Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Orang luar melihat kalian kejam dan dingin , tapi kenyataannya berbeda


__ADS_3

" Hallo kak Leo "


Suara Vio terdengar begitu ceria ketika menghubungi Leo


" Kenapa kamu terdengar begitu senang? Apa ada sesuatu yang baik terjadi? "


" Tentu saja aku senang. Karena baru saja aku memiliki alasan untuk tidak berhubungan lagi dengan kak Rian? "


" Benarkah? Bagaimana bisa? Bukannya dia selali menggunakan cara apa saja untuk mendekatimu? "


" Aku memergoki dia sedang jalan - jalan di mall bersama seorang gadis. Gadis itu memanggilnya sayang, mereka juga saling bergandengan tangan. Karena itu aku mengatakan pada kak Rian kalau aku tidak akan memberinya kesempatan untuk dekat denganku! "


" Itu sungguh kabar yang menggembirakan untukku. Jika kamu berada di dekatku, aku pasti langsung memeluk mu "


" Kak Leo, apaan sich? "


" Kenapa? Apa kamu malu? Kita kan pacaran, apa salahnya jika hanya memeluk saja? "


" Sudahlah, kak Leo jangan menggoda ku lagi. Aku tutup dulu teleponnya ya, kak Leo kan sedang kerja "


" Baiklah. Kamu jaga diri ya gadis kecil! "


" Kaka juga ya my hero. Dadah! "


Vio tersipu setalh menutup telepon. Karena dia terus menundukkan kepala menatap ponselnya. Tanpa Vio sadari ada orang di hadapannya


Duk


" Maaf maaf saya tidak se,,,ngaja "


Vio menabrak tubuh pria itu, dia pun panik dan dengan segera minta maaf. Akan tetapi ketika dia mendongak dan menatap sang pria


" Kak Biru? "


Vio terkejut melihat Biru yang berdiri dihadapannya


" Aku kira kamu akan sedih setelah melihat Rian bersama wanita lain? Tapi sepertinya kamu malah senang sekali? "

__ADS_1


Tanya Biru dengan sinis


" Untuk apa aku sedih karena pria seperti itu. Dia tidak benar - benar menyukaiku. Dia hanya menyukai status keluarga kita saja! "


" Ayo bicara ditempat lain! "


Kata Biru sambil berjalan ke sebuah restoran, Alex dan Vio mengikuti dari belakang


Setelah tiba direstoran dan memesan minuman. Biru kembali bertanya kepada Vio


" Darimana kamu tahu kalau Rian hanya ingin mempermainkan mu?


" Aku dan kak Ji mencoba mencari tahu tentang kak Rian. Kak Ji memberiku alat penyedap yang kemudian aku letakkam di dalam tas kerjanya. Jadi aku dan kak Ji bisa mendengar apa saja percakapannya dengan orang terdekat dia "


Vio bercerita dengan nada manja


" Ji yang membantumu? Apa hari ini juga di atur oleh Ji? "


" Tidak tidak. Kami tidak mengatur mereka untuk kesini. Hanya saja kak Ji tahu kalau mereka akan kesini, jadi dia memintaku juga untuk datang kemari dan memergoki mereka secara langsung "


" Eum,,, jadi begitu. Apa kamu yakin Rian akan menyerah begitu saja? "


" Kenapa kamu tidak mau dengannya Vi? Dia tampan dan juga keluarganya berasak dari golongan orang terpandang "


Kini Alex yang bertanya pada Vio


" Aku tidak mau pria tidak bertanggung jawab seperti dia menjadi pendampingku "


" Maksudmu apa? Memangnya kamu tahu kalau dia tidak bertanggung jawab? "


" Kak Biru ingat waktu kak Biru dan kak Mili dirawat setelah kecelakaan? "


" Hemn,, "


Biru mengangguk


"Aku pernah bertemu kak Rian bersama dengan seorang gadis di mall sebelum itu. Dia menemukan dompetku yang terjatuh disana dan mengembalikannya ketika kami bertemu lagi dirumah sakit saat dia menjenguk kak Bi "

