Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu ini seperti kereta api yang memliki gerbong tambahan saja!


__ADS_3

Leo menoleh ke arah sumber suara dan terlihat dibelakangnya Vio berjalan mendekatinya.


" Kenapa kak Leo membohongiku? "


Tanya Vio yang kini duduk di sebelah Leo


" Berbohong mengenai apa? "


Leo masih bersikap tenang


" Berbohong apa? ini apa? "


" Aw!! "


Leo kesakitan karena luka ditangannya ditekan oleh Vio


" Tangan kaka terluka karena kemarin menolongku keluar dari toilet, iya kan? Kenapa kakak berbohong padaku?


Kenapa kakak bilang bukan kakak yang membawaku ke klinik dan malah mengatakan kalau pak direktur yang membawaku ke klinik?


Dan yang tadi mengirimkan pesan gambar itu adalah kak Leo, iya kan? Kak Leo yang membalaskan perbuatan mereka untuk ku, iya kan? "


Tuk..


" Aw.. Kenapa kakak memukul keningku? "


Vio menyentuh dahinya yang di sentil oleh Leo karena Vio bertanya terlalu banyak yang membuat Leo merasa pusing


" Bisakah kamu bertanya satu persatu? Pertanyaan mu itu terlalu banyak Vio..... Bagaimana mungkin aku bisa memjawab semuanya secara bersamaan? Kamu ini seperti kereta api yang memiliki gerbong tambahan saja! "


Kata Leo sambil tersenyum


" Habisnya kak Leo membuatku penasaran saja! Cepat ceritakan! "


Jawab Vio dengan nada manja


" Iya iya aku mengaku kalau aku yang menolongmu. Terus kenapa kalau aku yang menolongmu? Apa yang akan kamu lakukan, hah? Siapapun yang menolongmu kan tidak penting, yang penting kamu selamat. Itu saja! " Kata Leo menjelaskan


" Ya seenggaknya kalau aku tahu siapa yang menolongku, aku bisa berterima kasih dengan benar "


" Memangnya bagaimana caranya kamu berterimakasih dengan benar kepadaku? "


Leo memicingkan mata menatap Vio


" Ehmm, bagaimana kalau aku traktir makan saja? Ayolah kak, biar ku traktir makan saja, ya ya ya? "


Vio bicara dengan nada memohon


" Ya sudah, terserah kamu saja! "


" Yess,, setelah pulang kerja, aku akan mentraktir kak Leo untuk makan malam! "


Vio berkata dengan antusias


" Hmn,, baiklah "


" Coba sini lihat lukanya! Apakah lukanya parah? "


" Tidak, hanya tergores paku saja! Sudah diberi obat. Tidak perlu memasang wajah cemas seperti itu! "


Kata Leo sambil mearik kembali lengannya yang dipegang oleh vio

__ADS_1


" Sudahlah! Aku mau makan, jangan mengganggu ku lagi! Mana makan siangmu? Jangan bilang kalau kamu tidak makan! "


" Tenang saja, aku sudah makan siang, jadi kak Leo bisa makan dengan tenang. Tidak akan aku minta! "


" Hmn, baguslah. Aku sudah sangat lapar, jadi jangan meminta makananku, oke? "


Kata Leo menggoda Vio sambil tersenyum


" Cih,, pelit sekali! "


Vio memalingkan wajah dari Leo. Mereka pun menghabiskan waktu makan siang dengan bercerita dan tertawa bersama


" Sudah waktunya kembali kerja. Ayo cepat! "


Ajak Leo pada Vio..


" Haaah.. Bisakah kita tidak kembali bekerja? Aku malas sekali jika harus berhadapan direktur rese itu! "


Vio mengehela nafas panjang dan mengeluh


" Sudaaahh, ini kan pekerjaan mu. Jadi kamu harus tetap melakukannya. Mau tidak mau! "


Kata Leo tenang sambil menarik tangan Vio perlahan. Mereka pun berjalan ke arah lift menuju ruangan mereka " Setelah turun dari lift mereka berpapasan dengan Rian yang baru kembali dari makan siangnya


" Bagaimana kalian bisa bersama? Kamu bilang ada janji makan siang ? " Tanya Rian pada Vio


" Bukan urusan mu? Terserah aku mau janji makan siang dengan siapa saja. Diluar jam kantor adalah waktu privasiku "


Jawab Vio ketus sambil berlalu meninggalkan Rian dan Leo


" Kami hanya kabetulan bertemu di lift pak " Leo menjelaskan kepada Rian


" Owh, ku kira kalian makan siang bersama. Ingat ya Leo, kalian itu sama sekali tidak cocok. Kamu hanyalah seorang asisten saja! "


" Saya mengerti pak! "


Leo tertunduk mendengar perkataan Rian kemudian mengikuti Rian berjalan dibelakangnya


