The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Kisah Putri Merlyn & Istana nya


__ADS_3

Sebuah bola Api yang tetap membara meski terendam air lautan dan menerangi sekitarnya, Ekor mata nya terpaut dengan sebuah kerang putih yang ada didepannya, Raja Argus meninggalkan dirinya di samping kerang putih itu bukan kebetulan bukan. Apakah mungkin Putri Merlyn ada di dalam kerang, meski pun begitu bagaimana cara membuka kerang itu, menggunakan kekuatan nya atau meminta saja dengan ucapan nya.


"Sebaiiknya aku coba saja. " gumam nya.


"Permisi, Putri Merlyn.. Oh Putri Merlyn. "


"Apa ada orang? Putri Merlyn.... Putri Merlyn. "


Tok.. Tok.. Tok..


"Putri Merlyn.. Putri... " seru Trish dengan penuh semangat tanpa aturan.


Gleek... Siiees...


Perlahan kerang itu terbuka sinar nya yang menerobos langsung menyilaukan mata Trish sehingga menutupi mata nya dengan telapak tangan agar tidak sakit, suara yang menggelegar khas anak kecil dengan nada cempreng mampu membuat telinga Trish berdengung seketika.


"Dasar Bocah Tidak Tahu Sopan Santun! Enyah kau dari rumahku! " teriak seseorang dari dalam cangkang yang sudah terbuka meski sinar itu masih menyala.


Ngguuung...


"Siapa itu? Maaf tapi aku tidak bisa mendengar Suara mu. Telinga ku sakit karena Suara mu! Cahaya itu juga menyakiti mata ku. " ucap Trish jujur.


"Itu Hukuman Untuk Bocah Tidak Tahu Sopan Santun! Bertamu ke rumah orang bukan nya permisi malah berteriak tidak karuan, Mau membangunkan seluruh penghuni Lautan hah! " seru orang yang sama dengan Suara yang masih menyakitkan.


"Ampun, Aku kira cangkang itu pasti sangat tebal. Jadi.. " ucap Trish yang masih menutupi mata dan kuping satu nya.


"Jadi kau bisa seenak nya berteriak di depan rumah ku! itu maksud mu Bocah! " seru orang itu memotong ucap an Trish.


"Maafkan Aku. Aku tidak ber maksud bertindak tidak sopan, baik lah berikan aku hukuman agar Putri Merlyn bisa me maafkan ku. " ucap Trish.


"Rupanya kau mengenal ku, baik lah. Aku akan memaafkan mu dengan satu syarat! " ucap sosok itu.


*Perisai Mutiara* ucap sosok itu.


Sinar yang menyilaukan kini telah padam, bersamaan itu kini Trish bisa mengalihkan telapak tangan nya untuk melihat sosok yang ingin di temui olehnya itu namun hal luar biasa mampu membuat bola mata nya takjub. Kerang yang tadi hanya sebesar anak kecil kini sudah berubah menjadi sebuah dasar dan atap sebuah Istana mungil, semula Trish berfikir jika kerang itu akan ditempati satu anak kecil yang mungkin di sebut putri Merlyn dan hanya itu yang terbersit di dalam fikirannya namun kenyataan di depan mata nya ini jauh diluar bayangan nya.

__ADS_1


Istana itu sangat lah indah dengan jalan bertabur mutiara kecil berkilauan, karang yang berbentuk lingkaran menjadi gerbang pintu masuk Istana. Dengan Dua patung Duyung yang memegang pedang dtangan nya itu ada di atas karang, Istana mungil yang memancarkan cahaya putih nan menawan.


"Masuk lah ke Istana ku! Aku tidak ingin keluar dari Singgasana ku. " ucap sosok itu yang masih tak terlihat wujudnya.


"Bagaimana Aku bisa masuk? Maaf tapi Istana itu terlalu mungil, bahkan Aku bisa menyentuhnya seperti ini.... " ucap Trish seketika tangan nya terhisap ke dalam disaat tangan nya mencoba menyentuh Istana itu.


