
"Bersiaplah kita sudah sampai di Perbatasan, Lakukan semua dengan baik dan Aku yang akan memimpin kalian jadi jangan ada kesalahan. " ucap nya menggunakan cadar untuk menutupi wajah nya.
Setelah melewati perbatasan akhirnya sebuah kelompok di berikan izin memasuki wilayah kerajaan dengan dalih mencari pekerjaan di wilayah Kerajaan Istana Langit, dari Perbatasan Selatan untuk mencapai Istana Langit harus melewati 2 desa dan sebuah hutan. Hanya perbatasan Selatan yang tidak memiliki jarak terlalu jauh untuk menuju ke Istana, Perjalanan yang harus di lakukan selama 4 hari jika menggunakan kereta kuda atau menumpang pada para Saudagar yang setiap hari nya memasok beberapa barang ke Istana. Wilayah selatan dari 2 desa ini terkenal akan hasil rempah-rempah yang paling berkualitas, demi kelangsungan rakyat nya Calon Penerus Kerajaan Langit sudah memberikan Rakyat nya kebebasan untuk menjual hasil rempah-rempah ke tempat yang mereka percaya, Meski begitu Kerajaan juga memberikan seorang Pelayan Rakyat yang akan mendengar keluh kesah mereka dan memberitahu kan pada Raja atau Ratu yang memimpin agar bisa memberikan solusi ketika terjadi masalah.
Singgah di desa pertama membuat kelompok itu menikmati minum disebuah kedai yang cukup ramai, hingga suara kasak kusuk terdengar jelas dibelakang orang bercadar. Darahnya mulai mendidih namun harus ditahan agar tujuannya tercapai, kukunya semakin memutih akibat menahan amarahnya.
Kelompok itu menggunakan kereta kuda yang sudah disewa agar perjalanan lebih cepat, hingga satu desa telah terlewat dan kini melintasi Sebuah Hutan. Hutan yang cukup ramai orang lalu lalang di jalan berbatu itu, satu orang yang bercadar memberikan isyarat agar kelompok nya melanjutkan perjalanan dan akan menemui lagi di tempat yang sudah di tentukan.
"Aku harus menemui nya, sudah lama aku tidak berjumpa dengan wanita si*lan itu. " gumam orang bercadar menembus hutan setelah memastikan tidak ada yang melihat nya.
Hutan yang tidak asing baginya dan dengan mudahnya menembus lebatnya hutan, kini dirinya bisa menggunakan kekuatannya jika tidak demi tujuannya untuk apa bersusah payah melakukan perjalanan seperti rakyat umumnya, di hutan tidak banyak yang akan memasuki nya terlebih lagi semua orang tahu di hutan ini ada tempat yang paling di hindari dan juga dicari oleh orang-orang meski untuk memasuki membutuhkan keberanian besar.
Setelah berlari secepat mungkin dengan kekuatannya, kini terlihat jalan berumput yang cukup luas, ini lah tujuannya yang pertama bertemu orang yang akan memberikan apapun yang diinginkannya. Sebuah gua yang tidak begitu besar ada didepannya, gua itu masih terlihat sama dari luar namun tidak ada aura mistis atau aura seperti biasanya, dengan cepat wanita bercadar itu memasuki gua yang ternyata sudah tidak memiliki perisai apapun.
Semua seperti sengaja ditinggalkan begitu saja tanpa menyimpan barang yang penting ke dalam tempat teraman, kini seperti menjadi sia-sia mendatangi tempat itu. Berharap mendapatkan apa yang sudah di fikirkan nya tapi semua hanya menjadi angan, meski dirinya murid seorang Guru Tersohor di Seluruh Kerajaan tetap saja Sang Ayah yang memiliki ilmu Pengobatan tidak mengajarkan sedikit pun pada nya apa lagi tentang Ramuan bahkan ilmu yang di ajarkan hanya menjadi seorang Petarung.
