
Vio terus saja termenung selama berada di dalam pesawat. Dia menyalakan televisi namun tidak menontonnya
" Apa kak Leo akan baik - baik saja? Aku takut jika dia berada dalam bahaya disana. Aku ingin selalu bersama dan menemani dia "
Gumam Vio sambil menatap keluar jendela
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di negara F,,,
Drrrttt drrrrtt drrrrtt
" Hallo tuan Jendral "
" Halo,, sepertinya ratuku sedang sibuk sekali saat ini, karena menjadi trending topic di majalah online. Sampai - sampai dia melupakan tunangannya yang tampan ini "
Goda Ed pada Ji setelah Ji menerima panggilan telepon darinya
" Hei tuan Jendral, apa kamu sedang marah?Sepertinya tuan Jendral yang sedang sibuk karena ada pelatihan anggota militer baru. Dan lagi pasti banyak tentara wanita yang baru dan masih muda "
" My queen. Itu tidak berpengaruh buat ku. Meskipun ada banyak wanita yang cantik dan lebih muda dihadapanku. Mereka semua tidak berarti bagiku. Dimataku hanya kamu gadis tercantik yang selalu membuatku terpesona dan tergila - gila setiap waktu "
" Tuan Jendral, beruntung sekali karena kamu tidak berada di dekatku. Jika saja kamu disini, aku sudah pasti akan memukulmu karena telah berani membuat wajahku berubah menjadi merah saat ini "
" Siapa bilang aku tidak ada di dekatmu? Saat ini aku sedang berada didepan pintu apartemen mu "
Kata Ed dengan nada bicaranya yang santai
" Apa? Kamu berada didepan pintu? Kenapa tidak memberitahuku! "
Ji terkejut hingga dia berteriak kemudian dia segera berjalan keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu. Ternyata benar Ed sedang berdiri di depan pintu
" Kenapa kamu tidak langsung menekan bel? Malah diam disini dan mengerjaiku! "
Ji langsung mengomeli Ed begitu dia membuka pintu
" My queen, apa kamu ingin semua orang tahu pertengkaran dalam rumah tangga kita? " Ed berkata dengan suara pelan. Ji menoleh kesana kemari setelah mendengar perkataan Ed
" Baiklah, ayo masuklah! "
" Apa kamu tidak bertugas? "
Tanya Ji sambil membawakan secangkir kopi untuk Ed yang kini telah duduk di sofa ruang tamu
" Aku menyempatkan sedikit waktu untuk melihat wajah ratuku yang katanya tengah berlibur. Tapi kenapa kamu bisa libur? Apa ada sesuatu yang terjadi? "
" Bagaimana kamu tahu kalau aku sedang tidak bekerja? "
__ADS_1
" Kenapa malah balik bertanya? Kan aku yang bertanya lebih dulu! "
" Aku tidak peduli. Kamu jawab aku dulu, darimana kamu tahu kalau aku tidak bekerja? "
" My queen,, aku sudah pernah bilang kalau aku sudah memasang alat detektor ditubuhmu. Jadi aku pasti tahu kamu dimana dan apa yang kamu lakukan "
Ed tersenyum menggoda Ji
" Hentikan! Katakan yang sebenarnya padaku! " Ji memukul Ed menggunakan bantal yang ada di sofa
" My queen, ini adalah sebuah kekerasan dalam rumah tangga. Kita belum menikah tapi kamu sudah berani memukul ku. Bagaimana jadinya kalau kita sudah menikah? "
" Kalau begitu tidak usah menikah denganku! " Ji yang kesal berdiri dan hendak meninggalkan Ed, tapi
" Aaach! "
" Jangan pernah katakan itu lagi! Aku tidak ingin kehilangan mu. Setelah bertahun - tahun aku mencarimu, mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja, huh? "
Ed menarik kembali tangan Ji hingga dia jatuh dipangkuannya. Kemudian Ed memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Ji
