Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Sikapmu yang manis seperti ini tidak boleh dilihat orang lain


__ADS_3

Melia masih terus memperhatikan Leo dan Vio. Dia tidak percaya kalau Leo dekat dengan gadis yang memiliki pengaruh. Kemudian dia berjalan meninggalkan Yasmin dan mendekati ayahnya. Sandy


" Pa. Papa kenal dengan orang yang bersama paman Fabian? "


Tanya Melia kepada Sandy. Sandy menoleh untuk mengetahui siapa yang ditanyakan putrinya


" Tentu saja papa mengenalnya. Tidak ada yang tidak mengenal tuan Yudha. Dia dan istrinya berasal dari keluarga bisnis. Mereka terkenal sebagai pengusaha berhati dingin. Yang mengusik mereka sudah dapat dipastikan akan menjadi gelandangan dalam satu malam! "


Melia masih terlihat tak percaya dan terus manatap Vio, tanpa mereka tahu seorang pria mendekati mereka


" Selamat malam om, Mel? "


Melia dan Sandy menoleh secara bersamaan


" Selamat malam "


" Hai sayang. Pah, kenalkan! Ini Jefry, dia pacarku! "


Melia terlihat senang, dia langsung mendekati Jefry dan menggandeng lengannya. Jafry mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Sandy, Sandy juga ikut mengulurkan tangan menerima uluran tangan Jefry.


" Kalian berbincang saja! Papa mau menemui rekan bisnis yang lain "


" Baik pah "


Sandy meninggalkan mereka berdua. Melia kembali menatap Leo dan Vio


" Kamu memperhatikan siapa? Pacarmu ada disini, bagaimana bisa kamu memperhatikan yang lain! "


Jefru menggoda Melia


" Apa sich? Lihatlah kesana, aku memperhatikan itu!


Dia adalah saudaraku yang sudah lama menghilang. Dia adalah anak dari paman Fabian. Penerus keluarga Nugraha "


Melia menunjuk ke arah Leo, Jefry mengikuti arah yang di tunjuk oleh Melia dan menatap Vio


" Gadis itu cantik sekali, apakah dia seorang model? beruntung sekali pria bernama Leo itu. Dia bisa berdekatan dengan gadis yang cantik dan lucu seperti dia "


" Siapa gadis yang bersamanya itu? "


" Owh itu, namanya Violeta. Katanya dia kekasihnya. Kenapa kamu menanyakannya? "


Melia terlihat heran dan tatapannya penuh curiga


" Tidak ada, aku hanya bertanya saja. Kenapa? Kamu cemburu ya sayang? Aku suka jika kamu cemburu. Tapi sayang ku itu hanya kamu! "


Jefry berkata dengan tersenyum menggoda, dia juga sedikit menyentuh dagu Melia, membuat Melia seketika tersipu malu. Namun tanpa Melia tahu Jefry terus saja memperhatikan Vio


Pesta akhirnya selesai, semua tamu telah meninggalkan aula. Leo mengantar Vio menuju kamarnya


" Ini sudah malam. Istirahatlah! Kita akan bertemu lagi besok "


Kata Leo lembut ketika tiba dikamar Vio


" Kak Leo tidak pergi ke kantor? "


" Aku belum secara resmi terjun dalam bisnis ayah. Lagi pula jika secari saja tidak masuk kantor, apa salahnya? "


" Ehem ehem. Ini sudah malam, sampai kapan kalian akan bermesraan disitu? "


" Papi, apaan sich? Ngapain juga papi berdiri disitu? "


Vio yang malu berkata dengan nada manja


" Papi mau masuk ke kamar. Kamar papi ada disebelah kamarmu! Ya sudah papi masuk. Kalian juga harus segera istirahat! ini sudah malam "


" Baik papi "


" Ya sudah aku kembali dulu ke kamarku! "

__ADS_1


" Iya kak. Selamat malam "


Leo meninggalkan kamar Vio dan berjalan menuju ke kamarnya. Vio juga masuk ke kamarnya


*******


Sementara pesta berlangsung, di negara F Rian sedang berbincang dengan ayahnya setelah pulang kerja dengan tas kerjanya yang berisi gantungan kunci dari Vio berada disampingnya


" Bagaimana hubunganmu dengan anak dari Yudha itu? "


Tanya ayah Rian padanya


" Hubunganku sudah semakin baik dengannya. Kini dia sudah mau berusaha membuka diri untuk menjalin hubungan denganku. Papa tenang saja, aku pasti bisa mendapatkan Vio dan menjadikannya milikku "


" Kamu berhentilah main perempuan! Kamu harus fokus pada hubunganmu dengan putra tuan Yudha "


" Baik pah. Aku akan tetap setia pada Vio. Setidaknya di hadapannya "


Rian tersenyum setelah mengatakan itu


" Kamu ini. Jangan sampai kamu membuat masalah! "


Ayah Rian memperingatkan


Dari apartemennya, Jingga tersenyum mendengar percakapan ayah an anak itu.


