Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Apakah ada pria lain yang lebih konyol darinya?


__ADS_3

Setelah menyaksikan pernikahan Biru. Ji dan Ed langsung menuju ke perusahaan ** Companies.


" Kamu tidak perlu turun. Sekarang sudah tiba di tempat kerjaku. Apa kamu sudah bisa pergi sekarang? "


Ji Berkata dengan nada acuh tak acuhnya. Ed terdiam seakan dia mersa ragu akan sesuatu. Ji memicingkan mata menatap Ed heran, karena dia tidak seperti biasanya. Sepanjang perjalanan Ed hanya diam saja. Sedangkan biasanya Ed akan selalu berbicara dengan setiap gombalan yang dilontarkan kepada Ji


" Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa kamu tiba - tiba diam saja seperti itu? "


" Tidak ada, hanya saja,,,, besok aku harus kembali bertugas "


Suara Ed tiba - tiba terdengar sendu. Wajah Ji juga tiba - tiba berubah muram mendengar ucapan Ed barusan.


" Kali ini,,, berapa lama kamu akan pergi? "


Tanya Ji dengan suara pelan


" Kali ini,, mungkin 1 atau 2 minggu. Aku masih belum tahu, tapi aku janji, akan langsung menemuimu ketika aku selesai bertugas. Setelah itu aku akan dapat cuti lebih lama. Kita bisa pulang ke negara A dan bertemu dengan orang tua ku "


Ed berkata sambil memegang tangan Ji. Kemudian dia menarik Ji ke dalam pelukannya


" Tunggu aku my queen. Aku pasti akan kembali kepadamu. Ini tugas terakhirku menjalankan misi diluar. Setelah tugas ini selesai. Aku hanya akan mengawasi misi tanpa turun tangan langsung. Jadi kamu harus tetap sabar menungguku! "


Tanpa terasa Ji meneteskan air mata dan membasahi pundak Ed. Dia berkata di sela tangisannya " Aku pasti menunggu mu! "


Ed melerai pelukannya dan menatap wajah Ji. Dia menghapus air mata yang membasahi wajah cantiknya dan berkata dengan lembut


" Hapus air matamu, Ini tempat kerjamu. Kamu harus tampil kuat. Kamu hanya boleh lemah dihadapanku. Aku tidak ingin orang lain melihat mu lemah dan bertindak seenaknya, apalagi ketika aku tidak ada "

__ADS_1


" Aku mengerti! "


kata Ji disertai anggukan kepala. Ed hendak membuka pintu mobil, tapi Ji langsung meraih tangannya dengan cepat dan bertanya " kamu mau kemana? "


" Aku mau turun dan membukakan pintu mobil untukmu! "


Kata Ed dengan wajah tak mengerti


" Sudah ku katakan, kalau kamu tidak perlu turun! Kamu tidak mengerti ya? "


Ji terlihat kesal. Dia beekata dengan wajah terlihat jutek


" Memang apa salahnya membantu kekasihku yang cantik ini membukakan pintu mobil? "


Tanyanya lagi dengan dahi mengkerut


Ji yang tadi bersedih tiba - tiba berubah kesal. Ed dibuat bingung karenanya, dia mengernyitkan dahi memandang Ji


Wanita itu benar - benar makhluk Tuhan yang luar biasa. Mood mereka bisa berubah dengan cepat seperti kilatan petir..


Ed tersenyum melihat reaksi Ji, kemudian dia menghela napas melihat bibir Ji yang mengerucut karena kesal itu


Pyuh,, rasanya ingin langsung ku ***** bibirnya itu. Dia bertingkah seperti anak kecil yang sedang kesal saja


" Gadis kecilku,,, jadi sekarang kamu cemburu? Ya,, Jangan salahkan aku yang tampan ini karena membuat para gadis itu terpesona. Aku tidak melakukan apa - apa. Salahkan saja mereka yang memandangiku "


Kata Ed dengan tampang tak berdosanya

__ADS_1


" Makanya aku melarang mu untuk turun. Kamu sudah boleh pulang sekarang! "


Ji hendak turun sendiri dari mobil, tapi Ed menarik tangannya


"Hei gadisku, kamu tidak bisa menghukumku atas kesalahan orang lain! Mereka yang memandangiku, bukan aku yang memandangi mereka. Jadi jangan salahkan aku untuk ini "


" Tentu saja ini salahmu. Siapa suruh kamu membuat mereka kagum padamu? Jika kamu bersikap normal - normal saja, mereka juga tidak akan mempedulikanmu! "


" Gadis kecilku, ratu ku, kekasih ku, matahariku. Aku bersikap seperti itu hanya padamu saja. Aku tidak berniat untuk bersikap manis kepada gadis lain. Jadi, biarkan aku turun dan mengantarmu sampai ke gedung. Dan nanti sore aku jemput kamu lagi. Oke? Please,,,? "


Edward memohon dengan mata yang seakan berbinar


" Huft,, baiklah. Tapi ingat! Jangan lakukan hal macam - macam di depan banyak orang? "


Kata Ji dengan nada mengancam dan jari telunjuk di angkat di depan dadanya yang mengarah pada Ed


" Tentu my queen "


Ed tersenyum lebar dan segera turun dari mobil kemudian berjalan ke arah pintu penumpang depan hendak membukakan pintu mobil untuk Ji. Dia membuka pintu dan mengulurkan sebelah tangan dan badan sedikit membungkuk sambil berkata " Silahkan ratu ku! " Ed tersenyum penuh kepuasan sedangkan Ji hanya diam sambil mengernyit. Kemudian dia menoleh ke sekelilingnya. Benar saya, para gadis menatap Ed dengan mata berbinar karena terpesona.


Ji kembali menoleh kepada Ed dengan mata melotot seakan berkata


Baru saja aku katakan untuk tidak melakukan hal yang dapat menarik perhatian para gadis. Tapi sekarang , malah dengan sengaja melakukan sesuatu yang menarik perhatian . Iiiiiicccchhhh Ingin ku gigit rasanya Jendral gila ini


Ji memukul sendiri keningnya sambil bergumam


Oh my god, apakah ada pria lain yang lebih konyol darinya?

__ADS_1


__ADS_2