The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Secret "Raja Dexter"


__ADS_3

Tap.tap.tap.tap


Suara hentakan khas terdengar jelas dari luar menuju ke tempat rapat kerajaan yang mampu membuat para pendengarnya langsung menutup mulut rapar-rapat tanpa diminta siapapun akhirnya suasana menjadi hening, langkah itu semakin mendekat hingga sosok pria berpakaian Ksatria dengan tubuh kekarnya berdiri tepat di pintu masuk aula menatap seisi ruangan yang sudah di penuhi dengan orang-orang kepercayaan nya.


"Selamat Datang Yang Mulia. Semua sudah menanti kehadiran Anda. " ucap seorang Menteri Perang.


"Bagaimana semua persiapannya Menteri Aqulio? " tanya Raja sembari berjalan menuju tahtanya.


"Tinggal menunggu perintah menyerang Yang Mulia. " jawab Menteri Perang Aqulio.


"Bagus.Mari lanjutkan urusan lainnya. " ucap Raja semakin menampilkan wajah dinginnya menanti setiap laporan dari orang-orang kepercayaan satu per satu.


Tanpa menunggu perintah, satu demi satu menyampaikan apa yang menjadi tugas mereka dan Raja hanya mendengarkan tanpa mengomentari atau memuji, yah begitu lah Raja satu ini yang hanya akan mendengarkan tanpa harus menjawab.


"Yang Mulia , Kerajaan Langit masih melakukan pencarian terhadap Permaisuri Adreo, bahkan semakin gencar dengan mengirimkan banyak mata-mata ke setiap sudut wilayah. " ucap seorang Ksatria yang bertugas mengawasi Kerajaan Langit.


Raja hanya mengangguk tanpa paham, namun tentu setiap orang yang berada di rapat itu memiliki banyak pertanyaan meski tak mampu untuk bertanya akan apapun yang dilakukan rajanya. Yang mereka tahu sejak lama Raja nya selalu mengawasi Kerajaan Langit hingga hal terkecil sekalipun tidak boleh terlewatkan.


"Maafkan Hamba yang mulia. Tapi bukankah ada hal yang lebih penting dari Kerajaan Langit saat ini, tentu yang mulia tahu jika Batu Bulan sudah mulai hidup karena ada yang membangunkan nya atau Takdir itu sudah dimulai, Apakah yang Mulia tidak khawatir.? " tanya Cleo seorang Ksatria cantik yang mematikan dengan tanpa ragu.


"Cleo, apa yang kamu lakukan! Bagaimana jika yang Mulia marah. " bisik Menteri disebelah nya yang tak di tanggapi oleh Cleo dan Cleo masih menunggu jawaban Sang Raja.


Raja bangun dari tempat duduk nya dan berjalan menghampiri Cleo dengan tatapan penuh arti, semua pasang mata sudah menegang namun Cleo hanya santai tanpa beban atau rasa takut, hingga Raja tepat berada di depannya dan menangkup wajah Cleo.


"Jika Seorang Raja memiliki Senjata termanis, Untuk apa Sang Raja khawatir dengan Hal lainnya. " ucap Raja dan mencium kening Cleo.


Cleo hanya tersenyum dengan perlakuan Raja, sedangkan yang lain dibuat terkejut dan bingung, bagaimana Raja bisa melakukan hal itu, pertanyaan kembali memenuhi otak semuanya.


"Hari ini adalah istimewa. Masuklah Ratuku! " ucap Sang Raja setelah kembali ke posisinya tanpa peduli dengan tatapan yang masih terkejut dengan tindakan nya.


Pintu Aula terbuka menampilkan sesosok wanita berpenampilan mewah layaknya bangsawan namun sesaat kemudian semua terkejut ketika wanita itu melepaskan tudung kepalanya.


"Permaisuri Adreo. " ucapan beberapa orang yang langsung menyadari siapa sosok itu.


"Selamat Datang Ratu ku. " ucap Raja menghampiri Permaisuri Adreo dan memeluk nya dengan hangat.


"Terimakasih Yang Mulia. " jawab Permaisuri Adreo membalas pelukan itu.

