
Alex dan Bina melihat Ji turun dari mobil, mereka terlihat gugup
" Pagi Ji "
" Pagi bu Jingga "
Sapa Alex dan Bina bergantian
" Selamat pagi.. Kenapa kalian gugup begitu? Apa kalian melakukan sebuah kesalahan? "
Tanya Ji acuh tak acuh
" Tentu saja tidak. Memangnya kesalahan apa yang kami lakukan! "
" Mungkiiinn,,, kalian berkhianat? "
" Tidak. Kami adalah tipe orang setia dan jujur "
Jawab Alex dengan yakin
" Jika begitu, kalian tidak perlu salah tingkah seperti itu di hadapan ku. Aku tidak akan melarang hubungan kalian berdua. Sudahlah, aku masuk duluan "
Ji berkata dengan senyum tipis sambil berlalu meninggalkan Alex dan Bina
" Alex, jangan macam - macam dengan Bina. Jika kamu berani, maka aku yang akan membalasmu! "
Kata Ji lagi dengan hanya menolehkan kepala tanpa membalikkan badan.
" Apa maksudnya dia itu? Berani - beraninya dia mengancamku! "
Gerutu Alex setelah Ji pergi. Bina hanya tersenyum dengan perkataan Ji.
Sejak Ji menolongnya membalaskan dendamnya pada keluarga Hardi dan ayah angkatnya. Bina begitu menghormati Ji dan sangat berterima kasih padanya. Seperti yang dikatakan Adel. Banyak dari sikap Ji yang harus di pelajari olehnya.
Ji berjalan dengan anggunnya menuju ruang kerjanya. Adel mengikuti Ji dari belakang menuju ruang kerja Ji, setelah Ji melewati meja kerjanya.
" Apa ada yang ingin kamu laporkan? "
" Ji, masalah dewan direksi yang ingin menjatuhkanmu supaya dia bisa mengambil alih posisimu itu. Dia semakin berulah ketika kamu tidak ada, dia menjelekkanmu dan mengatakan pada dewan direksi lain, kalau kamu tidak bisa mengelola perusahaan dengan baik. Kamu hanya memberi perintah dan bergantung pada kami yang menyelesaikannya "
Ji tersenyum penuh arti mendengar informasi dari Adel
" Aku mengerti, adakan rapat dewan direksi sekarang! Kita harus menyelesaikan ini secepatnya! "
"Baik Ji "
Adel hendak pergi meninggalkan Ji, namun langkahnya terhenti ketika Ji kembali memanggilnya
" Adel. Apa kamu tidak ingin kembali pada keluargamu? Sudah cukup lama kamu ikut denganku. Kamu tidak ingin bergabung dengan perusahaan kakakmu? "
__ADS_1
Adel sempat terkejut mendengar pertanyaan Ji namun kemudian dia tersenyum
" Jadi kamu sudah tahu kalau aku juga berasal dari keluarga berada? "
" Tentu saja aku sudah tahu. Bagaimana mungkin aku tidak tahu asal usul orang disekitar ku? "
" Aku tidak ingin ikut mengelola perusahaan keluarga ku. Awalnya aku senang dengan dunia seni, tapi setelah aku mengikutimu. Aku hanya ingin selalu terlibat dengan setiap langkahmu. Aku banyak belajar dari setiap tindakan yang kamu ambil "
" Tapi Del, perusahaan keluarga mu juga membutuhkan pemimpin sepertimu "
" Kamu tenang saja Ji. Kakakku juga orang yang cekatan, selama ini dia mengelola perusahaan dengan baik "
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Justru aku senang jika kamu tetap memilih untuk jadi asistenku.. Ach,, aku punya satu pekerjaan untukmu! "
" Apa itu Ji? "
" Kamu tahu perusahaan Sanggara? "
" Iya, aku tahu "
" Goyahkan sedikit perusahaannya, aku ingin lihat tindakan apa yang akan mereka ambil! "
" Bukannya itu perusahaan temannya Biru? "
" Benar, aku ingin tahu. Apa dia menghubungi Bi untuk meminta bantuannya, atau dia akan menghubungi Vio untuk meminta bantuan papi "
" Apa yang sedang kamu mainkan Ji? "
" Kalian ini saudara kembar yang langka. Mana ada orang yang mempertaruhkan perusahaan temannya dengan sebuah mobil sport keluaran terbaru "
" Itulah kami. Kami tidak suka hal yang terlalu biasa "
" Sepertinya teman Biru itu membuat ulah. Baiklah, aku akan mengikuti permainan kalian berdua "
Adel kembali keluar dari ruangan Ji. Tak lama Adel memberitahukan Ji, kalau rapat dewan direksi akan segera dimulai
Tok tok tok
Ceklek
