
"Apakah semua baik-baik saja didalam sana, kenapa hati ku sangat gelisah. Haruskah aku menyusul nya. " gumam seseorang yang sedang bersembunyi di pepohonan.
Lady Cristal sibuk membaca buku yang ditemukan nya, perlahan tapi pasti buku itu menceritakan kisah yang sama seperti Deby hanya saja dengan versi yang berbeda,bagaimana tidak, jika sudut pandang dari cerita dibuku itu tentang petualangan seorang pria yang gila akan wanita cantik dan hal mirisnya adalah petualangan nya dianggap lah cinta . Sungguh laki-laki penuh ***** tanpa ingat statusnya yang seorang Menteri, saat masih sibuk membaca buku, Tiba-tiba seseorang datang dan berteriak.
"Apa yang Anda lakukan! " teriak orang yang muncul di pintu Perpustakaan.
"Maaf saya hanya bosan dan melihat banyak buku ingin sekali saya membaca. " ucap Lady Cristal dengan nada lembut.
Mendengar suara Lady Cristal, Pria itu langsung melunak dan berfikir hal bukan-bukan,tanpa menanyakan lagi apa yang sedang dilakukan Lady Cristal didalam ruangan pribadinya.
"Lanjutkan saja Nona, apakah anda menyukai buku tulisan tangan saya? " tanya pria itu mendekati Lady Cristal .
"Ini bagus, apakah ini kisah nyata, lihatlah begitu banyak buku dengan kata awal sama namun akhir yang berbeda? " tanya Lady Cristal sambil memainkan nada bicaranya.
"Semua kisah nyata nona, dan itu koleksi buku pribadi saya. " jawab pria itu.
"Anda Tuan Naimoto? karena disini tertulis tertanda Naimoto. " tanya Lady Cristal seperti gadis bodoh.
" Nona ini sungguh polos sekali, Iya saya Naimoto menteri kerajaan Api. Apakah nona orang baru ? " ucap Pria itu dengan bangga dan senyum menggoda..
"Tuan ini bisa saja. Maaf saya harus melanjutkan perjalanan. " Ucap Lady Cristal bangkit dari posisinya saat ini.
"Menginap lah disini nona. Lanjutkan perjalanan besok. " bujuk Naimoto dengan senyum ternanisnya.
Penolakan yang tetap dilakukan oleh Lady Cristal membuat Naimoto merasa tidak senang, tentu dirinya harus memutar otaknya untuk membuat rencana, tapi untuk apa membuat rencana jika dirinya saja sudah terbiasa membuat rencana liciknya.
"Pasti aku bisa mendapatkan gadis ini. " batin Naimoto dengan rencana jahatnya.
"Baiklah, setidaknya makan lah bersama ku. Bukankah anda lapar? " tanya Naimoto dengan sopan.
" Saya sudah kenyang Tuan. Terimakasih atas jamuannya. " jawab Lady Cristal.
"Sebagai ucapan perpisahan, mari makan bersama dan akan saya siapkan bekal untuk perjalanan anda. " bujuk Naimoto dengan lembut.
"Baiklah.Terimakasih." jawab Lady Cristal, bukannya percuma saja menolak keinginan orang di depannya ini, lihatlah gerak tubuhnya yang menyiratkan perbedaan dengan ucapannya, niatnya bahkan terlihat dimatanya yang mendamba dan seperti cacing kepanasan namun tetap ditahan.
Dengan tenang Naimoto meminta pelayan nya untuk menyiapkan semua nya, sedangkan Lady Cristal diminta untuk istirahat dikamar tamu, tentu saja dirinya hanya menurut.
