ed segera keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Ji. Dia berjalan dengan kaki panjangnya menuju Ji, begitu gagah hingga mempesona setiap wanita yang melihatnya


" Ratu ku kita pulang sekarang? "


__ADS_2