__ADS_1


" Beberapa hari setelah itu kami bertemu lagi di mall dan dia sedang bersama gadis yang sama. Gadis itu menuduhku menggoda kak Rian, bahkan dia menamparku, katanya aku bersikap kurang ajar dan tidak menghormatinya. Tapi kak Rian sama sekali tidak membela ku. Padahal dia sudah tahu aku adiknya kak Bi. Kenapa dia tidak ada niatan untuk membantuku? Bahkan dia membiarkan teman gadisnya menamparku di hadapan banyak orang di mall tanpa melakukan apa - apa "


" Menurut kak Bi, apa laki - laki seperti itu pantas jadi seorang pendampingku? Sekarang juga dia juga dengan mudahnya tergoda oleh seorang gadis. Apa kakak bisa menjamin dia bisa setia padaku ketika kami menjadi pasangan? "


" Meskipun dia bilang kalau dia akan berubah, atau kakak bilang dia sudah berubah jadi lebih baik. Aku tidak ingin jadi pendampingnya. Lagipula aku sudah memiliki kekasih yang menurutku lebih baik dari kak Rian sekarang. Aku hanya ingin membuat kak Rian sadar kalau dia tidak bisa semudah itu mempermainkan semua wanita "


" Kamu sudah punya pacar? Siapa? Apa pekerjaannya dan dari mana kamu mengenalnya? "


Tatapan mata Biru berubah menjadi hitam ketika dia bertanya pada Vio


" Kakak tenang dulu. Aku mengenal dia ketika bekerja diperusahaan kak Rian? "


" Apa? Kamu bekerja diperusahaan Rian? "


Biru terkejut mendengar perkataan Vio


" Iya, aku pernah bekerja diperusahaannya. Aku ingin mencoba bekerja jadi karyawan biasa, jadi aku melamar keperusahaan itu. Tapi aku tidak tahu kalau itu perusahaan milik kak Rian "


" Pria itu namanya kak Leo, dia bekerja sebagai asisten kak Rian. hanya saja,,, kak Rian memecatnya karena dia selalu membantuku mengatasi setiap masalah yang kutemui akibat ulah kak Rian. Tapi aku baru tahu kalau kak Leo sebenarnya adalah seorang tuan muda dari negara A bagian selatan ketika aku dan papi diundang untuk menghadiri pesta penyambutannya "


" Jadi papi sudah tahu hubungan mu dengan pria bernama Leo itu? "


" Iya, papi sudah tahu. Aku kembali kesini karena ingin membereskan urusanku dengan kak Rian terlebih dahulu. Setelah ini selesai, aku akan pulang ke negara A "


" Kamu bilang Rian selalu menyulitkan mu? "


" Benar, dia tidak pernah sehari saja membuatku tenang. Sepertinya dia sengaja agar aku tidak betah kerja disana, karena dia selalu bilang kalau aku tidak pantas menjadi karyawan biasa. Dan dia tidak ingin terlihat mengejar cinta seorang sekertaris "


" Ternyata dia orang yang seperti itu ya.. Aku juga tidak akan membiarkan pria seperti dia menjadi pasangan mu. Dia tidak pantas masuk ke keluarga besar kita, meskipun dia adalah temanku. Lantas apa yang Ji rencanakan untuknya? "


" Aku tidak tahu. Kak Ji sendiri yang merencanakannya. Aku hanya mengikuti arahan kak Ji saja "


" Ach lagi - lagi dia ingin beemain sendiri... Aku tidak harus mengikuti rencananya agar dia tidak menipuku untuk sebuah mobil sport terbaru! "


" Ah,, aku benci kalian berdua. Tega - teganya kalian menjadikanku bahan taruhan. Menyebalkan! "


Wajah Vio terlihat cemberut dan kesal

__ADS_1


" Kalian ini memang keluarga yang unik. Orang luar melihat kalian kejam dan dingin , tapi kenyataannya berbeda. Kalian itu keluarga konyol, hangat juga penuh perhatian " Kata Alex setelah melihat Biru dan Vio


__ADS_2