Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kali ini aku akan jadi pasangan papi


__ADS_3

" Kamu sudah bersiap Vi? "


Suara Ji seketika membuat Vio menoleh ke arahnya


" Iya kak, besok pagi aku berangkat! Kak kemari, aku ingin kaka mendengarkan rekaman ini! Ini aku ambil ketika kak Rian berbicara dengan temannya! "


Jingga memutar rekaman Vio dari penyadap saat di mall. dia tersenyum sinis


" Jadi dia ingin numpang pamor dan menaikkan saham juga derajatnya? Ach, aku akan dapat mobil sport baru "


Vio menatap bingung pada Ji


" Maksud kak Ji mobil sport baru? "


" Aku bertaruh dengan Bi. Jika Rian mendekatimu dengan motif tertentu, maka Bi akan membelikanku mobil sport baru. Jika Rian tulus jatuh cinta padamu, maka aku yang akan membelikannya mobil baru "


Ji menerangkan sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya bersamaan


" Kak Jiiiiiii. Bagaimana bisa kalian menjadikanku bahan taruhan untuk sebuah mobil spoooorrt? "


Vio berteriak sambil merengek karena kesal


" Sudahlah, terbukti kan Rian memang memiliki niat buruk padamu. Lantas jika kamu pergi, bagaimana dengan rencana kita membongkar semua kebohongannya? "


" Kakak tenang saja, aku memberikan gantungan teddy bear yang telah di isi penyadap di dalamnya. Jadi kita masih bisa tahu apa yang dia bicarakan dengan orang terdekatnya "


Vio berkata dengan senyum bangga


" Ternyata adikku yang cerewet ini cukup pandai juga! "


Ji memuji sambil menepuk pundak Vio. Vio melihat luka lebam di tangan Ji karena lengan bajunya masih digulung


" Tunggu kak, ini kenapa bisa lebam begini? "


Vio meraih lengan Ji yang luka


" Tidak apa, tadi aku sedikit olahraga dengan bawahannya Ed "


Kata Ji sambil kembali menarik tangannya


" Maksud kakak? kakak berduel dengannya? "


Vio yang terkejut membelalakan mata menatap Ji


" Dia yang menantangku untuk bertanding. Jadi ku terima saja, lagipula sudah lama aku tidak berolah raga. Itung - itung mengetes kemampuan ku lagi "


Ji tersenyum menjawab pertanyaan Vio


" Lantas bagaimana reaksi kak Ed? "


" Tentu saja dia marah, dan bawahannya itu diturunkan pangkatnya juga di skorsing selama 1 bulan. Kurasa itu cukup adil "


Kata Ji dengan senyum sinis


" Sudahlah, kamu teruskan packing. Jangan sampai ada yang tertinggal. O iya, apa kamu akan kembali kesini atau tetap tinggal disana? "


" Tentu aku akan kembali kemari. Urusanku dengan kak Rian masih belum selesai. Aku harus memberinya pelajaran sampai jera. Entah itu pelajaran seperti menghancurkan keluarganya atau membuat mereka masuk penjara. Kita lihat saja buktinya nanti! "


Kata Vio dengan senyum licik dan sinis


" Baiklah, aku kembali ke kamarku dulu! "


Ji beranjak dari kamar Vio menuju kamarnya


" *Aku merindukan kak Leo. Dia sibuk atau tidak ya? aku kirim pesan saja! "

__ADS_1


" Apa kakak sedang sibuk? Besok aku akan pulang ke negara A selama beberapa hari* "


Ting


Lei tersenyum mendapatkan sebuah oesan yang dilayarnya tertulis nama ' Gadis Kecil '.


Diapun dengan cepat membalas pesan Vio


" ***Benarkah! Apa kita bisa bertemu disini? "


" Entahlah kakak pasti sibuk. Lagipula jarak negara A bagian Selatan dan bagian Utara lumayan jauh juga. Akan membutuhkan waktu dalam perjalanan "


" Baiklah, jika kamu sempat ke Selatan, kamu harus mengabariku! "


" Tentu kak . Aku tidur dulu ya, besok aku naik penerbangan pagi dari sini "


" Iya, hati - hati dalam perjalanan dan kabari aku jika kamu sudah tiba disini! "


" Oke siap kak. Sampai jumpa***! "


Vio dan Leo mengakhiri sesi berkirim pesan mereka untuk tidur


Vi terbangun dari tidurnya ketika matahari pagi sudah mulai memasuki kamarnya melaleui celah - celah tirai


" Hoaaaam "


