
Setelah melepaskan Nasya, Bi berjalan dengan cepat ke arah Ji. Dia mengangkat Ji perlahan ke dalam pangkuannya dan menggendongnya keluar dari gedung untuk menuju rumah sakit
" Minggir! menyingkir dari jalanku! "
Biru masih kalut saat berusaha membawa Ji dari sana. Dia masih terlihat panik. Bahkan tidak mempedulikan papi dan juga Ed yang ada disana bersamanya.
Yang Bi pikirkan hanyalah membawa Ji kerumah sakit secepatnya!
Yudha terkenal sebagai pebisnis dingin dan kejam. Tapi baru kali ini dia melakukan kekerasan fisik, tidak lain dan tidak bukan, karena lawannya menggunakan cara fisik untuk memprovokasi Yudha.
Tidak ada yang berani membantahnya saat ini. Edward sebagai tentara, berusaha menyarankan untuk mengambil jalur hukum
" Om, lebih baik kita serahkan dia ke polisi. Biar polisi yang menghukumnya! "
Edward berkata dengan sedikit ragu
" Polisi hanya akan memberikan hukuman yang ringan. Dia hanya akan di tahan beberapa tahun, kemudian di bebaskan begitu saja. Aku ingin dia merasakan dulu apa yang Ji rasakan. Baru dia boleh masuk penjara! "
Tatapan Yudha yang begitu dingin masih tertuju pada Nasya
" Hendri!
Urus keluarga Aditya dan juga orang - orang ini! biarkan mereka sedikit merasakan apa yang Ji rasakan, sebelum mereka masuk ke dalam penjara. Mereka juga harus tahu bagaimana rasanya di tampar dan di cambuk dengan ikat pinggang seperti yang gadis ini lakukan pada Ji.
Selama ini tidak ada yang berani melawanku. Rupanya mereka ini memiliki nyali besar untuk mengetahui secara langsung bagaimana aku bermain dengan lawanku! "
Yudha sedikit tersenyum sinis
" Baik, tuan!
Bawa mereka kemari! "
Hendri meminta pengawal untuk membawa Rama, Nasya dan juga anak buahnya agar berkumpul.
" Tuan tolong ampuni anakku. Ini salahku karena tidak mendidiknya dengan benar. Lepaskan dia tuan, luka cambuk bisa meninggalkan bekas di tubuhnya! "
__ADS_1
Rama berusaha untuk menolong Nasya.
Yudha menatapnya dengan tajam
" Lantas bagaimana dengan putriku?
Dia adalah seorang model, bahkan dia tidak ikut aku terjun ke dunia bisnis karena cita - cita dari kecilnya adalah menjadi model terkenal. Aku membiarkan dia tinggal di negara ini juga agar dia bisa mewujudkan mimpinya. Apa hak yang kalian memiliki untuk menghancurkan mimpi anakku? "
Nasya dan Rama tertunduk, tidak dapat berkata apa - apa lagi.
" Hendri! lakukan! "
Buk,
aaach!
Buk
Aach!
Buk
Nasya, Rama dan kelima anak buah Nasya di cambuk secara bergantian menggunakan ikat pinggang. Mereka sudah berlumuran darah, penuh lebam dan luka cambuk.
Yudha merasa puas melihat mereka meringis kesakitan.
" Hendri, hentikan! Sekarang bawa mereka ke kantor polisi! Kurasa sudah cukup pelajaran yang kuberikan kepada mereka. "
Hendri mengangguk dan Yudha mulai berjalan keluar gedung dan meninggalkan mereka. Kemudian dia kembali menoleh tanpa membalikkan badan dan berkata
" Jika kalian berani macam - macam lagi denganku, kalian pasti mati saat itu juga! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara ditempat lain. Bi sudah tiba dirumah sakit dan berjalan dengan cepat sambil menggendong Ji yang tak sadarkan diri di temani oleh beberapa pengawal berbaju hitam. Dia terus saja bergumam selama dalam perjalanan
__ADS_1
" Ji,,, bertahanlah. Kamu tidak boleh meninggalkanku! Aku akan sangat membencimu jika itu sampai terjadi "
" Dokter!
Suster!
Cepat periksa adik saya! "
" Silahkan letakkan disini! "
Suster mendekati Bi dengan membawa kasur dorong rumah sakit, dan mendorongnya menuju ruang UGD
" Tuan, maaf anda tidak di izinkan masuk! Silahkan tunggu diluar! "
Ssuter melarang Bi masuk dan hanya membiarkannya menunggu diluar.
Bi yang panik menunggu diluar dan terus saja berjalan kesana kemari di depan pintu UGD
" Ji,, ji,, bertahanlah. Ku mohon. Aku tidak bisa membayangkan jika tak ada kamu disampingku. Tidak ada yang bisa memisahkan kita Ji. Ku mohon bertahanlah!!! " Air mata tak henti mengalir dari wajah tampannya.
Setelah beberapa lama akhirnya dokter keluar dari ruang UGD. Bi langsung menghampiri sang dokter ketika melihatnya
" Bagaimana adik saya dok? "
Tanya Bi dengan panik
" Lukanya sudah diobati, dia baik - baik saja. Beruntunglah karena luka itu hanya luka luar dan tidak merusak tulangnya. Hanya saja,,, sepertinya luka itu akan meninggalkan bekas ditubuhnya! Saya permisi, pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat "
Kata dokter dengan sangat hati - hati, kemudian pergi meninggalkan Bi yang termenung
Bi terkejut, kakinya tiba - Tiba lemas setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, bahwa Ji tidak dapat menjadi mohingga dia mundur beberapa langkah dan duduk lagi di kursi tunggu.
" Bekas lukanya tidak akan hilang? Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan pada Ji? Apa yang akan dia lakukan setelah itu? Impiannya adalah menjadi model. Sekarang tidak mungkin baginya unyuk meneruskan karirnya sebagai model dengan banyak bekas luka yang dia miliki ditubuhnya . Huuu? "
Bi membuang napas kasar memikirkan cara mengatakannya pada Ji.
__ADS_1
" Sudahlah, aku harus mengatakannya pada papi agar dia yang nanti berbicara dengan dokter untuk mencari solusinya "