Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Jangan biarkan orang lain mengambil keuntungan dari kalian berdua


__ADS_3

" Halo pih, ada apa? Apa papi menghubungi ku untuk membicarakan perihal berita di internet? "


Tanya Biru ketika dia menerima panggilan dari Yudha


" Kamu sudah paham apa yang ingin papi bicarakan "


Yudha menjawab dengan nada datarnya dan sedikit senyum


" Maaf pih, aku dan Ji tidak membicarakan masalah ini dulu dengan papi. Kami langsung mengambil keputusan tanpa membicarakannya dulu dengan papi dan mami "


" Bukan itu yang ingin papi bicarakan. Kalian sudah memutuskan untuk mengumumkan jati diri kalian yang sebenarnya. Itu artinya akan banyak orang yang mendekati kalian untuk mendapatkan dukungan dan keuntungan dari kalian berdua. Papi hanya ingin kamu lebih waspada dan bijaksana dalam bersikap. Jangan biarkan orang lain mengambil keuntungan dari kalian berdua "


" Papi tenang saja. Tidak akan ada yang bisa menjadikan kami batu loncatan untuk mereka meraih kesuksesan! "


" Baguslah kalau begitu. Jaga kedua adikmu disana "


" Baik pih! "


Biru mengakhiri panggilan teleponnya dengan sang ayah.


" Aku janji pih akan bweusah melindungi kedia adikku juga keluarga kita? "


Gumam Biru setelah selesai menghubungi sang ayah


" Alex! tolong keruangan ku sebentar! "


Biru memanggil Alex melalui telepon


Tok tok tok


" Kamu memanggilku Bi? "


Kamu sudah menyelidiki perusahaan Rian kan? Bagaimana hasilnya? "


" Nilai saham perusahaan mereka selalu turun saat ini. Dia berusaha menarik perhatian banyak investor dan klien dengan menggunakan namamu Bi. Dan setahuku dia sedang dekat dengan seorang perempuan bernama Yuanita. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama akhir - akhir ini "


" Jadi begitu ya.. Kita harus keperusahaan Sanggara sekarang juga! "


" Apa perlu aku menghubungi Rian? "


Tanya Alex dengan tenang..


" Tidak perlu, kita langsung kesana dan lihat kondisinya langsung, bagaimana jika dia tiba - tiba bertemu denganku? Dia akan mempersiapkan topengnya jika tahu aku akan menemuinya "


" Baik! "


Bi dan Alex bergegas meninggalkan kantor dan mengendara dengan cepat menuju kantor


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Diperusahaan Sanggara, Rian sedang bersama Yuanita di dalam ruangannya


" Sayang, ada tas keluaran terbaru yang kini sedang di luncurkan di mall. Bisakah kamu membelikannya untukku? Tas merek Cucci kali ini limited edition, tidak terlalu mahal ko. Hanya 15juta saja. Tolong belikan untukku ya? Please? " Yuanita memohon dengan wajah manisnya

__ADS_1


" Tentu saja aku akan memenuhi semua keinginanmu sayang. Apapun yang kamu inginkan aku pasti memberikannya padamu "


Jawab Rian dengan senyum menggodanya.


" Benarkah? "


Rian menganggukkan kepala kemudian berkata


" Aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu, nanti kita langsung berangkat ke mall. Oke? "


" Iya,,, "


Yuanita kembali duduk di sofa dan Rian kembali bekerja


Ditempat yang berbeda Ji tersenyum mendengar percakapan Rian dan Yuanita. Dia meraih ponsel untuk menghubungi Vio


Tuuut tuuut tuuut


Cukup lama Ji menunggu Vio menerima panggilannya.