" Jadi,, Itu maksud kalian. Mendekati Vio dengan maksud itu. Baiklah kita mulai bermain. Akan ku goyahkan perusahaan mu. Kita lihat tindakan apa yang akan kamu ambil "


Keesokan paginya ketika Ji hendak pergi ke JB Companies. Ed sudah menunggu depan apartemennya


" Pagi my queen, biar aku yang mengantarmu ke kantor! "


Kata Ed dengan senyum menggodanya


" Kamu tidak bertugas? Bukankah kamu harus membuat laporan mengenai Kalina? "


Ji dengan ekspresi datarnya bicara dengan santai sambil berjalan mendekati Ed


Ed tersenyum bangga saat mengatakannya


" Bukannya kamu sudah menurunkan pangkat dan juga memberinya skorsing? "


Ji terheran - heran mendengar perkataan Ed


" Itu tidak cukup. Dia sudah melukai tanganmu. Jadi dengan ditambah mutasi ke sebuah daerah pelosok ku kira itu cukup adil " Kata Ed acuh tak acuh


" Terserah kamu saja. Terimakasih karena sudah memberinya pelajaran! "


" Sudahlah. Ayo masuk mobil! "


Ed lalu membukakan pintu mobil untuk Ji


Setibanya diperushaannya, Ji melihat Alex sedang berbincang dengan Bina di parkiran mobil. Dia mengernyitkan dahinya sambil berkata


" Sejak kapan mereka mulai dekat? "


" Siapa yang kamu maksud? "


" Itu, Alex dan Bina. Tentu kamu tahu Alex kan? "


Ji menunjuk pada Alex dam Bina yang berada tidak jauh darinya. Kemudian dia menoleh pada Ed


" Dia itu, asistennya Biru kan? "


" Iya, dan itu Bina, dia sekertaris ku! Aku tidak tahu kalau mereka dekat "


" Biarkan saja. Sudah waktunya kamu masuk, atau kamu masih mau menghabiskan waktu berdua dengan ku? "


Ed tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya bersamaan

__ADS_1


" Tidak. Aku masih banyak pekerjaan yang harus dibereskan! "


" Baiklah. Tidak masalah, jadi saat kita menikah kamu telah menyelesaikan semua urusanmu. Kita bisa berbulan madu tanpa ada yang mengganggu "


" Sudahlah. Aku masuk dulu! "


" Apa kamu melupakan sesuatu? "


Ji hendak keluar dari mobil Ed namun Ed menahan tangannya


" Apa? "


" Ucapan terimakasih! "


" Terimakasih sudah mengantar ku! "


Kata Ji dengan senyum manis yang dipaksakan


" Itu saja? "


" Memangnya apalagi? "


Ji dibuat jengkel oleh Ed


" Imbalannya! "


" Imbalan apa? Apa kamu kekurangan uang tuan Jendral? "


" Tidak, aku tidak butuh uangmu. Meskipun aku tentara, tapi aku juga berinvestasi dalam bisnis "


" Lantas, imbalan apa? "


" Ciuman terimakasih,,, "


Wajah Ji yang kesal seketika berubah menjadi merah


" Dasar Jendral mesum! Tidak! "


" Apa salahnya, toh kita akan segera menikah! "


" Tidak mau! "


" Aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum kamu membayarku! "


Ed memalingkan wajahnya menghadap ke depan


" Ish.. muach.. Sudah! "


Ji dengan cepat mencium pipi Ed


" Cepat sekali. Kamu tidak ikhlas ya my queen? "


" Pyuuuhhh "


Ji menghela napas kemudian kembali mendekati pada Ed untuk mencium pipinya


" Ehm... "


Namun ketika hendak mencium pipi Ed, dia menoleh sehingga Ji mencium bibirnya Ed, Ed memejamkan mata namun Ji yang terkejut justru membuka matanya lebar - lebar


" Aaaccchhh,, kamu mengerjaiku! "


Ji yang merasa malu memukul tangan Ed pelan, namun Ed tersenyum setelah mendapatkan apa yang dia inginkan


" Terimkasih hadiahnya, my queen "


Ed membuka kunci mobil dan Ji keluar dengab wajah yang masih merah sambil menggerutu


" Ish, bisa - bisanya aku dikerjai olehnya. Dasat Jendral mesum! Aaach,, aku malu! "

__ADS_1


Kata Ji sambil memegang wajahnya yang merah. Ed memperhatikan tingkah Ji dari mobil


" Aku ingin segera memilikimu. Sikapmu yang manis seperti ini, tidak boleh dilihat orang lain. Kamu hanya boleh menunjukkannya padaku "


__ADS_2