Syuuuur....


Dinding pembatas ilusi itu berhasil menyerap jiwa Trish, sekali lagi rasa nya pusing dan tiba-tiba saja dirinya sudah ada berada di tempat yang tadi dianggap terlalu mungil. Lihatlah luasnya tempat berpijak yang dipenuhi mutiara, seakan ada yang mengatur mutiara itu dengan sangat rapi agar bisa menjadi tempat melangkah kan kaki, Sebuah karang yang kini menjulang tinggi didepannya membuat nya terpana. Karang itu bahkan tinggi nya 3 kali lipat dari dirinya, perlahan melangkah meninggalkan tempat nya berdiri menuju gerbang pintu masuk Istana, baru saja kaki nya masuk satu langkah melewati gerbang masuk sebuah pusaran angin sudah menyambutnya dan menggulung jiwa nya dengan kecepatan sedang.


Rasa nya seperti menjadi jiwa yang melayang, dengan kecepatan sedang itu mampu membuat Trish menikmati keindahan Istana Putri Merlyn, mendekati Istana tanpa harus lama-lama berjalan kaki. Hingga satu sosok seperti bayangan sudah berdiri di sebuah menara, tangan sosok itu terlihat sedang menikmati setiap liukan jari jemari nya dengan pandangan ke arah Trish, gulungan itu bukan mendekati Pintu Istana namun melayang lebih tinggi menghampiri menara yang sangat gelap, Semua terlihat terang namun menara itu saja yang kehilangan cahaya nya.


Bruugh.. Hap... Aww..


"Aku fikir setelah menjadi Jiwa tidak akan punya rasa sakit, tapi ternyata tetap saja bisa merasakan sakit saat terjatuh. Hehe. " gumam Trish sambil mengusap kaki dan tangan nya yang menjadi landasan pertama.


Pusaran angin itu tiba-tiba melemparkan jiwa Trish ke menara, tanpa sebuah isyarat sebelum menjatuhkan jiwa nya itu hingga alhasil jiwa nya nyungsep dengan tangan dan kaki sebagai pelindung wajahnya. Sosok yang melakukan itu hanya menatap Trish dalam diam dengan mata yang sendu, sudah lama dirinya tidak melihat makhluk hidup lain nya yang berani mendekati Rumah nya. Melihat ada yang datang dan membangunkan jiwa nya yang telah padam membuat sosok itu ingin menyambutnya dengan cara tidak biasa, sosok itu hanya berharap jika pemuda di depan nya adalah makhluk yang sudah dinantinya selama ratusan tahun.


Sudah tak terhitung berapa banyak makhluk yang di serap nya untuk mengakhiri kutukan di dalam Istana nya namun Semua berakhir kegagalan membuat sosok itu semakin diliputi kesedihan yang mendalam. Dirinya rindu akan Istana nya yang sangat indah dengan penghuni nya yang sangat beragam, namun impian melihat kebangkitan Istana milik nya itu selalu padam dengan kegagalan dari para ksatria yang mencoba mematahkan kutukan Iblis Dandelion.


"Siapa kamu?Kenapa disini gelap sekali bahkan Aku tidak bisa melihat apa pun di menara ini. " tanya Trish dengan penuh penasaran.


"Aku lah yang kamu cari, Katakan apa tujuanmu mencari ku? " ucap sosok itu.


"Putri Merlyn? Benarkah itu kamu? Tapi bisakah tunjukkan dirimu, sungguh ini gelap sekali. " ucap Trish yang sudah berusaha menajamkan pandangan nya namun sia-sia.


"Sejuta kali pun tidak akan ada yang bisa melihat ku di tempat ini, tapi Aku bisa melihat mu dengan jelas. Lupakan saja seperti apa wujudku, yang harus kamu tahu Aku lah Putri Merlyn. " jawab Putri Merlyn dengan Suara yang lemah.


