
Ed membawa Ji keluar dari rumah sakit. Dia menggunakan kursi roda untuk membawa Ji
" Ed, aku sudah bisa jalan sendiri. Aku tidak membutuhkan kursi roda "
" My queen. Kamu harus menggunakan kursi roda atau kamu lebih suka aku yang menggendong mu ke dalam mobil "
Jawab Ed dengan senyum lembut dan tatapan hangat
" Tidak, aku naik kursi roda saja "
Ji merasa tidak nyaman dengan pandangan semua orang terhadapnya, dia mengira semua tatapan itu karena dirinya menggunakan kursi roda. Padahal itu semua salah, Tatapan itu mengarah padanya karena tindakan Ed sebelumnya. Para suster pun kembali membicarakan Ed
"Benarkah itu pria yang terlihat menyeramkan tadi? Tatapan matanya sungguh berbeda 180 derajat dari sebelumnya "
"Benar, tadi dia terlihat menyeramkan. Tapi ketika bersama sang istri, dia terlihat begitu lembut dan perhatian, mumbuatku iri saja"
Ed sama sekali tidak mempedulikan perkataan para pekerja rumah sakit. Dia tetap mendorong kursi roda hingga ke tempat parkir, namun berbeda dengan sang istri. Ji tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Dan dia merasa aneh dengan pandangan semua orang padanya
" Ed, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa semua orang seperti memperhatikan aku? Apakah telah terjadi sesuatu? "
" Tidak ada apa - apa my queen. Kamu tidak perlu mempedulikan mereka "
Ed tidak ingin Ji tahu apa yang telah dia lakukan
Setibanya dirumah, Ed menggendong Ji dari mobil
"Ed aku bisa jalan sendiri. Kamu pikir aku ini tidak bisa berjalan? "
"Tidak apa, aku hanya ingin menggendong mu saja. Setelah ini biar aku buatkan bubur"
Setelah tiba dirumah Ed meletakkan Ji perlahan di sofa depan televisi dan kembali ke dapur untuk memasak bubur
"my queen, makan buburnya dulu "
Ed meniupinya dan menyuapi Ji dengan penuh perhatian
" Aku bisa makan sendiri Ed "
" Tidak papa. Biar aku saja! "
Ji merasa tidak nyaman dengan perhatian Ed yang berlebihan
" Ed bisakah kamu memasak spagethi sekarang? "
__ADS_1
Kata Ji dengan tatapan penuh harap
" Tentu akan aku buatkan sayang. Apapun yang kamu inginkan pasti akan aku penuhi "
Ed bergegas ke dapur dan membuatkan spagethi untuk sang istri. Setelah selesai dia kembali ke ruang televisi dan duduk disamping sang istri
" My queen, buka mulutmu. Aaa.. Biar aku suapi "
Ed menyodorkan satu sendok spagethi ke mulut Ji, dia hendak menyuapinya
" Aku tidak ingin makan itu. Aku hanya ingin melihatmu makan spagethi di depanku "
Ed terdiam sejenak, dia cukup terkejut dengan permintaan Ji
" Ku kira dia meminta spagethi untuk dia makan sendiri, padahal aku sudah membuatkan yang spesial untuknya. Ternyata dia memintaku memasaknya untuk aku makan sendiri. Hadooh! "
Ed menghela nafas kasar dengan tingkah Ji.
