
"Apa sudah selesai dengan Tujuan mu? " ucap Clara dengan tangannya yang penuh dengan warna masih dengan tenang menggambar sesuatu di dinding.
"Yah tujuanku sudah tercapai, bagaimana kabar mu Peri ku? Apa kau menyukai kamar baru mu? Atau mau ikut dengan ku ke kamar ku? " jawab Raja Kegelapan dengan tenang.
"Bangunlah dari mimpi mu Pangeran Felix! Ahh nama itu lebih baik dari pada Raja Kegelapan." ucap Clara tanpa melihat ke belakang di mana Raja Kegelapan berdiri di luar penjara Cinta.
"JANGAN MEMANGGIL KU DENGAN NAMA ITU!" teriak Raja Kegelapan murka.
"Sampai kapan topeng itu melekat? Tidak kah semua ini melelahkan! Bahkan Aku pun ingin memiliki kehidupan normal seperti rakyat biasa." ucap Clara memancing nurani Raja Kegelapan dengan suara nya yang memelas.
"Hidup lah dengan ku, kau bisa melakukan apa pun dan Aku tidak akan melarang apa pun keinginanmu." bujuk Raja Kegelapan.
"Aku lelah, uhh bisa kah tinggalkan Aku sendiri! " jawab Clara mengabaikan permintaan Raja Kegelapan.
"Akan ku pasti kan kau hanya Milik ku! Istirahat lah!" ucap Raja Kegelapan dan pergi meninggalkan Clara.
Tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Raja Kegelapan, Clara hanya fokus dengan lukisan di depan nya. Lukisan sebuah ukiran yang masih belum terbentuk sempurna, ukiran yang sama seperti di dalam lemari milik Giel di dalam pondok hutan Bayangan.
"Aku harus menggunakan darah ku sendiri hanya untuk membuat pintu Dimensi. Ku harap ini seperti perkiraan ku, jika benar Aku bisa bertemu dengan nya." Batin Clara yang melihat dinding di depannya.
Dengan kurungan segel Permata Alam Hitam membuat seluruh kekuatan Clara terkunci namun tidak berlaku bagi darah Jiwa Murni nya, tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa mengunci keajaiban dari Jiwa Murni nya. Bukan element yang ada di dalam tubuhnya namun dengan darah nya sendiri Clara akhirnya membuat sebuah pintu Dimensi dengan sebuah ukiran yang bisa di katakan akan membawa nya ke tempat yang seharusnya.
Lihat lah tangannya yang kini di biarkan terluka demi mendapatkan tetesan darah, dalam keadaan apa pun sebagai Jiwa Murni tentu Clara tidak membutuhkan asupan makanan atau pun minuman namun dalam kondisi tertentu pasti nya tubuhnya akan membutuh semua itu seperti sekarang ini.
Rasa lapar dan haus terasa menggerogoti dirinya, membuat nya yang enggan untuk menyentuh buah-buahan dan air di dalam kendi sejak awal itu, kini semua sudah berpindah ke dalam perut kecil nya. Satu rasa yang sudah lama tidak dirasakan oleh Clara, Rasa lapar dan haus yang membuat nya merasakan nikmat ketika mendapatkan asupan seakan itu lah yang paling penting untuk nya.
Kembali membuat ukiran dengan darah nya setelah merasakan seluruh rasa lapar dan haus nya hilang terpenuhi dengan asupan yang nikmat, kembali membuat sayatan baru di lengannya. Dengan tetesan darah itu kini sebuah ukiran terbentuk sempurna, sebuah senyuman muncul ketika melihat cahaya biru Muda mulai menjalar dari ujung titik awal ukiran di buat.
Dengan cepat ukiran itu kini menjadi ukiran cahaya biru sempurna, dengan sinar terang membuat kurungan penjara Cinta menjadi lebih hidup dan terlihat jelas seperti rembulan turun dari langit.
__ADS_1
"Aku harus bertemu dengan mereka, Selamat Tinggal Raja Kegelapan. Rencana mu sudah berjalan, kini giliran ku." batin Clara dan mulai menyentuh pintu Dimensi dengan tangannya.
Sinar itu merambat ke jari jemari Clara dan mulai menyelimuti tangan Clara dan seluruh tubuhnya, cahaya itu kini menenggelamkan Clara. Sebuah pintu Dimensi yang memiliki 3 lorong berbeda warna, di dalam pintu ini Clara mulai merasakan kekuatan nya kembali lagi dan kembali merasakan setiap Aura yang Ada di dekat nya.
Satu lorong berwarna Hitam Pekat yang sudah pasti jalan itu akan membawa Clara kembali ke kurungan, sedang kan satu lorong di tengah berwarna Putih dimana lorong itu akan menuju ke tempat yang seharusnya untuk kehidupan masa depan dan lorong terakhir berwarna merah tua dimana lorong itu yang akan menjadi tujuan Clara.
