
"Seperti yang anda perintah kan Lady Cristal, aku berdoa agar Tuhan mempertemukan kita dan aku bisa melindungi anda dengan nyawa ku." doa Achela dengan memeluk benda pemberian tuan nya.
Ctaaar... Ctaaar... Ctaaar...
*Doa mu akan di kabul kan Achela, tapi bukan di dunia saat ini.* batin Clara yang memahami perubahan alam.
"Selamat tinggal Achela, ingat lah satu hal. Raga seseorang bisa di hancurkan tapi bukan jiwa seseorang, maka ketetapan jiwa seseorang akan sama seperti air mengalir." ucap Clara dan kembali menghilang meninggalkan tempat itu untuk terakhir kali nya.
Melihat kepergian Clara membuat hati Achela yang tersisa , hancur sekali lagi dan itu terasa menyakitkan melebihi rasa sakit sebelum nya, terlebih Clara mengajari nya banyak hal tapi kehancuran hati nya perlahan terobati dengan cahaya bersinar dari kuncup bunga teratai biru di depannya.
"Jika di dalam sini adalah dasar dunia baru, akan ku jaga dengan nyawa ku." ucap Achela dengan tulus.
Sedangkan di dalam Istana langit dua makhluk sudah menunggu dengan saling pandang dalam diam hingga seberkas cahaya menyilaukan membuat ke dua makhluk itu menutup mata dengan lengan masing-masing. Perlahan cahaya itu mulai pudar dan menampilkan sosok yang memang sedang di tunggu oleh keduanya, terlihat ada sebuah kesedihan dari sorot mata nya membuat satu makhluk kecil yang menunggu segera terbang ke arah sosok itu.
"Lady? Apa yang terjadi dan dimana Achela? " tanya makhluk kecil itu dengan suara minim nya.
"Tenanglah peri Fyra, Bagaimana dengan semua persiapannya? " tanya balik Clara memandang peri nya dan beralih ke makhluk satu nya lagi.
"Ksatria Lulu sudah mengumpulkan semua nya dan sidang terakhir juga sudah di lakukan, hampir semua menyetujui syarat dari anda Lady, bukankah begitu Ksatria Lulu? " ucap peri Fyra dengan meminta persetujuan makhluk yang masih terpesona dengan Clara.
"Benar begitu? " tanya Clara dengan tenang.
"Iya Ratu, semua sudah setuju kecuali beberapa klan yang memilih bersiap untuk bersembunyi." jawab ksatria Lulu dengan deg-deg an.
"Hmmm. Ambil ini dan datanglah bersama peri ku. Dan kamu peri ku, sampai kan salam ku pada keluarga ku." ucap Clara dan menggambil satu bola cristal biru bening dan menerbangkan nya ke ksatria Lulu.
"Tuan? Sampai kapan semua nya sendiri-sendiri seperti ini? " tanya peri Fyra dengan sendu.
__ADS_1
"Sampai dentingan alam menyatukan kita semua. " jawab Clara dan kembali menghilang menggunakan portal nya.
"Peri, boleh aku tanya sesuatu? " tanya Ksatria Lulu setelah kepergian Clara.
"Ya, katakan saja." jawab peri Fyra dengan kesedihan nya.
"Seberapa besar kekuatan Ratu, berpindah tempat selalu menggunakan portal dan aura nya sangat lah kuat." ucap ksatria Lulu dengan wajah serius.
"Jangan tanya kan padaku,lain kali cobalah bertarung dengan Tuan ku. Karena hanya beliau yang tahu seberapa besar kekuatan nya, cukup seimbang dengan raja kegelapan." jawab peri Fyra sembari terbang meninggalkan ruangan latihan.
"Seimbang dengan raja kegelapan? " gumam ksatria Lulu yang langsung bergidik ngeri.
Siapa yang tidak kenal raja kegelapan dimana wilayah hutan tersembunyi menjadi tempat raja itu bertahta, tidak akan ada seorang pun yang selamat jika tanpa sengaja memasuki hutan tersembunyi itu. Tapi tidak bagi mereka yang memang menyembah dan meminta kekuatan dari raja kegelapan, tapi fikiran nya teralihkan pada bola cristal biru bening di telapak tangan kanan nya.
"Simpan itu, beberapa hari ke depan akan tiba waktu nya. " ucap peri Fyra dan terbang ke arah lain dari tujuan ksatria Lulu.
Keduanya berpisah jalan dengan tugas masing-masing, sementara di istana Es tengah melakukan persiapan acara makan bersama untuk satu keluarga. Persiapan itu cukup lah mewah namun sederhana, tidak ada yang berlebihan membuat acara nanti akan di pastikan hanya anggota kerajaan yang menghadiri nya.
