The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Jiwa tanpa Raga


__ADS_3

"Ku anggap Diamnya Pangeran Api sebagai jawaban iya. " ucap sosok itu.


*Permata Alam* seru sosok itu.


Seakan suara itu menjadi alasannya kehilangan jiwa nya sendiri, tubuh nya terasa terbakar dengan penarikan Permata Alam tanpa seizinnya. Kesadarannya perlahan menghilang terserap oleh kekuatan yang tidak mampu dikendalilan, rasa pusing dengan jantung berdetak kencang membuat semua nya menjadi buram.


, Apa yang terjadi? Itu tubuh ku lalu apa ini! " seru Pangeran Trish yang melihat tubuh nya sudah terbaring di bawah dan kini jiwa nya berdiri disamping raga nya.


Keadaannya sama persis seperti sosok yang menarik Permata Alam nya secara paksa, kini dirinya hanya seperti jiwa tanpa raga atau orang biasa menyebut hal ini dedemit. Permata Alam yang ikut terbang di atas raga nya sudah memancarkan sinar nya, mencoba meyakinkan semua yang terjadi adalah nyata membuat Trish mencubit lengannya sendiri.


"Awww.Sungguh nyata, aku keluar dari raga ku sendiri. " gumam Trish.


*Menyatu lah* seru sosok itu.


Permata Alam yang bersinar terang itu bergerak secara perlahan hingga semakin lama kecepatan nya semakin bertambah, disaat bersamaan ke empat Permata melesat memasuki jiwa Trish . Dengan mata telanjang semua yang terjadi bukan hanya bisa di rasakan tapi juga di lihat, Permata itu menancap di jantung nya membuat aliran darah nya dipenuhi kekuatan. Rasa sakit seakan ada makhluk yang menghisap energinya dengan buas, sedetik jantung nya berhenti dan kembali berdetak membuat raga nya yang terbaring mengalami kejang-kejang hebat. Hembusan angin yang tiba-tiba menyeruak memberikan rasa dingin yang menenangkan, aroma kesegaran dengan kesejukan yang menerpa mampu mengendalikan jiwa nya yang sudah di ambang kematian. Ntah dari mana hembusan itu berasal, namun detak jantung nya kembali disaat jiwa nya diselimuti aroma yang memabukkan.


"Ikut lah dengan ku Pangeran. Tugas mu disini sudah selesai, sekarang tugas baru mu baru di mulai. " seru sosok itu yang sudah merasakan Tuannya selesai berjuang berperang melawan Permata Alam.


"Tunggu! Aku harus kembali ke dalam Raga ku, bagaimana jika aku menjadi jiwa tanpa raga untuk selama nya. " ucap Trish memandangi raga nya yang seperti mayat dengan wajah pucat nya .


"Tunggu saja Raga mu yang tidak berguna itu! Akan ku pastikan selama nya jiwa mu tidak kembali pada raga mu! " ancam sosok itu.


"Heh APA! Apakah ada seorang pendamping yang menyumpahi Tuannya sendiri! Ck. Daasar.. '' ucap Trish yang geram.


"Tuan sungguh ingin Raga Tuan kembali? " tanya sosok itu memotong ucapan makian Tuannya.

__ADS_1


"Apa aku harus bersujud didepan mu untuk membuktikan keseriusanku! " ucap Trish yang kini memandangi sosok tak bersahabat itu.


"Naiklah, akan ku tunjukkan bagaimana kembali ke Raga Tuan sendiri. " ucap sosok itu dan terbang lebih rendah membiarkan Pangeran Trish duduk di tempat seharusnya.


Fiuuuh...


Menembus dinding gua seperti angin, pemandangan pertama yang menyambutnya adalah lautan. Dari kejauhan terlihat ada sebuah pulau, pulau dipenuhi dengan bebatuan yang menjulang tinggi dengan terlapisi warna kehijauan. Semakin mendekati pulau itu auranya terasa semakin kuat, rasa nya ada ribuan mata yang menatap nya tajam, kehadiran nya seperti sebuah ancaman bagi ribuan pasang mata tak terlihat itu. Awan dilangit seakan berkumpul di atas pulau itu tanpa celak sedikit pun menjadi sebuah atap putih nan menawan, pulau itu kini terlihat sangat jelas dengan dinding batu berujung runcing , pepohonan yang tumbuh di beberapa tempat membuat pulau itu seperti sebuah pajangan di dinding istana.


"Apakah Tuan bisa merasakan aura ini? " tanya sosok itu.


"Hmm.Tapi kenapa berhenti di sini? " ucap Trish.


"Tuan akan melihat nya sendiri, bersiaplah! " jawab sosok itu.


Badai muncul dari berbagai arah, menggulung air lautan dengan kecepatan tanpa tandingannya. Gulungan itu siap menyapu apa saja yang dilewati nya, di Sisi lain awan yang menjadi atap pulau itu kini menjadi mendung tanpa air setetes pun yang jatuh. Petir yang terus menyambar menunjukkan betapa kokohnya bebatuan yang ada di pulau itu hingga berulang kali sambaran petir tidak mampu menghancurkan bebatuan itu. Trish berfikir pasti dirinya juga akan ikut terbawa gulungan badai itu namun disaat bersamaan gulungan itu seakan hanya melewati nya saja, tidak ada rasa sakit atau pusing sedikit pun karena yang ada rasa terkejut.