Suara nya sangat berbeda dari petir yang menyambar tadi, bahkan tidak ada Suara cempreng nada tinggi, yang ada Suara lembut dengan penuh kesedihan. Suara nya mampu menggetarkan jiwa Trish dimana hati nya bisa merasakan betapa dalam rasa sakit dan kesedihan dari sang pemilik Suara itu. Ntah apa alasan dibalik kesedihan Putri Merlyn yang memilih di tempat kegelapan dibandingkan di tempat yang ber cahaya, seakan banyak rahasia dengan alunan Suara lemah nya.


"Bukankah ini terasa? Katakan pada ku tujuanmu mencari ku? " ucap Putri Merlyn dengan menggenggam tangan Trish.


"Raja Argus mengatakan untuk membebaskan Klan Naga Biru maka dibutuhkan Trisula Milik Putri Merlyn, jadi dengan tujuan meminta Putri Merlyn setidaknya sudi meminjamkan Trisula itu pada ku. Karena Aku harus kembali ke raga ku dan segera melihat keadaan Istri ku yang terluka parah saat ini, semakin cepat Aku menghancurkan Iblis Dandelion maka semakin cepat pula Aku akan kembali pada keluarga ku. " jawab Trish tanpa menutupi apa pun.


"Saat ini Aku tidak bisa memberikan Trisula ku pada mu, Itu tidak mungkin. Tapi... " ucap Putri Merlyn berhenti.

__ADS_1


"Tapi? Katakan segalanya Putri Merlyn, jika untuk membebaskan Klan Naga Biru Aku harus mendapatkan hukuman dari mu karena ke tidak sopan an ku tadi maka Aku siap menerima hukaman dari mu. " jawab Trish dengan serius.


Huuuftt... (Helaan nafas yang berat terdengar)


*Dengarkan baik-baik, Semua ini berawal dari penolakan orang tua ku atas lamaran seorang bajak laut yang sudah hidup di lautan bebas dengan banyak pembantaian dan perampokan harta di atas lautan. Ada seorang pemuda yang hidup nya di lautan bebas, pemuda itu memiliki banyak ilmu dan sihir tentu nya untuk memperkuat penjajahan di setiap aliran air asin ini, hingga suatu hari pemuda itu melihat seekor Putri Duyung yang berenang melintasi kapal nya tanpa disadari Putri Duyung itu , sang pemuda menatap nya dengan takjub dan mendamba. Hingga pemuda itu ikut terjun ke dalam lautan mengikuti Putri Duyung itu hingga kedasar lautan, Sebuah Istana yang sangat indah bertaburkan mutiara mampu membuat pemuda itu takjub sekali lagi.


Tanpa terasa waktu sudah cukup lama pemuda itu selalu memperhatikan Putri Duyung yang selalu melintasi kapal nya setiap sore menyingsing, setiap waktu itu juga sang pemuda selalu mengikuti tambatan hati nya yang sudah membuat dunia nya berhenti. Hingga malam itu tiba, kedatangan seorang pemuda yang tiba-tiba ikut memasuki Istana tanpa sopan Santun langsung mengutarakan isi hati nya dan meminta Putri Duyung itu menjadi pendamping hidup nya.


Melihat sikap yang semau nya dari sang pemuda membuat kedua orang tua itu murka, bukan hanya karena sikap pemuda itu saja tapi kedua orang tua itu tahu siapa pemuda didepannya itu. Seorang perompak yang menghancurkan banyak lautan tanpa belas kasihan, tidak seorang pun orang tua yang akan rela menyerahkan Putri mereka untuk pemuda yang sudah menyatu dengan Darah Iblis. Meski pun harus terjadi perang, pendirian mereka tidak akan tergoyahkan, sedang kan Putri Duyung itu tidak mengetahui apa pun yang diperdebatkan , usianya yang masih sangat muda dan hanya menyukai bermain menjadi tidak paham dengan keributan yang diciptakan seorang pemuda yang baru dilihat nya pertama kali.


"Jika kalian tidak menyerahkan Putri Kalian, Maka jangan salahkan Aku jika Kalian Semua Akan Hancur di tanganku! Waktu Kalian hanya Sampai matahari terbit, Aku akan datang menagih jawaban Kalian! " Seru pemuda itu dan berenang meninggalkan Istana itu.