Dengan langkah pasti Clara melangkah kan kaki nya, seiring dengan kekuatan nya yang kembali dan Clara kembali bisa menggunakan seluruh element di dalam tubuhnya. Sayatan di tangan nya kini sudah menghilang tanpa bekas sedikit pun, ruang Dimensi di dalam Pintu Dimensi darah Jiwa Murni sungguh Ajaib.
Lorong merah tua itu sangat suram, hanya ada Aura Kegelapan yang bisa tercium oleh hidung Clara, semakin jauh langkah kaki nya berjalan semakin kuat Aura Kegelapan nya. Hingga lorong itu memiliki sebuah ujung cahaya merah tua yang menyakitkan mata siapa pun yang memandang nya, kecuali Clara yang tidak akan terpengaruh dengan Aura Kegelapan itu.
"Hutan Bayangan, Aku harap mereka sudah siap untuk tanggung jawab mereka. Aku ingin melihat apa yang terjadi dengan Hutan Bayangan, karena Raja Kegelapan sudah mengambil Pedang Azalia. Pasti nya ada hal yang sudah membuat nya kesal, hingga kabut Kegelapan tetap menyelimuti Hutan Bayangan." gumam Clara melihat awan di atas yang begitu pekat.
Mencapai sebuah ketenangan dengan pejaman mata nya, membuka mata hati nya untuk menyusuri setiap jengkal Hutan Bayangan, seluruh Hutan Bayangan gelap gulita tanpa satu tumbuhan pun yang bisa di selamatkan. Semua kehidupan sudah terpenuhi dengan kabut Kegelapan, dan satu makhluk yang masih terkapar dengan mata nya yang masih terbuka, air liur yang sudah mengering, makhluk itu mati mengenaskan dengan tubuhnya tertimpa banyak pohon besar meskipun tak sebesar makhluk itu.
"Bukan kah ini menyakitkan, bahkan sebagai Jiwa Murni dan penerus Kitab Suci pun Aku hanya bisa menunggu Waktu yang tepat Dimana Alam sendiri yang akan memutuskan Takdir seluruh Alam." batin Clara dan kembali membuka mata nya.
Sebuah air menyusup keluar mengalir dari sela-sela mata nya, air itu menjadi air mata kesedihan dan kegagalan Clara. Semua kekuatan yang di miliki nya tidak berguna, bahkan untuk menyelamatkan kehidupan seperti tumbuhan dan hewan pun seakan itu hal tersulit bagi seorang Lady Cristal.
Wusshh...
Dengan portal nya Clara mulai menuju ke tujuannya meninggalkan Hutan Bayangan yang menjadi Hutan kematian karena tak ada satu kehidupan pun, namun beberapa tetesan air mata nya mampu mengembalikan kehidupan di dalam Hutan Bayangan. Bahkan mengalirnya kekuatan Jiwa Murni di dalam tanah membuat makhluk yang telah mati mengenaskan perlahan mulai bergerak kembali dengan Aura yang lebih kuat.
"Grrrgh.. Aku kembali tapi siapa yang membangkitkan ku? Aku akan membalaskan rasa sakit di tubuh ku kepada pria itu, karena dia lah yang membuat ku tersiksa tanpa ampunan." ucap makhluk itu dan melihat keadaan di sekitarnya.
Pemandangan yang indah dengan kesegaran udara yang memasuki hidung nya, dari setiap aliran dapat tercium aroma Suci yang membuat Jiwa di dalam tubuhnya tunduk. Seakan Aroma Suci itu menjadi suatu kehidupan yang sangat tinggi di dalam tempat nya kini berada, terlebih lagi kini dirinya bisa berbicara seperti manusia.
.................. ...
"Apa kalian sudah siap kembali? " tanya Clara setelah memulai pertemuan nya.
__ADS_1
...*******...
.
.
.
hay reader 😊
.
. Maaf ya kemarin cuma up satu bab aja.. terkadang mood jadi down karena perasaan yang kacau..
.
. Tapi alhamdulillah cepet baik, jadi author up lebih dari satu hari ini..
.
. Jujur nih ya, kalau Ada notice Like, comment kalian author jadi punya semangat pacuan lebih.. 😁
.
.
. Tapi kadang author pengen loh para reader kasin like, comment, favorite apa lagi di kasih vote biar author lebih semangat, tapi author tetep makasih kok buat para reader yang setia baca karya The Last Sky Kingdom Takdir ku Milik Mu.
.
__ADS_1
.
. Thanks ya udah mau lihat karya author, 😊