"Terserah apa rencananya, aku akan pergi dari sini." batin Lady Cristal dan memasuki kamar tamu, menunggu beberapa saat dimana sudah tidak terdengar lagi langkah kaki tadi. Lady Cristal keluar dari kamar dengan waspada menuju ke ruang sebelumnya mengambil buku yang dijadikan bukti, hal mudah berkeliaran dirumah itu karena ternyata tidak ada penjaga sama sekali. Setelah mendapatkan buku nya, dirinya menghilangkan buku itu dengan segel nya, menjadi sang Kunci Kitab Suci mampu membuat nya mempelajari macam-macam segel, meski setiap segel memiliki kelemahan dan juga kelebihan nya masing-masing tetap saja itu bisa digunakan diwaktu yang tepat dan tidak bisa selalu menggunakan segel, karena bagaimanapun hanya dirinya dan orang-orang tertentu saja yang bisa membuka segel dari Kitab Suci.
Hap.. Lady Cristal melompati jendela di ruangan itu yang langsung mengarah ke hutan , untuk apa berpamitan sedangkan dirinya tahu pria didalam rumah itu sudah merencanakan sesuatu yang buruk untuk nya, bisa saja melawan tapi apa gunanya karena urusan dirinya masih ada lagi.
"Hei, apa kamu baik-baik saja! " seru seseorang yang tiba-tiba menarik tangan Lady Cristal saat menyusuri jalan dihutan.
"Lepaskan. Kamu mengikuti ku? " tanya Lady Cristal dengan nada datar.
"Apa yang kamu lakukan di tempat pria bermata kucing seperti itu ! " ucap orang yang menarik tangan Lady Cristal.
"Bermata kucing." ulang Lady Cristal menaikkan alisnya meski tidak akan kelihatan karena masih memakai topeng.
"Naimoto menteri Istana Api, sangat angkuh, tamak, penggila wanita dan selalu berfoya-foya. Dia terkenal dengan mata kucing karena selalu memandang wanita seperti makanan. " ucap orang itu dengan serius.
"Hmm.Permisi." ucap Lady Cristal tanpa menjawab karena malas berdebat.
Lady Cristal berjalan dengan tenang meninggalkan pria itu tanpa berniat untuk membalas kata-kata lagi, masih ada hal yang harus diurusnya dan itu lebih penting, toh saat ini dirinya sudah memiliki apa yang di butuhkan nya dan kemungkinan Naimoto yang sadar dirinya tidak lagi dirumahnya, pasti sedang mengamuk seperti kebakaran jenggot karena mangsanya sudah tidak ada lagi, namun kenapa harus memikirkan orang lain, lihatlah ke belakang kini dirinya sendiri di ikuti oleh seorang pria yang masih sibuk berbicara tanpa melihat lawan bicara nya tertarik atau malas dengan hal itu. Sungguh pemandangan yang lucu, seorang gadis diikuti pria berpakaian seorang Ksatria yang mulutnya tak henti-henti nya nyerocos bak kereta api yang melewati lautan. Bukannya berhenti setelah diabaikan, ini justru semakin gencar memberikan nasehat dan informasi yang tidak diperlukan, ralat, bukannya tidak diperlukan hanya saja Lady Cristal sungguh tidak membutuhkan itu lagi saat ini. Dan dengan seenaknya pria itu bicara panjang kali lebar membuat Lady Cristal harus tahan telinganya dengan seruan dan kekesalan pria itu karena merasa tidak didengarkan semua ucapannya, ya untuk apa didengarkan jika urusannya dengan Naimoto saja sudah selesai baginya.
"Huft.Dia ini Pria atau wanita, kenapa panjang kali kaya kereta api. Untung saja tampan kalau tidak udah ku pukul itu wajahnya. " batin Lady Cristal dengan menghela nafas agar tetap tenang.
"Apa kamu tidak mendengarkan saya! " cegat pria itu yang tiba-tiba melompat membuatnya langsung berada didepan Lady Cristal.
"Astaga! Apa mau anda Tuan! " seru Lady Cristal dengan memegang dadanya yang terkejut dengan sikap pria itu yang tiba-tiba saja sudah didepannya, untung saja dirinya tidak berjalan cepat, jika iya bagaimana jika langsung menabrak.
