
" Bagaimana Vi? Apakah tidak ada masalah lagi? "
Tanya Leo ketika melihat Vio keluar dari ruangan Rian dengan senyum lebar
" Kakak tahu bagaimana wajah pak direktur ketika tahu kalau tadi adalah proposal yang dibuat kak Leo? Di terkejut hingga matanya hampir keluar. Hahaha "
Vio terbahak menceritakan rekasi Rian tadi
Tak lama telepon di meja Hendri berdering
Teeettt teeettt
" Iya pak? "
Leo berjalan dengan cepat untuk menerima telepon dari bosnya
" Keruanganku sekarang! "
" Baik pak! "
Rian terdengar kesal
" Ada apa kak Leo? "
Tanya Vio ketika melihat wajah Leo yang tiba - tiba berubah
" Tidak ada. Aku kedalam dulu. Direktur memanggilku! "
Kata Leo sambil berlalu meninggalkan Vio menuju ruangan Rian
Tok tok tok
" Masuk! "
Ceklek
" pak direktur memanggil saya? "
Kata Leo dengan sopan
" Leo! Kenapa maoah kamu yang mengerjakan perkerjaan Vio! Ini tugas Vio untuk apa selalu kamu yang ikut campur. Apa kamu tidak punya pekerjaan sendiri? "
Bentak Rian yang kesal kepada Leo
" Maaf pak, saya hanya membantu junior yang sedang kesusahan. Lagipula,, saya sudah menyelesaikan semua pekerjaan saya. Dan saya berani jamin, pekerjaan saya tidak akan terganggu meskipun saya membantu dia dalam pekerjaannya "
Kata Leo dengan nada yang tenang
" Kamu berani melawan saya? Saya tidak mau tahu, kamu tidak boleh membantu Vio lagi! "
__ADS_1
" Maaf pak, tapi jika junior saya sedang mengalami kesulitan. Tidak mungkin saya hanya berpangku tangan memperhatikan saja tanpa berbuat apa - apa "
Leo berkata penuh dengan pendirian
" Kamu ini asisten yang sama sekali tidak menghormati atasannya. Harusnya seorang asisten itu menuruti apa kata atasannya. Bukan malah menentangnya! Mulai hari ini juga kamu saya pecat! "
Rian yang tidak suka rencananya berantakan gara - gara Leo, mencari alasan untuk dapat memecatnya. Dia berharap kalau Leo akan memohon dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Tapi Rian salah, Leo masih bersikap tenang dan ekspresinya sama sekali tidak berubah
" Baik, kalau itu yang memang bapak inginkan. Saya tidak bisa mengerjakan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip saya. Saya akan mengurus semuanya dengan bagian HRD sekarang juga. Permisi! "
Leo langsung berbalik dan pergi meninggalkan Rian yang masih tercengang melihat ketegasan yang baru saja ditunjukkan oleh Leo
" Bagaimana seorang asisten bisa bersikap seperti itu? "
Guman Rian sambil menatap punggung Leo yang sudah berjalan kekuar dari pintu
" Kak Leo, ada apa? "
Tanya Vio begitu Leo keluar dari pintu kantor Rian.
" Aku ga bisa bantuin kamu lagi.. Hari ini, adalah hari terakhir ku bekerja? "
Kata Leo sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Vio
" Maksud kak Leo apa? "
Vio mengernyitkan dahi mendengar perkataan Leo
Kata Leo sambil tersenyum lembut
" Apa? Kakak dipecat? Apa itu karena kakak membantu ku? "
Kata Vio dengan wajah terkejut
" Bukan. Pekerjaan ku sekarang sudah tidak sesuai dengan prinsipku. Jadi aku memutuskan melepaskan pekerjaan ini dan mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan prinsip kerjaku "
" Tapi... kalau kakak berhenti. Bagaimana denganku? Aku masih harus belajar, ditambah lagi direktur itu selalu saja menyulitkan ku. Kalau kakak tidak ada, siapa yang akan melindungi dan mengajariku " Vio tertunduk sedih, tanpa terasa air mata menetes dari matanya
" Hei, kenapa menangis? Aku masih bisa membantu mu meskipun kita tak bekerja dikantor yang sama "
Kata Leo sambil menghapus air mata Vio dengan kedua ibu jarinya
" Maksud kak Leo apa? Aku tidak mengerti "
Vio berkata dengan nada yang manja
" Kita masih bisa bertemu diluar kantor Vio "
Leo mencolek sedikit hidung Vio dengan lembut
__ADS_1
" Benarkah? Kakak janji? "
" Iya Violeta! "
" Baiklah, kalau begitu tidak masalah "
Kini Vio tersenyum bahagia
" Ingat, kamu harus bekerja dengan baik, oke? Dan harus bisa jaga diri. Jangan sampai kejadian terakhir kali terjadi lagi. Karena mulai sekarang aku tidak bisa selalu melindungimu. Tapi aku pasti akan selalu menemuimu diluar jam kerja "
Leo berusaha membujuk Vio agar tidak cemberut
" Benarkah?
