
"Nenek." panggil Starla berlari masuk kedalam kamar ibu suri tanpa permisi dulu.
"Pergilah.Kita lanjutkan pembicaraan nanti. " perintah sang nenek pada seseorang yang hanya di jawab dengan anggukan.
"Siapa itu nek? " tanya Starla yang melihat seseorang melompat dari jendela.
"Lupakan itu. Bagaimana misi mu Putri? " tanya ibu suri mengalihkan perhatian cucunya.
"Berhasil nek, tapi peri Gracia butuh pemulihan dan peri Zianka membawanya ntah kemana. " jawab Starla dengan murung karena kondisi peri nya yang lemah setelah dikurung, bahkan setelah keluar dari bola cristal hanya bisa terbang beberapa detik dan hampir jatuh jika tidak segera ditangkap Starla.
"Biarkan pemulihan dulu , tugasnya setelah ini sangat berat karena melindungi mu diluar istana. " jawab nenek menenangkan cucunya.
Sedangkan disisi lain seseorang sedang mendengarkan ceramah yang sangat pedas dari Tuannya Karena kehilangan sandranya bahkan bukan hanya sandra tapi hewan-hewan yang langka juga ikut lenyap seketika.
"Tidak becus! Bagaimana bisa ini terjadi! Terkecoh dengan bocah ingusan. Aku ragu kamu seorang penyihir hebat. " ucapan seseorang yang masih panjang dengan bla bla.
Orang yang mendengarkan itu adalah penyihir Rosea yang baru saja terkecoh oleh pria bertopeng dan karena dirinya lalai tidak melindungi gua sebelum mengejar orang bertopeng itu akhirnya kehilangan sandranya peri Gracia dan hewan-hewan langka yang diburunya dengan susah payah. Tangannya mengepal karena geram dengan ucapan Tuannya yang meremehkan dirinya.
"Awas saja kau! Akan ku hitung setiap umpatan dari mu. " batin Penyihir Rosea yang menggerutu didalam hatinya.
"Siapkan Racun yang lebih mematikan! Sudah waktunya aku akhiri permainan ini! " perintah orang itu.
"Tentu Permaisuri. Satu Minggu lagi setelah saya mendapatkan sayap seorang peri, Maka Racun akan sempurna. " jawab penyihir itu.
"Sudah tahu butuh sayap peri! Malah lengah kau ini. Dasar tidak berguna! " hardik Permaisuri.
"Maaf Yang Mulia. " jawab penyihir Rosea menunduk sedangkan hatinya menggerutu dengan sumpah serapah.
"Lalu darimana sayap peri akan diambil? " tanya Permaisuri kini.
"Sulit mendapatkan dalam waktu cepat Permaisuri. Hanya kerajaan Langit lah yang memiliki pendamping Peri setiap wanita bangsawannya. Dan Yang Mulia tahu hanya Ibu suri, Permaisuri dan Putri Africiana yang memiliki peri , tidak ada yang lain lagi. " ucap penyihir Rosea .
"Yah kau benar, artinya Ibu Suri yang sudah membebaskan Peri Gracia. Jika sudah bersangkutan dengan wanita tua itu, akan lebih baik aku mencari jalan lain. " keluh Permaisuri dengan memijat pelipisnya yang terasa pening.
"Tanpa sayap peri, racun tidak akan bekerja maksimal Yang Mulia. " ucap penyihir Rosea dengan serious.
"Tenanglah.Bahan terakhir Racun mu sudah tersedia, selesaikan saja dan beri tahu aku kapan kamu butuh sayap itu. " jawab Permaisuri Adreo yang sudah tersenyum sinis dengan rencana gilanya.
"Saya akan mengabari Yang Mulia Saat ramuan itu sudah siap. " balas Penyihir Rosea dengan tersenyum.
__ADS_1
................
