
Sella bergegas ke perusahaan pak Malik saat itu juga. Dia tidak sabar untuk merencanakan cara menjebak Ji dengan pak Malik. Dia masih ingin menghancurkan Ji.
Dalam perjalanan dia melihat sebuah berita besar bahwa Yudha sang raja bisnis berkunjung ke negara ini.
" Jadi sang raja bisnis ada disini, jika Ji bisa menjadi brand ambasador untuk salah satu produknya, itu sudah pasti sangat menguntungkan untukku juga. Aku harus menemuinya dan mengamankan posisi untuk Ji. Dengan cara apapun, Ji harus bisa jadi modelnya "
Setelah beberapa lama dia tiba di depan perusahaan pak Malik. Dia berdiri dibawah bangunan gelap itu dan memandanginya cukup lama. Terdapat segel yang bertuliskan ' DISITA PIHAK BANK ' di pagar perusahaan itu
" *Kenapa perusahaannya disita? Apa iya pak Malik terlilit hutang? Orang sekaya dan sesukses dia bisa bangkrut dalam 1 hari? Bagaimana ini bisa terjadi?
" Hah, sekarang aku harus mencari orang lain yang bisa memberiku keuntungan besar sekaligus. Selain mengamankan posisi Ji sebagai model, supaya aku bisa dikenal sebagai manajer profesional, juga bisa menghancurkan dia. "
"Ach, Aku tahu, Tuan Yudha, benar dia ada disini. Ini adalah kesempatan bagus, aku harus segera membuat jadwal bertemu dengannya* "
Gumam Sella dengan senyum liciknya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dipangkalan militer, seorang laki - laki telah selesai berlatih dengan pasukannya, dia duduk di kursi kerjanya dengan pakaian yang masih basah oleh keringat sambil termenung
" Kenapa aku jadi terus memikirkan Ji? Apa ada yang salah denganku? Aku ingin sekali pergi menemuinya dan melihat keadaannya "
Tok tok tok
" Permisi pak! "
Suara dari arah pintu membuyarkan pikirannya yang entah berada dimana
" Masuk! "
" Lapor pak!
Ini laporan yang anda minta untuk saya selidiki "
Kata anak buahnya yang masuk dengan membawa dokumen berisikan sebuah informasi
" Baiklah, kamu boleh pergi! "
__ADS_1
Jawabnya dengan wajah datar nan tampannya
" Siap pak! "
Edward mengambil dokumen dihadapannya dan mulai membukanya
" **Jingga Riani Putri. Nama yang cantik, secantik orangnya. Seorang model yang berasal dari negara A. Saudara kembarnya Biru Anggara Putra. Oh, dia pria yang datang kerumah sakit ya?
Tapi, tidak ada informasi yang di dapat mengenai keluarganya. Bagaimana bisa nama keluarganya disembunyikan? "
" Bagimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya lagi? Apa aku datang kerumah sakit saja? Harus dengan alasan apa?
Ach sudahlah, besok aku datang saja kerumah sakit dan menjenguknya "
Edward tersenyum saat memikirkannya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya, Sella dan kru lainnya kembali ke bukit untuk mencari Ji.
"Ji,,,, Ji,,,,"
" Ji,,,, "
Semua orang saling berteriak memanggil nama Ji.
" Bagaimana ini? kita tidak dapat menemukan Ji, hiks hiks "
Sella menangis tersedu - sedu karena tidak berhasil menemukannya
" Sabarlah, kita cari lagi! "
Salah seorang photografer berusaha menenangkan Sella, Sella manganggukkan kepalanya setuju dan disisi lain dia tersenyum dengan penuh kelegaan.
" Aku tidak perlu repot secara langsung untuk menghancurkan dia. Alam sungguh baik padaku dan mendukungku untuk melenyapkannya. Hahaha.
Tapi rencanaku untuk mendekatkan dia dengan tuan Yudha jadi gagal. Huh "
__ADS_1
Ditempat lain, tepatnya disebuah restoran. Alisa yang telah memiliki janji temu dengan Biru, sedang duduk dan menunggu disebuah restoran, dia duduk dengan segelas kopi dihadapannya.
Tak lama Biru berjalan masuk ke dalam restoran. Semua orang memperhatikan kedatangannya, karena parasnya yang tampan dan badannya yang tinggi serta gaya berjalannya yang penuh wibawa
"*waah, lihat! Pria itu tampan sekali "
" Aku beruntung datang ke restoran ini. Jadi aku bisa melihat pemandangan yang begitu indah "
" Beruntung sekali wanita yang mendapatkannya! Aku jadi iri sendiri pada kekasinya* "
Karena pembicaraan gadis - gadis itu, Alisa juga ikut menatap ke arah pintu masuk dan memperhatikan Bi.
Dahinya berkerut, senyumnya melebar
" Dia berjalan ke arahku, apakah dia menuju ke arahku? Siapa dia? Sepertinya aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya! "
Bi berjalan menuju meja Alisa dan dengan tenang berkata
" Permisi nona. Apa anda nona Alisa? "
" I, iya,, Saya Alisa " Jawabnya terbata - bata karena gugup dan terpesona
" Saya Biru Anggara Putra direktur dari perusahaan Taeson Elektronik " Bi mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Alisa.
Alisa termenung untuk beberapa saat, setelah agak lama barulah dia menyambut uluran tangan Biru dengan senyum,lalu mempersilakan dia duduk
"Saya ingin bertemu nona untuk membicarakan kontrak kerja dengan anda. Saya ingin anda menjadi brand ambasador produk saya. Apakah anda bersedia?
" Tentu saja saya bersedia " Jawab Alisa tanpa pikir panjang
" Kalau begitu beberapa hari kedepan kita akan mengatur pertemuan ulang untuk membahas kontraknya " Bi berkata dengan tenang dan sedikit memasang senyum misterius
" Baiklah, saya setuju. Anda bisa mengabari saya lagi nanti " Jawab Alisa dengan tatapan menggoda
" Kalau begitu saya permisi " Bi berdiri dan berjalan meninggalkan Alisa
" Cih, kamu pikir,, aku akan terpikat dengan senyum palsumu itu. Jangan harap, karena sebentar lagi senyum itu akan berubah jadi tangisan "
__ADS_1
Gumam Bi saat meninggalkan restoran