__ADS_1
"sudah habis suara saya tapi anda justru masih tenang berjalan tanpa menghiraukan ucapan saya. Saya seperti angin lalu di tengah hutan ini. " ucap Pria itu sambil menaruh tangannya dipinggang seakan sedang menasehati anaknya, tapi justru terlihat lucu bagi Lady Cristal karena wajah pria itu memang sudah merah akibat bicara tanpa henti. Bukannya Dirinya itu tidak kasian tapi mau diapain lagi kenyataan nya dirinya tidak membutuhkan informasi yang sudah basi untuk nya.
"Sudah selesaikan? " tanya Lady Cristal datarnya.
"Aish.Banyak sekali waktu ku terbuang karena mengkhawatirkan Anda tapi lihatlah saya seperti orang bodoh sekarang karena reaksi anda yang hambar. " ketusnya pria itu menjawab.
"Hmm.Tuan Lucaz terhormat, Saya tidak meminta anda mengkhawatirkan saya. Jadi lanjutkan tujuan anda. " ucap Lady Cristal dengan tegas dan datar dan kembali berjalan meninggalkan pria itu yang masih terdiam setelah mendengar jawabannya.
"Banyak wanita yang mengantri tapi aku mengejarnya, ada apa denganku, bukannya marah karena di abaikan tapi justru marah karena dirinya berjalan dijalan masalah rumit. Meski aku tahu wanita itu memiliki aura yang kuat dan pasti bisa menjaga dirinya tanpa bantuan siapapun, tetap saja jiwaku terpanggil untuk menjaga dan melindunginya. Apa aku ini masih kurang kerjaan, lihatlah tugasku sebagai seorang Pangeran saya sangat banyak, belum lagi sebagai murid dari guruku, tapi semua jadi kutinggalkan hanya untuk memastikan wanita itu aman dan baik-baik saja. " batin pria itu yang tenggelam dalam lamunanya sendiri, bahkan masih belum sadar jika dirinya kini berdiri seperti orang bodoh ditengah hutan dan orang yang mencuri kesadaran nya itu sudah menghilang meninggalkan dirinya yang sudah seperti mimpi dengan mata terbuka.
"Astaga.Menghilang kemana dia, Kenapa aku sibuk dengan fikiranku sendiri, hingga dia pergi meninggalkan ku saja tetap tidak sadar. " gumam pria itu dengan mengusap wajahnya kasar karena menyadari kebodohannya.
..................
..........
"Apa yang terjadi, bagaimana bisa aku disini. " gumam Deby dengan tidak percaya yang tiba-tiba saja seperti terbawa angin kencang namun tak melukainya dan dalam kedipan mata berikutnya dirinya sudah berada di sebuah tempat yang sangat tenang seakan seperti kuburan saja.
"Bangunlah.Ikuti saya dan tidak ada pertanyaan. " ucap seseorang dari arah belakang nya dan itu tentu saja membuat dirinya terkejut sekali lagi.
"Jangan berbicara ikuti saja Saya! " ucap orang itu sekali lagi yang melihat Deby ingin mengucap sesuatu.
Dengan mendengus sebal dan rasa penasaran membuat Deby hanya bisa menjadi ekor orang yang tidak dikenalnya, dan lihat saja orang itu sangat kamu saat berbicara tadi.
Orang didepannya itu mengucapkan mantra dan membuka sebuah pintu yang menampilkan sebuah rumah, tepatnya tempat belajar Lady Cristal dan Deby melongo melihat keajaiban didepannya, rasa terkejutnya karena tiba-tiba berada di tempat asing saja belum hilang ditambah lagi dengan kejutan lain. Bukannya dirinya tidak pernah melihat hal semacam iitu, hanya saja biasanya kekuatan yang ia tahu hanya digunakan untuk menyiksa dirinya bukan seperti ini.
"Masuklah.Jangan seperti patung. " ucap orang itu mengagetkan Deby yang masih sibuk dengan segala fikiran tanpa arahnya itu.