Memang ayah nya selalu membuat ujian bagi tiap murid nya sebelum di ajarkan ilmu sesuai dengan kemampuan dan kebaikan dan ketulusan hati masing-masing, Tapi bukankah dirinya itu Putri satu-satunya yang seharusnya menerima warisan Seluruh ilmu sang Ayah, tapi nyatanya justru Sang Ayah meminta dirinya menikah dengan seorang Raja yang baru saja menikah . Bahkan Ayah nya tidak panjang bulu, meski seorang Murid dari keluarga hina pun jika layak untuk dijadikan Murid dan mampu mendapatkan ilmu ayah nya tidak akan ragu membawa nya ke dalam tempat nya mengajar.
Jujur saja karena kebaikan hati ayah nya lah kini dirinya bisa dengan mudahnya mendapatkan pengikut tanpa harus bersusah payah, apa lagi harus mengajari bertarung dan hal lain nya yang tidak dirinya pahami. Meski masih ada rasa penasaran siapa yang menjadi Murid kesayangan Ayah nya yang belum pernah ditemui nya, karena Ayah nya selalu meninggalkan asrama setelah selesai mengajar dan akan kembali malam sebelum waktu makan.
"Seperti nya percuma aku datang ke tempat menjijikkan ini! Lebih baik aku segera ke tempat pertemuan, atau mereka akan membuat ulah saat melihat Istana Yang Megah. " ucapnya dan bergegas meninggalkan gua.
Setelah menjauhnya orang bercadar, dan memastikan aura nya tidak ada yang mencium, seseorang tertawa dengan sangat keras hingga bergema di langit gua, kini dirinya sudah memulai kegilaannya setelah beberapa waktu hidupnya hanya ada dalam penekahan seseorang dan kebebasan yang didapatkannya tidak di buang dengan sia-sia.
"Hahaha akhirnya ramuan ku berhasil juga, sekarang dengan ramuan ini aku bisa mengetahui dimana Wanita Hin* itu menyembunyikan Harta ku yang paling berharga. Tapi dimana Wanita itu? " ucapnya dan berfikir sesaat hingga sebuah kejadian yang baru saja terjadi melintasi fikirannya.
"Argh Si*l, Wanita Hin* itu baru saja dari sini. Aku harus segera mengikuti nya." ucapnya kasar dan memasukkan beberapa botol yang berisi ramuan berwarna kehijauan ke dalam sebuah Kain yang menggantung di pinggangnya.
................... ...
Sudah 2 hari berlalu Clara dengan setia nya menemani adiknya yang masih dalam keadaan sedih, meski sudah banyak yang menghibur tetap saja wajahnya hanya dipenuhi kesedihan hingga Clara tidak tega meninggalkan adiknya. Meski sebenarnya keadaanya semakin memburuk karena menunda meditasinya, tapi Clara berusaha menutupi rasa sakit nya demi adiknya hingga disaat acara makan bersama sesuatu yang tidak seharusnya terjadi akhirnya terjadi.
"Ukhuk.. Ukhuk.. Ukhuk.. " batuknya mengalihkan semua anggota keluarga yang sedang makan bersama.
__ADS_1
"Sayang.. Nak.. Kakak.. Apa baik-baik saja? " semua memandang Clara dengan pertanyaan yang sama.
Clara hanya mengangguk dan masih menutupi mulutnya dan memberikan isyarat akan pergi ke kamar mandi, hingga masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat Clara membersihkan wajahnya dengan air agar tidak ada yang tahu apa yang terjadi, namun suara dibelakang nya mampu membuat nya tidak bisa bergerak lagi.
"Kakak Berdaraah... " teriak Starla yang berdiri melihat air yang sudah berwarna merah, seketika semua yang diluar mendekati nya dan melihat keadaan Clara yang sudah terlihat baik-baik saja.
Pakaian atasnya yang menjadi pusat perhatian keluarga nya, Clara mengikuti arah pandangan mereka hingga rasa pusing itu kembali hadir. Kenapa harus diketahui semua nya, dirinya sudah berusaha untuk menyimpan nya rapat bahkan terhadap Trish suaminya tapi darahnya yang semakin banyak menetes di gaun nya membuat semua memandang nya tajam dengan penuh tanda tanya.
