Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Rupanya aku tidak hanya harus menyembunyikan identitasku di dunia bisnis!!


__ADS_3

Ji dan Ed sudah menunggu orang tua Ji di dalam jet pribadi. Ji selalu memainkan tangannya karena gugup dan Ed memperhatikannya kemudian meraih tangan Ji dna menggenggamnya


" My queen, apa kamu gugup? Kenapa kamu tegemetaran seperti ini? " Ed berkata dengan lembut. Ji menoleh dan berkata


" Aku sedikit gugup. Bagaimana kalau orang tua mu tidak menukaiku? " Wajah Ji terlihat murung saat mengatakannya


" Hahaha,,,, ternyata kamu juga punya rasa takut ya? Ku kira kamu tidak pernah takut akan apapun "


" Berhenti menggodaku! Aku benar - benar sedang tidak ingin bercanda denganmu! "


" Baiklah - baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi. My queen, aku sudah bilang sebelumnya, kamu tidak perlu takut atau khawatir. Orang tuaku pasti akan merestui hubungan kita. Meskipun mereka tidak merestui kita, aku akan tetap menikahimu. Walau harus kawin lari sekalipun! " Ed memeluk Ji erat dalam pelukannya


" Hentikan mengambil kesempatan saat hanya berdua, kalian ini masih belum menikah. Kawin lari,, enak saja kamu mau membawa lari anakku! " Kata Yudha dengan tiba - tiba dan membuat Ed dan Ji melerai pelukan diantara mereka berdua


" Papi! "


" Om,, kami memang belum menikah, tapi kami pasti akan segera menikah. Aku tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk dapat menikah dan selalu bersama dengannya " Ed berkata dengan penuh keyakinan sambil tersenyum tipis. Yudha pun sedikit mengangkat ujung bibirnya.


" Maka buktikan jika kamu bisa mendapatkan restu orang tuamu tanpa memberi tahu mereka kalau Ji adalah anakku. Karena jika mereka tahu Ji adalah anakku, itu akan sangat mudah untukmu karena mereka sudah pasti akan merestui. Bagaimana tanggapan orang tuamu kalau mereka tidak tahu Ji adalah anakku? Mereka juga sudah lama tidak bertemu dengan Ji. Aku ingin tahu apa mereka akan menerima Ji dengan baik atau tidak? " Kata Yudha dengan senyum liciknya


" Aku mengerti maksud om. Om ingin orang tuaku menerima Ji karena dirinya sendiri. Bukan karena dia anak om dan tante"


" Bagus, kalau kamu mengerti dengan baik "


" Aku tidak akan langsung memberitahukan siapa Ji. Tapi jika sampai mereka tidak memberi restu, aku tetap akan menikah dengan Ji dan memberitahukan identitasnya " Kata Ed dengan wajah seriusnya


" Ach itu namanya kamu curang Ed! "


Kata Yudha sinis


" Aku tidak curang om. Hanya saja,,, aku akan melakukan apapun untuk bisa bersama dengan Ji. Meskipun mereka merestui kami hanya karena dia anak om. Toh setelah menikah, kami tidak akan tinggal dengan keluargaku ataupun dengan om. Kami akan tinggal dirumah kami sendiri "


" Hmn,, Aku ingatkan kamu Ed. Jangan pernah sakiti anakku dan buat dia menangis! " Kata - kata Yudha penuh dengan ancaman


" Tentu om. Saya berjanji akan membahagiakan dia sampai kapanpun! "


Ed berkata sambil menatap mesra pada Ji dan saling tersenyum..

__ADS_1


Perjalanan mereka dilalui dengan saling bercengkrama hingga tak terasa mereka sudah tiba di negara A..


Yudha dan Gina berjalan dengan bergandengan tangan penuh wibawa, di ikuti Ji dan Ed yang juga saling bergandengan. Hendri berjalan sendiri tanpa ada pasangannya


" Sayangku Risti, akhirnya aku pulang dan bisa bertemu denganmu. Haah,, aku tersiksa sendiri melihat mereka yang selalu bermesraan di hadapanku " Kata Hendri dalam hatinya dengan menunjukkan wajah sedih


Kemanapun Yudha pergi tentu akan jadi pusat perhatian. Kini,, ditambah dengan adanya Ji dan Ed yang berjalan di dekat mereka, tentu menambah rasa penasaran orang - orang terhadapnya. Karena Yudha tidak pernah membiarkan orang lain kecuali yang dia kenal derjalan beriringan dengannya atau dekat dengannya


*Yang berjalan dibelakang tuan Yudha itu siapa? Apa mereka putra putri tuan Yudha?