__ADS_1


" Mulai hari ini Permaisuri Adreo akan tinggal di Istana dan Ingatlah! Keberadaan nya adalah Rahasia! Jika ada Pengkhianat, maka lautan Api akan mengakhiri mereka. " ucap Raja dan melihat semuanya hanya mendengarkan tanpa menjawab, Raja meninggalkan aula dengan membawa Permaisuri Adreo.


Tanpa dilihat siapapun karena orang-orang menunduk, Raja memberikan isyarat pada Cleo dengan kedipan mata yang hanya Cleo yang tahu itu dan membalas dengan senyuman manis.


Kepergian Raja menyisakan bisikan yang penuh tanda tanya, sedangkan Cleo enggan mendengarkan ocehan yang tidak ada gunanya.


"Permainan Raja ku sudah di Mulai. Pasti sangatlah menyenangkan. " batin Cleo tersenyum penuh arti dan pergi ke ruangan rahasia setelah memastikan tidak ada seorang pun disekitarnya.


..................


"Ehm.. My King. " ucap Permaisuri Adreo mencoba melepaskan tautan bibirnya dengan Raja iblis.


"Katakan Ratu ku. " jawab Raja setelah mengakhiri ciuman penyambutan itu.


"Apakah Aman dengan melakukan semua ini? Bagaimana jika cepat tersebar kehadiran ku di Istana Iblis. " tanya Permaisuri Adreo dan memainkan jari nya di dada Raja iblis dengan manja.


"Tenanglah.Semua akan seperti keinginan mu Ratu ku. Beristirahat lah, Aku harus mengurus urusan Kerajaan. " ucap Raja dan mencium Ratunya sekilas dan meninggalkan nya di kamar istimewa.


Permaisuri Adreo hanya bersikap biasa saja karena baginya sekarang hanya kekuasaan yang selalu menjadi tujuannya, bahkan tetap bersama Dexter pun hanya untuk tujuannya. Baginya tidak ada hal lain selain menjadi yang terkuat, cinta pun akan menjadi jalannya jika itu diharuskan.


..............


Krek, krek. (Suara dinding bergerak menampilkan lorong yang gelap)


Dengan tenang Raja memasuki lorong itu dan menekan permata merah disamping dinding lorong itu untuk menutup kembali dinding nya dan melangkah menyusuri lorong gelap itu tanpa takut tersandung ataupun tersesat. Cahaya menerpa ujung lorong itu setelah berjalan selama beberapa saat, silau yah itu yang menyapa mata Raja setelah berada diujung lorong, menyesuaikan cahaya dan melihat seisi ruangan yang sangat sepi, namun perlahan terdengar suara air yang seperti sedang dimainkan, perlahan Raja menuju ke pemandian yang tertutupi dengan tirai yang menjuntai berwana gelap itu. Raja dengan sangat hati-hati menghampiri tempat pemandian agar bisa membuat kejutan namun justru dirinya yang terpaku karena pemandangan di depannya, meski belum seberapa yang dilihatnya, tetap saja membuat hati dan jantungnya berdebar meski bukan pertama kalinya melihat hal itu.


Seorang wanita berambut panjang tengah berendam di dalam kolam yang memiliki air terjun didepannya dengan tenangnya bermain air layaknya anak kecil mengayunkan tangannya kesana kemari untuk menikmati sejuknya air itu. Sinar dan air yang menyatu menjadikan wanita itu seperti keindahan sempurna meski belum menampakkan seluruh wajah dan tubuhnya, Raja hanya bisa tersenyum melihat Wanita dihadapannya yang sibuk bermain air itu.


"Kemarilah Yang Mulia! Aku sudah menunggu anda. " ucap wanita itu dengan suara yang sangat lembut.


"Dewi ku. Bagaimana selalu mengenali kehadiran ku, meskipun aku berusaha untuk tidak membuat suara sedikit pun. " ucap Raja menyerah karena selalu gagal membuat kejutan untuk wanita satu ini.


"Apakah jiwaku masih perlu di pertanyakan? Jika iya, ambillah nyawaku Yang Mulia. " jawab wanita itu kemudian berdiri dan membalikkan tubuhnya.


"Pelabuhan Terakhir ku hanya Dewi ku. Bagaimana Aku mengambil nyawa Mu ketika itu juga Nyawaku sendiri. " ucap Raja menghampiri wanita itu dan mengajaknya kembali memasuki pemandian, tentu saja setelah melepaskan pakaian Kerajaan nya dan hanya menyisakan pakaian bawah nya saja.