Tanpa menunggu perintah 2 kali Deby mengikuti orang itu masuk dan lihatlah apa yang didepannya, sungguh surga dunia, istana mungil yang indah, pemandangan yang mempesona, suara air yang mengalir terdengar sangat jelas di telinganya, bunga-bunga yang bermekaran mengitari sekeliling nya. Sungguh surga dimatanya, siapapun yang tinggal disini pastilah betah dan bahagia fikirnya.
"Lady Cristal sudah memberikan pesan agar Saya mengajarkan anda ilmu bela diri. Apakah anda ingin berada disini atau berada diluar sana? " tanya orang itu mengalihkan kesibukan wanita didepannya yang seperti anak kecil baru lihat dunia luar, meski Pery Henna memberikan segalanya soal Deby dan apa yang diminta Muridnya Risa untuk membantu Deby, tetap saja dirinya tidak akan memaksakan sesuatu yang bukan keinginan orang tersebut, meski Risa meminta sesuatu dengan alasan yang kuat dan itu memang untuk kebaikan Deby sendiri, tapi lihatlah wanita itu yang seperti kertas kosong,seakan tidak tahu apapun.
"Maaf.Saya tidak bermaksud lancang Tuan. " ucap Deby menyesal dengan tingkahnya itu ,yang sungguh tidak tahu situasi tapi mau bagaimana lagi, dirinya sungguh menjadi seperti sangat bodoh melihat apa yang ada didepannya.
"Apa keputusan anda? " tanya orang itu tanpa mengulang pertanyaan lagi.
"Apapun keputusan Lady Cristal pasti untuk kebaikan. Saya Terima. " jawab Deby tanpa ragu, meski jujur saja dirinya tidak begitu mendengar ucapan pria itu sebelumnya, namun nama gadis yang menolongnya disebut membuatnya percaya bahwa apapun dan dimana pun dirinya saat ini pasti karena gadis itu dan baginya cukup mempercayai Lady Cristal sang penolong untuk nya.
"Jangan pernah keluar dari sini sebelum Pelatihan mu Selesai! Peraturan pertama dalam Ajaran ku. PAHAM! " UCAP orang itu dengan tegas dan tanpa memandang Deby.
"Baik Tuan. Akan saya lakukan apapun itu asalkan saya semakin tangguh. " ucap Deby dengan penuh keyakinan.
Tanpa basa basi orang itu menjelaskan setiap aturan dan apa saja yang boleh dan tidak boleh Deby lakukan selama di tempat nya sekarang, meski Deby bukan tanggung jawabnya tetap saja demi Risa apapun bisa dilakukan nya, bukan karena Risa murid terbaiknya tapi karena dirinya sudah menganggap Risa sebagai adiknya sendiri, sejak pertemuannya dengan gadis mungil sang Kunci Kitab Suci itu, kehidupannya semakin berwarna, setiap kali melakukan pelatihan Risa tidak pernah terlihat lemah dan semangatnya selalu membakar jiwanya karena itulah dalam waktu singkat gadis itu mampu mengendalikan segel, tanpa mengendalikan segel maka aura Dari Dragon Suci akan tercium oleh pemburu dan musuh-musuh yang masih tertidur. Disaat pelatihan yang sangat berat berakhir,Risa masih sempat memberikan perhatian dengan membuatkannya makanan ataupun minuman meski terkadang hukuman baru saja dijalani oleh gadis itu. Setiap kali menanyakan alasan kenapa gadis itu tetap lembut dan mencurahkan perhatian, jawabannya selalu sederhana.
"Kebahagiaan melihat senyuman orang-orang di sekeliling ku yang sudah berjuang demi Kemajuan Hidupku tanpa peduli rasa lelah dan hidupnya sendiri, maka hanya cinta lah yang pantas diberikan. " jawab Risa dengan senyum khasnya.
