The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Pelukan erat


__ADS_3

Tidak ada niat Clara untuk membuat wanita itu ketakutan, tapi wanita itu sudah melangkah terlalu jauh dan sudah saat nya untuk menghentikan kegilaan yang mulai menyebar di dalam nadi wanita itu. Tanpa berfikir panjang, Clara memindahkan tubuh Naira ke kamar pribadi wanita itu dan kembali ke tempat seharusnya.


Terlihat seorang gadis kecil dengan senyuman lebar menyambut kedatangan nya di kamar seorang pangeran, sebuah pelukan hangat di dapatkan clara sebagai ucapan terimakasih. Dengan senang hati Clara menyambut pelukan gadis kecil itu dan pelukan cukup lama hingga sang pemilik kamar ikut memasuki kamar pribadinya itu.


"Sekarang apa yang akan anda lakukan? " tanya Lars dengan serius.


"Tidak ada, jiwa nya akan menghilang dengan sendiri nya. Waktu nya sudah berakhir dengan harapan nya yang terkabul." jawab Clara dengan melepaskan pelukan dan menatap gadis kecil di hadapan nya dengan senyuman.


Sinar mata yang berubah menjadi biru kini terpatri di mata gadis kecil itu, perlahan jiwa tanpa raga itu mulai melebur menjadi serpihan cahaya layak nya kunang-kunang. Hanya dalam waktu beberapa detik serpihan cahaya itu terbang bersama udara menghilang begitu saja, pemandangan pertama dari peleburan jiwa yang sudah lama menggembara membuat Lars mengingat kenangan terakhir ibunda nya.


"Lars, awasi Naira. Dan datanglah ke pertemuan esok, tapi kamu bisa ke Istana Langit terlebih dulu. Adikku pasti merindukanmu." ucap Clara mengalihkan fikiran Lars yang mulai di landa kesedihan.


"Tapi bagaimana dengan kerajaan? Dan kenapa harus mengawasi wanita itu? Aku juga merindukan Starts, tidak bisakah ajari Starla berteleportasi? " tanya Lars dengan rentetan pertanyaan.


"Tidak ada yang sempurna Lars, bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki. Aku harus pergi. Lakukan semua dengan baik Lars." jawab Clara dan menghilang tanpa menunggu jawaban dari Lars.


"Masih saja sama, pergi tanpa jawaban. Sabar Starla, aku akan segera datang. " ucap Lars dengan mengelus dada nya.


Sebuah perpindahan yang di lakukan Clara ke tempat yang sudah lama tidak di kunjungi nya, tempat dimana sudah tidak memiliki pintu keluar selain menggunakan teleportasi atau portal. Tempat yang menjadi perkumpulan ksatria dengan para pendamping naga nya, di sana lah tujuan nya untuk memberikan sebuah undangan pertemuan.


"Dimana kamu sekarang? Aku sangat merindukanmu." batin seseorang dengan memandang langit dari balik jendela rumah pohon nya.


"Aku di sini." ucap Clara dengan lembut dari pintu rumah pohon yang terbuka.

__ADS_1


"Pasti halusinasi aku, ayolah mana mungkin Clara ada di sini." gumam orang itu dengan menggorek telinga nya seakan memastikan suara itu benar ada nya.


"Pangeran Trish! " panggil Clara dengan lebih keras agar pemuda itu sadar dirinya memang nyata di tempat itu.


"Lagi suara itu terdengar, apa ada makhluk la... Clara? " ucap Trish yang menggedarkan pandangan nya ke dalam rumah pohon.


"Apa kabar mu? " tanya Clara sekedar berbasa-basi setelah beberapa bulan tidak bertemu.


Bukan nya menjawab, Pangeran Trish langsung bangun dari duduk nya dan memeluk erat wanita yang selalu memiliki pesona dengan mata sihirnya itu. Beberapa kali pelukan di lepas dan di tarik kembali untuk di peluknya, hingga sebuah cubitan mendarat tepat di pinggang pemuda itu.


"Awww, sakit. Tapi ini nyata, aku merindukan mu gadis ku." ucap Trish yang sesaat melepaskan pelukan akibat cubitan, namun kembali memeluk Clara dengan erat nya.