" Apa yang sedang kamu lakukan Vi? Kenapa lama sekali "


Gerutu Ji yang teleponnya tak kunjung di angkat oleh Vio


" Halo kak? "


" Kamu sedang apa Vi? Kenapa lama sekali tidak menjawab telepon dariku? "


Ji mengomeli Vio begitu telepon mereka tersambung


" Aku mau kamu sekarang pergi ke mall. Rian akan pergi kesana untuk membeli tas cucci keluaran terbaru. Kamu sudah tahu kan tempatnya? Kamu harus berpapasan dengan dia dan tanya siapa gadis yang sedang bersamanya. Entah nanti dia akan menjawab apa "


Ji memberitahukan setiap langkah yang harus Vio ambil dengan sangat tenang


" Aku mengerti. Aku akan segera bersiap untuk pergi ke mall "


" Ya sudah hati - hati "


Ji memutuskan telepon di antara mereka


Rian sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pergi ke mall bersama Yuanita. Mereka berjalan bergandengan. Setelah tiba diparkiran Rian membantu Yuanita membuka pintu mobil. Disaat yang sama Biru dan Alex tiba diparkiran kantor Rian dan melihat Rian yang hendak menaiki mobil miliknya


" Bukankah itu Rian? Kurasa itu gadis yang sedang dekat dengannya sekarang? "


Duga Alex begitu melihat Rian


" Kamu benar. Mau kemana mereka di jam kantor seperti ini? Kita ikuti dia! "


" Baik! "


Alex dan Bi mengikuti mobil Rian dari belakang tanpa sepengetahuannya


" Ini jalan menuju mall. Sepertinya dia akan kembali berbelanja! '

__ADS_1


" Mungkin, ikuti saja terus! Jangan sampai kehilangan jejaknya! "


Alex hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya, setelah itu dia kembali fokus untuk mengemudi.


Tak lama mereka tiba di mall


" Seperti yang kita duga dia kembali ke mall. Mungkin untuk membeli sesuatu "


" Ayo kita masuk juga dan ikuti dia "


" Apa kita sedang bermain detektif? Kurasa kita ini sangat cocok menjadi agen rahasia. Hahaha "


Alex berkata dengan gaya konyolnya


" Terserah kamu saja! Ayo turun! "


Biru dan Alex turun dari mobil dan berjalan dengan jarak agak jauh dari Rian.


Rian dan Yuanita berjalan menuju toko tas branded yang mereka tuju. Tanpa Rian tahu, disana Vio sudah lebih dulu tiba dan sedang berkeliling untuk memilih tas.


" Sayang ayo sebelah sini! " Yuanita mengajak Rian berjalan dengan cepat


" Iya sayang kita kan sedang berjalan kesana "


" Kak Rian, apa yang sedang kakak lakukan disini? "


Vio berdiri dibelakang Rian yang sedang bergandengan tangan dengan Yuanita


" Vi, Vio. Kamu sendiri sedang apa disini? "


Rian terlihat gugup saat melihat Vio, seakan keringat mengakir deras di wajahnya


" Sayang, siapa dia ini? "


Tanya Yuanita mesra kepada Rian. Vio menatap Rian dengan tajam


" Sayang? Kenapa dia memanggilmu sayang? "


Vio memicingkan mata curiga ketika bertanya pada Rian


" Dia ini, dia ini,,, "


" Aku kekasihnya Rian "


Yuanita tersenyum lembut kepada Vio


" Tunggu Vi, dengarkan aku! "


" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku tidak akan memberikan kak Rian kesempatan. Jadi kak Rian bisa berkencan dengan gadis mana saja yang kak Rian inginkan! "


Vio berbalik dan pergi meninggalkan Rian dan Yuanita. Dari kejauhan Biru menyaksikan apa yang baru saja terjadi


" Jadi Rian benar - benar berusaha mendekati Vio? "

__ADS_1


Kata Alex kepada Biru yang hanya diam dengan wajah suram


" Kurasa ini bukan hanya kebetulan? Vio tidak terlalu suka pergi ke mall. Apa dia ingin membeli tas baru? Wajahnya juga tidak terlihat sedih. Dia malah tersenyum setelah membalikkan badan dari Rian. Aku harus bertanya padanya nanti! "


__ADS_2