Waktu berlalu cepat tanpa menghitung jam, sudah 4 hari berlalu dan penyihir Rosea sudah menyelesaikan Ramuannya dan hanya kurang satu bahan lagi dan hanya Permaisuri Adreo yang memilikinya. Maka dirinya datang ke istana dengan menyamar sebagai seorang pelayan istana untuk menemui Permaisuri Adreo, dengan penyamarannya tentu memudahkan dirinya untuk bertemu dengan Permaisuri Adreo.
"Permisi Permaisuri ini ada surat dari seseorang " ucap seorang pelayan yang masuk ke kamar Permaisuri Adreo.
"Berikan! " perintah Permaisuri Adreo tanpa melihat sang pelayan.
"Keluar semua! " perintah Permaisuri Adreo setelah membaca surat itu.
"Tunggulah di tempat mu. Akan aku ambilkan yang kau butuhkan. " ucap Permaisuri Adreo kepada pelayan itu.
Pelayan itu menunggu 30 menit dan Permaisuri Adreo muncul dari tempat dirinya menghilang 30 menit yang lalu.
"Ambillah! Siapkan dengan baik. Malam ini harus sudah ditangan ku! " perintahnya memberikan sebuah kotak panjang kepada pelayan itu.
"Saya permisi. " balas pelayan itu setelah memeriksa isi kotaknya dan pamit dengan cara menghilang.
"Malam ini akan ku akhiri semuanya, " batin Permaisuri Adreo dengan senyuman mematikan.
................. ...
"Hmm.Siapa itu? kenapa seperti orang kesakitan. ' gumam Starla.
" Toloooong. " suara kembali terdengar dengan lebih jelas.
"Siapa itu? " tanya putri Starla setelah membuka jendela, melihat kesegala sisi tetap tidak ada siapapun.
"Astaga." seru Putri Starla merasakan seseorang memyentuhnya disaat tangannya hendak menutup jendela kembali.
"Tolong aku. " rintih nya dengan darah yang mengalir dari punggungnya.
"Seorang Peri. Tunggu! Peri Larein. " ucap Putri Starla yang mengenali pakaian peri itu meski sudah berwarna darah.
Tanpa menjawab peri itu jatuh dengan memeluk pinggiran jendela, keadaanya miris. Tubuhnya bermandikan darah, hanya wajahnya dan bahunya saja yang tidak terkena darah, sayap yang hanya sebelah dan sebelahnya lagi berbekas seperti dicabut paksa dan itu meninggalkan jejak mengerikan. Melihat keadaan peri Larein yang sangat tragis, Starla langsung memanggil Peri Zianka untuk membantunya menolong Peri Larein yang sekarat. Sang Ibu suri yang tahu hal ini langsung geram melihat kelakuan Permaisuri Adreo sangatlah keji meski terhadap perinya sendiri itu, tapi melihat Peri mungil itu apakah Sang pemilik tidak ikut terluka, tapi bagaimana mungkin. Ikatan antara Peri dan pemiliknya adalah satu.
Dengan bantuan Peri Zianka dan ramuan Ibu suri, kini Peri Larein menjadi lebih baik dalam hitungan jam dan itu membuat Starla dan lainnya lega. Terlihat perban yang dibalut di tubuh mungil itu untuk menutupi lukanya dan perlahan Peri itu tersadar dan merasakan nyeri dan sakit yang luar biasa, pandangan nya yang kabur perlahan jelas dan wajah yang dilihatnya adalah Putri Starla dan Ibu Suri serta seorang Peri yang lebih Tua dari nya.
"Terimakasih sudah menolongku. " ucap Nya dengan gemetar.
__ADS_1
"Pasti sakit sekali rasanya. " ucap Starla yang menunjukkan rasa ngilu karena melihat betapa sadisnya perbuatan Ibu Tirinya itu, dengannya saja bisa kejam apalagi dengan makhluk lain fikir putri Starla.
"Ini lebih baik Tuan Putri. " jawabnya lebih tenang.