Gulungan badai yang datang dari semua arah itu kini menjadi satu, semakin kuat dan gulungan semakin besar membuat sebuah pusaran yang menghilang kan pulau didepannya. Bayangan-bayangan seakan ber muncul an dari dalam pusaran itu, sosok yang sama persis dengan pendamping nya namun jelas berbeda dengan pendamping nya. Bayangan-bayangan itu tidak memiliki mahkota kecil di ekor mereka, tapi jumlah yang tidak bisa terhitung itu mampu membuat Trish terkejut dan penasaran.


Aura yang terasa kuat dengan aroma tanah membuat Trish berfikir apa yang sedang dihadapinya, namun sinar dari Liontin nya menarik perhatiaanya. Menyentuh nya dan memperhatikan dengan seksama, gambar yang ada di dalam Liontin itu menghilang dan sosok yang bersama nya sama persis dengan gambar di dalam Liontin itu.


"Benar Pangeran Trish, aku lah Naga Tak bernyawa itu. Aku lah Raja Argus dari Klan Naga Biru, mereka semua adalah pasukan bayangan ku. " seru Raja Argus yang memberikan jawaban dari pertanyaan di hati Tuannya.


"Apa aku akan menjadi tak bernyawa juga untuk bisa menjadi Tuan mu? " tanya Trish, sungguh pertanyaan yang terkonyol untuk seorang ksatria.


"Pasukan bayangan ku tidak akan bisa keluar dari Penjara Pulau Batu apalagi menjadi prajurit milikmu jika Raja Dan Tuan Raja nya tidak membebaskan mereka. Intinya Mereka harus terbebas dari Pulau Batu yang telah menjadi Penjara selama ratusan tahun, dan Pangeran Trish lah yang terpilih menjadi Pemimpin Klan Naga Biru. " ucap Raja Argus.

__ADS_1


"Bagaimana agar kalian bisa bebas? " tanya Pangeran Trish.


"Menembus Badai menerjang bebatuan dibalik badai itu, Meratakan Pulau Batu dengan menenggelamkan nya kedasar lautan. " jawab Raja Argus.


"Baik lah, apa ada lagi yang harus aku ketahui? " tanya Trish.


"Putri Merlyn penguasa lautan, hanya dia yang bisa membantu melenyapkan Iblis Dandelion.Trisula milik Putri Merlyn adalah senjata yang bisa mengakhiri kehidupan Iblis dandelion, tapi hanya bisa digunakan satu kali selama seratus tahun sekali. " ucap Raja Argus.


"Bawa aku pada nya, aku akan meminta bantuan agar Putri Merlyn mau meminjamkan Trisula milik nya. " jawab Trish.


Meninggalkan badai yang masih menggelamkan bayangan-bayangan hitam, kini Raja Argus terbang menukik ke bawah dengan kecepatan penuh.


Byuuuuur...


Memasuki lautan tanpa persiapan apa pun membuat Pangeran Trish terkejut dan seolah tidak bisa bernafas, namun hal itu ternyata tidak terjadi. Dirinya masih tetap bisa bernafas di dalam air bahkan tidak ada bedanya dengan berada didaratan, menyusuri kedalaman yang semakin curam hingga sebuah cahaya ber kilauan terlihat menyilaukan mata.


Cahaya itu muncul sesaat dan hilang didetik berikut nya seakan seperti kedipan mata yang berulang kali, Raja Argus semakin membelah air laut yang sangat dingin. Kini semua nya gelap ntah kemana cahaya itu pergi meski kedua nya menuju ke arah cahaya namun akhirnya hanya menemukan kegelapan, beruntung tubuh Naga Raja Argus perlahan memancarkan sinar Biru hingga menerangi sekelilinya. Sebuah benda keras bergelombang tertutup sempurna di depan kedua nya, ukurannya yang sangat besar hingga mampu untuk ditempati seorang anak kecil .


"Turunlah, bujuklah Pemilik Trisula itu. Aku akan menunggu Mu di atas, Jika Iblis Dandelion datang aku akan mencegahnya terlebih dahulu. " ucap Raja Argus dan melesat pergi meninggalkan Trish tanpa menunggu jawab an Tuannya itu.


"Hey.. Huft. Baru bahagia bisa memiliki Pendamping, tapi sudah main tinggal saja, seperti nya Raja Argus lebih cocok jadi pendamping istri ku. Kedua nya sama-sama suka meninggalkan ku tanpa menunggu jawab an ku, sekarang bagaimana cara membujuk Putri Merlyn. Bahkan aku tidak tahu dimana keberadaannya dengan keadaan gelap seperti ini! " gumam Trish.


*Bola Api Abadi* ucap Trish.


Sebuah bola Api yang tetap membara meski terendam air lautan dan menerangi sekitarnya, Ekor mata nya terpaut dengan sebuah kerang putih yang ada didepannya, Raja Argus meninggalkan dirinya di samping kerang putih itu bukan kebetulan bukan. Apakah mungkin Putri Merlyn ada di dalam kerang, meski pun begitu bagaimana cara membuka kerang itu, menggunakan kekuatan nya atau meminta saja dengan ucapan nya.

__ADS_1


__ADS_2