Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu termasuk beruntung karena dia hanya memecatmu


__ADS_3

" Pak ku mohon jangan pecat aku. Aku membutuhkan pekerjaan ini "


Bina meraih tangan Biru dengan cepat dan memohon dengan derai air mata


" Kamu yang memintanya sendiri dengan menguji batas kesabaranku! Ini belum seberapa. Jika aku mau, aku bisa saja menghancurkan mu dengan sangat mudah. Aku masih berbaik hati padamu! "


Bi menghempaskan tangan Bina dan berjalan menuju Emili, meninggalkan Bina yang masih tak percaya jika dia harus kehilangan pekerjaan yang belum lama di dapatkannya.


Bagaimana ini? Aku kehilangan pekerjaan ku lagi. Aku harus mencari kerja dimana lagi?


Bina berjalan keluar meninggalkan pesta dengan derai air mata. Dia berjalan menyusuri trotoar yang diterangi lampu jalan dan juga cahaya rembulan. Dia terus merenung, meratapi apa yang selama ini terjadi padanya. Keinginannya untuk bahagia bersama dengan Biru dan mendapat perlindungan darinya ternyata malah membuat dia semakin menjauh dari Biru dan kehilangan pekerjaan


Tanpa Bina sadari Alex mengikutinya dari belakang. Dia mengendarai mobilnya perlahan. Alex telah melihat apa yang terjadi.


Dia tersenyum dan bergumam


Mungkin karena ini Biru memintaku datang. Biru pasti telah curiga kalau Bina akan melakukan sesuatu. Gadis ini sangat polos tapi juga naif. Hanya karena Biru telah menolongnya beberapa kali dia mengira kalau Biru menyukainya, hingga dia terobsesi pada Biru. Gadis bodoh!!


Tin Tin Tin


Bina terkejut mendengar suara klakson mobil Alex hingga dia melompat kemudian menoleh. Dilihatnya sebuah mobil mercy hitam yang berada dibelakangnya. Dia menyipitkan mata supaya dapat melihat si pemilik mobil. Sayang, cahaya lampu mobil sangatlah terang, sehingga dia tidak dapat melihat ke dalamnya. Tak lama Alex turun dari mobil dan berjalan ke arah Bina.


" Kenapa seorang perempuan berani berjalan sendiri di jalan yang sepi tengah malam begini? Apa kamu sama sekali tidak takut? "


Alex berkata dengan tersenyum


" Pak Alex, bagaimana bapak bisa ada disini? "


" Nanti saja kalau mau bertanya. Cepat masuk mobil! aku antar kamu pulang, ini sudah larut malam "


" Tapi,,, "

__ADS_1


" Kamu mau jalan sampai kapan? "


Bina cukup lama berpikir kemudian dia mengangguk


" Baiklah, maaf merepotkan! "


Mereka pun masuk ke dalam mobil Alex dan berkendara menuju apartemen Bina


Suasana dalam mobil cukup hening tanpa mereka berdua saling bicara.


" Ehem, ehem,, "


" Tadi,, aku melihat semuanya "


Perkataan Alex membuat Bina tertunduk


"Aku dan Bi adalah teman lama. Aku sudah sangat mengenal dia. Meskipun dia terlihat dingin, namun itu hanya penampilan luarnya saja. Dia baik tapi akan sangat fatal akibatnya jika seseorang mengusiknya. Kamu termasuk beruntung, karena dia hanya memecatmu tanpa memblokir lagi masa depanmu. Jadi kamu bisa mencari pekerjaan lain "


" Kenapa kamu baik padaku? Padahal aku sudah berniat jahat "


"Tidak ada apa - apa. Aku hanya ingin memberitahumu kalau Bi hanya merasa kasihan padamu. Dia tidak suka melihat orang lain di tindas. Tapi, jangan berharap terlalu lebih, atau kau akan hancur nantinya! Hentikan kegilaan mu sampai disini! "


"Haah, Sudahlah! kita sudah sampai di apartemenmu. Pulanglah! "


" Terimakasih. Maaf merepotkan mu! "


Alex langsung mengendarai mobilnya untuk pulang setelah Bina turun dan masuk ke dalam apartemennya.


Biru dan Jingga hendak peegi meninggalkan pesta.


" Bi, dimana Bina dan Alex? Mereka tidak pulang bersama kita? "

__ADS_1


Mili menoleh kesana kemari mencari Alex dan Bina


" Tidak usah khawatir. Sepertinya Alex telah mengantar Bina pulang. Ayo, aku antar kamu pulang! '


Bi dan Mili berjalan menuju mobil untuk mengantar Mili pulang.


Dalam perjalanan Mili dan Biru hanya diam saja. Sebelah tangan Biru menggenggam tangan Mili dan sebelahnya lagi memegang kemudi.


" Mili bolehkan aku bertemu dengan ibumu secepatnya? "


Pertanyaan Biru membuat Mili yang tadinya menatap keluar jendela, seketika menoleh menatapnya karena terkejut


" Apa Bi? "


" Aku ingin bertemu ibumu secepatnya. Agar kita bisa segera menikah "


" Mungkin tidak sekarang Bi. Kurasa waktunya belum tepat. Aku belum memberi tahu tentang hubungan kita pada mama. Aku takut kalau mama akan marah karena aku memilih pasanganku sendiri "


Mili tertunduk dan badannya gemetar saat dia berbicara dengan Bi. Bi menangkap setiap perubahan yang ada pada Mili


" Ada masalah apa? Apakah mamamu tidak memperlakukan mu dengan baik? "


Wajah Bi terlihat sangat serius dan menyeramkan


Mili menggelengkan kepalanya


" Bukan begitu, hanya saja mama orang yang cukup keras. Dia selalu mengatur ku. Dia akan sangat marah jika aku melakukan sesuatu atas kehendakku sendiri. Jika aku melawan, mama mengancam kalau dia akan menyakiti ibu kandungku dan dia juga akan menghukumku "


Bi mengernyitkan dahi mendengar penjelasan Emili, dan berpikir


Bisa jadi ini masalah yang mengakibatkan dia memiliki pribadi yang berbeda - beda. Kadang dia terlihat kuat tapi aslinya dia ini sangatlah rapuh dan penakut. Ternyata kamu itu semakin lama semakin membuatku tertarik. Entah kenapa, aku ingin segera memilikimu dan melindungi kamu Emili

__ADS_1


__ADS_2