"Bisa ceritakan apa yang terjadi? Apa Pendamping mu tahu kamu terluka? " tanya Ibu suri menyinggung Soal Permaisuri Adreo di depan Peri Larein.
"Jangaaan.Aku tidak mau kembali pada wanita kejam itu. " ucap Peri Larein gugup mendengar soal Pendamping nya, melihat itu Semua percaya bahwa Permaisuri Adreo lah yang berbuat hal keji pada perinya sendiri.
"Tenanglah, aku tidak akan menyakiti atau memberitahu pada pendamping mu. Tapi cerita kan apa yang terjadi, kenapa berakhir seperti ini? " tanya Starla dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah.Akan kuceritakan. " jawab Peri Larein dengan mengambil nafas panjang sebagai penenang fikirannya yang masih kalut.
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘽𝙖𝙘𝙠 𝘽𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙅𝙖𝙢 𝙇𝙖𝙡𝙪...
"Hai Peri ku apa kabar? " tanya Permaisuri Adreo yang masuk dengan senyuman manis menemui perinya yang selama ini tinggal tempat rahasia.
"Baik Yang Mulia. Bagaimana Kabar Ratu ku. " jawab Peri Larein.
"Aku baik, hanya saja.. " ucapan Permaisuri Adreo menggantung dan menampilkan muka sedihnya.
"Ada apa Yang Mulia? apakah masalah yang Mulia bisa saya bantu? " tanya Peri Larein dengan sungguh-sungguh melihat pendamping nya yang sangat sedih.
"Peluklah aku. Itu cukup untuk ku. " jawab Permaisuri Adreo dengan senyuman.
Melihat hal itu membuat Peri Larein dengan senang hati memeluk pendamping nya itu tanpa menaruh curiga apapun, dan saat pelukan terjadi itulah diam-diam Permaisuri Adreo mengeluarkan pisaunya yang tersembunyi sedari tadi dan langsung mengiris satu sayap kanan milik Peri Larein, Rasa sakit goresan itu membuat Peri Larein memberontak namun Permaisuri Adreo dengan kuat menahan tubuh mungil Peri nya dan mengambil paksa Satu sayap milik Peri Larein tanpa belas kasihan.
"Terimakasih Peri ku. Ini yang Kubutuhkan. " ucap Permaisuri Adreo dengan senyum jahatnya setelah melihat sayap ditangan kirinya.
"Apa salah ku? " tanya Peri Larein dengan menahan sakit luar biasa.
"Tidak ada! Tapi kamu Peri ku jadi harus berkorban untukku. " jawab Permaisuri Adreo dengan santai nya sambil membersihkan tangannya yang terkena noda.
"Kembalikan sayap ku. " rintik Peri Larein dan hendak meraih sayapnya namun justru berakhir kibasan tangan Permaisuri Adreo yang membuat nya terjatuh menabrak dinding kamar, melihat Peri Larein terduduk didinding akibat kibasan tangannya tetap tak membuat Permaisuri itu iba.
"Berkorban demi pendamping mu itu wajib! Racun ku akan mengakhiri semuanya. " jawab Permaisuri Adreo dan pergi meninggalkan Peri Larein begitu saja.
Melihat pintu yang masih terbuka membuat Peri Larein tertatih menahan sakitnya dan mencoba berjalan agar bisa keluar dari kamarnya, untung saja dirinya mampu bertahan dan berhasil keluar tanpa sepengetahuan Permaisuri Adreo dan bahkan dirinya juga mendengarkan percakapan antara Permaisuri Adreo dan seorang pelayan.
............ ...
__ADS_1
Setelah mendengarkan seluruh cerita Peri Larein, ibu suri langsung bergegas untuk membuat rencana untuk melindungi keluarga nya dengan rencana Permaisuri Adreo yang sudah dapat dipastikan itu untuk membunuh keluarga kerajaan.