Aku belum pernah melihatnya


Aku juga tidak tahu, aku hanya tahu putri tuan Yudha itu Violeta. Tapi aku tidak pernah melihat anak kembarnya


Aku juga belum pernah melihat anak kembarnya. Dari dulu mereka tidak pernah diperkenalkan di depan publik. Ku dengar mereka tinggal diluar negeri


Mungkin mereka memang tidak ingin terekspos


Ya, mungkin saja*


" Jika ingin memainkan rencana kita. Dia harus tinggal dirumahmu dulu. Tapi jangan berani macam - macam padanya! "


" Papi! Kalian berdua ini gila ya? " Ji kesal mendengar rencana kedua pria ini. Tapi Yudha tidak menghiraukannya dan Ed tersenyum sambil merangkul pundak Ji


" Tentu om, akan aku ingat itu baik - baik. Kami pergi dulu om. Kami akan naik taksi "


" Pih, mih. Ji pergi dulu ya.. Salam buat nenek! "


" Iya, hati - hati sayang! "


Kata Gina sambil memeluk Ji


Ji dan Ed kemudian berjalan meninggalkan Yudha dan Gina yang sedang menunggu Hendri mengambil mobil di tempat parkir


" Sayang, apa kamu yakin dengan apa yang kamu rencanakan? Bukankah lebih bagus jika mereka tahu kalau Ji adalah anak kita? Lagipula memang yang kita mau kan menyatukan keluarga kita dengan keluarga sahabatmu? " Tanya Gina pada Yudha sambil menatapnya


" Tentu saja. Aku hanya ingin mempermainkan mereka. Karena aku tahu, kak Maria hanya akan merestui putri kita, dia tidak akan menerima jika Ed membawa gadis lain. Jadi,, bagaimana reaksinya jika nanti dia tahu kalau gadis yang dia tolak adalah gadis yang sangat ingin mereka jodohkan dengan Ed " Yudha tersenyum penuh kelicikan

__ADS_1


" Kamu ini, sudah lama tidak berkunjung kerumah mereka, sekarang malah ingin mempermainkan mereka! "


Yudha hanya tersenyum mendengar perkataan Gina dan mereka berjalan menuju Hendri yang telah menunggu di dalam mobil


*****


Ji dan Ed membutuhkan waktu beberapa lama untuk tiba di kediaman Ed. Ed terus menggenggam tangan Ji sepanjang perjalanan. Itu adalah bentuk dukungan yang diberikan Ed kepada Ji agar dia tidak merasa tegang atau khawatir..


Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Tibalah mereka disebuah rumah megah berlantai 2 yang bertempat di sebuah kawasan perumahan elit.


Ed turun dari taksi lebih dahulu, kemudian dia membukakan pintu untuk Ji. Sopir taksi sudah meletakkan koper mereka di pinggir.


" Sayang, ayo turun! Kita sudah sampai "


Kata Ed dengan lembut


Ji turun dan memperhatikan rumah Ed.


" Ed, apa mereka akan menerimaku? Keinginan papi begitu aneh. Apa kamu akan menurutinya? " Tanya Ji dengan wajah cemberut


" Tentu saja. Aku juga ingin kamu diterima karena dirimu sendiri, bukan karena papimu "


" Rupanya aku tidak hanya harus menyembunyikan identitas ku dalam dunia bisnis, tapi juga dalam dunia percintaan. huuh..."


" Hahaha,, sudahlah ayo kita masuk ke dalam! "


" Selamat datang tuan Muda! "


Kata penjaga kebun. Ed hanya mengangguk kepala dan menggandeng Ji masuk ke dalam rumah, rumah Ed tidak dikunci jadi dia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam


Ceklek...


Krieet


Dilihatnya bagian dalam rumah yang begitu luas dan sepertinya sedang ada tamu berkumpul. Ed masih menggandeng tangan Ji, tiba - tiba seorang gadis berjalan mendekat ke arah Ed


" Hai Ed, akhirnya kamu pulang! Sudah lama kita tidak bertemu "

__ADS_1


__ADS_2