Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Pembalasan untuk Alisa


__ADS_3

Alisa merasa senang setelah mendapatkan pesan dari Biru


" Akhirnya,, pria tampan ini bisa terpikat olehku. Aku pasti akan mengamankan posisi sebagai brand ambasador di perusahaannya "


Pikir Alisa dengan tersenyum licik


Sore hari di hotel XX


Bi telah memesan kamar sweet room dan meminta Alisa langsung masuk ke kamarnya. Alisa berjalan disepanjang lorong dan masuk kekamar yang telah Bi katakan sebelumnya


Ceklek


Pintu terbuka, Dia melihat Biru sedang duduk di sofa dan mendekatinya.


" Pak Biru, saya tahu kalau bapak tertarik dengan saya. Bagaimana kita menjalin kerja sama yang menguntungkan dengan saling terikat. Saya yakin, kalau pak Biru tidak akan kecewa bersama saya " Alisa langsung duduk di sebelah Biru dan bertingkah sangat manja dan genit


Dia berdiri dihadapan Bi dan mulai membuka dresnya yang cukup minim itu. Memperlihatkan bagian dalam tubuhnya


Bi hanya mengernyitkan dahi dan bergumam dengan senyum sinis "Cih, jika itu Emili, mungkin aku akan sangat tertarik dan tidak akan menolak. Tapi ******* seperti ini, mana mungkin aku tertaik. Meskipun dia dengan sukarela memberikannya padaku "


Biru sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Alisa, jadi dia telah menyiapkan kamera di salah satu sudut ruangan yang dapat dengan jelas mengambil gambarnya


" Hentikan! "


Bi berkata dengan dingin dan tatapan yang tajam


" Kamu pikir, aku akan tertarik dengan tubuhmu itu? Menurutmu kenapa aku mengatakan untuk membentuk kerja sama denganmu? "


Alisa terkejut dengan tanggapan Bi,,


" Apa maksudmu? " Tanyanya dengan heran


" Aku mengatakan kerja sama denganmu bukan sebagai model. Tapi, bekerja sama untuk mundur dari dunia model dan tidak memperlihatkan wajahmu lagi dihadapan ku ataupun Ji. Aku ingin kamu pergi jauh dari sini " Bi masih tenang tapi tatapannya berubah menjadi sangat menyeramkan

__ADS_1


Kaki Alisa seketika lemas, dia terduduk di lantai


" Ji? Apa hubunganmu dengan Ji? Apa Ji sebelumnya telah menyerahkan tubuhnya juga padamu? Kenapa aku harus berhenti menjadi model? "


Alisa berkata dengan memberikan tatapan sinis kepada Biru.


Bi yang kesal berkata dengan nada yang tinggi dan meraih dagu Alisa dengan begitu kuat, hingga dia meringis kesakitan


" Apa kamu bilang? Aku kakaknya Ji. Kamu pikir, kamu ini siapa? Berani - beraninya berusaha mencelakai adikku dan berkata hal yang tidak - tidak tentang dia? Apa kamu pikir keluarga Kusuma tidak memiliki moral seperti apa yang kamu katakan, hingga harus naik ke atas ranjang untuk mengamankan posisi model? Kamu tidak lebih dari seorang model sampah! "


Bi menghempaskan Alisa kesamping dengan kasar dan sorot matanya yang memancarkan kemarahan


Alisa semakin terkejut dengan perkataan Biru


" Keluarga Kusuma? Maksudmu, Ji,, adalah anak dari pebisnis Yudha dan Gina? "


" Tentu saja. dan aku tidak ingin lagi melihatmu ada disekitar kami. Jika kamu masih terlihat disini. Aku akan menyebarkan vidio pulgarmu ke media "


" Oh iya, sebelum kamu menyesal nantinya, cepat kenakan lagi pakaianmu sebelum semuanya terlambat! "


" Seret dia keluar, aku tidak ingin melihat ******* ini lagi " Kata Bi dengan nada dingin dan tatapan mata yang tajam seakan ingin membunuh


" Pak Biru tolong ampuni saya. Saya janji tidak akan mengganggu Ji lagi. Tolong pak! "


Alisa berteriak, tapi Bi tidak mendengarkan dan mengambil hand sanitizer karena tangannya telah menyentuh Alisa


" Cih, dasar model tak punya otak. Berani bertindak tapi tidak berani menerima akibatnya "


Setelah Alisa keluar Bi menghubungi Alex.


" Halo Alex. Berikan informasi mengenai Alisa kepada wartawan, biarkan mereka menyebarkannya! "


Bi berkata dengan senyum jahatnya

__ADS_1


" Oke "


Alex memberikan jawaban singkat lalu mengirimkan pesan pada salah seorang wartawan


Alisa simodel cantik yang lembut dan baik hati. Rela naik ke atas ranjang demi mengamankan posisi sebagai model salah satu brand ternama


Dengan berita yang di keluarkan oleh wartawan berita online. Jagat maya menjadi heboh atas apa yang telah dilakukan Alisa. Dengan begitu dia tidak akan bisa lagi menjadi model lagi


" Sekarang tiba giliranmu Sella "


Gumam Biru menyeringai, setelah melihat postingan dari berita online


\=\=\=\=\=\=\=\=


Ji hari ini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Perban yang mengikat kepalanya telah dilepas, hanya ada perban kecil untuk menutupi lukanya saja. Tapi kakinya masih diperban dan dia masih menggunakan kursi roda.


Ji meminta untuk memakai tongkat saja, tapi papinya bersikeras untuk mengenakan kursi roda.


Ceklek


terdengar suara pintu dibuka, kemudian muncullah dari balik pintu, Edward yang hari ini tidak memakai seragam. Dia berpakaian casual, dengan mengenakan celana jeans panjang, T-shirt polos dan jacket.


" Permisi Om, tante, Ji " Edward menyapa satu persatu


" Loh, kak Edward, ko tidak menyapaku? aku ini tidak kelihatan bukan? "


Kata Vio dengan bibir yang mengkerut


" Maaf Vio cantik! " Edward tersenyum dengan santainya,,


" Sudahlah Ed, jangan dengarkan dia " Kata Yudha dengan santai, Edward hanya membalas dengan senyum. " Hari ini, kamu tidak bertugas? " sambungnya lagi


" Hari ini aku cuti om "

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu. Kita pulang sekarang "


" Sepertinya aku mencium sesuatu ka " Bisik Vio kepada Ji dan dibalas dengan tatapan tajam dari Ji seakan berbicara " Awas kau! "


__ADS_2