Yah begitulah seorang Risa, gadis yang setiap harinya melewati pelatihan keras bak seorang prajurit dan Tuan putri ksatria, tanpa mengenal waktu ataupun luka yang didapatkan, demi memenuhi takdir hidupnya sendiri harus berpisah dengan ayahnya, berhenti bermain bersama temannya dan selalu menantang bahaya. Bukan berarti pelatihan Risa selalu berada didalam Istana mungil itu, bahkan dirinya pernah berkemah selama satu minggu sendirian didalam hutan,tentu saja itu tugas dari gurunya. Bagaimana lagi, Risa bukan hanya dituntut dengan kecerdasan atau bergantung akan kekuatan nya bersama Dragon Suci, semuanya harus berasal dari dalam jiwa dan hatinya. Bertahan, bertarung atau menyerah menjadi pilihannya tanpa bergantung pada kekuatan pendamping nya. Bukan berjalan mulus saat itu karena pada akhirnya dirinya harus bertarung dengan seekor Harimau dan bagaimana dirinya harus mempertahankan hidupnya sendiri dengan pelatihannya selama ini, sedangkan pesan dari gurunya adalah *Jangan gunakan kekuatan mu, jika jiwa mu masih sanggup melumpuhkan musuh. Bukan hanya jiwa mu tapi dirimu sendiri lah alasan bangkit atau tumbang*. Gurunya itu memang sadis tapi itu semua untuk membentuk Risa yang memang harus tangguh dan tak terkalahkan, karena alasannya hanya satu *Takdir Sang Kunci Kitab Cristal Of Life adalah Dirinya , Dunia ini memupuk harapannya di dalam Takdirnya yang sudah digariskan Tuhan*. Meski pada akhirnya Risa pulang dengan keadaan selamat hanya saja tubuhnya memiliki beberapa luka karena pertarungannya dengan harimau sangatlah sengit, tapi tangan Risa tetap membawa apa yang me jadi tugasnya. Sebuah bambu ukuran satu lengan anak kecil yang tentunya isinya adalah Madu yang langka, dimana hanya akan berwarna emas dimalam hari, Madu penyembuhan. Didunia yang masih di penuhi sihir dan kekuatan lainnya tentu memiliki banyak hal ajaib, salah satunya adalah Madu Penyembuhan. Hanya satu tetes Madu penyembuhan bisa dijadikan obat mujarab untuk luka fisik maupun luka dalam, namun segala sesuatu pasti ada hukum dan aturannya, termasuk Madu ini. Madu Penyembuhan bisa menyembuhkan luka fisik dan luka dalam hanya saja jika orang tidak tahu seberapa takarannya untuk setiap penyakit, maka akibatnya tentu saja fatal, bukannya sembuh mungkin orang yang mendapatkan pengobatan justru akan menjadi penjaga Madu. Dimana bukan berakibat meninggal tapi justru akan menjadi manusia lebah dan secara langsung maka akan menghilang ke tempat dimana Madu itu tinggal, sungguh mengerikan jika tiba-tiba seseorang berubah menjadi manusia lebah karena kesalahan orang yang tidak tahu cara menggunakan Madu Penyembuhan itu. Dan tentu saja untuk mendapatkan Madu itu bukan hal sepele, seperti mengetuk pintu dan permisi bolehkan minta sedikit madunya, hahaha pasti banyak yang ngantri disana bukan 😁. Risa harus bermain cantik hanya untuk satu ros bambu penuh Madu Penyembuhan, prinsip Lady Cristal *Kecerdasan masih Berlaku Maka Jangan Fikirkan Kekerasan* . Alhasil mengunakan cara cantik, ralat lebih tepatnya cara licik tapi tetap lah sopan, tentu saja sopan meski mengambil tanpa permisi tapi tetap saja Risa memberikan imbalan sebagai ganti apa yang diambilnya. Bunga Pelangi yang hanya tumbuh di dasar jurang, bayangkan