"Terimakasih." jawab seorang gadis dengan wajah cantik layaknya putri kerajaan dengan sopan duduk di kursi yang sudah di tarik oleh pemuda tampan dengan senyuman manis.
"Nak, tumben acara di jam seperti ini? " tanya seorang pria paruh baya yang berjalan mendekati meja makan.
"Karena Leum ingin memenuhi janji saja, silahkan Ayahanda dan anda duduk di tempat itu." jawab Lars dengan sopan.
"Lars ambillah ini menu pembukaan makan bersama kali ini." ucap seseorang dengan membawa sebuah nampan yang berisi pudding coklat dengan lava susu yang menutupi wajah nya karena pudding itu tinggi nya tigapuluh centimeter.
"Duduk lah, di Istana ini banyak pelayan." ucap Lars menggambil pudding itu dan meletakkan ke atas meja.
__ADS_1
"Nak? Sejak kapan di Istana? " tanya terkejut seorang wanita yang baru saja dewasa yang kini menjadi istri ayahanda Lars.
"Beberapa menit yang lalu, salam Raja dan Ratu. Lars, bisa kita mulai? " ucap Clara tanpa panjang kali lebar dan mengalihkan wajah terkejut ibu tiri Lars.
"Yang Mulia, boleh aku menyuapi mu?" tanya gadis cantik itu dengan wajah memelas ke arah Raja Yourin.
"Jangan menolak nya, biarkan tamu special ku merasakan kasih sayang dari ayahanda. Bantu Leum memenuhi janji. " pinta Lars dengan suara yang memelas.
"Baiklah, kemarilah." perintah Raja Yourin dengan isyarat agar gadis itu berpindah tempat duduk.
Terlihat gadis kecil itu dengan semangat melangkahkan kaki nya menyongsong harapan nya dan juga sebagai permintaan terakhir nya. Sungguh harapan kecil miliknya mulai terpancar di mata nya, kini bukan hanya tangan nya yang memberikan makanan tapi tangan pria yang merupakan saudara kembar nya itu juga menyuapi mulut kecil nya.
Ada wajah yang memerah menahan rasa sesak di dadanya melihat pemandangan di depan nya dengan mata telanjang, kenangan manis bertahun-tahun berakhir setelah pernikahan nya. Pernikahan yang di fikirnya akan membawa kebahagiaan justru menjadi awal kehampaan hidupnya, tidak ada lagi perhatian atau pun kebersamaan selain untuk kepentingan kerajaan dan menjaga nama baik.
"Saya permisi!" ucap wanita itu dengan meninggalkan piring yang masih terbalik.
"Biarkan saja, aku akan menyusul nya." ucap Clara dengan mengelap bibir nya yang basah karena sup daging yang di makan nya.
Raja Yourin bahkan tidak peduli karena sibuk menikmati makan bersama nya, sedangkan Lars merasa santai seperti hal itu sudah sering terjadi. Kini langkah Clara mengikuti langkah wanita di depan nya hingga memasuki lorong yang sepi, baru lah langkah Clara berhenti.
"Naira! " panggil Clara dengan suara dingin nya.
Langkah wanita itu berhenti dan berbalik ke arah suara yang memanggilnya, wajah itu menatap nya dengan tatapan penuh arti, kini Naira merasa ditelanjangi dengan tatapan itu. Rasa nya sangat sulit menggerakkan anggota tubuh nya, langkah Clara semakin mendekati dirinya tapi tubuh nya semakin tidak dapat dikendalikan kecuali keringat dingin yang kini mulai keluar dari wajah nya.
"Hentikan niat mu, ikhlaskan rasa dendam itu. Bukankah kamu juga bertanggung jawab atas rasa sakit hati mu sendiri? Lalu balas dendam apa yang kamu pertahankan." bisik Clara tepat di telinga Naira dan seketika membuat tubuh wanita itu merosot kebawah.
Tidak ada niat Clara untuk membuat wanita itu ketakutan, tapi wanita itu sudah melangkah terlalu jauh dan sudah saat nya untuk menghentikan kegilaan yang mulai menyebar di dalam nadi wanita itu. Tanpa berfikir panjang, Clara memindahkan tubuh Naira ke kamar pribadi wanita itu dan kembali ke tempat seharusnya.
__ADS_1
............... ...
"Dimana kamu sekarang? Aku sangat merindukanmu." batin seseorang dengan memandang langit dari balik jendela rumah pohon nya.