"Bagaimana semuanya Yang Mulia? " tanya wanita itu sambil menikmati permainan yang dimulai Rajanya.

__ADS_1


"Semua seperti keinginan ku. Masih dalam kendali, hanya harus lebih meluluhkan Adreo. Ambisinya bisa menghancurkan rencana ku. " jawab Raja yang mulai sibuk menikmati keindahan di depannya.


"Ah.. Yang Mulia hentikan. " ucap wanita itu yang geli karena Raja nya mulai menyesap lehernya tanpa ampun.


"Hmm." Jawab Raja tanpa menghentikan aktivitas nya.


Emm.. Argh.. De..sa..han dan era.. Ngan terdengar memenuhi pemandian. Membuat kedua tubuh itu semakin memanas meski berada didalam kolam air dingin. Raja semakin menikmati kehangatan itu, baginya hanya Dewi nya yang pantas mendapatkan cintanya dan segalanya, tak seorang wanita pun mampu menggantikan wanita yang kini berada di bawah kukungannya itu.


Permainan yang berawal dari pemandian berpindah ke tempat tidur yang penuh bunga dan aroma memabukkan, setiap sentuhan yang Mulia kepada Dewi nya berhasil membuat suara yang sangat indah ditelinga membangkitkan hasratnya yang sudah lama tidak menikmati kehangatan.


"Aah.. Aah. " suara de..sa..han yang terdengar di telinganya.


"Aku merindukanmu Dewi ku. Jangan tahan apapun itu, aku sangat mencintaimu Dewi ku. " ucap Raja di telinga wanita itu lembut dan dibawah sana sudah bersiap untuk melanjutkan kenikmatan sesungguhnya.


"Auw.. Emm... Aah. " era..ngan wanita itu karena merasakan sakit di bawah sana, namun pelakuan lembut Sang Raja dengan cepat menggantikan Rasa sakitnya menjadi nikmat yang melayangkan dirinya ke nirwana.


"Argh.. " era..ngan Raja setelah sampai pada pucak nya lalu menjatuhkan tubuhnya disamping Dewi nya.


"Apa masih sakit? " tanya Raja yang melihat Dewi nya kelelahan akibat ulahnya.


Wanita itu hanya tersenyum dan menarik Raja untuk memeluk nya, Raja dengan senang hati memeluk Dewi nya yang selalu menjadi Rumahnya itu, Dewi yang selalu mendukung dan memberikan segalanya tanpa diminta.


"Yang Mulia kembalilah, Pasti dia mencari mu. " ucap wanita itu yang masih setia menghisap aroma tubuh Sang Raja.


"Biarkan saja. Saat ini aku hanya membutuhkan Dirimu. Hanya Dewi ku seorang. " jawab Raja dengan tegas dan mencium kening wanita itu dengan lembut dan cinta.


Wanita itu semakin mengeratkan pelukan nya tanpa peduli jika Sang Raja bisa saja menjadi bergairah kembali akibat pelukan nakalnya yang sambil meraba tubuh Raja ke sembarang arah.


"Mau lagi Dewi ku? Arh.. Hentikan Dewiku. " ucap Raja yang menahan hasrat nya karena kenakalan wanita nya.


"Hehehe, sangat imut melihat yang Mulia seperti ini. " ucap wanita itu yang sejurus langsung bangun dari tidurnya dan berlari ke pemandian kembali.


"Kembali kemari Dewi ku. Kenapa menyiksaku dengan sentuhan manismu itu. " seru Raja yang menjadi panas karena ulah Dewi nya.


Wanita itu tetap masuk ke pemandian dan Raja pun hanya bisa menjadi pengikut karena baginya Wanita itu adalah cinta yang terindah melengkapi hidupnya dan hanya mereka berdua lah yang tahu hubungan itu, dengan adanya tempat rahasia ini sebagai wujud cinta nya dan mempertahankan keselamatan dari Dewi nya.


..............

__ADS_1


"Hari sudah berganti tapi Raja belum kembali. Para pelayan pun tidak tahu Raja dimana. Apa yang sedang dilakukan laki-laki itu. " gumam Permaisuri Adreo didalam kamarnya.


__ADS_2