sebelum melakukan tugasnya, Risa sudah membuat rencana cantiknya dengan baik, menyusuri jalan jurang seperti seorang pendaki namun dengan ketetapan hatinya akhirnya mampu mencapai dasar jurang yang ada disisi lain tempat Madu Penyembuhan tinggal. Bunga yang hanya sekecil kuncup bunga mawar itu sangatlah ajaib, dan tentu saja itu menjadikan Ratu Lebah lebih awet muda jika serbuk bunga pelangi itu masuk kedalam tubuhnya. Bukan hanya usahanya namun cara cantiknya yang mengelabui prajurit lebah dengan ribuan bunga yang disiapkan oleh Risa untuk pengalihan pun sangatlah membantunya untuk menyusup ke tempat Madu Penyembuhan, jangan membayangkan bahwa tempat itu sekecil sarang lebah seperti biasanya. Sarang lebah itu seperti istana hanya saya tetaplah sama dengan sarang lebah seperti biasanya, maka dari itu meminum Madu melebihi batasnya maka bersiaplah menjadi salah satu diantara ribuan prajurit lebah, dan jangan tanyakan soal obatnya karena untuk mendapatkan obat itu, seorang manusia lebah jadi-jadian haruslah bisa menghabisi Ratu lebah sendiri. Jika Risa saja memilih bermain cantik agar tidak terjadi pertarungan, lalu bagaimana orang lain yang tidak tahu apapun soal kekuatan Ratu lebah, bukannya Risa tidak sanggup melawan tapi ingatlah pepatah * sedia payung sebelum hujan* , maka Risa memilih cara aman dan memberikan ganti rugi yang setimpal dan tentu saja dengan permintaan maaf yang tulus atas kelancangannya mengambil Madu Penyembuhan milik Ratu Lebah tanpa izin. Tapi sungguh nasib nya tidak selalu baik, meski bisa mengambil Madu tanpa pertarungan,justru ditengah hutan bertemu Harimau yang sedang kelaparan. Alhasil pertarungan tak terelakkan meski harus luka tetap Risa mampu mengalahkan harimau itu, dan kondisi harimau itu sungguh miris karena terkena goresan pedang yang dibuat gurunya, rasa kasihan tetap membuat hati Risa tersentuh dan dengan tenang Dirinya memberikan satu tetes Madu Penyembuhan dan lihatlah harimau yang sekarat itu kini menjadi bugar kembali seperti tidak terjadi apapun sebelumnya. Dan dengan santai Risa meninggalkan Harimau itu yang masih mengumpulkan kesadaran nya, namun langkah Risa terhenti ketika mendengar ucapan Terimakasih dari arah belakangnya.
Namun Risa tetap tetap melanjutkan perjalanan pulangnya tanpa menengok kebelakang, dan siapapun yang mengucapkan terimakasih itu menatap kepergian Risa dengan rasa terimakasih.
"Akan kubalas kebaikanmu suatu hari nanti. " batin sosok itu.
Begitulah akhirnya darii perjalanan itu Risa justru demam tinggi namun untunglah ada Madu Penyembuhan yang bisa mengobati luka fisik dan luka dalamnya. Meski dirinya belum bertemu dengan Dragon Suci, bukan berarti ikatan blum terjalin karena setelah Kitab Suci Terbuka oleh sang Kunci secara langsung ikatan terbentuk , hanya saja itu seperti lapisan pertama dari ikatan dan ikatan itu harus sampai pada pusat intinya, dimana setelah bertemu Dragon Suci dan menaklukkan nya, saat itulah ikatan dianggap sempurna.
Mengingat hal itu mampu mengurangi rasa rindu setelah kepergian Risa untuk menjalankan tugasnya, yah ada baiknya juga kedatangan Deby, karena setidaknya dirinya akan sibuk melatih seseorang dan membantu adiknya itu sebisa yang dia mampu.
.........