" My queen biar aku kupaskan buah untukmu? "
" My queen. kamu tidak boleh lelah, biar aku yang bawa tas kerjamu"
" My queen jangan menggunakan high heels "
" My queen selama kamu hamil, kita akan pindah ke kamar bawah saja! "
Ed bertingkah lebih protektif ketika Ji mengandung. Semua orang dibuat geleng - geleng kepala juga terpesona dengan tingkahnya yang menggemaskan . Sedangkan Ji hanya bisa mengusap dada dan menghela nafas kasar karena tingkah berlebihan sang suami. Bahkan disaat Ji hendak melahirkan, Ed terlihat lebih panik daripada Ji yang akan melahirkan
Ji melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Chevania Sayna Krisnajaya. Mereka tidak menggunakan nama Kusuma karena anak mereka menggunakan nama keluarga Ed
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari pernikahan Vio dan Leo akhirnya digelar. Pesta pernikahan mereka digelar dengan cukup meriah dengan tema internasional garden. meskipun tidak terlihat semewah Ji, namun pesta Vio dan Leo sangatlah meriah
Vio terlihat sangat cantik dengan balutan dress yang simpel dan riasan tipis. Dengan mengenakan mahkota berlian berwarna putih dan seikat bunga di tangan membuatnya tampak seperti bidadari yang turun dari langit. Senyum yang begitu menawan tak pernah pudar dari wajah cantiknya
Leo telah menunggu lebih dulu di aula pernikahan. Leo terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo berwarna hitamnya. Dia terlihat berbincang dengan tamu lain dan juga kedua kakak iparnya sembari menunggu kedatangan calon istrinya
__ADS_1
Tak lama berselang Vio datang di dampingi Yudha. Gina, Ji dan Mili mengikutinya dari belakang. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian. Semua orang terpana dengan kecantikan sang mempelai wanita. Yudha menggandeng putri bungsunya itu ke pelaminan. Dimana sang calon mempelai pria dan juga penghulu telah menunggunya..
Yudha menyerahkan tanggung jawab kepada Leo untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan Vio dalam sebuah ijab qabul.. Setalah semua mengatakan ' SAH ', pasangan pengantin baru itu menyematkan cincin berlian di jari manis masing - masing.. Sebagai simbol bahwa mereka saling memiliki
" Gadis kecil, bangun! Ini sudah pagi.. "
Leo duduk disebelah Vio dan berusaha membangunkan sang istri dari tidurnya
" Kak, bisakah aku tidur lebih lama? Lagipula hari ini kan kita tidak pergi ke kantor "
Dengan mata yang masih terpejam Vio menjawab Leo
" Apa kamu tidak lapar? aku sudah membuatkan nasi goreng untuk kita sarapan"
Leo berusaha membujuk Vio untuk bangun
" Benarkah? Tapi aku mau kak Leo menggendong ku "
Katanya dengan nada yang manja
" Baiklah. Ayo bangun! "
Leo akhirnya mengalah dan dia menggendong Vio menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mereka mulai sarapan.
Kehidupan rumah tangga Vio dan Leo tidak berubah dari sebelum dia menikah.. Dia masih tetap Vio yang manja dan juga cerewet. Dia tidak pernah jauh dari Leo. Ketika bekerja mereka bersikap profesional sebagai direktur utama dan sekretaris pribadi. Namun ketika diluar pekerjaan mereka tidak malu untuk menunjukkan keromantisan mereka masing - masing.
Banyak orang iri setelah melihat keromantisan mereka. Semua karyawan Leo selalu menjadikannya sebagai couple goal. Leo tetap ramah kepada orang lain namun dia akan tegas jika orang itu berusaha mengganggunya atau sang istri..
Kehidupan rumah tangga keluarga Kusuma selalu membuat orang iri. Mereka selalu menjadi couple goals dalam berumah tangga dan juga bisnis. Mulai dari Yudha dan Gina, Biru dan Mili, Ji dan Ed, sekarang Vio dan Leo.
Mereka tidak pernah membiarkan orang luar mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka. Tidak ada toleransi untuk siapapun yang berusaha menghancurkan keutuhan rumah tangga mereka
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai readers ga kerasa ya udah selesai kisah Biru, Jingga dan Vio. Ga kerasa juga loh udah lebih dari 200 chapter. Terima kasih atas dukungan reader selama ini, karena selalu setia mengikuti kisah mereka dari awal.
Author minta maaf ya bila ada kesalahan. Maklum, authornya bukan penulis profesional.
Sampai jumpa lagi di ceritaku selanjutnya
__ADS_1
Love you all