Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Maka lakukan saja apa yang dia inginkan. Kita ikuti permainannya


__ADS_3

" Halo nona Jingga, aku sudah menghubungi orang itu. Dia ingin aku membuat jebakan untuk pak Jek agar tuan muda menyingkirkannya. Sehingga dia dapat bergerak dengan leluasa "


Deby menghubungi Jingga setelah selesai menghubungi pengawal yang menjadi mata - mata Sandy


" Maka lakukan saja apa yang dia inginkan. Kita ikuti permainannya "


Kata Jingga dengan nada acuh tak acuhnya


" Tapi nona, jika pak Jek meninggalkan tuan muda, maka nyawa tuan muda akan berada dalam bahaya "


Deby memperingatkan Jingga


" Kamu jangan khawatirkan itu. Leo akan baik - baik saja. Kamu ikuti saja apa yang dia inginkan, tapi kamu harus selalu melaporkan nya padaku! "


" Baik nona. Besok saya akan datang menemui tuan muda untuk menjadi saksi perihal teh yang saya berikan pada tuan terakhir kali "


" Bagus. Aku menunggu kelanjutan rencananya " Jawab Ji dengan sedikit senyum di bibirnya


"Kak Ji, sebenarnya apa yang kamu rencanakan? "


Tanya Vio setelah Ji menutup teleponnya


" Tidak usah buru - buru. Kita akan mendapatkan bukti langsung kalau pamanmu yang melakukannya. Kita ikuti saja alur permainan yang ingin dia buat. Leo sebaiknya kamu antar kami pulang! "


" Pulang kemana? Apa ke rumah papi? Itu jauh sekali dari sini dan ini sudah malam ka "


Kata Vio dengan wajah terkejut


" Tentu saja kerumah papi, memang siapa lagi yang akan membelikan rumah? Aku tidak ingin membeli rumah disini "


Ji berjalan santai menuju mobil. Leo pun mengantar Vio dan Ji kerumah yang sengaja Yudha beli untuk Vio tinggal selama dikota selatan tanpa banyak bicara


Rumah yang dibeli Yudha terdapat disebuah perumahan mewah. Rumahnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan semua rumah yanh dimiliki Yudha. Namun penjagaannya cukup ketat dan pelayan juga telah disiapkan


Leo langsung kembali pulang setelah mengantar Vio dan Ji kerumah baru Yudha


" Selamat datang nona "


Kata seorang pelayan yang membukakan pintu


" Apa kamu yang bertanggung jawab dirumah ini? "


Tanya Jingga dengan tenang sambil berjalan masuk melewatinya


" Benar nona, nona bisa panggil saya Bi Sani " Kata pelayan itu sopan


" Saya Jingga dan itu Vio. Dia yang akan menempati rumah ini. Saya hanya beberapa hari saja disini. Apa kamar untuk kami telah disiapkan? "


" Sudah nona. Karena saya tidak tahu nona akan menempati kamar yang mana. Jadi saya merapikan ketiga kamar yang ada "


" Baiklah terimakasih! "


" Apa nona Jingga dan nona Vio ingin makan terlebih dahulu? "


" Tidak, aku sangat lelah. Jadi aku akan langsung istirahat saja! "

__ADS_1


Kata Vio menyela


" Aku juga akan langsung istirahat. Jadi Bi Sani tidak perlu membuat makanan "


" Baik nona. Selamat istirahat! "


Vio dan Ji berjalan menuju kamar mereka masing - masing karena merasa sangat kelelahan. Setelah membersihkan diri mereka berdua langsung tertidur


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya dikediaman Ed


Tok tok tok


" Masuk! "


Maria berjalan memasuki kamar Ed setelah mendapat izin darinya


" Bagimana lukamu? Apakah sudah lebih baik? "


Tanya Maria yang kini tengah duduk disamping putranya


" Iya Bu, lukanya sudah lebih baik"


" Ed apa Ji telah kembali ke negara F? Kenapa dia tidak datang kemari? "


" Dia sedang menyelesaikan urusan di bagian selatan. Setelah urusannya selesai dia akan disini untuk sementara waktu. Bu ada yang ingin aku bicarakan! "


" Ada apa? Katakan saja! "


" Aku ingin pernikahan ku dan Ji dipercepat! "