"Ji rapatnya akan segera dimulai. Kamu sudah ditunggu diruang rapat "
" Aku segera kesana! "
Ji berdiri dan menyusul Adel menuju ruang rapat
" Selamat siang semuanya. Maaf telah mengganggu waktu kerja kalian. Ada yang harus saya bahas disini. Sepertinya dari anda disini sudah tahu apa yang ingin saya bahas "
Semua anggota dewan saling menatap satu sama lain. Satu orang yang melihat Ji dengan tatapan tajam. Pak Arya
__ADS_1
" Bu Jingga, kita disini tahu anda sering sekali meninggalkan perusahaan dan menyerahkan pekerjaan anda pada asisten juga sekertaris anda. Jika anda tidak ingin mengelola perusahaan, maka disini masih ada dewan direksi lain yang bisa mengambil alih tugas anda sebagai direktur utama. Saya yakin salah satu dari dewan direksi disini bisa mengelolanya dengan baik, dan anda bisa berpangku tangan sebagai pemegang saham biasa "
Pak Arya berkata dengan sangat yakin. Ji hanya tersenyum sinis mendengar pernyataan pak Arya
" Apa anda yakin, kalau anda atau yang lainnya disini bisa mengelola perusahaan ini dengan baik? Saya ingin bertanya pada yang lainnya disini, apa kalian setuju dengan usulan pak Arya? "
Mata Ji menyapu ke seluruh peserta rapat
" Kami,,, kami,, setuju dengan usulan pak Arya. Anda sangat sering meninggalkan meja kerja anda dan memberikan tugas anda pasa orang kepercayaan anda. Apa salahnya kalau kita mencoba mengganti posisi anda dengan orang yang bisa bekerja lebih baik? "
Ji menganggukkan kepala berkali - kali kemudian tersenyum tipis
" Baik, saya beri kesempatan untuk orang yang ingin duduk di kursi saya ini. Tapi jika dalam 2 minggu saham anjlok dan kalian tidak bisa memlerbaikinya. Jangan harap kalian masih bisa bertahan diperushaan ku. Bagaimana, apa kalian berani menerima tantanganku? "
Tanya Ji dengan senyum dan tatapan liciknya. Semua orang kembali saling menatap dan menganggukkan kepala
" Baik, saya terima tantanganmu! "
Kata Arya dengan senyum yakin
" Anda? Owh jadi anda yang ingin menggantikan posisiku? "
" Semua orang disini ingin aku mengambil alih posisi direktur utama dan menggantikanmu "
" Apa kamu yakin bisa menggantikanku? Silahkan, aku beri kamu kesempatan 2 minggu untuk mencicipi kursi direktur utama. Kita akan tahu hasilnya setelah 2 minggu, apakah anda pantas menduduki jabatan ini atau Tidak? Rapat kita selesai sampai disini. Aku akan kembali ke perusahaan ini dengan rapat evaluasi 2 minggu ke depan. Adel, Bina saatnya kita berlibur "
Ji hendak meninggalkan ruang rapat bersama Adel dan Bina
" Tunggu bu Jingga, anda tidak bisa pergi dengan Adel dan Bina! "
Kata Arya menahannya
" No no no, mereka adalah asisten pribadi dan sekertaris pribadiku. Jadi mereka hanya bekerja untukku. Jika kalian ingin asisten dan sekertaris, maka kalian harus mempekerjakan orang lain "
Ji kembali berjalan meninggalkan ruang rapat
" Ji, bagaimana bisa kamu melepas jabatan mu begitu saja? Ini perusahaan milikmu juga Biru, kamu tidak harus mengalah pada mereka! "
Kata Adel yang kesal setelah keluar dari ruang rapat
" Kalian tenang saja, biarkan mereka sedikit bersenang - senang dengan kursi direktur utama. Setelah itu, kita buang jauh - jauh orang licik seperti mereka. Biar ku jadikan dia contoh untuk yang lain "
Ji tersenyum tipis saat mengatakannya
" Baiklah, kami percaya padamu "
" Sekarang lebih baik kita main - main saja dengan perusahaan Rian. Aku akan melacak sedikit ke dalam komputer perusahaan mereka, untuk mencari gosip terbaru perusahaan Rian "
Yang dimaksud Ji gosip terbaru adalah kecurangan yang mungkin terjadi dalam perusahaan Rian yang akan disebarkan untuk dapat menjatuhkan harga saham mereka
__ADS_1
" Kami akan menikmati liburan kami selama 2 minggu "
Kata Adel dan Bina dengan saling tersenyum