
Wajah Ji berubah kesal saat Biru mengatainya pebisnis kejam
" Cuih, apa bedanya dengan mu kakak kembarku tersayang? Kamu juga selalu membalas setiap perbuatan yang mereka lakukan pada kita. Jadi Kamu dan Aku itu sama. Kamu tidak bisa hanya mengataiku saja sebagai pebisnis kejam. Huh! "
" Baiklah baiklah. Aku mengaku salah. Ji, sepertinya tidak lama lagi papi akan menghubungi kita karena aku yakin keributan akan segera terjadi di internet. Seperti waktu kita memberitahukan kalau kita saudara kembar "
" Kamu benar, pasti ada salah seorang dari mereka yang akan memposting mengenai apa yang kita beritahukan tadi. Yah,, kita tunggu saja, akan sejauh mana berita itu berkembang "
Seperti yang Bi dan Ji duga. Salah seorang anggota dewan mengunggah berita mengenai Bi dan Ji di internet
" Ternyata pemilik dari JB Companies dan Taeson Elektronik adalah anak dari seorang raja bisnis yang di kenal dingin dan kejam. Sebelumnya memang kita tahu kalau mereka adalah sepasang saudara kembar. Dan baru saja mereka memberitahu anggota dewan direksi perusahaan JB Companies kalau mereka sebenarnya adalah anak dari tuan Yudha Arya Kusuma. Ternyata buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Mereka begitu berbakat, sama dengan ayahnya "
" *Waah benarkah mereka putra dari tuan Yudha? Ini sangat mengagumkan. Darah bisnis tidak lepas dari mereka. Aku memang dengar kalau tuan Yudha punya 3 anak. Anak pertama dan kedua merupakan anak kembar dan yang paling muda adalah gadis cantik yang selalu ikut bersama tuan Yudha. Aku sama sekali tidak menyangka kalau si kembar itu adalah pebisnis muda yang baru - baru ini dinobatkan sebagai pebisnis muda berbakat "
" Aku juga dengar kalau perusahaan mereka masuk dalam daftar perusahaan paling dicari, karena harga saham dan keuntungan yang mereka dapatkan selalu tinggi "
" Tuan Yudha benar - benar hebat. Dia berhasil mendidik anak mereka untuk sukses tanpa menggunakan nama Kusuma. Sekarang setelah mereka sukses barulah mereka memberitahukan kalau mereka berasal dari keluarga Kusuma. Aku mengangkat kedua ibu jariku untuk mereka berdua* "
Dalam sekejap berita itu benar - benar menghebohkan jagad dunia maya. Hingga sampai pada telingabEd dan juga Yudha, bahkan Leo juga Rian sudah membaca beritanya.
" My queen, jadi kamu sudah mengungkapkan siapa jati dirimu yang sebenarnya? Kalau begitu, tidak ada alasan bagi kita untuk mengadakan pernikahan yang biasa saja "
Gumam Ed dengan senyum manisnya setelah melihat postingan di internet
" Permisi tuan, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan! "
Hendri bergegas masuk ke ruang kerja Yudha setelah melihat postingan diinternet
" Ada apa Hendri? kenapa kamu begitu tergesa - gesa? "
Yudha yang tengah sibuk dengan pekerjaannya, mengalihkan pandangan dari dokumen yang ada dihadapannya kepada Hendri
__ADS_1
" Ini tuan, silahkan anda lihat sendiri! "
Hendri menunjukkan berita internet yang ada di ponselnya. Yudha tersenyum dengan berita tersebut
" Bagus, jadi mereka sudah memutuskan untuk memakai nama Kusuma secara terbuka? Dengan begitu kita tidak perlu sembunyi - sembunyi lagi jika hendak bertemu dengan mereka berdua "
" Benar tuan, tapi akan lebih banyak juga orang yang berusaha mendekati mereka untuk bekerja sama dengan keluarga Kusuma " Hendri terdengar begitu khawatir
