
" Papi, kita sudah menemukan Ed. Bisakah papi menyiapkan helikopter untuk menjemputnya? Akan butuh waktu lama jika kita harus menjemputnya menggunakan perahu, jadi Ji inhin menjemputnya dengan menggunakan helikopter "
Ji langsung menghubungi Yudha ketika dia tahu dimana keberadaan Ed
" Baik sayang. Kamu dimana sekarang? akan papi suruh Hendri untuk menyiapkan helikopter sekarang juga "
" Ji berada dirumah tante Maria pih "
" Kalau begitu kamu bisa pergi ke sebuah lahan kosong yang berada tidak jauh dari rumah kak Maria! "
" Tentu papi. Aku sayang papi! "
Ji menutup panggilannya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu di pulau nelayan, Ed sedang termenung memandangi laut biru dengan gulungan ombak tinggi disana.
Dokter Mitha telah berdiri sejak lama dibelakang ed memperhatikannya namun Ed tidak menyadarinya.
" Apakah kamu masih mencari cara untuk bisa kembali ke tempatmu? "
Suara dokter Mitha membuat Ed memalingkan wajah dari laut dan menoleh ke arahnya
" Tentu saja. Aku memiliki kehidupanku sendiri. Aku bukan orang yang akan tega meninggalkan keluargaku. Dan lagi aku masih memiliki tanggung jawab atas pekerjaanku! "
Jawab Ed tenang sambil kembali memandang laut indah dihadapannya
" Tapi cuaca terlihat tidak bersahabat akhir - akhir ini. sepertinya akan ada badai besar yang datang dari tengah laut sana "
Mitha berusaha memperingati ! Ed hanya diam dengan sikap acuh tak acuhnya
"Terimakasih, karena telah memperhatikan keselamatanku! "
" Tidak masalah. Ini tugasku sebagai dokter. Tapi bagaimana jika kamu tidak dapat kembali? Apa kamu akan bersedia tinggal disini? "
" Tidak bisa! jika sekarang aku tidak dapat kembali. Maka aku akan menunggu hingga aku sembuh total dan dapat mencari cara untuk kembali. Aku tidak akan pernah menyerah! "
Kata Ed dengan tegas tanpa menatap kearah Mitha
Jugujugujug
Tiba - tiba terdengar suara helikopter. Helikopter itu mendarat tidak jauh dari pantai. Ed berdiri dan melangkah dengan kaki yang pincang mendekati ke arah helikopter itu mendarat. Paul dan penduduk lainnya telah berkumpul disana untuk melihat helikopter siapa yang datang ke pulau kecil mereka.
__ADS_1
Tak lama terlihat seorang gadis cantik dengan rambut di ikat kuncir kuda dan mengenakan kaca mata hitam, melangkah keluar dari helikopter . Meskipun mengenakan pakaian yang casual namun dia tetap terlihat anggun. Angin dari baling - baling helikopter mengibaskan rambut panjangnya.
Semua mata dibuat tak berkedip ketika melihatnya. Mereka terpesona dengan karisma dari kecantikan yang Ji keluarkan
Ji melepas kaca mata hitamnya. Mata Ji menyapu setaip orang yang ada disana, dia mencari seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya. Mesin helikopter telah mati, hanya terdengar desiran angin pantai dan bisik setiap nelayan disana
Tak jauh dari sana Ed memperhatikan sang gadis. Matanya berbinar, bibirnya mulai tersenyum. Dia berjalan semakin mendekat.
" My queen! "
Teriaknya ketika dirasa Ji dapat mendengar dari jarak itu.
Mitha menatap wajah Ed, wajah yang selalu tampak dingin setelah dia sadarkandiri. Kini terlihat begitu hangat dan lembut memandangi gadis yang baru saja turun dari helikopter dan entah siapa dia
Ji menoleh mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya. Dia menatap sang pria, matanya kembali berkaca - kaca. Dia berjalan perlahan ke arah sang pria, seakan masih belum percaya bahwa pria dihadapannya adalah sang pujaan hati.
