
Semua mata dikeluarga Hardi masih tertegun tak percaya kalau mereka harus hancur hanya dalam waktu 1 hari. Mereka mamatung menatap punggung Ji dan Ed yang semakin mejauh
" Ini semua salahmu Hardi, karena kamu tidak pernah bisa merubah sifat buruk layaknya donjuan itu. Sekarang nasib keluarga kita harus hancur seperti ini gara - gara kamu. Dasar anak tidak tahu di untung! "
Ayah Hardi mulai menyalahkan Hardi karena kebangkrutan mereka
" Benar. Sekarang kami juga harus terkena imbas dari kelakuan bodoh mu itu! "
Ayah Clair juga ikut menyalahkan Hardi
" Hei, kenapa kamu ikut menyalahkanku? kamu kehilangan rumah dan aset mu itu karena kebiasaan berjudi mu sendiri bukan salahku. Jika kamu tidak suka berjudi maka Ji juga tidak akan bisa menghancurkan mu "
Hardi yang tidak terima disalahkan berkata dengan nada tinggi
" Apa kalian sudah cukup saling menyalahkannya? Mau tahu siapa yang salah disini sebenarnya? " Adel berkata dengan tenang dan menatap seakan menyelidik
" Ini salah kalian sendiri. Harusnya kalian bisa saling berintrospeksi diri sendiri. Semua ini tidak akan menimpa kalian kalau dari awal kalian tidak pernah melakukan kesalahan. Sekarang,,, yaaah.,, Nikmati saja hadiah yang sudah Ji berikan kepada kalian "
Adel berkata dengan senyum penuh kepuasan terukir di bibir indahnya sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan
" Ingat. Kalian harus segera pergi dari sini. Besok pagi! aku akan mengirim orang kemari. Jika ternyata kalian masih berada disini, maka kalian akan dilemparkan langsung kejalanan " Setelah selesai berbicara Adel langsung berjalan pergi meninggalkan rumah itu di ikuti Bina, tapi tiba - tiba
Sruk
" Bina tolong maafkan kesalahan kami, kami sudah tidak punya tempat tinggal. Biarkan kami tinggal bersama denganmu. Kita masih satu keluarga dan kami bersedia melakukan pekerjaan apapun di rumahmu! "
__ADS_1
Pak Sukmajaya dan istrinya bersimpuh di kaki Bina dengan mata yang berkaca - kaca. Bina terkejut dan bingung karena sikap orang tua angkatnya tersebut. Dia menoleh kepada Adel dengan mata yang seakan bertanya " Bagaimana ini? " dan dahi yang mengkerut
Adel membuang muka dan mencibir mereka
" Cih, benar - benar keluarga tidak tahu malu. Disaat kalian memiliki harta, kalian membuang dia ke jalanan seperti seekor binatang, disaat kalian tidak memiliki apa - apa, kalian mulai menjilatnya. Menjijikan! "
" Jika kamu masih ingin di manfaatkan dan direndahkan oleh mereka. Silahkan saja ajak mereka ke apartemen mu. Tapi jika kamu ingin membuat mereka memetik pelajaran dan menyesali setiap perbuatan buruk mereka. Maka biarkan mereka belajar hidup sendiri dijalanan " Sambung Adel dengan acuh tak acuh sambil berjalan pergi meninggalkan Bina. Bina terdiam dan akhirnya mengikuti Adel tanpa mempedulikan mereka
Habislah kita. Kita benar - benar harus hidup dijalanan mulai dari sekarang
***
" Ed apa kamu tidak membenciku karena aku selalu membuat orang lain menderita? " Kata Ji lembut sambil menoleh pada Ed yang sedang mengemudikan mobilnya. Wajahnya terlihat murung dan sedih
" My queen, bahkan jika kamu membunuh sekali pun aku tidak akan pernah membencimu dan akan selalu mendukung mu. Karena aku tahu betul dan saaangat yakin, kalau kamu adalah gadis yang sangat baik. Kamu tidak akan mengganggu atau melukai orang lain tanpa di provokasi. Biarkan saja mereka berkata kalau kamu kerjam, karena kamu hanya hanya kejam dimata mereka yang bersalah padamu . Tapi bagiku, kamu adalah gadis paling baik hati dan paling aku cintai "
" Hentikan bualanmu itu. Benar - benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku tetap jadi gadis lembut dan baik hati. Sedangkan aku tidak bisa bersikap lembut sama sekali, apalagi jika aku sampai menyebabkan seseorang meninggal. Baik hati dari mananya itu? " Ji kembali pada mode juteknya
" Aku tidak peduli soal itu, yang penting dimataku kamu seperti apa, itu urusanku. Aku tidak harus mendengar pendapat orang lain. Aku memiliki pendapat ku sendiri terhadap gadis ku. Jadi kamu tidak harus mendengarkan mereka. Cukup perkataan ku saja yang kamu dengarkan. Kamu mengerti kan, my queen? "
Senyum Ed begitu indah seakan ada bintang - bintang di sekitar wajahnya yang membuat dia terlihat semakin tampan saat mengatakannya. Ji terpesona melihat wajah Ed yang tampak bersinar sampai dia tidak mengedipkan mata saat menatapnya.
" Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu? Apa kamu sangat terpesona hingga tidak mengedipkan mata? Dan jika kamu terus seperti itu,,,, rasanya sangat menggemaskan hingga aku ingin menerkammu saat ini juga " Ed menggoda Ji dengan kata - kata manis dan senyum menawannya
" Ah "
__ADS_1
Ji tersadar setelah mendengar kata - kata Ed dan dengan cepat memalingkan wajahnya yang kini telah berubah menjadi sangat merah
" Hahaha, my queen aku suka sekali melihat ekspresi mu itu. Itu membuatku merasa spesial karena hanya aku yang dapat melihat ekpresi gugup, salah tingkah dan tersipu malu itu "
Ed terbahak melihat ekspresi Ji yang memang benar, hanya akan terlihat oleh Ed dan keluarganya saja. Karena orang luar hanya akan tahu kalau Ji adalah wanita yang tegas, pemberani, dingin dan kejam. Tapi dibalik itu dia adalah perempuan yang manja, baik hati dan perhatian.
Mulut Ji mengerucut sambil menatap keluar jendela seperti anak kecil yang sedang marah karena digoda.
" My queen bagaimana kalau dalam 3 hari kedepan kita ke negara A? Aku sudah tidak sabar mengenalkanmu pada keluargaku. Aku yakin mereka akan sangat senang bertemu denganmu. Lagi pula lusa perban wajah Mili akan dibuka dan mereka juga bisa segera keluar dari rumah sakit. Kurasa kamu juga tidak akan terlalu khawatir pada mereka. Sekarang Biru memiliki Mili yang akan selalu berada disampingnya. Bagaimana menurutmu? " Seketika Ji langsung menoleh kembali menatap Ed
" Hemmm,, apa kamu yakin keluargamu akan menyukaiku? Apa kamu sudah menceritakan tentangku sebelumnya pada mereka? "
Tanya Ji dengan wajah penuh kekhawatiran
" Apa kamu gugup sayang? "
Ed tersenyum menggoda Ji
" Bisakah kamu sebentar saja bersikap serius? Aku sedang tidak ingin bercanda membahas keluarga mu? " Ji yang kedal berkata dengan wajah yang muram
" My queen sudah ku katakan sebelumnya padamu. Jangan pedulikan orang lain. Kamu cukup dengarkan aku. karena sebenarnya aku juga tidak bituh restu atau izin dari mereka. Aku hanya ingin mnegenalkanmu, jika mereka memberi restu. maka aku akan sangat beesyukur dan berterimakasih. Tapi jika tidak, aku bisa menikah tanpa mendapatkan restu dari mereka. Itu tidak masalah buatku, yang penting aku mencitaimu dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama denganmu! "
" Terimakasih karena kamu begitu mempercayai ku dan menyayangiku. Aku harap kamu tidak akan pernah mengecewakan atau meninggalkan aku"
Kata Ji penuh haru
__ADS_1
" Aku akan selalu berada di sampingmu, my queen "