" Kamu tidak perlu mencemaskan hal itu, mereka bisa mengatasi semuanya. Aku yakin mereka bukan orang bodoh yang dapat diperalat dengan mudah. Kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Mereka sudah biasa jauh dari rumah, aku yakin mereka pasti bisa menjaga diri mereka sendiri"
Pandangan Yudha menerawang kearah jendela
" Mulai hari ini mereka harus siap untuk selalu dikait - kaitkan *denganku dan juga Gina "
" Jadi kamu sudah membongkar jati dirimu sendiri Bi? Itu akan mudah dan sangat membantu untukku. Karena aku temanmu, tidak mungkin orang - orang tidak percaya padaku. Aku bisa menggunakan namamu dalam mencari kepercayaan klien* "
" Halo, gadis kecilku. Apa yang sedang kamu lakukan? "
" Aku sedang dirumah saja kak. Aku tidak melakukan apa - apa. Kakak sendiri sedang apa? "
" Aku sedang memikirkanmu, gadis kecil "
Leo tersipu ketika mengatakannya, begitu pula Vio yang tersenyum lembut dengan bualan Leo
" Sejak kapan kak Leo menjadi seperti kak Ed yang suka menggombal, hah? "
" Entahlah, tidak papakan jika aku sekali - sekali menggunakan kata - kata manis padamu? "
" Terserah kak Leo saja! "
" Oh iya Vi, apa kamu sudah melihat berita di internet hari ini? Kakak kembarmu telah mengungkapkan kepada publik kalau mereka anak dari om Yudha "
__ADS_1
" Benarkah kak? Aku belum membuka situs internet saat ini. Jadi aku sama sekali tidak tahu. Apakah responnya bagus? "
" Tentu saja. Banyak yang berkomentar kalau mereka memiliki darah pengusaha yang diturunkan dari ayah dan ibumu. Menurutku itu memang benar, karena kedua kakakmu begitu hebat dalam berbisnis "
" Kak Leo benar. Kak Bi dan kak Ji begitu hebat dalam bisnis, sama seperti papi. Mereka bisa menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin. Kemampuan mereka dalam bisnis sudah tidak perlu diragukan lagi. Terbukti dengan perusahaan mereka yang kini sedang berkembang "
" Apankamu juga akan terjun dalam dunia bisnis vi? "
" Aku tidak mau kak. Jika kak Bi dan Ji senang belajar bisnis sejak kecil, lain halnya denganku. Aku selalu pusing tiap kali mendengar mereka membahas maslah bisnis di dekatku. Rasanya kepala ku ini mau pecah setiap kali mengikuti pola pikir mereka yang terlalu jauh ke depan "
" Kamu ini memang berbeda sekali dengan kedua kakakmu. Jika mereka begitu serius dalam setiap hal. Maka kamu itu terlalu santai dalam menghadapi segala sesuatunya " Leo tersenyum saat mengatakannya
" Yang pasti aku selalu serius mengenai perasaan ku terhadap kak Leo "
" Hei gadis kecil, kenapa malah kamu yang menggombaliku? Apakah kamu terbiasa berkata manis kepada pria, hah? "
" Tidak, kak. Aku sama sekali tidak seperti itu. Bahkan kak Leo pria pertama yang menjadi pacarku! "
" Benarkah? " Tanya Leo tak percaya
" Tentu saja kak "
" Kalau begitu, aku adalah pria paling beruntung karena telah menjadi tambatan hatimu "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Arya meninggalkan JB Companies dengan wajah muram. Dia berusaha menghubungi Dian tapi tidak berhasil. Perceraian dengan istrinya sedang dalam proses. Dia termenung sendiri di dalam rumah.
" Bagaimana semuanya bisa berantakan seperti ini? Aku tidak pernah menyangka disaat sulit seperti ini, aku harus melewatinya seorang diri. Sebelumnya aku memiliki istri juga anak yang akan mendukungku. Bahkan aku memiliki Dian yang juga jadi penghiburku. Kini aku hanya sendiri dirumah ini. Aku pasti bisa keluar dari situasi semacam ini. Aku yakin itu! "
Arya merenungi apa yang sedang terjadi padanya dan membulatkan tekad untuk bisa membangun perusahaan baru
__ADS_1