
Keesokan harinya di rumah sakit. Ji dan Ed sedang bersiap untuk kepulangan Ji. Biru tidak tahu kalau Ji pulang hari ini. Karena Ji ingin memberikan kejutan dengan datang ke kantornya
" Sweet heart, kamu yakin sudah tidak papa? " Ed bertanya penuh perhatian
" Tentu saja, aku sudah kembali pulih. Hanya saja bekas lukanya yang tidak hilang "
Wajah Ji seketika berubah murung melihat bekas luka cambuk yang kini ada di hampir sekujur tubuhnya.
Ed pun ikut bersedih, dia menarik Ji kedalam pelukannya dan mendekapnya erat
" Tidak usah khawatir, nanti kita akan cari dokter terbaik yang bisa menghilangkan bekas luka ditubuhmu "
Ji mengangguk dalam pelukan Ed.
" Apakah semuanya sudah siap? Ayo kita pulang sekarang! "
Ed melepas pelukannya dan berdiri, mengulurkan tangan kepada Ji agar ikut berdiri
" He em "
Ji mengangguk dan menyambut uluran tangan Ed dengan senyum manisnya. Mereka pun berjalan dengan bergandengan tangan meninggalkan rumah sakit setelah Semua urusan administrasi selesai. Ed memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu masuk, jadi Ji tidak harus berjalan terlalu jauh. Ed membantu Ji masuk ke dalam mobil kemudian berkendara menuju Taeson Elektronik.
Setelah beberapa lama mereka tiba di Taeson Elektronik.
" Ji apa kamu yakin aku antar kesini? Apa tidak sebaiknya aku antar pulang saja supaya kamu dapat beristirahat? "
Terlihat wajah Ed yang begitu khawatir
" Tidak papa. Nanti aku akan pulang bersama dengan Biru. Kamu tidak perlu khawatir " Ji berkata dengan tenang dan lembut
" Baiklah. Nanti kabari aku kalau terjadi sesuatu! Sekarang aku akan langsung ke pangkalan militer "
" He em... hati - hati! "
Ed tersenyum dan mencium kening Ji dengan lembut. Ji turun dari mobil kemudian melambaikan tangan melihat Ed pergi sebelum dia masuk ke kantor Bi
__ADS_1
Ji berjalan memasuki kantor menuju meja resepsionis.
" Selamat siang. Saya ingin bertemu dengan pak Biru. Ruangannya disebelah mana ya? "
Ji berkata dengan lembut kepada penjaga resepsionis itu
" Selamat siang. Apa nona sudah membuat janji terlebih dahulu? "
Gadis resepsionis itu juga berkata dengan lembut
" Katakan saja kalau Ji ingin menemuinya! "
" Manf nona, jika anda tidak memiliki janji sebelumnya, maka anda tidak dapat bertemu dengan pak Biru! "
" Kalau begitu katakan saja dimana ruangannya? "
" Maaf nona, pak Biru benar - benar sibuk. Anda tidak bisa menemuinya sembarangan "
Ji yang mulai kesal karena rencananya mengejutkan Bi tidak berjalan mulus, akhirnya dia menghubungi Bi
Ji langsung bicara dengan nada yang kesal ketika teleponnya tersambung
" Hei, ada apa? Memang kamu dimana? bukankah masih dirumah sakit? "
Biru merasa heran dengan suara Ji yang terdengar kesal
" Aku dikantormu! "
" Apa? Kapan kamu keluar? Kalau begitu kamu masuk saja, aku dilantai 8 "
" Baik, aku kesana! "
Tapi, belum juga Ji berjalan jauh, langkahnya tiba - tiba terhenti mendengar perkataan beberapa orang dibelakangnya
*Pak Biru ternyata playboy ya, kemarin dia didatangi gadis cantik, sekarang sudah ganti lagi pacarnya
__ADS_1
Iya, yang ini juga cantik tapi lihat di tangannya ada bekas luka. Apa pak Biru tidak merasa risih ya dengan bekas lukanya?
Mungkin karena dia cantik jadi pak Biru tidak peduli dengan tubuhnya*
Ji mengepalkan tangannya, dia berusaha menahan amarah. Tatapan matanya berubah tajam. Dia yang tadi menahan amarah karena gagal memberi kejutan pada Biru, kini semakin tersulut emosi mendengar kata - kata yang membuatnya tersinggung, mengenai bekas luka dan juga kembarannya yang di jelek - jelekkan.
Saat ini Ji mengenakan baju dengan lengan 3/4 dan celana jeans panjang, jadi bekas luka ditangannya dapat terlihat.
Ji berbalik dan berjalan menghampiri mereka yang sedang bicara di meja resepsionis. Terdapat 3 orang karyawan. 1 resepsionis dan 2 cleaning service.
" Apa yang tadi kalian katakan? "
Nada suara Ji terdengar sinis dan dingin dengan sorot mata yang tajam
" Maaf nona, kami tidak bicara apa - apa, mungkin anda salah dengar! "
Sorot mata Ji semakin tajam mendengar perkataan dari resepsionis
" Aku salah dengar? Bekas luka ditanganku dan Biru playboy. Tadi kalian bicarakan itu kan? Aku yang salah dengar atau kalian yang salah bicara? " Nada bicara Ji terdengar dia sangat marah tapi dia masih terlihat tenang
" Aku mau, kalian urus pemberhentian kerja kalian dengan bagian HRD sekarang juga! "
Tatapan mata Ji yang tajam dan dingin benar - benar membuat orang yang mendengarnya merinding. Sekarang mereka mulai dikerumuni karyawan lain
Biru yang sedang menunggu Ji akhirnya turun karena Ji tak juga masuk ke ruangannya. Dia khawatir terjadi sesuatu karena Ji baru keluar dari rumah sakit. Begitu tiba dibawah dia mendengar suara keributan
" Memangnya kamu siapa berani mencoba memecat kami? Paling kamu ini hanya wanita penghibur yang mendekati pak Biru karena uang! " Kata seorang cleaning service
" Aku bukan wanita penghibur, tapi aku seorang model, sepertinya kamu tidak pernah membeli majalah fashion? " Kata Ji santai
" Mana ada model yang memiliki bekas luka ditubuhnya? Meskipun hanya model majalah pulgar, kamu tetap harus memiliki tubuh bagus dan mulus biarpun wajah pas - pasan! "
Cleaning service berkata dengan sombong
Ji termenung mendengar perkataannya
__ADS_1
Benar, aku bukan lagi model. Mana ada model yang memiliki bekas luka seperti ku?