Dia menguap sambil menggeliatkan badannya. Setelah itu dia bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat ke negara A


Vio turun ketika Ji sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua


" Kamu sudah siap berangkat Vi? Sudah dibawa semua? Alat perekamnya mana? Berikan padaku! "


" Sudah semua ka. Ini alat perekamnya.. Kak Ji yang urus ya! "


" Kak Ji antar aku ke bandara ya! "


" Tidak bisa, mobilku dibawa Ed. Jadi kamu naik taksi saja ya! "


" Ish menyebalkan! "


Vio mendengus kesal kepada Ji. dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Ji


" Kak, aku berangkat dulu ya. Sampai nanti! "


" Hati - hati Vi! "


Vio meninggalkan apartemen Ji menuju bandara setelah dia menghabiskan sarapannya. Vio menggunakan taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya.


Ting


sebuah pesan masuk diterima oleh Vio, dan dia langsung membukanya


" Kamu berangkat jam berapa Vio? Biar aku mengantarmu ke bandara! "


Ternyata pesan itu dari Rian


" ***Tidak perlu repot - repot, aku sudah dalam perjalanan menuju bandara "


" Kamu naik penerbangan jam berapa? biarkan aku mengantarmu! "


" Tidak usah kak. Papi mengirim jet pribadinya untuk menjemputku. Jadi aku langsung melakukan penerbangan begitu tiba dibandara*** "


" Kalau begitu,, hati - hati dalam perjalanan. Aku akan merindukan mu! "


Vio tersenyum sinis sebelum dia membalas pesan dari Rian

__ADS_1


" Terimakasih! "


Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu dari apartemen Ji, akhirnya Vio tiba di bandara. Anak buah Yudha sudah menunggu disana, dan langsung mendekatinya ketika mereka melihat Vio


" Mari nona muda! "


Kata salah satu anak buah Yudha yang membantu membawakan koper Vio..


Merekapun berjalan menuju pesawat jet pribadi yang sudah siap untuk diterbangkan kembali


Vio menaiki pesawat dan duduk tenang sambil membaca majalah, buku dan menikmati cemilan. Dia juga tertidur selama perjalanan. Hingga tanpa terasa pesawat sudah mendarat di bandara internasional negara A.


Setibanya dibandara, Yudha telah menyiapkan supir untuk menjemput Vio di bandara. Vio berjalan dengan begitu cantik dan anggun menuju ke arah pak supir yang telah menunggu di parkiran mobil


" Silahkan non! "


" Terimakasih pak! "


Pak supir membukakan pintu mobil terlebih dahulu untuk Vio, kemudian memasukkan koper ke dalam bagasi. Barulah mulai berkendara menuju kediaman Yudha


" Mami,,,, papi,,,, nenek,,,, Aku pulaaaaang! "


Vio berteriak memanggil keluarganya ketika dia tiba dirumah


" Kenapa rumah begitu sepi ya? Pak, mami sama papi pergi kemana? Kenapa dirumah tidak ada orang? hanya ada pelayan, tukang kebun, security "


Tanya Vio pada supir yang tadi menjemputnya. Supir itu terlihat kebingungan.


" Disini ada 3 pembantu, 3 tukang kebun. 2 security dan 2 supir. Sepi dari mananya! "


Pikir pa supir


" Saya tidk tahu tuan dan nyonya pergi kemana. Tapi menurut keterangan pelayan, tuan dan nyonya sedang peegi ke butik! "


Kata supirdengan sopan


" Oh. Terimakasih pak telah menjemput saya! " Oak supir hanya tersenyum kemudian mengangguk dan berjalan kekuar rumah


Tak berselang lama, Yudha dan Gina yiba dirumah


" Kamu sudah tiba sayang? "


Tanya Gina ketika melihat Vio tengah duduk menonton televisi


" Hai mami, aku merindukan mami! "


Vio langsung berhambur ke pelukan Gina ketika dia datang


" Kenapa papi memintaku pulang? Padahal aku masih menikmati waktuku disana! "


Tanya Vio yang kini telah duduk bersama Yudha dan Gina


"Papi ingin kamu pergi menemani papi ke sebuah pesta penyambutan! "


Kata Yudha dengan nada santai


" Papi memintaku pulang, hanya untuk menemani ke pesta? Kan ada mami? "


Vio berkata dengan nada manjanya


" Mami sedang mempersiapkan pernikahan untuk Ji, jadi kali ini kamu yang temani papi ya sayang! "


Kata Gina dengan senyum lembut


" Baiklah, kali ini aku akan jadi pasangan papi! "

__ADS_1


__ADS_2