Wuussshh..


"Ambil dan simpan lah." ucap Clara yang tidak menampakkan wujud nya dengan menerbangkan satu bola cristal bening ke arah Trish.


Trish tetap menerima bola cristal bening itu dan memeluk nya dengan erat, seakan itu adalah tanda cinta. Jika itu hanya sebuah cristal biasa sudah pasti akan pecah berkeping-keping dengan pelukan seerat dan seagresif itu. Itu lah kenapa Clara langsung menghilang dan tidak menampakkan wujud nya karena setelah pelukan hampir lima kali yang di lakukan Trish membuat nya kesulitan bernafas, ternyata suami nya lebih berbahaya dari raja kegelapan.


"Ayolah tunjukkan diri mu, aku.. " pinta Trish dengan memelas.


"Tidak, kamu membuat ku tidak bisa bernafas. Turun lah, aku menunggu di bawah." ucap Clara dan menghilang kembali.


Sebuah pintu menuju lorong rahasia yang berujung ke desa mati di atas sana, kini pintu lorong itu tidak pernah tersentuh lagi karena sudah tertutup akibat pertarungan nya dengan raja kegelapan di malam gerhana bulan darah merah. Dengan memejamkan mata nya, setiap jengkal tempat berpijak di telusuri untuk menemukan titik yang pasti ke arah tujuan nya.

__ADS_1


"Sebaiknya ku per cepat." gumam Clara dengan berpindah ke titik yang memiliki kekuatan sihir terkuat.


*Pintu dimensi* ucap Clara dengan mata biru nya yang mulai memancarkan sinar biru ke sebuah pohon dengan ukuran orang dewasa.


Sebuah pohon kelapa dengan satu buah kelapa muda di atas sana menjadi titik terkuat dari seluruh wilayah dunia ilusi di bawah tanah, pohon itu kini memiliki lambang bunga teratai dengan sinar biru yang menghipnotis. Setelah melakukan tujuan nya kini Clara kembali ke tempat dimana suami nya berada, namun pemandangan yang tersaji justru membuat nya sedikit tercubit hati nya.


Seperti ada perasaan cemburu melihat kemesraan di depan nya, namun dengan langkah tenang di singkirkan nya perasaan yang mampu membuat jiwa nya melemah. Tanpa kata dan membiarkan pemandangan di depan nya tetap berlanjut selama beberapa menit hingga suara yang di kenali nya menyambut kedatangan nya dan membuat dua makhluk di depan nya berbalik.


"Salam Lady Cristal." ucap seekor Naga yang hanya memiliki jiwa saja.


"Salam untuk mu Raja Argus, bagaimana pelatihan nya? " tanya Clara dengan wajah tenang.


"Semua ber jalan lancar, mari saya antar untuk melihat hasilnya." ajak Raja Argus dengan bahasa tubuh Naga yang cukup di pahami Clara.


"Clara, dengarkan aku.. " cegah Trish yang kini wajah nya sudah pucat karena istri nya melihat sesuatu yang tidak seharusnya.


"Mari." jawab Clara tanpa mempedulikan Trish yang terlihat sangat takut.


Niat nya ingin mengejar langkah istri nya namun makhluk di samping nya justru menahan tangan nya dengan mata memelas dan gelengan kepala, tangan yang terlanjur bergelanyutan manja di lengan nya itu tidak terlepas dari pandangan Clara yang memang sengaja menetap sesaat sebelum pergi bersama Raja Argus.


"Sejak kapan itu terjadi Raja Argus? " tanya Clara tanpa mengalihkan pandangan nya menuju tempat pelatihan para ksatria dan langkah kaki nya yang masih ber jalan maju.


"Beberapa hari terakhir semakin dekat , tapi tanya kan itu pada Pangeran Trish langsung. Bukankah anda bisa tahu mana kejujuran dan mana kebohongan." jawab Raja Argus.

__ADS_1


"Tunjukkan pada ku kemampuan mereka semua." perintah Clara tanpa menjawab pernyataan Raja Argus.


__ADS_2