" Benarkah? Apa kamu bisa berjanji kalau kamu akan setia kepadaku? " Ji sedikit menoleh pada Ed
" Apa itu masih perlu dipertanyakan? "
" Tentu saja. Kamu tahu kalau aku bukan gadis baik. Bagaimana kalau suatu hari nanti kamu tidak suka lagi denganku yang sekarang ini. Terlebih lagi kulitku ini.... "
My queen, aku tidak ingin ada hal apapun yang menjadi beban untukmu. Cukup kamu jadi dirimu sendiri dan aku pasti akan jadi orang pertama yang akan mendukungmu. Karena aku tahu, tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Dan kamu tidak akan mengambil tindakan yang dapat melukai atau menyakiti orang lain jika tidak ada yang memprovokasi mu lebih dulu. Berhentilah memikirkan hal yang tidak - tidak! "
" Tuan Jendral, bagaimana bisa kamu selalu berkata manis dan membuatku hanyut dalam setiap kata - katamu? "
" Itu karena kamu seperti bunga yang selalu menarikku untuk hinggap dan membuat madu yang manis "
" Hahaha,,,
ungkapan seperti apa itu, sama sekali tidak masuk di akal "
" Terserah... Yang penting bagiku adalah kamu memang wanita terindah yang membuatku ingin selalu memujamu. Bukankah begitu serasi jika kamu jadi bisnis woman yang sadis juga sukses dan aku tentara yang tampan juga berwibawa "
" Cih,, Kamu terlalu membanggakan diri sendiri. Sudah lepaskan! "
Ji berdecih dan berusaha melepaskan diri dari dekapan Ed
" Bukankah itu kenyataannya my queen? "
Ed sedikit berteriak karena Ji telah meninggalkannya menuju ruang kerja untuk mengambil laptop miliknya
" Terserah kamu saja. Aku harus mengerjakan sesuatu terlebih dahulu! "
__ADS_1
Ji telah mengambil laptopnya dan kembali duduk di samping Ed, kali ini dia mendengarkan hasil dari rekaman penyadap yang ada di tas kerja Rian. Rekaman itu berisi percakapan Rian dan ayahnya untuk mencari dana bantuan untuk perusahaan
" *Pah, aku tahu siapa yang bisa membantu kita. Aku akan meminta bantuan pada Biru "
Rian teringat pada Biru setelah membaca postingan tersebut
" Apa kamu yakin kalau dia akan membantumu? "
" Tentu pah. Selama ini kan kami berteman, meskipun bukan teman dekat "
Rian begitu yakin dengan ucapannya
" Baiklah, kamu coba hubungi dia dan mintalah pinjaman darinya! "
"Baik pah* "
Ji tersenyum setelah mendengar rekaman itu
" Apakah ada sesuatu yang menyenangkan? "
Ed menjadi penasaran setelah melihat senyum Ji yang mencurigakan
" Aku harus menghubungi Bi terlebih dahulu. Dia harus mengikuti permainan ku juga "
Ji menoleh pada Ed kemudian meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja
Tuuut tuuut tuuut
Biru menerima panggilan telepon Ji setelah terdengar beberapa kali nada tersambung
" Halo Bi,,? "
" Iya Ji. Ada apa? "
Terdengar suara tenang Biru setelah menerima panggilan Ji
" Bi, nanti Rian pasti penghubungimu untuk meminta bantuan dalam menutupi biaya perusahaannya. Kamu harus membantunya agar kita melihat bagaimana cara dia dalam mengambil hatimu "
" Kamu tahu darimana? "
" tentu saja aku tahu, karena aku telah mempersiapkan segalanya dengan matang "
Jawab Ji dengan penuh percaya diri
" Cih sombongnya nona muda kita yang satu ini "
Jawab Bi mengejek Ji
__ADS_1
" Tidak apa dia sombong yang penting dia tetap akan jadi milikku! "