Janji ya, kakak akan selalu menemuiku? "
" Aku janji padamu! Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa nanti "
Kata Leo sambil berlalu meninggalkan Vio sendiri.
Setelah beberapa lama setelah kepergian Leo
" Haaaah,, tidak seru jika berada disini sendirian! Biasanya ada kak Leo yang selalu ku ajak berbincang. Aku rindu kak Leo, padahal satu hari pun belum aku lewati tanpa dia. Jam istirahat nanti aku akan makan di atap, biasanya kan kak Leo suka sekali menghabiskan makan siangnya di atap sambil menatap ke penjuru kota "
Gumam Vio sambil tersenyum menatap ke arah meja Leo yang kini sudah bersih tanpa ada barang - barangnya.
Jam istirahat pun akhirnya tiba. Vio turun ke kantin untuk membeli makan siangnya kemudian dia kembali menaiki lift menuju ke lantai paling tinggi di gedung
" Haaah, ternyata cukup menyenangkan diam di sini.. Begitu sepi dan damai. Aku bisa menghirup udara yang segar tanpa harus merasakan kebisingan banyak orang. Pantas kak Leo suka sekali berada disini! "
Vio tersenyum sambil menatap ke semua penjuru kota
" Kenapa kamu malah asyik menikmati makan siangmu ditempat seperti ini? Kamu itu tidak cocok berada di tempat seperti ini. Kamu itu adalah putri dari seorang rajs bisnis, bagaimana bisa kamu menjadi seorang sekertaris dan makan makanan murahan seperti itu? Bagaimana kalau ku traktir makan siang di restoran saja? "
Suara Rian seketika membuat senyum di wajah Vio menghilang
" Cih, aku yang seorang putri dari raja bisnis ini sama sekali tidak membutuhkan traktiran dari mu. Aku bisa dengan mudah makan apa saja yang aku inginkan, bahkan aku bisa membeli perusahaan manapun yang aku mau, termasuk perusahaan mu! "
Vio mencibir Rian dengan kata - kata yang dalam
" Tenanglah Vio, aku sama sekali tidak ada maksud untuk merendahkan mu. Aku hanya berusaha mengingatkan statusmu sebagai seorang putri dari pebisnis terkenal, Untuk apa kamu berusaha menjadi orang susah? Sedangkan banyak diluar sana orang - orang yang bekerja keras untuk bisa menjadi orang kaya. Apa salahnya kita sebagai anak menikmati hasil jerih payah orang tua kita sendiri "
Rian dengan angkuhnya berbicara pada Vio
" Sudahlah pergi sana! jangan mengganggu waktu makan siangku. Kamu tidak akan mengerti maksud dari tujuan ku melakukan ini meskipun sudah kujelaskan beribu - ribu kali. Dan kamu tidak akan bisa beradaptasi sebagai orang susah. Karena kamu sudah terbiasa manikmati harta orang tuamu. Aku berani bertaruh, saat harta benda orangtua mu habis, kamu akan sangat menderita dan menyesal! "
Vio berkata dengan senyum sinis
" Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa yang kamu rencanakan? "
__ADS_1
Rian memicingkan mata karena heran
" Aku tidak merencanakan apapun, tapi dengan sikap sombong mu seperti ini. Cepat atau lambat kamu sendiri pasti akan menimbulkan masalah besar untuk keluarga mu sendiri "