Dengan langkah tenang Clara meninggalkan keluarga nya yang masih terdiam menunggu jawabannya, Clara tidak tahu harus berbicara apa karena tidak seharusnya mereka tahu. Dengan tenang Clara berjalan ke taman menggunakan cadarnya, meminta Achela datang untuk menemani nya bermain ayunan.
"Tuan sampai kapan akan membiarkan luka dari dalam itu tetap berdarah? " ucap Achela dalam batinnya.
"Tenang lah! Aku baik-baik saja, bagaimana keadaan Bangsa Peri, Dan kedua manusia itu? " tanya Clara dalam batinnya sambil mengelus kepala Achela yang ada dipangkuannya.
"Semua semakin membaik, sebentar lagi para Peri pasti akan kembali pada Tuan nya dan Peri Ghea tetap ingin tinggal Di Hutan Cahaya sedang kan Giel kakak nya membantu Bangsa Peri menanam Bibit Pohon ajaib di tempat yang mengerikan itu. " jawab Achela dalam batinnya.
"Baguslah, Lakukan Tugasmu selanjutnya. Kamu tahu Tugasmu selanjutnya bukan ? " ucap Clara dalam batinnya.
Suara langkah kaki yang mendekat membuat Clara menghentikan percakapan batinnya dengan Achela, suara langkah kaki itu bukan hanya dari satu orang. Tentu Clara tahu siapa yang akan datang dan membuat nya harus berfikir alasan apa yang bisa di sampai kan agar membuat semua nya tidak khawatir.
"Nak, Apa yang kamu sembunyikan dari kami? Apa yang terjadi sebenarnya? " ucap Raja Lucas yang berdiri didepannya dengan tatapan sayu dan sedih.
Semua memandang nya yang sebelum nya dengan tatapan tajam kini menjadi tatapan sayu, Semua seolah memberikan ruang untuk Sang Ayah menjalankan kewajibannya mengetahui keadaan Putri nya. Clara mencoba bersikap lebih tenang dan memberikan senyum termanis nya agar meredakan raut kesedihan di mata keluarga nya, mencoba menggenggam tangan Ayah nya.
"Tenang lah Ayahanda dan semua nya. Aku baik-baik saja, ini sering terjadi hukan saat seseorang terluka dari dalam. Aku akan baik-baik saja setelah pemulihan nanti. " ucap Clara dengan lembut.
Bak di sambar petir di gelap nya malam, Starla baru menyadari jika kondisi kakak nya terjadi karena dirinya yang tidak mau melepaskan sang Kakak untuk pemulihan dengan Meditasi. Sekali lagi karena ego nya membuat kakak nya harus menderita, apakah dirinya bisa disebut seorang adik, kakak nya siap berkorban kesehatan bahkan nyawa demi dirinya tapi dirinya justru memikirkan dan mengeluhkan kebersamaan mereka yang sangat jarang. Kenapa kakak nya tidak mengatakan jika kondisi nya tidak sebaik yang ditunjukkan, kenapa masih ada senyuman manis dan pelukan hangat untuk nya selama beberapa hari ini.
Perasaan takut menghampiri Starla jika hanya karena ego nya untuk dimanja sesaat oleh sang kakak itu menjadi alasan dirinya kehilangan kakak nya untuk selama nya, sungguh dirinya tidak akan sanggup menerima kenyataan itu dan terlebih penyebab penderitaan kakak nya karena dirinya seorang adik yang sangat egois dengan permintaan nya.
Tak beda jauh dari Starla, Pangeran Trish pun sebagai seorang suami yang baru dalam hitungan hari sudah harus menerima pil pahit akan kegagalannya menjadi seorang suami yang ber tanggung jawab. Meski dirinya sudah mendengar Clara terbatuk dari kemarin malam tetap tidak membuat nya memaksa Clara menemui tabib, Clara hanya mengatakan batuknya karena kurang minum dan sebagai suaminya hanya menerima jawaban Clara tanpa melihat tangan Clara yang di sembunyikan di balik gaun nya.