"Ini waktunya kebenaran terungkap. Selamat menikmati. " ucap seseorang dengan memberikan salinan sebuah buku kisah nyata di setiap rumah penduduk layaknya pos ajaib karena semua pintu diketuk secara bersamaan dan buku itu melayang di depan orang yang membukakan pintu rumah masing-masing, tentu ada juga yang teriak, pingsan bahkan ada yang langsung menyiramnya dengan air, reaksi yang membuat kekehan sang pelaku. Melakukan hal itu membutuhkan kekuatan yang cukup besar, bagaimana tidak rumah warga bukan hanya 10 rumah tapi hampir 200 rumah dan jangan ditanya lagi bagaimana cara melakukannya, karena itu juga hal ajaib.Siapa lagi jika bukan kerjaan Lady Cristal yang mencoba membuka tabir suaminya Deby, tentu saja bukan hanya dengan bukti satu saja yang dipersiapkan karena dirinya juga sudah menyiapkan bukti hidup juga yaitu saksi dari awal kejadian kehidupan Deby setelah menikah dengan Tuan Lexo sang pemimpin wilayah Desa Chang. Yah dirinya menjabat sebagai pemimpin namun topeng nya tertutup rapat sehingga orang hanya tahu bahwa dirinya pemimpin yang baik tanpa pernah melihat kebusukan atau kejahatan pria itu, dan ini tugas nya menyelamatkan Deby juga semua warga di Desa Chang dari pemimpin yang salah jalan.
Sedangkan disisi lain, Tuan Lexo sedang mengamuk setelah mendapatkan kabar bahwa warga sudah mengetahui bisnis gelapnya dan bagaimana kebenaran tentang istrinya yang selama ini dianggap hina ternyata yang hina adalah rencana suaminya sendiri. Warga bahkan sudah sibuk bergosip dan membuat rencana untuk melengserkan dirinya, tentu saja itu membuat dirinya hilang kendali, usaha nya dan kerja kerasnya selama ini menjadi lenyap dalam beberapa detik tanpa sisa.
__ADS_1
"Siapa dalang semua ini. argh." ucap nya menjambak rambutnya dengan kasar.
"TIDAKKAH itu Setimpal dengan Kejahatan Anda! " seru seseorang yang tiba-tiba berada di ruangan pribadinya tanpa permisi.
"KAUU!" teriak Tuan Lexo yang melihat wanita bertopeng itu sudah di depannya.
"Aku memenuhi janjiku saat bertemu pertama kali dulu. " ucap Lady Cristal dengan santai.
"Hahaha Kau tidak tau siapa aku gadis bod*h! " ucap Tuan Lexo meremehkan Lady Cristal, seperti nya dirinya lupa mengingat bagaimana kejahatan nya selama ini terungkap dengan cara singkat dan istimewa, sehingga tetap meremehkan lawan di depannya.
"Maaf saya takut. Tapi untuk apa meminta maaf pada orang yang tidak punya hati. " ucap Lady Cristal dengan santainya.
"Dasar Gadis Bod*h! " ucap Tuan Lexo dengan melemparkan pisau yang selalu diselipkan di lengannya, melihat pisau yang melayang mengarah padanya, Lady Cristal dengan tenang hanya menghindari itu dengan menggeser tubuhnya sedikit.
Pertarungan tak dapat dihindari, dalam pertarungan itu tentu tidak mudah karena saat ini Lady Cristal tetap mengunci segel kekuatan ditubuhnya, alhasil hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kekuatan dalam sebatasnya saja, tapi lihatlah pria itu sudah mengerahkan seluruh kemampuannya tanpa sisa dan karena emosi yang tidak mampu dikendalikan itu memudahkan Lady Cristal mencari kelemahan Tuan Lexo.
"Sudah Cukup! Hukumanmu ada ditangan Warga mu. Dan Ingatlah, Jangan Mengambil Yang Bukan Milikmu! Jangan kau fikir Aku tidak tahu tujuanmu mencariku. " ucap Lady Cristal dengan senyuman sinisnya setelah mengunci Tuan Lexo dengan kekuatan dasarnya yaitu kekuatan anginn.
Sedangkan Tuan Lexo yang sudah kalah hanya bisa memberikan sumpah serapah didalam hatinya, karena meremehkan lawan justru dirinya menjadi krupuk masuk kedalam air. Dalam sekejab Lady Cristal membawa Pemimpin Desa Chang ke alun-alun ditempat yang sama saat dirinya menemukan Deby, disitulah dirinya yang sudah menyiapkan pertemuan itu dengan bukti yang kuat.