" Jadi ini benar - benar kamu? Tuan Jendral ku, kamu masih hidup? "
Ji bertanya dengan senyum dibibirnya dan juga air mata yang ikut mengalir membasahi wajah cantiknya
" Iya my queen, ini aku. Aku selamat dan saat ini sedang berdiri tepat dihadapanmu! "
Kata Ed dengan lembut dan senyum manis. Ji langsung berhambur kepelukan Ed
Ji menangis tersedu dipelukan Ed. Semua orang menatap haru pada mereka berdua bahkan ada pula yang sampai ikut menitikan air mata
" Maafkan aku my queen. Aku membuatmu khawatir. Tapi sekarang, semua itu telah berakhir. Aku sudah kembali padamu. seperti yang aku katakan sebelum kita terpisah. Kita akan selalu bersama. Jadi kamu tidak perlu bersedih lagi, oke? "
Ed melerai pelukannya dan menghapus air mata Ji
Ji memperhatikan tubuh Ed yang masih penuh luka - luka, dia menyentuh kening Ed yang diperban
" Apakah ini sakit? Kamu pasti sangat kesulitan tuan Jendral? Aku bahkan tidak bisa merawatmu ketika kamu sakit "
Ji kembali menitikan air matanya
"My queen, apa yang terjadi padamu? ini tidak seperti ratuku yang berani dan kuat? "
Ed menggoda Ji dengan tersenyum lembut
" Berhenti menggodaku. Jika bukan karena kamu, aku tidak mungkin selemah ini. Aku benci padamu! Aku benci karena kamu sudah berani membuatku menangis! "
Ed kembali memeluk Ji dalam erat dalam dekapannya
__ADS_1
" My queen, maafkan aku. Ini tidak akan terjadi lagi, aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi. Ku mohon berhentilah. Aku tidak bisa melihat air matamu terus mengalir seperti ini. Kamu benar - benar terlihat jelek. Jingga Riani Putri Kusuma. Kamu adalah penguasa hatiku. Apa jadinya jika aku kehilanganmu? "
Ed mengus punggung Ji dengan lembut
" Jika kamu bukan tunanganku, aku pasti sudah membalas mu atas semua air mataku selama beberapa hari ini.. hiks.. hiks.. hiks.. "
" Aku tahu, aku tahu. Maafkan aku? My queen, apa kamu tidak melihat jika kita sekarang ini menjadi pusat perhatian? "
Bisik Ed pada Ji dengan senyum menggoda
Ji tersadar dan menoleh ke sekitarnya, benar saja kalau semua orang memperhatikan mereka. Ada yang tersenyum dan ada juga yang menangis karena melihat keharmonisan mereka berdua.
Ji merasa malu, dia dengan cepat menghapus air matanya. Wajahnya seketika menjadi merah
" Awas kamu tuan Jemdral, berani - beraninya membuatku malu di depan umum seperti ini "
Mata Ji menatap Ed dengan tatapan tajam
" Hahaha,, aku senang melihatmu seperti ini. Itu artinya aku ini adalah orang yang yang sangat berarti dalam hidupmu! Sudahlah jangan marah lagi, biar aku kenalkan pada orang yang telah menyelamatkanku! "
Ed memegang tangan Ji dan menuntunnya mendekati dokter Mitha.
" Berhenti! "
Kata Ji yang mengehentikan langkah Ed
" Ada apa lagi? "
Ed mengernyitkan dahi karena Ji melepaskan genggaman tangan Ed
" Biar aku memapahmu! Kakimu sepertinya sangat sakit ya? "
Kerutan di dahi Ed perlahan mengendur dan bibirnya mulai tersenyum
" Aku tidak tahu kalau ratuku ini ternyata begitu perhatian? "
Goda Ed dengan dipapah oleh Ji mendekati dokter Mitha..
Dokter Mitha hanya diam memperhatikan kedua pasangan ini. Dia yang menyukai Ed sejak pertama melihat Ed, kini tidak dapat berbuat apa - apa.
"Pria misterius yang ku kira ditakdirkan disini bersamaku. Ternyata dia telah memiliki tambatan hati. Seorang gadis cantik yang sepertinya bukan orang biasa sepertiku! Mimpi ini terlalu tinggi, mengaharap cinta dari pria sempuran seperti dia! "
Dokter Mitha tersenyum getir melihat mereka mendekatinya
__ADS_1