Sang Ayah tak kuasa menahan sesak didadanya, mengingat mendiang istri nya, dimana Seluruh sifat yang ada pada Putri Sulung nya itu adalah warisan Permaisuri Risa. Sebagai seorang Raja dirinya bersyukur karena Tahta akan diwariskan pada orang yang tepat tapi sebagai seorang ayah, dirinya menjadi sangat lah lemah dan gagal menjadi Ayah yang baik untuk kedua Putri nya. Bukan dirinya marah karena kebohongan Putri nya, namun ada rasa yang membuat nya sadar betapa jauhnya dirinya tidak bisa memahami kedua Putri nya dari sorot matanya.
__ADS_1
"Ayolah Aku baik-baik saja, kenapa kalian semua sibuk terdiam murung seperti ini?" ucap Clara bangun dari ayunan dan meletakkan Achela di ayunan.
"Ayahanda adalah Raja dan seorang Ayah terbaik yang pernah Clara temua , karena di dunia ini Clara bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Ayahanda. Meski Takdir memang menjauhkan kita dengan jarak tapi Clara tetap berdoa agar kelak jika Clara dilahirkan kembali, Clara mendapatkan Ayahanda sebagai ayah Clara kembali. " ucap Clara memeluk ayah nya.
"Adikku yang termanis, tidak baik air mata ini menghiasi pipi yang sangat manis. Selalu tersenyum dan bersikap sejail mungkin- seperti biasanya, itu yang membuat Aku tersenyum dan bahagia. Jangan pernah Salah kan apapun atas nama mu Starla, tangan ini digunakan untuk menjadi seorang Pelindung, maka buat lah kakak kuat dengan tetap tersenyum seperti biasanya. Kakak rela menanggung luka seberat apapun asalkan, kakak bisa melihat senyuman di wajah manis ini." ucap Clara memandang adiknya dengan menghapus air mata yang terus menetes.
Dengan tenang Clara menyalurkan kehangatan pada adiknya, sedang kan matanya menatap Pangeran Trish dan memberikan isyarat agar menunggu dikamarnya saja. Melihat hal itu membuat Pangeran Trish meninggalkan kedua Putri dan ayah nya itu di taman, setelah kepergian Trish, Clara mengajak Starla mendekati Raja Lucas.
"Boleh kakak minta sesuatu pada Starla? " ucap Clara dengan lembut.
Starla hanya mengangguk tanpa ada sepatah kata yang mampu di ucap kan lagi, hatinya masih sangat bersedih melebihi kesedihan nya kemarin.
"Tinggal lah bersama Ayahanda. Achela akan bersama mu dan Biarkan kakak pergi melakukan Meditasi selama beberapa hari. Istana membutuhkan salah satu dari kita, apakah Starla mau melakukan ini demi kakak? " ucap Clara menggenggam tangan adiknya.
"Starla akan melakukan Permintaan kakak. Jaga lah diri kakak, Kerajaan akan menjadi tanggung jawab ku dan Ayahanda. " jawab Starla yang di setujui Raja Lucas.
.................... ...
Dari sebuah tempat penginapan seseorang yang bercadar dan hanya menampakkan mata nya menyewa 3 kamar untuk kelompok nya, sebelum melakukan rencana nya , orang itu akan memeriksa bagaimana keadaan Istana yang sudah lama ditinggalkan olehnya itu.
...********...
.
.
. Hay Reader, Alhamdulillah nih author udh lebih baik jadi bisa up lagi, dan buat ganti kemarin yang gak up jadi hari ini up nya lebih panjaaaang π
. Salam ya dari Author buat para Reader, mohon dukungan, kritik dan saran, emm apa lagi ditambah komentar ma like ππ₯°
.Author jadi pengen makan yang pedes dehπ
*udah dulu ya buat hari ini π
__ADS_1