"Dia milik kalian. Hukuman menjadi Tanggung jawab Kalian. Tapi Ingatlah.Jangan Biarkan dia Mati! Wanita yang menjadi istrinya yang boleh memutuskan itu! " perintah Lady Cristal yang datang dan menjatuhkan Tuan Lexo ditengah kerumunan warga yang dalam mode amarah dan merasa ditipu selama ini, tapi bagaimana pun wanita bertopeng di depannya ini yang membuat warga mengetahui kebusukan dan kejahatan pemimpin mereka, maka sudah sewajarnya jika menerima permintaan nya adalah tanggung jawab warga yang merasa terselamatkan. Warga menyimpan dendam dan amarah karena warga baru mengetahui jika hilangnya anak gadis remaja dan laki-laki remaja selama ini didalangi oleh pemimpin mereka sendiri, pantas saja setiap ada warga yang melaporkan kehilangan anak mereka justru pemimpin mereka menenangkan mereka dengan membantu perekonomian warganya, tentu saja ini bukan kesalahan satu sisi karena kenyataanya warga pun buta dan bisu jika sudah melihat silaunya harta dunia. Bahkan lupa dengan kehilangan anak mereka, sungguh miris orang-orang di desa ini. Namun dengan demikian Lady Cristal pun juga memberikan hukuman kepada mereka, hukuman warga desa itu harus membangun desanya tanpa boleh meminta tolong pada siapapun. Warga keberatan sebenarnya tapi jika melihat pilihan kedua yaitu hukuman penjara ilusi karena Lady Cristal memberikan contoh seperti apa penjara ilusi itu tentu warga memilih sesuatu yang lebih alami daripada menetap didalam bayangan kabut yang tidak ada ujungnya itu.
MENINGGALKAN Warga yang menghukum Tuan Lexo, Lady Cristal pergi menghilang kembali pulang untuk melihat Perkembangan Deby di bawah pengawasan gurunya. Dan tentu saja dirinya ingin bertemu dengan bunda nya, rasa rindunya sudah tak terbendung lagi. Namun karena seharian kekuatannya digunakan maka akan lebih baik mencari tempat istirahat terlebih dahulu.
.
.
.
. sorry, life Always suddenly give problem..
Untuk sementara up nya pasti selalu telat..
Bahkan gak bisa janji up setiap hari sekali karena tempat tinggal ku sekarang tidak ada sinyal, (makhlum karena masalah pribadi,kehidupanku sangat berantakan saat ini akhirnya hidup mengajariku cara bertahan dan tetap tersenyum demi senyuman orang-orang yang menyayangi ku meski harus pindah tempat tinggal 😷🤧💪) , tapi karena banyak yang dukung dan kasih semangat ke aku,,, aku akan berusaha yang terbaik untuk kalian ☺
Dan tentu saja ceritanya gak akan berhenti ditengah jalan kok meski up nya bakalan telat banget. And karena my signal also problem, jadi hari ini up ya ampe 3000 kata lebih, buat nebus 2 malam gak up ya ☺
.
selamat membaca 🍫
.Sorry ya soal Pery nya aku gagal fokus, peri Fyra milik Putri Africiana dan Peri Henna milik Ibunya Twin Princess
.
.
...𝙍𝙪𝙡𝙚𝙨 𝙊𝙛 𝙈𝙮 𝙇𝙞𝙛𝙚...
...𝙆𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙈𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙈𝙞𝙨𝙩𝙚𝙧𝙞...
...𝙈𝙚𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝘼𝙩𝙖𝙪 𝘽𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙣𝙜 𝙈𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖...
...𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣𝙠𝙖𝙝 𝙎𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝘿𝙞 𝙏𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝘽𝙖𝙙𝙖𝙞...
...𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙄𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙐𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥...
...𝘽𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 ,𝘽𝙖𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙆𝙚𝙜𝙖𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣...
...🖤🗡🖤...
__ADS_1