" Benarkah? Ibu sangat senang. Ibu akan mempercepat persiapannya. Gaunnya akan segera ibu selesaikan dan yang lainnya kita serahkan pada WO terkanal "


Maria keluar kamar Ed dengan wajah riang


" My quenn, baru satu hari tidak bertemu dan mendengar suaramu aku sangat - sangat merindukan mu "


Gumam Ed setelah ibunya keluar


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di bagian selatan, Deby sudah datang kerumah Leo


Tok tok tok


" Tuan muda, mantan sekertaris tuan besar ada disini. Dia bilang ingin menemui tuan muda "


" Suruh dia menunggu diruang kerja! "


Kata Leo yang masih berada dikamar untuk bersiap ke kantor


" Baik tuan muda! "


Pelayan itu mengantar Deby keruang kerja Fabian yang kini jadi ruang kerja Leo. Leo sama sekali tidak merubah rumah ini sepeninggal Fabian

__ADS_1


Setelah Deby menunggu cukup lama akhirnya Leo masuk


" Maaf telah membuatmu menunggu lama. Apa sekarang kamu sudah bisa menceritakan apa yang kamu tahu saat hari kematian ayahku? "


Tanya Leo yang telah duduk berseberangan denyan Deby


" Sebenarnya,,,, saat saya membuat teh waktu itu,,,, ada seseorang yang berada disana. Hanya saja,,,, saya tidak merasa curiga sama sekali karena orang itu merupakan orang kepercayaan tuan Fabian "


Deby berkata dengan ragu - ragu


" Apa maksudmu? Jadi waktu itu ada orang lain disana selain kamu? "


Leo terkejut dan juga emosi


" Benar tuan, teh yang saya buat untuk tuan Fabian adalah teh biasa yang dia minum, hanya saja saya melihat orang itu memasukkan sesuatu saat saya tengah berbalik untuk mengambil sendok dan mengaduknya "


" Siapa orang itu? Katakan! Kalau dia orang kepercayaan ayah, tentu kamu tahu namanya kan? "


" Benar tuan muda. Orang itu, pak Jek.. "


Tok tok tok


Leo sangat terkejut, disaat yang sama Jek masuk ke ruang kerja


" Tuan muda, sudah saatnya anda berangkat ke kantor! "


Leo dan Deby menatap Jek bersamaan. Jek merasa ada yang aneh dengan tatapan Leo.


" Tuan muda, apa ada sesuatu yang salah?


Tanya Jek heran


" Pak Jek, bapak berada dimana saat Deby membuatkan teh untuk ayah ku? "


Tanya Leo dengan sorot mata yang tajam


" Saya selalu berada dekat tuan besar "


Jawab Jek dengan suara lemah


" Saya melihat pak Jek dipentri saat saya membuatkan teh untuk tuan Fabian dan saya melihat pak Jek memasukkan sesuatu kedalam teh yang saya buat "


Deby berkata dengan suara pelan dan wajah iba


" Itu tidak benar! Saya memang ke pentri, tapi hanya untuk memberitahukan padamu kalau tuan besar telah menunggu kamu mengantarkan teh miliknya "


Jek berteriak kepada Deby


" Tuan muda, saya benar - benar tidak melakukan apapun pada tuan besar. Saya sudah mengikuti tuan besar sebelum beliau mengambil alih perusahaan keluarga. Saya tidak mungkin tega mengkhianati beliau. Tuan muda tolong percaya pada saya! "


Jek menjelaskan dengan emosi yang menggebu kepada Leo.


" Pak Jek, saya percaya pada bapak. Saya sudah lama mengenal bapak bahkan sebelum saya meninggalkan rumah ini. Tapi akan lebih baik jika bapak istirahat untuk sementara waktu hingga semua masalah ini jelas. Saya harap pak Jek tidak pergi keluar negeri "


Kata Leo dengan nada dingin dan sorot mata yang tajam

__ADS_1


" Jadi tuan muda tidak percaya pada saya? " Jek sedikit kecewa pada tuan mudanya. Dia menghela napaf panjang sebelum kembali bicara


"Jika memang itu keputusan tuan muda, saya akan ikut apa kata tuan muda. Karena saya telah berjanji pada tuan besar , kalau saya akan menjaga dan mengabdi pada tuan muda sepeninggal beliau. Saya permisi tuan muda! "


__ADS_2