
Ji berjalan menuju gedung ** companies diiringi puluhan mata yang menatap ke arahnya. Memandang dan mengagumi pria yang ada disampingnya. Awalnya dia dan Ed hanya jalan beriringan tapi kemudian, Ed meraih tangannya dan menggenggam tangannya dengan erat tanpa bisa Ji lepaskan.
" Pak Jendral,, Terimakasih sudah mengantar ku. Hati - hati dijalan ya! "
Ji hendak masuk ke dalam gedung tapi Ed menahannya lagi.
" Ada apa lagi? "
Ji berkata acuh tak acuh, dia tidak suka tatapan para gadis yang mengarah ke mereka
" Kamu hati - hati kerjanya. Nanti sore aku akan kembali menjemputmu! "
Tatapan dan suara Ed terdengar begitu lembut. Ji dibuat tak berdaya olehnya. Seakan tersihir, Ji hanya menganggukkan kepala saja
" Sudah, masuklah! "
Akhirnya Ed membiarkan Ji masuk.
Ji berjalan menyusuri loby gedung yang begitu luas menuju ke arah lift. Dengan beberapa karyawan yang ada disana dan terus memperhatikan Ji berjalan. Ji terlihat begitu elegan dengan setelan kantor, berupa kemeja yang dipadu padankan dengan celana katun panjang dan blezer. Dilengkapi sepatu pantopel yang agak tinggi dan tas yang dipegang di tangan. Ji menaiki lift menuju ruangannya. Dia tidak mempedulikan gunjingan para karyawan yang sepertinya membicarakannya. Beberapa menit kemudian, tibalah Ji di ruang kerja miliknya. Dan Adel telah menunggunya di meja kerja miliknya, yang diletakkan di depan ruangan Ji. Jadi begitu Ji tiba diruangan miliknya, Adel langsung mengikutinya masuk kedalam.
" Apa saja jadwal kerjaku hari ini "
Tanya Ji datar pada Adel
" Anda memiliki rapat dengan klien baru dalam 1 jam kedepan. Ini juga dokumen - dokumen yang harus anda periksa " Adel menunjuk tumpukan dokumen yang ada diatas meja kerja Ji
" Baiklah. Kita akan siap - siap untuk pergi rapat dengan klien itu! "
" Baik bu! "
Adel berjalan keluar meninggalkan Ji. Sambil menunggu waktu rapat yang telah ditentukan, Ji membuka salah satu dokumen. Dia mengerutkan kening ketika melihat dokumen bagian keuangan bulan ini.
" Bagaimana bisa laporannya menjadi tidak masuk akal seperti ini? Jadi manajer keuangan itu ingin menguji ku dalam mengambil tindakan?
Kamu kira aku tidak berani memecat dan memenjarakanmu! Tunggu saja nanti! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Sementara itu, Vio sedang berjalan sendiri di mall. Dia berjalan sambil menoleh kesana kemari. Memperhatikan setiap sudut mall
" Aach membosankan! "
Katanya sambil terus berjalan. Karena Vio berjalan tidak fokus, dengan terus menoleh kesana kemari. Dia tidak melihat ada orang yang berjalan dihadapannya
Bruk
Barang belanjaan orang itu jatuh berserakan di latai
" Maaf saya tidak sengaja! "
Vio dengan cepat minta maaf dan berjongkok untuk membantu mengambil barang yang berserakan di lantai.
" Kamu tidak punya mata ya?
Aku yang sebesar ini, bisa - bisanya kamu tidak lihat aku berjalan di depanmu? "
Kata gadis yang barangnya terjatuh
" Sudahlah. Kan dia sudah minta maaf "
" Tapi kan, tetap saja, gara - gara dia semuanya jadi berserakan di lantai! "
Gadis itu tetap mencari masalah dengan Vio
" Saya sudah minta maaf dan barangnya juga tidak ada yang rusak. Hanya barang belanjaan saja. Tiba dirumah pun anda bisa langsung mencucinya bersih karena jatuh "
Vio berkata dengan nada yang tenang
" Hei gadis muda sombong. Bisa - bisanya kamu berkata seperti itu? "
" Lantas apa yang harus saya lakukan?
Saya sudah minta maaf dan membantu merapikan barang bawaan anda juga. Apalagi yang anda inginkan? Tidak mungkin kan hanya karena barang - barang ini, anda meminta ganti rugi kepada saya. Ku kira pria anda ini juga terlihat sangat mampu untuk membiayai kebutuhan anda "
Gadis itu dibuat kesal, sedangkan sang pria yang beesamanya tersenyum dengan sikap tegas Vio
__ADS_1
" Kamu ini, dasar gadis menyebalkan! "
Gadis itu pun menggandeng pria yang bersamanya pergi menjauh dari Vio dan berjalan keluar mall
" Ish baru tiba disini sudah ada saja yang membuat masalah! "
Vio berkata sendiri sambil menggelengkan kepala beberapa kali
Sementara pria tadi terus memperhatikan Vio dan berkata dalam hati
Gadis manis, aku baru pertama melihatmu. Apa kita akan bertemu lagi?
Vio yang bosan akhirnya menghubungi Ji
Tuut tuut tuut
" Hallo kak Ji "
Vio menyapa setelah panggilan tersambung
" Ada apa Vi? "
Ji berkata dengan nada datar
" Aku bosan. Aku mau ke kantor kak Ji ya?
Setelah itu kita bisa pulang bersama ke apartemen. Tidak mungkin kan kita pulang kerumah kak Bi? "
Vio dengan suara manjanya berbicara dengan Ji
" Aku masih sibuk, ada rapat. Sudah ku bilang kamu tidak perlu tinggal disini. Sekarang baru beberapa jam saja kamu sudah merasa bosan! Ya sudah nanti kamu datang saja kesini! "
Kata Ji kesal
" Yess, oke kak Ji sampai ketemu! "
Ji langsung memutuskan panggilan teleponnya
__ADS_1
Hadooh susahnya punya keluarga workaholic. Untung perusahaan sendiri. Jika bekerja diperusahaan orang lain, maka kami tidak akan memiliki waktu untuk bertemu sama sekali