Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Ternyata kamu kakak laki - laki yang penakut itu?


__ADS_3

Bi terus memandangi adik kembarnya yang tengah ditangani dokter dengan wajah yang khawatir dan linangan air mata. Orang bilang ikatan batin saudara kembar sangatlah kuat.


Dan Bi membenarkan hal itu. Dia bisa merasakan sakit yang Ji rasakan. Seakan tubuhnya ikut di cambuk dan kulitnya disayat.


Rasanya begitu sakit dan perih.


Siapa yang tidak akan sakit, jika dipukul dan dicambuk dengan keras tanpa belas kasihan. Mungkin,, jika Ji gadis manja yang lemah, nyawanya tidak akan tertolong. Beruntung Ji bukan gadis seperti itu, dia memiliki fisik yang kuat. Dari kecil Bi dan Ji terbiasa olahraga dan latihan beladiri untuk melatih kekuatan fisik mereka.


" Bagaimana kondisi putri saya dok?


Kenapa tiba - tiba badannya panas dan dia meringis kesakitan? "


Kata Yudha panik


" Dia tidak papa. Itu hanya reaksi tubuhnya atas luka yang mulai membengkak. Saya sudah menyuntik dia dengan obat pereda rasa sakit dan juga penurun panas. Demamnya akan berangsur turun, tapi dia harus tetap di pantau kondisinya dan karena diberi obat penenang dia kemungkinan baru akan sadar besok. Nanti saya akan kembali memeriksa kondisinya sore hari! "


Dokter menerangkan sebelum meninggalkan kamar rawat Ji " Kalau begitu saya permisi tuan "


" Baik, Terima kasih dok! " jawab Yudha


Pandangannya kembali berpusat pada Ji.


" Bi papi mau menghubungi mami mu terlebih dahulu. Sebaiknya kamu istirahat dulu sebentar saja! "


Bi menggelengkan kepala, kemudian berkata


" Tidak pih, Bi mau tunggu disini saja! "


" Ya sudah, papi tinggal keluar sebentar. Ed apa mau ikut minum kopi diluar? "

__ADS_1


" Saya juga mau disini saja om! "


Yudha tidak banyak bicara lagi, dia berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan itu. Setelah itu ruangan Ji begitu hening. Tak ada suara sama sekali.


" Ed, boleh aku bertanya sesuatu? "


Setelah beberapa lama, Biru memcoba membuka pembicaraan dengan Ed untuk mencairkan suasana disana


" Apa? Katakan saja! "


Ed menjawab Bi acuh tak acuh tanpa menoleh padanya


" Apa kamu menyukai Jingga? "


Ed menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Biru


Biru langsung menoleh dan menatap Ed dengan tatapan tak percaya. Dia mengernyitkan dahi mendengar jawaban Ed


" Apa maksudmu dari kecil? Apa kalian pernah bertemu sebelumnya? "


Ed mengangguk perlahan


" Apa kamu masih ingat. sewaktu kecil kalian pernah menolong anak laki - laki yang sedang di keroyok oleh beberapa anak nakal disekitar perumahan om Mario? Anak laki - laki yang kalian tolong itu adalah aku! "


Biru diam, dahinya berkerut dan kedua alisnya seakan mau menyatu. Bi mulai berpikir...


Dia mulai menerawang masa kecilnya bersama Ji. Mereka memang selalu bersama kemanapun mereka pergi dan cenderung saling mengisi.


Flash back on

__ADS_1


Biru ingat, waktu itu, ketika datang kerumah om Mario. Mereka merasa bosan di dalam rumah dan meminta izin keluar jalan - jalan di sekitar komplek. Kemudian mereka melihat ada seorang anak laki - laki yang sedang dipukuli oleh beberapa anak nakal disekitar kawasan perumahan itu. Kira - kira ada 4 atau 5 anak nakal. Dia dipukul dan ditendang oleh mereka. Bi dan Ji tidak tega melihat anak itu dikeroyok, jadi mereka membantu anak laki - laki itu dan melawan anak nakal. Setelah Ji menghiburnya dengan memberikan sebuah permen lolipop sambil tersenyum manis mengatakan


" Kakak, apakah sakit? Ini aku berikan permenku padamu! kamu seharusnya bisa melawan mereka, karena kamu seorang laki - laki, jadi harus bisa melindungi diri sendiri juga orang lain"


Saat itu mata Ji seolah berbinar, seperti pancaran bintang di langit. Ed terpukau dengan tatapan mata Ji saat itu, jadi dia tidak pernah bisa melupakannya. Dan bertekad untuk belajar beladiri agar bisa melindungi diri sendiri dan juga orang yang dia sayangi


Flash back off


Biru tercengang, dia tak percaya jika kakak laki - laki yang pernah mereka tolong adalah Ed. Kakak laki - laki yang terlihat pendiam dan penakut itu, kini telah menjadi seorang tentara yang memiliki kinerja bagus hingga mencapai pangkat Jendral di usia yang terbilang masih sangat muda


" Ternyata kamu kakak laki - laki yang penakut itu? Bagaimana bisa? "


Biru terheran - heran sambil memperhatikan Ed dari ujung rambut hingga ujung kaki


" Hei, berhenti menatap ku seperti itu! Aku bukan lagi anak kecil yang lemah. Sekarang aku bisa beladiri dan melindungi Ji"


Ed berkata dengan nada sinis


" Cih, melindungi Ji,, kamu bilang akan menjaga dan melindungi dia saat tidak bertugas, mana buktinya?


lihat sekarang kondisinya bagaimana?


Sudahlah tidak usah banyak bicara. Jika memang ingin melindungi dia, buktikan saja. Jangan sampai dia mengalami hal seperti ini lagi! "


Bi berkata sendiri karena melihat ekspresi Ed yang berubah muram


" Ji memang gadis yang kuat. Tapi dia tetaplah seorang wanita yang butuh perlindungan laki - laki "


Kata Bi dengan nada suara yang rendah sambil menatap ke arah Ji yang sedang terbaring tak berdaya

__ADS_1


__ADS_2