*****


Di negara A, media semakin heboh. Kini mereka mulai mencari tahu tentang pasangan Ed dan mereka mendapati bahwa pasangan Ed adalah pemilik dari JB Companies. Berita ini mulai heboh diperbincangkan


" Letnan Jendral Edward mencampakkan kekasih sebelumnya Laura, karena telah bertunangan dengan seorang gadis bernama Jingga Riani putri, seorang pebisnis muda nan cantik yang kini mengelola perusahaan JB Companies. Sebelumnya dia adalah seorang model yang memutuskan hengkang dari dunia modeling dan beralih profesi menjadi seorang pebisnis. Kini perusahaan yang di kelolanya masuk dalam daftar salah satu perusahaan dengan nilai saham tertinggi "


" Sampai kapan kamu akan membiarkan dia begitu saja Ed? Ayah kira berita ini sudah semakin menyebar. Seperti bola api yang terus menggelinding. Sekarang wartawan selalu berjaga di rumah, perusahaan ayah ataupun butik ibumu "


Kata Erik ayah Ed yang sedang duduk disamping Ji sambil menonton televisi


" Ed mengerti yah, Ed akan segera menyelesaikannya


" Berita terbaru


Laura, putri dari Jendral Bram ditemukan pingsan oleh pembantunya karena mengalami depresi. Sekarang dia telah dilarikan ke rumah sakit "


" Kurasa sekarang waktu yang tepat untuk membalikkan keadaan! "


Kata Ed dengan senyum liciknya setelah melihat berita di televisi tersebut


" My queen aku pergi dulu! "


" Bolehkan aku ikut denganmu, Ed? Please? "

__ADS_1


" Baiklah. Yah, kami pergi dulu! "


Ed dan Ji bergegas meninggalkan rumah Ed setelah sang ayah menganggukkan kepala tanda setuju.


Ed dan Ji masuk ke mobil dan hendak pergi tapi diluar gerbang banyak wartawan yang menunggu. Ketika melihat gerbang terbukandan sebuah mobil keluar, mereka langsung berkerumun. Seperti hewan yang hendak diberi makan


" *Permisi pak boleh kami bertanya sedikit? "


" Bisakah anda menjelaskan apa yang terjadi menurut versi anda? "


" Bagaimana anda menanggapi tuduhan dari nona Laura* "


" Maaf maaf permisi beri jalan. Biarkan mobil pak Ed lewat "


Para wartawan terus bertanya satu persatu. Satpam menghadang para wartawan agar mobil Ed bisa berjalan. Perlahan lahan mobil Ed berjalan akhirnya melewati kerumunan wartawan dan berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


" Kita harus bergegas. Kurasa wartawan juga pasti berjaga dirumah sakit memantau kondisi Laura "


" Apa kamu yakin bisa membalikkan keadaan ini tuan Jendral? Sepertinya penggemarmu yang satu ini cukup gila! "


Kata Ji mengejek


" Hei nona. berhentilah menggodaku. Ini semua karena aku memilihmu! "


Jawab Ed dengan senyum menggoda


" Oh jadi sekarang kamu menyalahkanku hah? " Ji tersenyum menggoda Ed


" Tidak, hanya saja aku terlalu mencintaimu. Aku rela melakukan apa saja untuk mu my queen. Ini bukanlah masalah, asalkan kamu selalu percaya dan berada disamping ku. Itu menjadi kekuatan terbesar untukku! "


Ed berkata sambil mengemudi dan sebelah tangannya memegangi tangan Ji kemudian mengecup punggung tangannya


" Tuan Jendral. Disaat seperti ini kamu masih bisa menggombal? Ish Jendral tak tahu malu!"


" Aku tidak menggombal. Ini adalah kenyataan my queen! "


" Terserah kau saja! Perhatikan jalannya! nanti malah terjadi sesuatu! "


Ji berkata dengan sinis dan Ed hanya tersenyum menanggapi


Tak kama mereka tiba dirumah sakit. Benar saja, banyak wartawan yang berkerumun di halaman depan. Ji dan Ed masuk melalui jalan belakang.


Mereka masuk tanpa diketahui wartawan dan berjalan menuju meja informasi


" Permisi, pasien Laura dirawat dikamar sebelah mana ya? "


Tanya Ed kepada suster jaga


" Sebentar saya cek dulu! "


" Pasien Laura dirawat dikamar VIP lantai atas sebelah kanan "


Kata suster setelah memeriksa daftar pasien


" Terimakasih "


Ed dan Ji berjalan menuju kamar Laura. Mereka berjalan bergandengan dan menjadi pusat perhatian dirumah sakit


" *Bukankah itu Edward dan Jingga yang tengah ramai diperbincangkan saat ini. Untuk apa mereka kemari? Mereka sepertinya tidak merasa malu atau bersalah sama sekali kepada Laura "


" Benar, mereka masih menunjukkan kemesraan setelah apa yang terjadi pada Laura"

__ADS_1


" Pasangan tidak tahu malu*! "


__ADS_2