Setelah kepergian pemuda itu, Putri Duyung dibawa ke sebuah menara dimana menara itu adalah menara utama, kedua orang tuanya memberitahu segalanya tanpa di tutupi sedikit pun. Putri Duyung itu sangat ketakutan setelah men dengarkan apa yang sedang terjadi, tubuh nya bergetar hebat membuat kedua orang tuanya memeluk putri nya dengan erat, namun firasat buruk sebagai orang tua membuat kedua orang tua itu menceritakan segalanya untuk melindungi putri nya.


*Trisula Duyung* ucap Sang Ayah.


"Ambillah ini nak, apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan menara ini. Selama Kau ada di menara ini maka keselamatan akan tetap bersama mu dan ingat lah hanya Trisula ini yang bisa mengakhiri Iblis di dalam Tubuh Pemuda itu. Suatu hari nanti akan ada yang membebaskan mu, tapi selama itu bertahan lah untuk diam. Suara mu bisa menarik perhatian Iblis itu, jangan bersedih atas apa yang akan terjadi, kami akan selalu mencintai mu sayang Putri Merlyn. " ucap sang Ayah dengan menghapus air mata di kedua pipi putri nya.


*Mutiara Cahaya* ucap sang ibu.


"Kenakan ini selalu dan ingat lah kalung Mutiara Cahaya akan selalu mengajari mu segalanya, Semua pertanyaan akan di jawab tanpa dusta. Namun jangan gunakan Mutiara Cahaya disaat matahari terbenam, sinar nya akan nenembus lautan dalam. Kami akan selalu melindungi mu Merlyn, doa kami bersama mu. " ucap sang Ibu.


Ketiga Duyung itu menhabiskan malam bersama di menara utama, hingga waktu berganti dan sebentar lagi matahari akan menunjukkan sinar nya. Melihat hal itu membuat Kedua orang tua itu segera bangkit dan meninggalkan menara utama dimana putri nya masih tertidur lelap, memandang dan mencium Putri mereka karena sudah merasakan akan ada perpisahan yang menghancurkan Putri mereka.


*Perisai Mutiara Jiwa* ucap sang ayah mengayunkan tangan nya pada menara utama.


Setelah melihat perisai yang sudah menutupi menara dengan sempurna, Kedua orang tua itu sudah duduk di Istana mereka dan rakyat nya sudah di amankan sejak semalam setelah kedatangan pemuda Iblis itu. Kini hanya ada Raja dan Ratu Putri Duyung di Istana sebesar itu, bahkan semua prajurit Duyung juga di amankan Raja ke pulau duyung lain nya. Bisa saja Raja ikut meninggalkan Istana bersama keluarga nya namun Jika Istana itu dikuasai Pemuda Iblis itu maka akan terjadi bencana lebih besar, dengan mengamankan Putri nya sudah cukup untuk nya tenang berkorban meski istrinya menolak untuk ikut bersembunyi dan memilih untuk bertarung bersama suaminya.


Hingga akhirnya kedatangan pemuda Iblis itu dengan ikatan bunga mawar yang sangat indah, namun aura pemuda itu sudah dipenuhi aura Iblis. Meski niatnya untuk melamar pujaan hati nya namun di hati nya sudah menetapkan akan menghancurkan segalanya jika pinangannya tidak diterima dengan baik.


*Penjara Kegelapan Iblis* seru pemuda itu dengan murkanya.


*Tunggulah Waktu mu Iblis Dandelion! " Teriak Raja Duyung yang terdengar sangat jelas mengusik tidur lelap nya.


Mata nya kini terbuka dengan lebar, dengan pemandangan di depan nya dimana di bawah Sana kedua orang tuanya sudah hampir menjadi batu seutuhnya, rasa nya kerongkongan sudah sangat kering hingga satu Suara pun tidak mampu terdengar. Air mata terus membanjiri pipi nya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


__ADS_2